cover
Contact Name
Supriadi Takwim
Contact Email
supriaditakwim@gmail.com
Phone
+6281333300779
Journal Mail Official
supriaditakwim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.KM. 9, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94148
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Peweka Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 29620341     EISSN : 29632153     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Peweka Tadulako draws on contributions from academics and practitioner-researchers in Regional Planning. The journal acts as a forum for critical studies, innovative architectural practices in the latest technological developments, and creative Regional Planning designs, which address themes that may be specific in nature (e.g., Regional Planning, Urban Planning, Modeling and Disaster) or at the convergence of two or more disciplines. The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to Regional Planning and urban design or the practice of Regional Planning and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, including how technology can serve as a medium for contemporary Regional Planning Design.
Articles 56 Documents
Identifikasi Kemacetan Kelurahan Tanamodindi Menggunakan Metode Space Syntax di Dukung Kinerja Lalu Lintas Siti Hamdiyah; Rifai Mardin; Jurair Patunrangi
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.21

Abstract

Transportasi sangat dibutuhkan dalam wilayah perkotaan sebagai faktor utama dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Permasalahan transportasi yang kerap terjadi di perkotaan salah satunya adalah kemacetan lalu lintas. Tugas Akhir ini memaparkan Analisis Kemacetan yang berada di Kelurahan Tanamodindi menggunakan metode space syntax dengan data berupa peta axial line dan perhitungan Derajat kejenuhan untuk mengetahi titik dan tingkat kemacetan di jalan yang teridentifikasi rawan macet. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif yang didukung dengan metode pendekatan deskriptif yaitu data yang digunakan berdasarkan data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode analisis Space Syntax untuk menentukan titik keramaian di Kelurahan Tanamodindi. Analisis tersebut dibantu dengan perangkat lunak QGIS, dengan hasil yang diperhitungkan kembali menggunakan rumus derajat kejenuhan untuk mengetahui titik dan tingkat kemacetan di jalan yang teridentifikasi rawan macet. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan nilai integrity tinggi dari analisis space syntax yang menunjukan tiga ruas jalan yang sering terakses kendaraan di Kelurahan Tanamodindi yaitu, jalan merpati, veteran dan balaikota. Jalan merpati memiliki kondisi lalu lintas sangat tinggi dengan derajat kejenuhan 1,212, jalan veteran memiliki kondisi lalu lintas padat dengan derajat kejenuhan 0,614 dan jalan balaikota memiliki kondisi lalu lintas rendah dengan derajat kejenuhan 0,202.
Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Harga Lahan di Koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai Kota Palu Aditya; Syarifuddin; Khairinrahmat; Iwan Setiawan Basri
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.22

Abstract

Aksesibilitas adalah kemudahan mencapai kota atau wilayah lain yang berdekatan atau bisa juga dilihat dari sudut kemudahan mencapai wilayah lain yang berdekatan bagi masyarakat yang tinggal di kota. Selanjutnya dinyatakan dalam bentuk jarak, waktu, atau biaya. Jalan I Gusti Ngurah Rai masuk dalam jalan kolektor primer dan menjadi jalur penghubung antara Kecamatan Tatanga dan Kecamatan Palu Selatan sehingga memiliki nilai strategis seperti dekat dengan pusat kota,permukiman dan perdangangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimanan pergaruh aksesibilitas terhadap harga lahan pada koridor Jalan I Gusti Ngurah Rai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kuantitatif. Dengan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis korelasi dan analisis regresi berganda. Hasil analisis korekasi kofisien korelasi R 0,802 hal ini menunjukkan bahwa variabel kondisi jalan (X1), sistem jaringan jalan (X2) dan pola pergerakan (X3), harga lahan (Y) memiliki pengaruh sangat kuat.Hasil analisis regresi berganda diperoleh hasil uji nilai signifikan dimiliki kondisi jalan (X1), sistem jaringan jalan (X2) dan pola pergerakan (X3) dengan nilai lebih kecil dari pada 0.05 yaitu 0.005, 0.005 dan 0.014 Sedangkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yakni yaitu kondisi jalan (X1) 2.457, sistem jaringan jalan (X2) 2,673 dan pola pergerakan (X3) 2,210. Kesimpulan dari hasil ini menunjukan bahawa bahwa variable yang memiliki hubungan dan pengaruh yang sangat signifikan adalah kondisi jalan, sistem jaringan jalan, dan pola pergerakan memiliki hubungan sebesar 72% terhadap harga lahan 28% di pengaruhi oleh variable lain yang tidak terdapat pada penelitian ini.
Pemantauan Indeks Kualitas Tutupan Lahan di Kota Palu Tahun 2023 Budi Andresi; Dita Septyana; Rifai Mardin; Silvana; Tatang Firman
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.23

