Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN KONSEP AGROWISATA DI DESA BETTENG, KABUPATEN MAJENE, SULAWESI BARAT Mahful, Rafid; Sintia, Windy Septi; Yanti Deril, Virda Evi; Krisdayanti, Krisdayanti; Tada, Astriati; Tiarawati, Tiarawati
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2023): Sipissangngi Volume 3, Nomor 3, September 2023
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v3i3.4760

Abstract

Desa Betteng merupakan salah satu desa di Kecamatan Pamboang yang memiliki potensi sumber daya alam beragam, terdiri dari pertanian, perkebunan dan pariwisata. Namun potensi sumber daya alam di Desa Betteng tidak dikelola secara maksimal sehingga belum mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karena itu, dibutuhkan konsep perencanaan desa Agrowisata yang mampu memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam desa melalui rangkaian kegiatan wisata dengan memanfaatkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai objek utama. Penerapan konsep Agrowisata di Desa Betteng dapat berjalan dengan baik dengan adanya peran aktif dari masyarakat desa, namun pengetahuan masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan konsep Agrowisata masing sangat terbatas, sehingga melalui sosialisasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan sumber daya alam dengan konsep Agrowisata dapat membantu masyarakat dalam memaksimalkan potensi sumber daya alam didesanya. Pengabdian ini dinyatakan berhasil ditinjau dari aspek afektif dan kognitif peserta sosialisasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan ini adalah dengan memberikan kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah pemaparan materi yang berisi pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi sosialisasi. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pemanfaatan sumber daya alam dengan konsep Agrowisata yang diketahui dari hasil perbandingan kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah penerimaan materi.
Strategi Optimalisasi Potensi Alam dan Budaya Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tamangalle Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat Indonesia Mahful, Rafid; Septi Sintia, Windi; Evi Yanti Deril, Virda; Tada, Asriati; Putri Maharani, Anniza
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i1.14

Abstract

Desa Tamangale merupakan salah satu desa di Kabupaten Polewali Mandar yang sebagian besar merupakan wilayah pesisir. Desa ini memiliki potensi wisata bahari berupa Wisata Pantai Waitawar yang memiliki keindahan laut biru dan pasir putih, serta terdapat benda peninggalan sejarah di sekitar pantai yaitu sebuah sumur tua yang konon pada zaman dahulu dapat menyembuhkan penyakit. sakit. Selain itu, terdapat potensi wisata budaya berupa tradisi manette lipa sa'be yang merupakan kearifan lokal budaya suku Desa Tamangale. Besarnya potensi wisata bahari dan budaya di Desa Tamangale belum memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Tamangale, karena belum mampu menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung ke Desa Tamangale. Oleh karena itu, perlu dikaji strategi optimalisasi potensi desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tamangale. Penentuan strategi optimalisasi potensi desa sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat Desa Tamangale dapat dirumuskan melalui tiga metode analisis, yaitu: analisis SWOT, analisis Penta Helix, dan analisis AHP. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa diperlukan strategi promosi pariwisata yang disertai dengan kerjasama stakeholder, pembentukan kelompok sadar wisata dan sosialisasi, serta optimalisasi dan sinergi stakeholder dalam pengembangan pariwisata. Selain itu, diketahui alternatif strategi desa Tamangalle yang paling potensial untuk pengembangan desa adalah sebagai desa wisata budaya.
Peta Tangguh: Pengetahuan Kapasitas Komunitas Desa Tandassura melalui Pemetaan Partisipatif Zona Risiko Banjir untuk Perencanaan Tata Lahan Adaptif: Resilient Mapping: Exploring the Adaptive Capacity of the Tandassura Village Community through Participatory Flood Risk Zoning for Adaptive Land-Use Planning Mahful, Rafid; Deril, Virda Eviyanti; Adyla, Nur; Ellyni Dwi Fortuna; Pahrul, Pahrul
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.8263

Abstract

Pembuatan peta partisipatif merupakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pemetaan wilayahnya. Metode ini tidak hanya menghasilkan representasi spasial yang lebih akurat, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami potensi ancaman, kerentanan, dan sumber daya yang dimiliki. Dalam konteks pengelolaan risiko bencana banjir di desa Tandassura, kecamatan Limboro, kabupaten Polewali Mandar, peta partisipatif digunakan untuk mengidentifikasi variasi tingkat ancaman, kerentanan sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan, serta kapasitas komunitas dalam menghadapi bencana. Melalui diskusi kelompok, survei lapangan, dan metode overlay dengan sistem informasi geografis (SIG), diperoleh informasi yang lebih kaya karena mencakup pengetahuan masyarakat lokal. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko antar-dusun, di mana dusun Tandassura memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dusun-dusun Lembang dan Lewukang. Temuan ini menekankan pentingnya peta partisipatif sebagai alat mitigasi, perencanaan pembangunan desa, serta dasar kebijakan pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, pembuatan peta partisipatif tidak hanya berfungsi sebagai media visualisasi spasial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa tangguh bencana.
From ponds to prosperity: Empowering Kalukku Barat Village through participatory resource mapping and aquaculture product development Deril, Virda Evi Yanti; Mahful, Rafid; Sintia, Windy Septi; Syamsiar, Nur Ratika; Lestari, Sri Apriani Puji; Astinawaty, Astinawaty; Saputra, Ade Guna; Zani, Nanda Mutiara
Community Empowerment Vol 10 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12400

