Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang menyediakan wadah bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan, dengan cakupan di bidang antropologi, budaya lisan dan budaya tulisan, bahasa, seni klasik dan kontemporer.
Articles
75 Documents
Studi Kasus tentang Kasir Dimarahi Usai Anak Top Up Game Online dengan Sudut Pandang Larry Laudan
Mindari, Endah Sri
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i2.420
Tujuan penulisan ini adalah untuk memberi respon terhadap kasus dan lebih pada kajian untuk menganalisis studi kasus yang akan dibahas dengan mengaitkan kasus dengan berfokus kepada sudut pandang dan pemahaman Larry Laudan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Analisis data menggunakan deskripsi, dan interpretasi pada kasus yang terjadi. Hasil temuan penelitian, pertama, sudut pandang dan pemikiran Larry Laudan mengenai kasus top up game online tidak dapat menilai baik buruk atau benar salahnya suatu masalah tanpa melakukan analisis atau melihat masalah tersebut lebih dalam. Kedua, dalam tingkat tertentu yang lebih luas, tiap level masing-masing bersifat mandiri atau independen. Terakhir, mengarah atau menyatakan secara relatif kepada suatu tujuan tertentu yang sudah ditetapkan. Rekomendasi penelitian, pada kasus ini, seharusnya menempatkan posisi orang tua untuk dapat berperilaku dan berpikiran lebih bijak lagi dalam menyelesaikan suatu masalah.
Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Mengawasi Anak Terhadap Game Online
Nadiasih, Niluh
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 3 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i3.423
Penelitian ini bertujuan mengetahui peran apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam menghadapi anaknya yang kecanduan game online serta resiko yang dihadapinya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus secara sederhana bisa dimengerti ssebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. Hasil penelitian mengungkapkan pertama, orang tua bersikap tegas dengan membatasi waktu anak bermain game online. Penerapan kedua yang dilakukan orang tua adalah membatasi uang saku dan jajan anak. Upaya meminimalisir perilaku kebiasaan dalam bermain game online pada anak bisa dilakukan dengan membatasi dalam memberi uang jajan anak. Penerapan ketiga yang dilakukan orang tua adalah selektif dalam memilih teman bermain anak saat di luar rumah. Penerapan keempat yang dilakukan orang tua adalah dengan tidak memberikan bantuan saat anak kesulitan memainkan game online. Penerapan kelima yang dilakukan orang tua adalah dengan memberikan batasan waktu anak untuk keluar rumah.
Analisis Masalah Pada Konflik Papua Merdeka Dalam Kaitan dengan Kesenjangan Sosial Warga Indonesia
Maharani, Mustika
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i4.426
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah dengan fokus pada konflik Papua Merdeka yang dikatikan dengan kesenjangan sosial dalam konteks warga Indonesia. Situasi konflik dalam kasus ini dapat dipahami dalam pemikiran yang mendasar dari Paul Feyerabend. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Penelitian ini menggunakan dua sumber, pertama menggunakan jurnal yang berisi pemikiran Paul Feyerabend yang menitik beratkan pada pemikiran anarkisme epistemologi dan anything goes. Kedua adalah jurnal yang berisi analisis terhadap konfilk Papua Merdeka itu sendiri. Hasil penelitian menemukan bahwa analisis masalah konflik Papua Merdeka bisa dijelaskan bahwa terdapat pertentangan pandangan antara pemerintah dengan masyarakat Papua yang melahirkan ideologi “nasionalis Papua” dan “nasionalisme NKRI”. Adanya kesenjangan sosial diantara masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di wilayah Papua dengan masyarakat Indonesia di wilayah lain ini menimbulkan adanya kecemburuan sosial yang ekstrim. Faktor ekonomi menjadi penyebab sekaligus faktor utama adanya kesenjangan ini yang menyebabkan warga Papua melakukan separatisme.
