cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnalantropocene@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora
Published by Actual Insight
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang menyediakan wadah bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan, dengan cakupan di bidang antropologi, budaya lisan dan budaya tulisan, bahasa, seni klasik dan kontemporer.
Articles 75 Documents
Kajian Lintas Keilmuan: Pengelolaan Pertanian Berlandaskan Perintah Tuhan Azi, Paulus Yanuarius; Kaleka, Marten Umbu
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2787

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjadikan petani sebagai pengelola bukan peminta-minta dalam mengimplementasi pelayanan dalam kasih dan berkat Tuhan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Alkitab yag diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dan jurnal penelitian terdahulu. Metode penelitian menggunakan metode deskritif kualitatif dengan pendekatan eksposisi dengan menggunakan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1) Petani adalah aset gereja dan negara yang harus mendapatkan perhatian agar usahatani dapat berjalan secara berkelanjutan. Petani harus sejahtera sebagai pribadi yang sangat lemah dan rentan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai wakil Allah di dunia, 2) Dalam melakukan pekerjaan maupun kegiatan usaha dalam bidang pertanian harus berlandaskan kasih Allah dan berbelaskasih dengan mengikuti perintah dan teladan Yesus kristus sebagai Juruslamat umat manusia, 3) Berkat Tuhan Melalui Hasil Bumi yang membuktikan campur tangan Tuhan yang maha kuasa, penuh kasih, kemurahan, kebaikan dan pemeliharaan kepada manusia, dan 4) Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menggunakan hikmat yang dari Atas yakni Tuhan yang mahakuasa.
Pancasila Sebagai Kunci Menjaga Keberagaman dalam Persatuan Indonesia Rahmadifa, Anisa Fadila; Yuliana, Dwi; Sarah, Aini; Ananda, Amelia Dewa; Sahrani, Sindy; Wulandari, Wulandari
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2788

Abstract

Indonesia adalah negara dengan keberagaman yang sangat kaya, baik dari segi suku, agama, budaya, maupun bahasa. Keberagaman ini, meskipun menjadi salah satu kekayaan terbesar bangsa, juga menyimpan tantangan besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Dalam konteks ini, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga keharmonisan sosial dan integrasi nasional. Pancasila tidak hanya sebagai simbol negara, melainkan juga sebagai pedoman hidup bersama yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam kerangka kebhinekaan.Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan dan keragaman di tengah masyarakat yang multikultural.Artikel ini membahas bagaimana Pancasila berfungsi sebagai kunci menjaga keberagaman dalam persatuan indonesia.Dalam konteks multikulturalisme, Pancasila tidak hanya menjadi alat pemersatu tetapi juga sebagai pedoman dalam menyelesaikan konflik dan menciptakan harmoni sosial.Dengan menganalisis penerapan prinsip-prinsip Pancasila dalam berbagai kebijakan sosial dan pendidikan, serta studi kasus dari berbagai daerah di Indonesia, artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan prinsip-prinsip multikulturalisme.
Memotret Kerja Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Serva Minora dalam Upaya Pemberdayaan Pendidikan Putriliany, Della Adzkia; Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2791

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya pemberdayaan pendidikan yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Serva Minora. Penelitian ini kemudian mencoba untuk mengidentifikasi konsep yang digunakan dalam program pemberdayaan tersebut, serta implementasi konsep terhadap pemberdayaan yang dilakukan. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan metode etnografi yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengelola dan peserta program, serta analisis dokumen terkait. Pendekatan pendidikan kritis dan teori pendidikan hadap masalah digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Serva Minora memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan pribadi dan profesional siswa. Program-program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan akademis siswa, tetapi juga keterampilan hidup dan kesiapan mereka di masa mendatang. Siswa yang mengikuti program ini mengalami peningkatan dalam pemikiran kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri.
Peran Media Masa Dalam Meningkatkan Partisipan Politik Masyarakat Kabupaten Sikka Ajis, Abdul; Kau, Marhaban Sahrir Ramadhan; Nuwa, Gisela
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2813

