cover
Contact Name
Supriadi Takwim
Contact Email
supriaditakwim@gmail.com
Phone
+6281333300779
Journal Mail Official
supriaditakwim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Peweka Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 29620341     EISSN : 29632153     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Peweka Tadulako draws on contributions from academics and practitioner-researchers in Regional Planning. The journal acts as a forum for critical studies, innovative architectural practices in the latest technological developments, and creative Regional Planning designs, which address themes that may be specific in nature (e.g., Regional Planning, Urban Planning, Modeling and Disaster) or at the convergence of two or more disciplines. The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to Regional Planning and urban design or the practice of Regional Planning and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, including how technology can serve as a medium for contemporary Regional Planning Design.
Articles 56 Documents
Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Berbasis Kebijakan Berkelanjutan di Hutan Mangrove Kabupaten Wakatobi Takwim, Supriadi; Rabiatul Wahdaniyah Herman, Sitti; Yogi Raditya, Muhammad
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.11

Abstract

Selain terkenal dengan panorama bawah laut yang langsung dirasakan masyarakat, Wakatobi juga memiliki persebaran mangrove yang cukup luas, terutama di Pulau Kaledupa dan di banyak tempat lainnya. Keberadaan potensi mangrove yang sangat besar ini harus ditelaah lebih lanjut, terutama dalam hal penataan ruang, yang mencakup kebijakan berkelanjutan, yang diharapkan berdampak positif terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Hamparan vegetasi mangrove di Kabupaten Wakatobi harus dilihat sebagai potensi yang selain dapat dimanfaatkan untuk pemanfaatan alam bawah laut juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan nilai tambah bagi pemerintah daerah. Konservasi mangrove juga harus mampu memberikan timbal balik finansial sehingga konsep berkelanjutan dapat diterapkan untuk mencapai tujuan pengelolaan berkelanjutan. Optimalisasi ruang melalui kebijakan berkelanjutan hutan mangrove di Kabupaten Wakatobi diperlukan untuk memaksimalkan perannya sebagai penyangga lingkungan pesisir dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengaruh Nilai Lahan Terhadap Harga Lahan di Koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu Pratama, Agung; Syarifuddin, Syarifuddin; Najib, Muhammad
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.12

Abstract

Jalan I Gusti Ngurah Rai masuk dalam jalan lokal primer dan menjadi jalur pemhubung antara kecamatan Tatanga dan kecamatan Palu Selatan dimana dikoridor jalan tersebut didominasi oleh perdagangan jasa sehingga berpengaruh terhadap harga lahan yang ada pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif. Dengan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis korelasi dan analisis regresi berganda.Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimanan pergaruh nilai lahan terhadap harga lahan pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa harga lahan di koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai berkisaran antara Rp 500.000,00 – Rp 3.500.000,00 per meter jauh di atas harga NJOP yang berkisar antara Rp. 285.000,00 – Rp 394.000,00 per meter. Perubahan harga lahan dipengaruhi oleh 3 faktor yakni lokasi strategis, pemanfaatan lahan dan ketersediaan fasilitas. Hasil analisis korekasi kofisien korelasi R 0,801ᵃ hal ini menunjukkan bahwa variabel lokasi strategis (X1), pemanfaatan lahan (X2) dan ketersediaan fasilitas (X3), harga lahan (Y) memiliki pengaruh sangat kuat. Hasil analisis regresi berganda diperoleh hasil uji nilai signifikan dimiliki X1, X2 dan X3 bernilai lebih kecil daripada 0,05 yaitu 0,002, 0,005 dan 0,003 Sedangkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yakni yaitu X1 sebesar 1.321, X2 sebesar -0,633 dan X3 sebesar 2.687. Kesimpulan dari hasil ini menunjukan bahwa variabel yang memiliki hubungan dan pengaruh yang sangat signifikan adalah X3 yang ada pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu sebesar 82% dibandingkan dengan X1 dan X2, dengan kategori sangat kuat.
Perubahan Harga Lahan di Kelurahan Baiya Pasca Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu Chalifah, Chalifah; Budianta, Aziz; Rahmat, Khairin
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.13

