Jurnal Pendidikan Anak
Jurnal Pendidikan Anak is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Articles
243 Documents
Menyiasati Penilaian Kinerja Guru dengan Etos Kerja
Syamsidah Syamsidah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v3i1.2883
Guru adalah pendidik profesional Profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU). Untuk membuktikan apakah kita sudah sukses sebagai guru, dibuktikan dengan Nilai PKG yang baik atau amat baik. Dalam PKG, kelemahan/kekurangan akan di perbaiki dan dikembangkan melalui PKB ( Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Tim Assesor PKG akan merekap kekuarang/kelemahan pada kompetensi pendidik. Koordinator PKG di Kecamatan akan memediasi pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, sehingga guru akan lebih mudah. Namun jika Guru tidak meningkatkan etos Kerja mereka, meskipun telah difasilitasi, dibantu oleh orang lain tentu tidak akan mencapai kesuksesan.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan tidak akan berkembang tanpa adanya peningkatan Etos Kerja bagi guru yang bersangkutan. Oleh karena itu antara PK Guru-PKB dan etos Kkerja sangat erat kaitannya. Kata Kunci: PKG-PKB-Etos Kerja
PENINGKATAN KARAKTER KEBERANIAN ANAK MELALUI BAHASA IBU DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL SUNGAI PINANG OGAN ILIR
Dwi Putriyanti;
Syafdaningsih Syafdaningsih;
Sri Sumarni
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v7i2.24456
Penelitian tindakan kelas berjudul “Peningkatkan Karakter Keberania Anak Melalui Bahasa Ibu di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Sungai Pinang Ogan Ilir”. Mempunyai tujuan untuk meningkatkan karakter keberania anak melalui bahasa ibu di tk aisyiyah bustanul athfal sungai pinang pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah 15 orang anak. Penelitian ini dilakukan 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Setiap pertemuan dilakukan 4 tahapan yaitu tahan pelaksanaan, perencanaan, pengamatan dan refleksi. Data diambi dengancara tes perbuatan dengan menggunakan lembar observasi. Setiap pertemuan dilakukan penelitian dengan tes perbuatan dari 3 pertemuan diambi rata-rata nilai tes perbuatan yang merupakan nilai tes pada siklus 1. Jika nilai tes perbuatan tidak memenuhi keriteria yang ditetapkan maka dilanjutkan pada siklus ke 2 yang akan memperbaiki perlakuan berdasarkan refleksi pada siklus I. Hasil analisis data, di peroleh terjadi peningkatan dari pra siklus, siklus 1 ke siklus 2. Secara berturut-turut nilai anak yang mendapat kategoriminimal BSH adalah : 6 orang atau 40% pada pra siklus, meningkat menjadi 10 orang atau 69% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 13 orang atau 87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan bahasa ibu dapat meningkatkan karakter keberanian pada anak kelompok B Aisyiyah Bustanul Athfal Sungai Pinang. Kata Kunci : karakter, keberanian, anak usia dini
Penerapan pembelajaran numerasi di TK IT Bhakti Insani
Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v12i2.57318
Keterampilan numerasi anak usia dini penting distimulasi untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan anak bukan hanya menginterprestasikan angka dan ketrampilan operasi bilangan tetapi terkait dengan kemampuan pemecahan masalah dan penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran numerasi di TK IT Bhakti Insani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu aktifitas dalam analisis kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) pelaksanaan pembelajaran numerasi sudah sesuai dengan tahapan pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, 2) faktor pendukung diantaranya: penerapan kurikulum merdeka, pembelajaran dengan metode proyek, tersedianya media loosepart di kelas, guru-guru yang update dengan ilmu kebaruan, serta dukungan para stakeholder. 3) faktor penghambat adalah keterbatasan waktu dalam pelaksanan pembelajaran numerasi.
Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Eka Sapti Cahyaningrum
Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v2i1.3039
Sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Karena sifat inilah sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Di mana keberhasilan kepala sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah serta mampu melaksanakan peranannya sebagai orang yang diberi tanggungjawab untuk memimpin sekolah. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah (Wahjosumidjo, 2008: 82). Tiap sekolah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga menuntut adanya variasi dalam pengelolaannya. Sekolah harus dilihat sebagai organisasi yang bersifat kompleks dan unik, tugas dan fungsi kepala sekolah seharusnya dilihat dari berbagai sudut pandang. Tantangan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) semakin berat karena adanya tuntutan kualitas dari masyarakat sekaligus persaingan ekstemal yang semakin ketat pula. Paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus mampu berfungsi sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Kepala sekolah sebagai manajer memiliki peran dan fungsi strategis karena keberhasilan lembaga yang dipimpinnya tergantung kepada pemilihan metode, strategi, dan pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan terkait dengan penataan, pengelolaan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh lembaga PAUD. Kata kunci: kepala sekolah, manajer pendidikan
Pengembangan Permainan Harta Karun Si Bola-Bola dalam Pembelajaran Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak
Rahma Putri Wina;
Tomas Iriyanto;
Eny Nur Aisyah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v8i2.29095
Penelitian ini menghasilkan produk permainan harta karun si bola-bola yang aman, mudah dan menarik serta sebagai inovasi untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan permainan yang dapat membantu meningkatkan perkembangan aspek sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Model ini memiliki 10 langkah penelitian, namun karena keterbatasan peneliti, maka menggunakan 7 langkah, penelitian ini dilakukan di 5 TK dengan subjek 76 anak. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dan data evaluasi dari para ahli, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari data permainan yaitu aspek keamanan, kemudahan, dan kemenarikan digunakan untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR ANAK
Irfatul ‘Ulum
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v3i2.11707
Berawal dari adanya masalah keterbatasan media dan sumber belajar anak, guru memanfaatkan berbagai bahan yang ada di lingkungan sekitar sebagai media dan sumber untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.Kegiatan dalam upaya pemanfaatan lingkungan sebagai media dan sumber belajar dilakukan dengan melibatkan para guru, siswa dan orangtua dengan ikut serta dalam pembuatan media serta melibatkan siswa untuk terus aktif dalam pelaksanaan KBM.Akibat dari proses KBM dengan memanfaatkan lingkungan adalah masalah keterbatasan media dan sumber belajar dapat teratasi serta anak dapat berperan aktif dalam terlaksananya kegiatan belajar mengajar. Kata Kunci: manfaat lingkungan, sumber belajar anak
Penerapan Pembelajaran Literasi di TK RumahKu Tumbuh
Mamada Arlistya Putri
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v10i1.38748
Literasi perlu dikembangkan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran literasi di TK RumahKu Tumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles dan Huberman yaitu aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) pelaksanaan pembelajaran literasi sudah sesuai dengan tahapan pembelajaran, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; 2) faktor pendukung meliputi: a) kurikulum literasi dengan sinergitas tri pusat pendidikan yang sudah efektif, b) tenaga pendidik yang rutin mengikuti upgrading dan bedah buku untuk mengasah pengetahuan, c) orang tua anak yang support dalam pembelajaran literasi, dan d) fasilitas literasi yang mendukung. Sedangkan untuk faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran literasi; 3) respon anak terhadap pembelajaran literasi sangat baik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBILANG BENDA SEKITAR
- Hidayat;
Eka Cahya Maulidiyah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v5i2.12376