Abstract

Kebutuhan akan sumberdaya lahan dari tahun ke tahun makin meningkat sejalan bertambahnya jumlah penduduk yang menyebabkan pemanfaatan lahan juga semakin intensif baik untuk permukiman, pertanian, peternakan, pertambangan, jalan dan bangunan fasilitas ekonomi, sosial dan sebagainya. Salah satu upaya upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah penilaian Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Indeks Kualitas Lingkungan Hidup telah ditetapkan sebagai indikator untuk mengukur kualitas lingkungan hidup nasional, propinsi maupun kabupaten dan kota di Indonesia termasuk Kota Palu sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palu tahun 2021-2026 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 4 tahun 2021. Salah satu komponen untuk mengukur IKLH adalah Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL), dimana IKTL digunakan untuk mewakili isu hijau dan penilaian kebijakan pengelolaan kualitas lingkungan hidup. Pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, didifinisikan bahwa Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang selanjutnya disingkat IKTL adalah nilai yang menggambarkan kualitas Tutupan Lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi non hutan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemantauan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan kebijkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kedepan khususnya untuk mencapai target Palu Hijau.
Strategi Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Syafrin; Rezki Awalia; Rusli; Rusmidin
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.24

Abstract

Peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banggai Tahun 2012 – 2032 di tetapkan sebagai Kawasan Peruntukan Perikanan atau Kawasan Minapolitan di Kecamatan Pagimana. Pada sektor perikanan tangkap dan kelautan di Kabupaten Banggai mempunyai potensi yang sangat besar dikarenakan luas wilayah perairannya ± 20.309 Km², dan berada di Zona II Teluk Tomini dan Zona III Teluk Tolo, serta jumlah perikanan tangkap mencapai ± 48.621,1 Ton. Tujuan penelitian yaitu mengetahui strategi pengembangan Kawasan Minapolitan yang ada di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis yang digunakan berupa analisis Skalogram dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis Skalogram arahan dari zonasi Kawasan Minapolitan Kecamatan Pagimana ialah : Zona inti/minapolis di arahkan di Kelurahan Pagimana. Namun untuk Strategi Pengembangan Kawasan Minapolitan hanya terfokus pada Zona Inti/Minapolis saja. Hasil analisis SWOT berupa strategi yang di lakukan untuk mengembangkan Kawasan Minapolitan agar terus berkelanjutan dan dapat membawa dampak yang positif baik untuk pemerintah setempat atau pun bagi masyarakat nelayan yang sebagai pelaku ekonomi pada sektor perikanan tangkap
Ketersediaan Gedung Gereja Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembangunannya Di Kecamatan Palu Selatan Elizabeth Nafthaliana Bermuli; Syarifudin; Luthfi; Sri Mulyati
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.26

Abstract

Rumah ibadah merupakan sarana keagamaan yang penting bagi pemeluk agama di suatu kawasan. Berdasarkan data dari Kementerian Agama Kota Palu (Bimas Kristen) pemeluk agama terbesar berada di Kecamatan Palu Selatan yang di tandai dengan jumlah gereja terbanyak berada di kecamatan ini yaitu 38 bangunan gereja yang terdiri dari berbagai aliran gereja yaitu protestan, pantekosta, advent dan katolik. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan melakukan pengamatan langsung pada objek studi sesuai lingkup penelitian dan teori sebagai pendukung berdasarkan lingkup pembahasan. Dalam penentuan informan wawancara penulis menggunakan metode klasifikasi informan yaitu informan utama, informan kunci, dan informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dinamika pembangunan gereja terdapat 2 temuan yang pertama yaitu kebutuhan pembangunan gereja karena kebutuhan peningkatan jumlah pemeluk agama/jemaat dan kedua yaitu adanya regulasi (wewenang dan otoritas pemerintah terhadap pembangunan gereja Sebagaimana jumlahnya menyesuaikan dengan mengikuti sistem kekerabatan atau hierarki lembaga, kondisi setempat dengan memperhatikan struktur penduduk menurut agama yang dianut dan mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait dengan kebutuhan dasar sarana yang harus dipenuhi untuk melayani area tertentu yang termuat dalam SNI 03-1733-1989, Tata cara perencanaan kawasan perumahan kota. Kata kunci: Gereja, keagamaan, kebutuhan, Ketersediaan, Pembangunan
Persepsi Kepuasan Pemukim Berdasarkan Kondisi Lingkungan Hunian Tetap Tondo I Kota Palu Fitriah Fajar Maghfirah; Muhammad Najib; Rusli; Marwah Rahmat Karim
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.27