Abstract

Pembangunan ataupun perkembangan suatu wilayah pasti akan memiliki pengaruh pada wilayah sekitarnya juga sama halnya dengan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Palu pada Kelurahan Baiya pasti berdamapak pada wilayah sekitar Kelurahan Baiya. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mencari tahu pengaruh dari Kawasan Ekonomi Khusus Palu terhadap perubahan harga lahan di Kelurahan Baiya yang dilihat dari penetapan kawasan ekonomi khusus dan juga perubahan penggunaan lahan dari tahun sebelum adanya penetapan Kawasan Ekonomi Khusus hingga tahun eksisting saat ini secara periodik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik analisis data perubahan penggunaan lahan dan perubahan harga lahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan bahwa Kelurahan Baiya mengalami perubahan penggunaan lahan serta perubahan harga lahan dari sebelum adanya Kawasan Ekonomi Khusus hingga setelah adanya Kawasan Ekonomi Khusus. Perubahan yang terjadi tersebut dikarenakan Kawasan Ekonomi Khusus memiliki pengaruh terhadap harga lahan pada Kelurahan Baiya yang mana hal ini juga didukung oleh perubahan penggunaan lahan yang ada pada wilayah tersebut dan juga didukung oleh faktor-faktor perubahan harga lahan lainnya seperti faktor fisik wilayah, faktor sosial wilayah, faktor lokasi dan aksesibilitas wilayah, dan lain lain.
Strategi Optimalisasi Potensi Alam dan Budaya Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tamangalle Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat Indonesia Mahful, Rafid; Septi Sintia, Windi; Evi Yanti Deril, Virda; Tada, Asriati; Putri Maharani, Anniza
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.14

Abstract

Desa Tamangale merupakan salah satu desa di Kabupaten Polewali Mandar yang sebagian besar merupakan wilayah pesisir. Desa ini memiliki potensi wisata bahari berupa Wisata Pantai Waitawar yang memiliki keindahan laut biru dan pasir putih, serta terdapat benda peninggalan sejarah di sekitar pantai yaitu sebuah sumur tua yang konon pada zaman dahulu dapat menyembuhkan penyakit. sakit. Selain itu, terdapat potensi wisata budaya berupa tradisi manette lipa sa'be yang merupakan kearifan lokal budaya suku Desa Tamangale. Besarnya potensi wisata bahari dan budaya di Desa Tamangale belum memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Tamangale, karena belum mampu menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung ke Desa Tamangale. Oleh karena itu, perlu dikaji strategi optimalisasi potensi desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tamangale. Penentuan strategi optimalisasi potensi desa sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Tamangale dapat dirumuskan melalui tiga metode analisis, yaitu: analisis SWOT, analisis Penta Helix, dan analisis AHP. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa diperlukan strategi promosi pariwisata yang disertai dengan kerjasama stakeholder, pembentukan kelompok sadar wisata dan sosialisasi, serta optimalisasi dan sinergi stakeholder dalam pengembangan pariwisata. Selain itu, diketahui alternatif strategi desa Tamangalle yang paling potensial untuk pengembangan desa adalah sebagai desa wisata budaya.
Implikasi Perubahan Pemanfaatan Ruang Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi di Kelurahan Tanjung Merdeka Kecamatan Tamalate Kota Makassar Fatimah Umamit, Siti; Dikwardi Eisenring, Deltri; Rahman, Musdalifah; Hardian Sakti, Harry; Fakhruddin, Muhammad
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.15

Abstract

Salah satu kota besar di Indonesia yang saat ini mengalami pertambahan penduduk yang signifikan adalah Kota Makassar. Bertambahnya penduduk di Kota Makassar senantiasa diikuti oleh bertambahnya bangunan-bangunan permukiman maupun bukan permukiman. Hal tersebut bisa terlihat pada pembangunan Kelurahan Tanjung Merdeka yang kian masa mengalami peningkatan aktivitas pembangunan. Selain itu, harga tanah di kawasan tersebut juga semakin meroket dan menyebabkan alih fungsi lahan secara besar-besaran, tidak terkendali, dan juga mempengaruhi tatanan kesejahteraan komunitas lokal di kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian adalah; (1) Menganalisis perubahan pemanfaatan ruang di Kelurahan Tanjung Merdeka; dan (2) Menganalisis implikasi sejauh perubahan pemanfaatan ruang terhadap perubahan sosial ekonomi komunitas komunitas lokal. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis spasial, statistik kualitatif,dan deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi arahan pemanfaatan ruang dalam mewujudkan kesejahteraan pada komunitas lokal di Kelurahan Tanjung Merdeka.
Strategi Pengembangan Kebun Tanaman Anggur Dalam Lingkup Reforma Agraria di Kelurahan Duyu Kota Palu Rosidah, Amilatun; Mardin, Rifai; Chairul Achsan, Andi
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.16

