cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalantropocene@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang menyediakan wadah bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan, dengan cakupan di bidang antropologi, budaya lisan dan budaya tulisan, bahasa, seni klasik dan kontemporer.
Articles 75 Documents
Analisis Filsafat dalam Proses Berpikir Manusia: Peran Berpikir Kritis dalam Kehidupan Yuanatz, Najla Rania
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i2.2442

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara proses berpikir manusia dengan filsafat serta peran berpikir kritis dalam kehidupan. Melalui metode studi kepustakaan, delapan artikel jurnal dan dua e-book dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mengumpulkan data yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir merupakan aktivitas esensial yang terus dilakukan sepanjang hidup manusia, dan proses ini menjadi fokus utama dalam kajian filsafat. Filsafat dan berpikir tidak dapat dipisahkan karena filsafat memberikan kerangka berpikir yang mendalam, sistematis, dan rasional. Berpikir kritis, sebagai bagian dari proses filsafat, membantu manusia dalam memilah informasi, mencari kebenaran, dan menemukan solusi bagi berbagai permasalahan hidup. Berpikir kritis juga mendorong kedisiplinan dalam refleksi dan pengambilan keputusan yang lebih bijaksana. Selain itu, filsafat berperan dalam mengarahkan manusia untuk mempertanyakan asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan, sehingga mampu mencapai pemahaman yang lebih komprehensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis sejak dini sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup. Dengan demikian, filsafat memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir manusia dan meningkatkan kualitas hidup melalui refleksi kritis yang konsisten.
Analisis Hukum Status Kewarganegaraan Rohingya: Implikasi Kebijakan dan Tantangan Global Nisrina, Rona Nada; Najicha, Fatma Ulfatun
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i2.2443

Abstract

Penelitian ini mengkaji isu kewarganegaraan etnis Rohingya, yang melibatkan ketidakjelasan status kewarganegaraan dan dampak diskriminasi terhadap hak-hak asasi manusia mereka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, memanfaatkan data sekunder dari literatur, laporan organisasi internasional, serta studi kasus mengenai konflik kewarganegaraan Rohingya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penindasan sistematik oleh pemerintah Myanmar, termasuk pencabutan status kewarganegaraan dan perlakuan diskriminatif, telah menyebabkan krisis multidimensi bagi etnis Rohingya. Masalah ini memperburuk kondisi mereka, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan hukum. Selain itu, respons internasional yang belum memadai menambah kesulitan, dengan negara-negara ASEAN dan negara penerima pengungsi menghadapi tantangan signifikan dalam menangani situasi ini. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kebijakan dan intervensi global yang lebih efektif untuk memastikan perlindungan hak-hak Rohingya serta mengatasi akar permasalahan konflik kewarganegaraan.
Peran Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam Membangun Sistem Pendidikan Indonesia Berbasis Progresivisme Arifin, Muhammad Miftahul
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i2.2444

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting filsafat pendidikan yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara dalam membangun sistem pendidikan di Indonesia. Mengacu pada filsafat progresivisme, Ki Hadjar Dewantara menekankan kebebasan anak dalam memperoleh pengetahuan yang akan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Konsep Tri Pusat Pendidikan, yang melibatkan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat, menjadi salah satu kontribusi utamanya yang masih relevan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan dan menganalisis literatur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sistem yang diterapkan, tetapi juga pada peran aktif orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan prinsip-prinsip pendidikan yang adaptif dan kontekstual dalam menghadapi perubahan zaman. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Ki Hadjar Dewantara memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan pendidikan yang holistik, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan global.
Pengaruh Komunikasi Antar Budaya Terhadap Sikap Etnosentrisme Mahasiswa Luhtitisari, Annisa Balinda; Adha, Muhammad Mona; Halim, Abdul
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i2.2445