Analisis Pelanggaran Privasi oleh Rachel Vennya Di Instagram Menggunakan Sudut Pandang Auguste Comte
Dani, Busri
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 3 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i5.437
Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penyebab perilaku sayembara Rachel Vennya di Instagram termasuk ke dalam pelanggaran privasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif. Hasi penelitian menemukan bahwa teori positivisme Auguste Comte pada kasus sayembara pencarian data oleh Rachel Vennya dapat disimpulkan telah terjadi pelanggaran privasi. Dalam pembahasan, ditemukan data empiris yang faktual, konkrit, dan sesuai dengan kenyataan bahwa terjadi proses penyebaran data. Rachel Vennya pun mengakui bahwa perbuatannya ini tidak tepat, karena berujung doxing dan ia menyadari bahwa terlalu arogan dan menggunakan social power yang ia miliki. Walaupun pada akhirnya Rachel membatalkan sayembara yang ia buat karena menyadari hal tersebut tindakan yang kurang tepat, akan tetapi pelanggaran privasi sudah terlanjur terjadi. Hal ini disimpulkan berdasarkan fakta yang berjalan sesuai dengan kenyataan bahwa sudah banyak pengikut yang mengirimkan data pribadi Fathin, sehingga telah terjadi penyebarluasan data pribadi seseorang.
Memahami Pemilihan Umum di Masa Pandemi Dalam Kerangka Heuristik
Sagita, Devy Eka Yanthi
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i6.442
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan pemilihan umum saat pandemi Covid-19 menurut pandangan Imre Lakatos. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian memuat program riset Lakatos dimaksudkan sebagai upaya mendinamisir kemajuan ilmu, melengkapi pemikiran Popper dan Kuhn. Menurut Lakatos, persoalan pokok yang berhubungan dengan logika penemuan tidak bisa dibahas secara memuaskan kecuali dalam kerangka metodologi program riset. Heuristik yang ditawarkan Lakatos dapat memberi bimbingan yang jelas bagi arah riset sehingga dapat mencapai progresivitas baik secara teoritik maupun dimensi empirik. Jika dikaitkan dengan metodologi Imre Lakatos, pelaksanaan pemilu ditengah pandemi Covid-19 mengandung dua elemen dari tiga elemen yang dikemukakan Imre Lakatos yaitu inti pokok atau asumsi dasar dalam metodologis inti pokok disebut sebagai heuristik negatif dan lingkaran pelindung yang terdiri dari hipotesa yang membantu kondisi awal dalam aturan metodologis atau disebut heuristic positif. Rekomendasi penelitian bahwa dalam pelaksanaannya, pemilu memang memiliki dasar atau perlindungan hukum agar dapat terlaksana dengan baik.
Fact Checking Hoax Sebagai Pembuktian Kekritisan Mahasiswa Dalam Pemikiran Keilmuan Karl Popper
Warsito, Eko
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 2 (2021): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i2.444
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan fact checking hoax pada diri mahasiswa dengan kekritisan dalam keilmuan dalam sudut pandangan Karl Popper. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa khusus yang terjadi. Hasil penelitian menemukan bahwa teori ilmiah dan ilmu pengetahuan merupakan sebuah hipotesis dan bersifat conjectural yang tidak dapat tereduksi. Falsifikasi dilakukan setelah fact checking. Hal tersebut diproses dengan mengecek kebenaran dari fakta baik berupa teks berita atau peristiwa yang terjadi. Setelah dicek, maka falsifikasi dilakukan. Hal tersebut diproses dengan mengecek kebenaran dari fakta baik berupa teks berita atau peristiwa yang terjadi. Setelah dicek, maka falsifikasi dilakukan. Pemahaman semacam ini sangat relevan jika digunakan untuk menghadapi maraknya kasus hoax belakangan ini. Upaya mengaplikasikan falsifikasi dalam menghadapi penyebaran hoax. Mahasiswa yang telah dibekali intelektual yang tinggi diharapkan mampu menghadapi maraknya berita hoax dengan fact checking dan falsifikasi.
Dampak Media Televisi bagi Anak-Anak dan Upaya Mengatasinya
Kurniawati, Feri Dyah
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 1 No. 3 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i3.452
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak dari media televisi bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Studi kepustakaan dimaksudkan untuk memahami beragam literatur yang terkait dengan program televisi bagi anak-anak. Hasil penelitian menemukan bahwa media sosial meskipun berkembang berbasis internet, tetapi pesona televisi tidak (akan) memudar. Orang yang mencoba mengucilkan diri dari televisi bila tidak didukung oleh “keyakinan yang kuat” justru akan terkucil dari interaksi sosialnya dan akhirnya merasa rendah diri dan sangat mungkin stres. Hanya kalangan yang berkeyakinan bahwa TV itu haram dan mempunyai media penyalur (berupa komunitas yang sepaham) yang sungguh-sungguh dapat mengatakan selamat tinggal pada televisi. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap aspek-aspek manipulatif di televisi. Kewaspadaan itulah yang menjadi kunci mampukah seseorang menjadikan televisi sebagai media pendidikannya. Kewaspadaan mempunyai makna kehati-hatian dalam memaknai sesuatu dan berimplikasi pada responsnya. Ini merupakan perangkat mekanisme psikologis yang di dalamnya sarat dengan kemampuan respons seseorang dan pengalamannya dalam merespons.