Abstract

Desa Duyu merupakan sebuah desa di Kecamatan Tatanga Kota Palu yang telah ditetapkan sebagai pelaksanaan program reforma agraria tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan strategi komoditas kebun anggur. Dimana strategi pengembangan dirumuskan, rencana pelaksanaannya dalam jangka menengah yaitu 10 (sepuluh) tahun. Serta mengidentifikasi tingkat perkembangan usaha kebun anggur di Desa Duyu berdasarkan persepsi pengunjung kebun anggur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis SWOT telah dirumuskan 11 (sebelas) strategi pengembangan komoditas perkebunan anggur yang disesuaikan dengan hasil analisis yang diperoleh dari matriks IFAS dan matriks EFAS yaitu usaha pengembangan dalam keadaan hold and maintenance. Pengembangan komoditas kebun anggur di Kecamatan Duyu untuk kondisi saat ini masih dalam tahap bertahan dan berkembang. Artinya strategi pengembangan yang dirumuskan sejalan dengan level yang dimiliki. Tentunya realisasinya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari kelompok tani, instansi pemerintah, kelompok UMKM, swasta, dan/atau koperasi.
Autokorelasi Spasial Kepadatan Bangunan dan Sebaran Genangan Banjir Kawasan Pesisir Kota Palu Andi Chairul Achsan; Rizkhi; Sri Mulyati
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.17

Abstract

Kota Palu, sebagai salah satu pusat perkotaan di Indonesia, mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan ini disertai dengan peningkatan kepadatan penduduk dan pembangunan bangunan. Peningkatan kepadatan bangunan memiliki dampak yang signifikan pada dinamika perkotaan, termasuk mobilitas penduduk, pemanfaatan lahan, dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang pola distribusi spasial kepadatan bangunan di Kota Palu sangat penting. Banjir merupakan ancaman serius bagi keselamatan warga, lingkungan, dan aset kota. Untuk mengurangi risiko banjir, pemahaman yang mendalam tentang pola sebaran banjir dalam wilayah kota sangat penting. Autokorelasi spasial adalah alat analisis yang dapat membantu kita memahami apakah pola sebaran banjir dalam kota memiliki keterkaitan spasial yang signifikan. Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi spasial dengan Moran’s I pada aspek kepadatan bangunan menunjukkan nilai moran’s I sebesar 0,847 dan pada aspek genangan banjir menunjukkan nilai moran’s I 0,067 hal ini memperlihatkan terdapat autokorelasi spasial pada aspek kepadatan bangunan dan genangan banjir di kawasan Pesisir Kota Palu. Hasil pengujian indeks LISA Kepadatan Bangunan Wilayah dengan P-value < α = 5% yaitu Tanamodindi, Besusu Tengah, Lolu Selatan, Siranindi yang berarti bahwa kelurahan tersebut terdapat keterkaitan kepadatan bangunan antar wilayah di setiap kelurahan Kawasan Pesisir Kota Palu.. Hasil pengujian indeks LISA Genangan Banjir Wilayah dengan P-value < α = 5% yaitu Tondo.
Penentuan Lokasi Potensial Minimarket di Kecamatan Tawaeli Kota Palu Muhammad Dedy Rizaldy Setiawan; Ardiansyah Winarta; Pudji Astutiek; Andi Muhammad Yamin Astha
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.18

Abstract

Mengacu pada RTRW Kota Palu Tahun 2021-2041 bahwa rencana pengembangan pusat perbelanjaan pada masa mendatang ditetapkan di Kecamatan Tawaeli untuk mendukung kegiatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Saat ini di Kecamatan Tawaeli terdapat 2 pusat perbelanjaan rakyat yang berbentuk minimarket yang harus melayani 22.568 penduduk, sedangkan berdasarkan SNI Nomor 3 Tahun 2004, disebutkan bahwa satu minimarket dapat melayani 250 jiwa dengan radius pencapaian 300 meter. Kondisi tersebut menyebabkan masih banyak penduduk yang belum terlayani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi pengembangan minimarket di Kecamatan Tawaeli dan kajian penentuan lokasi yang tepat untuk pengembangannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menggunakan analisis AHP dengan bantuan software Expert Choice dan Overlay dengan menggunakan software Arcgis 10.4. Hasil weighted overlay berupa peta lokasi yang berpotensi untuk didirikan minimarket yaitu di Jalan Trans-Tolitoli, Jalan H. Patila dan Jalan Adyaksa. Lokasi ini merupakan lahan kosong dan memiliki luas sebesar 3000 m2 sesuai dengan SNI 03-1733-2004 sehingga sangat cocok untuk pembangunan minimarket.
Analisis Kesenjangan Terhadap Persepsi Pemukim Hunian Tetap Tondo 1 Kota Palu Marwah Rahmat Karim; Fitriah Fajar Magfirah; Sri Mulyati; Deltri Dikwardi Eisenring
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.19