Abstract

Sektor perumahan dan permukiman paling banyak mengalami kerugian/kerusakan akibat bencana yang terjadi di Kota Palu pada 28 September 2018 silam. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan Hunian tetap sebagai tempat tinggal para korban bencana yang bersifat permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pemukim hunian tetap Tondo I pada aspek lokasi, prasarana lingkungan, dan sarana lingkungan. Kepuasan pemukim dapat terwujud apabila kebutuhan dan harapan terhadap lingkungan permukimannya dapat terpenuhi. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Validitas Reliabilitas dan Analisis Deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kondisi lingkungan permukiman di hunian tetap Tondo I yang masih belum optimal dalam penyediaannya sehingga menyebabkan kepuasan yang masih rendah. Selaras dengan hal tersebut, berdasarkan analisis gap antara kepuasan dan kepentingan yang mewakili harapannya, lima indikator yang perlu diperhatikan adalah: ketersediaan sarana pendidikan, ketersediaan sarana kesehatan, air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan layak dikonsumsi, lingkungan permukiman hunian tetap aman dari bencana banjir, dan lokasi hunian tetap cukup dekat/ mudah untuk menuju tempat kerja. Evaluasi untuk setiap indikator dilakukan berdasarkan Importance-Perfomance Analysis, terdapat enam indikator yang perlu mendapat prioritas utama pada Kuadran I yaitu: indikator lokasi hunian tetap cukup dekat/mudah untuk menuju tempat kerja, dan indikator lingkungan permukiman hunian tetap aman dari bencana banjir pada aspek Lokasi, indikator air bersih cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari dan layak dikonsumsi, dan indikator ketersediaan jaringan persampahan atau tempat pembuangan sampah pada aspek prasarana lingkungan, serta indikator ketersediaan sarana kesehatan di hunian tetap, dan indikator ketersediaan sarana pendidikan dan pembelajaran di hunian tetap pada aspek sarana lingkungan. Kata kunci: Kepuasan Pemukim, Hunian Tetap, Analisis Kepentingan Kinerja
Perkembangan Fisik Dan Pola Ruang Kota Pada Kawasan Perkotaan Luwuk Di Kabupaten Banggai Deltri Dikwardi Eisenring; Muhammad Najib; Amar; Annisa Putri Magfira
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.28

Abstract

Kawasan perkotaan Luwuk, yang terletak di Kabupaten Banggai, mengalami perkembangan fisik dan pola ruang yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perubahan fisik serta pola ruang kota dalam konteks perkembangan urbanisasi di kawasan tersebut dari tahun 2010-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data primer melalui survei lapangan dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait, serta data sekunder dari instansi terkait dan literatur terkini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan perkotaan Luwuk telah mengalami transformasi fisik yang signifikan, ditandai dengan pertumbuhan jumlah bangunan komersial dan perumahan yang pesat, serta perluasan infrastruktur publik seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Perubahan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, dan kebijakan pembangunan daerah. Selain itu, pola ruang kota juga mengalami perubahan yang mencolok, dengan peningkatan kepadatan pemukiman di sekitar pusat kota dan perkembangan kawasan perumahan di pinggiran. Perkembangan tersebut cenderung membentuk pola linear dan pola meloncat. Kesimpulannya, perkembangan fisik dan pola ruang kota di kawasan perkotaan Luwuk mencerminkan dinamika urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banggai. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang transformasi kota kecil menjadi kawasan perkotaan yang berkembang, serta memberikan landasan bagi perencanaan perkotaan yang berkelanjutan di masa depan. Kata kunci: Perkembangan Kota, Pola Ruang Kota, Kota Luwuk
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pesisir Danau Poso Desa Pasir Putih Kabupaten Poso Muh Ikhlasul Amal L; Muhammad Najib; Rezki Awalia; Budi Andresi
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.29