Abstract

Komunikasi antar budaya merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, namun pada latar kebudayaan yang berbeda atau dapat dikatakan komunikasi yang dilakukan sesuai suku dari daerah masing-masing. Mahasiswa jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam melakukan komunikasi antar budaya belum berjalan dengan baik karena masih terdapat sikap etnosentrisme dalam diri setiap mahasiswa. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan awal ketika ditemukannya masalah yakni mengenai sikap etnosentrisme mahasiswa yang masih mengedepankan budaya nya sendiri ketika melakukan komunikasi antar budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik angket dan wawancara. Populasi dalam Penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Lampung. Teknik Analisis data menggunakan uji normalitas, uji linieritas, uji regresi sederhana, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi Hasil data penelitian ini telah didapatkan pengaruh positif dengan persentase sebesar 51,2%. Hasil Penelitian ini adalah pelaksanaan komunikasi antar budaya akan berdampak positif pada sikap etnosentrisme pada diri setiap mahasiswa. Komunikasi antar budaya juga dapat menumbuhkan suatu sikap pada mahasiswa untuk selalu berpegang teguh pada bhinneka tunggal ika dan menerapkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri setiap mahasiswa.
Dampak Keterbatasan Jaringan Internet Dalam Proses Interaksi Sosial Masyarakat Dusun Mage Take Laju, Donata Yuliana; Iki, Maria Toyo; Nuwa, Gisela
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i2.2446

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keterbatasan jaringan internet dalam interaksi sosial pada masyarakat Dusun Mage Take. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini berfokus pada dampak sosial yang timbul akibat keterbatasan akses internet, yang sering kali menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam wawancara adalah kepala dusun dan pelajar, sedangkan dokumen yang digunakan berupa literatur dan foto aktivitas masyarakat setempat dalam mencari sinyal. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, kemudian memisahkan dan mengelompokkan data tersebut, serta memverifikasi dan menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak keterbatasan jaringan internet terhadap interaksi sosial masyarakat Dusun Mage Take meliputi: komunikasi antara guru dan siswa menjadi tidak lancar, jaringan internet hanya tersedia di tempat tertentu, dan masyarakat harus meninggalkan pekerjaan mereka untuk mencari jaringan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan akses internet di daerah pedesaan untuk mendukung keberlanjutan interaksi sosial dan pendidikan.
Hubungan Ilmu Pengetahuan dan Pengendalian Emosi dalam Kehidupan Manusia: Analisis Kritis Rossellini, Sonia Dhea Syaviettry
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i3.2447

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan erat antara ilmu pengetahuan dan pengendalian emosi dalam kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan, yang berasal dari rasa ingin tahu manusia, tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memahami dunia tetapi juga sebagai panduan dalam mengelola aspek emosional. Meskipun sering disamakan, ilmu dan pengetahuan memiliki perbedaan penting; pengetahuan adalah informasi yang dimiliki seseorang, sementara ilmu melibatkan pemahaman yang mendalam dan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif, menganalisis berbagai literatur ilmiah terkait untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk memahami dan mengendalikan emosi manusia. Salah satu sumber utama yang digunakan adalah buku "Filosofi Teras" oleh Henry Manampiring, yang menekankan pentingnya penggunaan nalar dan rasio dalam pengendalian emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian emosi yang efektif memerlukan pemahaman ilmiah yang mendalam tentang mekanisme emosi dan strategi yang tepat untuk mengelolanya. Dengan demikian, manusia dapat menghadapi berbagai tantangan hidup dengan lebih bijak dan terarah. Penelitian ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya penting untuk perkembangan intelektual, tetapi juga esensial dalam menjaga keseimbangan emosional dan kualitas hidup.
Peran Aparatur Desa Dalam Melaksanakan Kegiatan Gotong Royong di Desa Girimulyo Lampung Timur Wardani, Retno; Adha, Muhammad Mona; Pitoewas, Berchah
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i3.2449