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan membilang dan peningkatan kemampuan kognitif siswa melalui kegiatan membilang. Penelitian ini dilaksanakan di TK Budi Utomo Lamongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan april 2015. Penelitian tindakan (action research) ini menggunakan metode Kemmis dan Mc Taggart, melalui dua siklus yang tediri dari siklus I dan siklus II yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 15 anak Kelompok B TK Budi Utomo Lamongan yang berusia 5-6 tahun. Data diperoleh dengan berpedoman pada lembar observasi kemampuan kognitif konsep bilangan dan lambang bilangan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak yang dibuktikan pada perolehan skor kemampuan kognitif rata-rata siswa. Sebelum penelitian skor rata-rata adalah 60.4%. Setelah dilaksanakan siklus I terjadi perubahan skor kemampuan kognitif rata-rata kelas menjadi 85.9%. Pada siklus II perubahan skor kemampuan kognitif rata-rata kelas menjadi 97.04%. Pada siklus II seluruh siswa telah memenuhi kriteria kesuksesan sehingga penelitian ini dicukupkan dengan pelaksanaan dua siklus. Katakunci: kemampuan kognitif, kegiatan membilang
Baik Nilawati Astini, M.Pd (NIDN: 0030087504) Nurhasanah, M.Pd (NIDN: 001104705) Ika Rachmayani, M.Pd (NIDN: 0002018102) Drs. I Nyoman Suarta, M.Si (NIDN: 0019105904)
Noer Hasanah
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v6i1.14855
Pendidikan anak usia dini adalah salah satu lembaga pendidikan yang memegang peran penting untuk membantu pemerintah mempersiapkan generasi muda sedini mungkin, yang sesuai dengan tujuan pendidikan anak usia dini yaitu membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap perilaku, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik. Penelitian ini pada hakekatnya bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang Analisis Identifikasi Pemafaatan Alat Permaian Edukatif (APE) Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini. Dimana hasil penelitian ini pada akhirnya diperoleh data yang menggambarkan Analisis Identifikasi Pemafaatan Alat Permainan Edukatif (APE) Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini.Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa APE yang banyak digunakan atau dimanfaatkan guru untuk stimulasi tumbuh kembang motorik halus anak adalah bahan alam yang terdiri dari barang bekas seperti kertas bekas yang akan di sobek dan dibuat bubur kertas 88,8%. Tetapi pemanfaatan Koran bekas yang lebih mudah untuk dibentuk dan diekmbangkan pada kegiatan dan stiulasi asek lain maah jarang digunakan (33,3%) Bahan alam yang mudah didapat seperti serbuk gergaji, pasir dan air dan sejinisnya 83,3% guru sangat sering menggunakannya dalam proses pembelajaran. Hal yang juga sering dimanfaatkan guru adalah meronce manic-manik yakni 72,2%, alat mencocok 77,8%.
PELATIHAN EMOTION COACHING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORANG TUA DALAM MERESPON MOMEN EMOSIONAL ANAK USIA 4-5 TAHUN
Reno Intan;
Farida Kurniawati;
Eko Handayani
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpa.v7i1.24444
Tujuan penelitian adalah meningkatkan skor pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam merespon momen emosional anak usia 4 – 5 tahun, dengan menggunakan metode emotion coaching. Pelatihan diberikan selama tiga hari (N=12). Pengetahuan partisipan diukur menggunakan alat ukur yang terdiri dari dua bagian, yaitu kuesioner mengenai definisi emotion coaching dan kuesioner mengenai cara merespon momen emosional anak. Partisipan diberikan alat ukur yang sama di awal dan di akhir pelatihan, kemudian skor dibandingkan, untuk melihat perubahan pengetahuan. Kegiatan follow up dilakukan setelah dua minggu dengan alat ukur yang sama. Keterampilan partisipan merespon momen emosional anak yang terdapat dalam tayangan video, diukur dengan menggunakan ceklis emotion coaching. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan pada partisipan. Pada follow up, partisipan menunjukkan penurunan skor pada pengetahuan emotion coaching, namun terdapat peningkatan pengetahuan mengenai cara merepon momen emosional anak. Disarankan pengukuran kembali, terhadap keterampilan partisipan dengan menggunakan metode langsung seperti observasi untuk memastikan efektivitas pelatihan. Kata Kunci : emotion coaching, orangtua, prasekolah, momen emosional, video