Abstract

Media massa memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat, terutama dalam konteks demokrasi modern. Penelitian ini menganalisis peran media massa di Kabupaten Sikka menjelang Pemilu dan Pilkada serentak 2024, dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media, khususnya media sosial dan digital, menjadi sarana utama bagi masyarakat dalam memperoleh informasi politik, meningkatkan kesadaran, serta mendorong keterlibatan dalam proses demokrasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi media masih menjadi hambatan dalam penyebaran informasi yang akurat dan merata. Selain itu, fenomena berita palsu dan politik identitas juga berpotensi menurunkan kualitas partisipasi politik. Media lokal berperan penting dalam menjembatani kesenjangan informasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap politik. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan literasi media serta menciptakan lingkungan informasi yang lebih inklusif dan partisipatif. Dengan pengelolaan media yang baik, demokrasi yang sehat dan berkualitas dapat terwujud.
Internalisasi Nilai Gotong Royong dalam Memperkuat Identitas Bangsa Nugraha, Nugraha; Syaifullah, Syaifullah; Supriyono, Supriyono
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i1.2877

Abstract

Gotong royong merupakan kegiatan yang menjadi ciri khas dari masyarakat Indonesia yang dilaksanakan sejak dulu hingga sekarang. Namun, pada saat di masyarakat Indonesia sudah mulai mengalami perubahan kearah lunturya kegiatan gotong royong yang disebabkan pengaruh era globalisasi. Tujuan penelitian ini untuk menguatkan kembali nilai-nilai gotong royong sebagai penguatan identitas bangsa di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan mengandalkan sumber-sumber yang memiliki kredibilitas yang baik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan secara gotong royong dapat menguatkan identitas bangsa. Penerapan nilai yang terkandung dalam gotong royong yang meliputi nilai tolong menolong, kebersamaan, sosialiasi, rela berkorban dan lainnya yang perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk internaliasi nilai gotong royong ini. Kegiatan gotong royong yang dapat menguatkan identitas bangsa seperti liliuran, kerja bakti, nyambungan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlu upaya nyata dari semua pihak baik keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam upaya untuk melakukan internalisasi nilai gotong royong guna memperkuat identitas bangsa Indonesia.
Teologi Hijau: Pemulihan Ekosistem Lingkungan Dengan Iman dan Aksi Azi, Paulus Yanuarius; Bili, Anastasia Bela
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i2.3018

Abstract

Bumi menghadapi berbagai tantangan krisis lingkungan akibat eksploitasi berlebihan dan ketidakseimbangan ekosistem. Masalah krisis lingkungan dapat diatasi dengn pendekatan Teologi hijau. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan pendekatan holistik dalam pemulihan ekosistem melalui iman dan aksi nyata lewat tindakan bijaksana dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem lingkungan dimulai dari kesadaran ekologis bahwa manusia bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan menjaga dan merawat sesuai dengan firman Tuhan di awal penciptaan bumi. Tindakan nyata dalam pemulihan lingkungan dapat dimulai dari pemimpin gereja lewat Khotbah dan Doa tentang pemulihan lingkungan, lembaga pendidikan melalui edukasi peduli lingkungan kepada generasi muda, penggunaan pupuk organik ramah lingkungan dalam usahatani, penggunaan teknologi hijau dan energi terbarukan serta penegakkan hukum yang ketat. Pemulihan ini dapat berlansung lama ketika gereja, pemerintah, dan masyarakat terus bekerja sama guna menjaga keseimbangan alam bagi generasi mendatang.
Dampak Pelaksanaan Tradisi Larung Cai Diraga sebagai Representasi Harmoni Nilai Kebudayaan dan Nilai Ekologis Islah Munaji; Rahmat, Rahmat; Tanszhil, Sri Wahyuni
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i2.3238

Abstract

Kerusakan lingkungan menjadi hal yang sangat krusial dewasa ini, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi hal tersebut, hal ini dapat diatasi dengan pendidikan karakter terhadap lingkungan, salah satunya melalui bentuk kebudayaan yaitu pada tradisi Larung Cai Diraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara nilai kebudayaan dan nilai ekologis serta dampaknya pada masyarakat melalui tradisi Larung Cai Diraga. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode studi lapangan yang dilakukan di Dusun Kliwon, Desa Jatiseeng Kidul, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam pelaksanaan tradisi Larung Cai Diraga terkandung nilai budaya seperti nilai persatuan yang terdapat pada kirab budaya, nilai toleransi pada do’a lintas iman dan nilai peduli lingkungan pada prosesi larung cai. Tindakan masyarakat secara nyata menunjukkan adanya perubahan perilaku untuk lebih peduli terhadap lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, kerja bakti dan berusaha menjaga kebersihan DAS Cisanggarung. Pelaksanaan tradisi ini menunjukkan adanya harmonisasi antara nilai-nilai kebudayaan dan ekologis pada masyarakat, dan dengan itu masyarakat diharapkan dapat ikut berpartisipasi pada pelaksanaan tradisi Larung Cai Diraga guna menjaga keseimbangan antara budaya dan lingkungan bagi generasi di masa depan.
Implementasi ‘’Adat Ngarot’’ untuk Menumbuhkan Modal Sosial Pada Masyarakat Desa Fajri, Amelia Laelatus; Budimansyah, Dasim; Masyitoh, Iim Siti
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i2.3421