Pelepasan Norma Dan Etika Sosial Yang Terjadi Di Dalam Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Berekspresi
Nurleli, Nurleli
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i4.455
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui teori Augut Comte dapat digunakan menganalisis media sosial sebagai sosial sebagai media ekspresi dan apakah media sosial dalam perspektif positivisme adalah sebuah sarana ekspresi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif. Analisis penelitian ini menggunakan pembacaan deskriptif terhadap satu fenomena, lalu menggunakan sudut pandang pemikiran. Pembacaan deskriptif menggunakan rujukan dari buku, dan artikel ilmiah di jurnal-jurnal yang ada baik secara online maupun yang ada secara cetak. Hasil penelitian menemukan bahwa pelanggaran privasi di media sosial merupakan suatu hal yang sifatnya relatif jika dipandang dari sudut pandang positivisme August Comte yang mana dapat bersifat konstruktif dan dekonstruktif. Di dalam kegunaanya media sosial merupakan suatu hal yang dapat berfungsi ganda yakni dapat berfungsi sebagai media komunikasi dan juga media untuk menyalurkan ekspresi. Sebagai pengguna media sosial (netizen) kita seharusnya bijak dalam berperilaku di dunia maya sebagai salah langkah antisipatif dari penyalahgunaan data.
Makna Nilai Kehidupan Masyarakat Dalam Budaya Kearifan Lokal Pada Motif Kain Tapis Lampung
Halim, Abdul;
Rahman, Reynal Ardhani
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v1i10.509
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna nilai kehidupan masyarakat yang ada dalam kain tapis Lampung. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kepustakaan yaitu peneliti menggunakan beberapa sumber untuk dibaca, dipahami, dan diartikan lalu diuraikan dalam bentuk tulisan yang dikolaborasikan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menemukan bahwa pada perkembangannya corak pada kain tapis Lampung dipengaruhi oleh unsur-unsur dan nilai-nilai keislaman, semejak mulai tersebarnya agama Islam di daerah Lampung. Adanya unsur nilai-nilai keislaman bukan berarti menghilangkan nilai-nilai pada motif terdahulu justru sebaliknya adanya hal tersebut menambah dan memperkaya motif dan filosofi pada kain tapis Lampung, seperti motif belah ketupat. Motif tersebut bermakna bahwa seseorang yang mempertahankan tingkah laku dan perubahan yang baik untuk untuk kepentingan bersama. Rezeki yang dimiliki adalah titipan dari Tuhan untuk kepentingan bersama, bukan untuk dimakan atau dipergunakan sendiri. Rekomendasi, pemerintah provinsi Lampung perlu menyadari bahwa pelestarian kain tapis Lampung diperhatikan dari sisi hukum agar kedudukan tapis menjadi kearifan lokal khas Lampung.
Pentingnya Menjaga Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat bagi Generasi Z
Dewi, Nabilla Nurulita;
Najicha, Fatma Ulfatun
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v2i1.896
Kemerosotan moral atau lunnturnya karakter bangsa diakibatkan oleh pengaruh negatif dari kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi. Kemerosotan moral dapat mengarah kepada kehancuran suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya generasi Z menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam berpikir, bertingkah laku, dan bertutur kata dalam kehidupan bermasyarakat, baik di ruang nyata maupun ruang digital, pada era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Literatur yang dipilih didasarkan pada relevansi bahasan dengan nilai-nilai Pancasila, pembangunan karakter bangsa, wawasan nusantara, generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan perhatian khusus dalam pembangunan karakter bangsa. Selain itu, generasi Z diharuskan memiliki kesadaran dan menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak kehilangan jati diri bangsa Indonesia. Rekomendasi penelitian mengarah agar generasi Z bisa memiliki rasa cinta tanah air; mendalami cara pandang wawasan nusantara; menjaga dan menjadikan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur Pancasila, dan nilai-nilai kearifan budaya lokal.