Abstract

Kota Palu merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat rawan bencana gempa bumi yang tinggi. Besarnya dampak yang diakibatkan oleh berbagai bencana mengharuskan rencana pemulihan bencana untuk membangun sarana dan prasarana permukiman. Hunian tetap bagi masyarakat penyandang bencana atau yang diistilahkan dengan rumah “khusus“ ditujukan dalam rangka penyelenggaraan untuk memenuhi kebutuhan khusus sebagai tempat tinggal korban bencana. Hunian tetap yang ada di Kelurahan Tondo I menjadi salah satu lokasi yang ditempati masyarakat yang terdampak bencana. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui kesenjangan terhadap persepsi pemukim Hunian Tetap Tondo I dilihat dari kondisi lingkungan permukiman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan Gap Analysis untuk mengetahui kesenjangan atau perbedaan dan peringkat antara kepuasan dan harapan yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software Ms. Excel dan SPSS untuk memudahkan peneliti dalam pengolahan data penelitian. Berdasarkan analisis kesenjangan masih terdapat gap antara kepentingan pemukim dan kepuasan (kenyataan kinerja pelayanan yang diterima). Kesenjangan tersebut ada sebagai akibat tidak terpenuhinya harapan pemukim. Pada aspek prasarana lingkungan dan sarana lingkungan ini merupakan indikator yang memiliki gap minus terbesar. Hal ini terjadi karena fasilitas yang dianggap penting, ternyata bagi pemukim hal tersebut dalam pelaksanaannya dianggap belum optimal atau belum memuaskan.
Studi Hinterland dan Strategi Pengembangan Wilayah Perbatasan Kota Palu dan Kabupaten Donggala Alif Ananda; Aziz Budianta; Supriadi Takwim
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.20

Abstract

Wilayah pinggiran pada dasarnya merupakan wilayah yang paling pinggir atau wilayah pedalaman atau biasa disebut juga dengan wilayah Hinterland. Secara fisik, wilayah pinggiran tersebut dapat dicirikan oleh kegiatan pedesaan rural yang bercampur dengan kegiatan perkotaan rural-urban, atau dapat juga wilayah tersebut sudah fully build-up. Bergantung pada lokasinya, setiap wilayah pinggiran mempunyai karakteristik unik tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai studi Hinterland dan strategi pengembangan wilayah antara perbatasan Kota Palu dan Kabupaten Donggala di perbatasan sisi Barat dan sisi Utara sebagai dasar rekomendasi strategi pengembangan wilayah. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil analisis pada Wilayah Barat perbatasan Kota Palu dan Kabupaten Donggala yakni (Kelurahan Watusampu dan Desa Loli Oge) dan pada Wilayah Utara perbatasan Kota Palu dan Kabupaten Donggala yakni (Kelurahan Pantoloan Boya dan Desa Wani 1, Wani 2, Wani Lumbumpetigo) telah teridentifikasi bahwa Wilayah-Wilayah tersebut adalah Wilayah Hinterland, dikarenakan selain di sisi secara administrasif Wilayah tersebut berjauhan dari pusat pemerintahan Kota dan Kabupaten disisi lain Wilayah-Wilayah tersebut di lihat dari segi karakteristik perkotaan (urban) dan pedesaan (rural). Selanjutnya dilakukan strategi pengembangan wilayah yang disesuaikan dengan hasil analisis swot pada penentuan kategori kuadran swot mulai dari kategori kuadran I,II, dan IV terhadap wilayah yang telah teridentifikasi Hinterland, agar wilayah tersebut bisa berkembang lebih baik dan tidak ketinggalan dalam pengembangan wilayah.