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemahaman mendalam mengenai pelestarian adat Ngarot sebagai bagian dari identitas modal sosial di kalangan pemuda-pemudi serta urgensinya dalam pembangunan masyarakat desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi adat Ngarot dalam menumbuhkan modal sosial pada masyarakat desa Lelea, kecamatan Lelea, kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) adat Ngarot memiliki peran penting dalam menumbuhkan modal sosial masyarakat desa; (2) nilai-nilai yang terkandung dalam Adat Ngarot seperti kebersamaan, gotong royong, persatuan, dan saling menghargai dapat diimplementasikan sebagai modal sosial; (3) hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan penggunaan bahasa sunda Lelea dan pengaturan lalu lintas saat prosesi adat, tidak bersifat signifikan. Kesimpulannya, adat Ngarot merupakan bentuk implementasi modal sosial yang dijalankan oleh pemuda-pemudi sebagai partisipasi dalam pembangunan masyarakat Desa Lelea, memiliki nilai-nilai kerjasama, gotong royong, silahturahmi, dan persatuan.
Etika Kerja dalam Amsal 14:23: Sebuah Analisis Hermeneutik dalam Perspektif Utilitarianisme John Stuart Mill Ginting, Elsa Novitra
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i2.3643

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi yang mengutamakan pentingnya etika kerja dalam kitab suci terutama Amsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara etos kerja dalam Amsal 14:23 dan teori utilitarianisme John Stuart Mill, menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka sebagai teknik utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika interdisipliner. Penulis menyandingkan teks teologis kuno dengan etika filosofis modern. Hasilnya, penulis menemukan bahwa prinsip “jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan” dapat dipahami sebagai prinsip etis universal yang berfokus pada konsekuensi positif dari tindakan produktif. “Keuntungan” yang dimaksud diartikan tidak hanya sebagai berkat materi pribadi, tetapi juga sebagai kontribusi pada kesejahteraan kolektif, yang merupakan inti dari prinsip utilitarian. Dengan demikian, kerja keras, yang dalam Alkitab adalah panggilan ilahi dan wujud ketaatan, secara etis dapat dibenarkan karena hasilnya tidak hanya memberkati individu tetapi juga menciptakan manfaat terbesar bagi banyak orang, menunjukkan adanya sinergi harmonis antara nilai-nilai teologis dan etika modern.
Etika dan Kekuasaan di Ruang Digital: Perspektif Sosial Budaya tentang Kewarganegaraan di Dunia Maya Putra, Tarekh Febriana
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/antropocene.v5i2.3567

Abstract

Kajian tentang demokrasi di ruang digital menjadi isu yang semakin berkembang seiring dengan transformasi sosial yang berlangsung pesat. Kondisi ini menunjukkan adanya benturan antara kebebasan berekspresi dengan pendekatan moral yang normatif, sehingga penting untuk mengkaji kembali posisi etika dan regulasi dalam dunia digital. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana relasi antara kebebasan berekspresi, etika, dan regulasi dapat dipahami dalam konteks ruang digital. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi dengan memadukan pendekatan etnografi pada lingkup digital. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pada media sosial Instagram, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola narasi etika, simbol, dan dinamika kuasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital, dengan adanya intervensi algoritma, justru memperkuat munculnya perilaku yang berpotensi melanggar etika digital. Temuan ini menegaskan bahwa ketidakjelasan batasan regulasi menjadi faktor yang memicu kerentanan dalam praktik demokrasi digital. Riset menyimpulkan bahwa etika digital perlu dikodifikasi dalam regulasi yang jelas agar dapat diaplikasikan secara praktis di ruang digital. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat dalam membangun tata kelola ruang digital yang berkeadaban.