Abstract

Peran pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan gotong royong sangat memungkinkan agar dapat membangun kesadaran masyarakat desa. Oleh karena itu perlu suatu strategi maupun kebijakan agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menjelaskan peran aparatur desa dalam melaksanakan kegiatan gotong royong pada masyarakat di desa Girimulyo Lampung Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif karena penelitian ini berusaha mendeskripsikan fenomena, gejala sosial yang sedang terjadi dan sesuai dengan keadaan sebenarnya dalam masyarakat. Informan penelitian ini adalah kepala desa, aparatur desa dan masyarakat di lingkungan dusun dua. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan beberapa hal pertama, melalui kegiatan gotong royong yang dilaksanakan kebersamaan antar masyarakat dapat terjalin dengan baik; kedua, aparatur desa sebagai motivator telah bekerjasama dengan masyarakat dalam hal ini bersama-sama dalam meningkatkan pembangunan desa melalui pelaksanaan gotong royong; ketiga, peran aparatur desa sebagai fasilitator cukup membantu masyarakat Desa Girimulyo.
Hubungan Kecerdasan Emosional dan Toleransi Beragama di Indonesia: Pendekatan Kualitatif untuk Pemahaman Sosial Ammarul ‘Adl, Afif Hakim
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i3.2450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dan toleransi beragama di Indonesia, sebuah negara dengan keragaman agama yang tinggi. Kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan untuk mengendalikan emosi, berkomunikasi secara efektif, dan memahami emosi orang lain, dianggap sebagai faktor penting dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretasi dan deskripsi untuk menganalisis data yang dikumpulkan dari berbagai laporan dan wawancara mendalam. Temuan utama menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih toleran terhadap perbedaan agama, mampu mengelola konflik, dan berperan aktif dalam mempromosikan kedamaian sosial. Analisis ini juga menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak hanya mempengaruhi toleransi beragama, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan sosial, pendidikan, dan nilai-nilai agama. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, keterbatasan dalam ukuran sampel dan pengaruh budaya terhadap pengukuran kecerdasan emosional perlu dipertimbangkan. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih beragam dianjurkan untuk memperkuat temuan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional adalah strategi penting dalam mempromosikan toleransi beragama, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada stabilitas sosial dan perdamaian di Indonesia.
Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045: Analisis Pandangan Akademisi Al Majeed, Fiqri Siraj; Sundana, Raihan Nur Ramadhan; Ramadhan, Raihan Guntur; Abrar, Muhammad Abdiel
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i3.2451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia guna mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi pandangan mahasiswa dan dosen mengenai tantangan dan peluang dalam sistem pendidikan saat ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pendidikan di Indonesia telah menunjukkan perkembangan, masih terdapat tantangan signifikan terkait kesetaraan akses dan kualitas guru. Teknologi pendidikan dan peningkatan kualitas pengajar diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam mengatasi ketimpangan ini. Selain itu, peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat, dinilai sangat penting untuk mendorong kemajuan ini. Hasil penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya kerjasama lintas sektor untuk mengoptimalkan sumber daya pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan pemanfaatan teknologi secara efektif sangat penting untuk memastikan semua siswa mendapatkan pendidikan berkualitas. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya investasi lebih besar dalam pelatihan guru dan penerapan teknologi pendidikan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Peran Filsafat dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Era Modern Aldianti, Salsabilla Fortuna Sari
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v4i3.2452

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran penting filsafat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain penelitian library search, data dikumpulkan dari berbagai literatur dan jurnal terpercaya. Filsafat, yang secara etimologis berasal dari bahasa Yunani dan Arab, memberikan landasan teoretis bagi pemikiran yang komprehensif dan sistematis, yang esensial dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan teknologi. Temuan utama menunjukkan bahwa filsafat tidak hanya mendasari pengembangan teknologi tetapi juga membantu manusia memahami dan mengatasi tantangan yang muncul dari kemajuan teknologi. Analisis naratif terhadap literatur menunjukkan bahwa meskipun teknologi menawarkan banyak manfaat, tetap diperlukan pemikiran kritis dan etika dalam penggunaannya. Keterbatasan penelitian ini terletak pada pendekatan teoritis yang digunakan, yang dapat diperkuat dengan studi empiris di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filsafat berperan penting dalam memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya efisien tetapi juga berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi untuk integrasi filsafat dalam pendidikan teknologi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman lebih lanjut tentang hubungan antara filsafat, ilmu pengetahuan, dan teknologi di era modern.