Abstract

The community engagement team collaborated with the Village Government of Kalukku Barat to optimize the management of the village's potential in the leading fishery sector, aiming for village self-reliance. Generally, this activity was conducted to maximize community participation in accelerating independent and sustainable village development by leveraging local potential and characteristics. The activities included assisting in the participatory mapping of natural resource potential and providing training in developing value-added processed aquaculture products. The outputs of the activity include a map showing the distribution of natural resource potential and the formation of a community business group focused on processing pond fishery products, namely fish floss (abon ikan) and milkfish crackers (ampang bandeng). The results of this activity also provide a clear picture to the local community, as owners and/or managers of the land, regarding how to manage their potential resources to enhance the economy independently and sustainably.
Pelatihan Ibu Rumah Tangga Dan Pemuda Karang Taruna Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Lingkungan Dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal Mahful, Rafid; Virda Evi Yanti Deril; Windi Septi Sintia; Sima; Nurul Inzana Filail; Putra Masbir; Ramlah; Muhammad Farid Maricar; Anniza Putri Maharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 2 (2022): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.228 KB) | DOI: 10.58266/jpmb.v1i2.12

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik menyebabkan volume sampah terus meningkat sehingga berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Melalui sosialisasi dalam rangka mengatasi permasalahan sampah, maka hal utama yang diperlukan adalah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang baik. Ibu rumah tangga merupakan bagian dari masyarakat yang mengahasilkan limbah atau sampah setiap harinya. Sehingga peran ibu rumah tangga menjadi sangat penting untuk meminimalisir volume sampah yang dihasilkan.Pengabdian ini dinyatakan berhasil ditinjau dari aspek afektif dan kognitif, peserta pelatihan telah memahami pentingnya pengolahan sampah dan pembuatan komposter Aerob dan Anaerob. Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan ini maka metode yang digunakan adalah dengan memberikan kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah pemaparan materi yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemaparan materi yang disampaikan, diterima dengan baik dan mampu menarik minat peserta untuk terlibat aktif dalam skusi karena disampaikan audio, visual dan diskusi. Sehingga didapatkan peningkatan pengetahuan peserta tentang Pelatihan Ibu Rumah Tangga Dan Pemuda Karang Taruna Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Lingkungan Dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lokal yang diketahui perbandingan dari hasil kuisioner yang telah dibagikan sebelum dan sesudah penerimaan materi.
Pendekatan Citra Satelit Dalam Analisis Perubahan Vegetasi Di Daerah Pesisir Baurung: Satellite Imagery Approach in Vegetation Change Analysis in the Baurung Coastal Area Chairunnisa, Chairunnisa; Nurhalisa, Nurhalisa; Najwah, Najwah; Fadilah, Elka; Maruf, Maruf; Mahful, Rafid
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22996

Abstract

The Baurung coastal area in Majene Regency has experienced significant changes in vegetation cover due to rapid urbanization and development in the last decade, leading to a decline in green open space and the quality of coastal ecosystems. This study aims to analyze vegetation changes in the Baurung coastal area using a high-resolution satellite imagery approach combined with the Kriging spatial interpolation method. This technique produces detailed and accurate vegetation prediction maps, enabling the identification of areas experiencing degradation and areas with high vegetation cover that need to be maintained. The results indicate a significant reduction in natural vegetation with an increase in built-up areas along the coast, potentially exacerbating the risks of erosion, tidal flooding, and ecological degradation. This approach provides an important tool for adaptive and sustainable green open space management and serves as a basis for climate change mitigation policies in the Baurung coastal area.
Analisis Komparatif Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah: Studi Kasus Kawasan Perkotaan Polewali dan Pesisir Binuang, Kabupaten Polewali Mandar Suardi, Putri Arianti; Mahful, Rafid; Suriadi, Nur Adyla; Chairunnisa, Chairunnisa
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.5111

Abstract

The differences in the characteristics of urban and coastal areas create unique waste management challenges, particularly related to suboptimal levels of community participation. This study comparatively examines the level of community participation in waste management between the Polewali Urban Area and the Binuang Coastal Area, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi. Another objective is to identify barriers and community expectations in both locations. This study used a mixed-methods approach, combining quantitative data through a survey of 806 respondents and qualitative data through in-depth interviews with stakeholders. The study results show significant differences in participation. The Polewali Urban Area has a relatively balanced level of participation between those who have and have not participated. In contrast, participation in the Binuang Coastal Area is still identified as very low. It was found that the barriers in Binuang are fundamental, such as a lack of facilities and low awareness, while in Polewali the barriers are more operational, namely limited time and uneven distribution of facilities. These findings emphasize the need for different policy interventions, tailored specifically to the social characteristics and infrastructure availability in each region, rather than a single strategy.
Spatial Modeling of MSME Risk Based on Webgis with The Integration of Multidimensional Factor Analysis in Majene Regency Deril, Virda Evi Yanti; Astinawaty; Mahful, Rafid; Mujahid, Laode Muh. Asfan; Khatiran, Hamdan; Nurhalisa
PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik VOLUME 11 NUMBER 1 MARCH 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Andi Djemma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51557/pgr6ey93

Abstract

This research investigates and maps potential risks for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Majene Regency, analyzing aspects of Human Resources (HR), capital, production, marketing, and law/legality. MSMEs are crucial to the regional economy , but they often face significant risks that hinder growth. This problem is worsened by a lack of spatial understanding of these vulnerabilities , which makes government interventions and development initiatives less effective. This study aims to spatially model and map MSME risks by integrating multidimensional factor analysis with WebGIS. The methodology involves four stages: (1) acquiring primary and secondary data related to the five risk dimensions; (2) using descriptive statistical and cluster analysis to categorize MSMEs; (3) applying risk factor scoring and weighting analysis to determine potential risk levels ; and (4) developing spatial modeling and GIS for risk visualization. The research results in a classification of MSMEs based on risk levels (high, medium, low), which is presented on a WebGIS platform to allow interactive spatial visualization. The findings are intended to provide a basis for more informed decision-making in the development of MSMEs in Majene Regency.