Abstract

Salah satu wilayah strategis yang terletak di daerah pesisir Danau Poso yang memiliki potensi dalam pengembangan kawasan wisata khususnya pesisir danau yaitu Desa Pasir Putih. Pada kenyataannya usaha pengembangan suatu kawasan wisata harus memperhatikan berbagai faktor sehingga dapat memaksimalkan pengembangan kawasan wisata itu sendiri. Dalam rangka pengembangan kawasan wisata ini, diperlukan strategi pengembangan kawasan wisata pesisir Danau Poso, Desa Pasir Putih secara komprehensif dan terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dalam pengembangan kawasan wisata pesisir Danau Poso Desa Pasir Putih menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian memperlihatkan posisi strategi berada pada kuadran I (strategi S-O) dimana rekomendasi strategi yang diberikan yakni memaksimalkan potensi keindahan alam dengan menambahkan atraksi wisata yang memiliki cirikhas, memanfaatkan kearifan budaya dan keunikan daerah sehingga dapat menjadi daya tarik yang akan memicu tersedianya alternatif usaha masyarakat, serta menyediakan kemitraan/kerjasama dengan berbagai pihak antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam pengembangan kawasan wisata pesisir Danau Poso Desa Pasir Putih. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Wisata Pesisir, Danau Poso
Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Budidaya Di Kota Palu Rizkhi; Muhammad Najib; Abdul Gani Akhmad; Vivi Novianti; Dita Septyana
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.30

Abstract

Pengembangan atau pembangunan di Kota Palu terlihat pada penggunaan lahan yang makin berkembang dan dinamis, sehingga perlu terus dipantau perkembangannya karena seringkali pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan peruntukannya. Berdasarkan hasil evaluasi pemanfaatan ruang kota Palu, 2022, Terjadi beberapa Penyimpangan pemanfaatan ruang pada Kawasan Budidaya di Kota Palu, terdapat beberapa kegiatan yang terjadi tidak sesuai peruntukannya seperti teridentifikasinya kegiatan industri pada peruntukan kawasan Pendidikan, perikanan, RTH dan perumahan; selain itu terdapat pula Permukiman berada pada peruntukan Kawasan RTH, Kawasan tanaman Pangan, dan sekitar waduk, serta terdapat Kawasan perkembunan berada pada peruntukan Kawasan perdagangan dan jasa, perkantoran dan lain-lain. Berdasarkan kondisi yang ada, penelitian ini di lakukan untuk mengetahui tingkat efektifitas pemanfaatan ruang pada Kawasan budidaya di Kota Palu berdasarkan tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang yang tertuang dalam rencana tata ruang yang ada, dengan sasaran mengkaji kesesuaian dan deviasi pemanfaatan ruang yang terjadi pada Kawasan budidaya di Kota Palu. Kata Kunci: Kesesuaian, Pemanfaatan Ruang, Kawasan Budidaya
Arahan Kesesuaian Lahan Fungsi Permukiman Di Kabupaten Sigi Ismail Djohan; Iwan Setiawan Basri; Ardiansyah Winarta
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.31

Abstract

Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan, menyebabkan banyak penduduk yang memanfaatkan lahan untuk permukiman. Bentang alam Kabupaten Sigi yang didominasi oleh perbukitan dan kawasan lindung yang menjadi kontradiksi terhadap perkembangan kawasan permukiman di wilayah tersebut, padahal pertumbuhan penduduk di Kabupaten Sigi adalah yang tertinggi kedua di Sulawesi Tengah. Pemanfaatan lahan yang tak sesuai peruntukannya, menjadikan hal ini tak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan karakteristik lahan permukiman yang dipersyaratkan, sehingga mendorong terjadinya perubahan fungsi lahan. Tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan terutama untuk fungsi permukiman di Kabupaten Sigi. Diharapkan dari penelitian ini bisa menjadi pertimbangan dan alternatif arahan dalam pengembangan lokasi permukiman di wilayah Kabupaten Sigi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metodologi skoring, analytic hierarchy process (AHP) serta overlay. Hasil analisis terdapat 5 klasifikasi tingkat kesesuaian lahan fungsi permukiman dan yaitu S1 (Sangat Sesuai) seluas 4.018,88 ha dengan persentase 0,77%, S2 (Cukup Sesuai) seluas 68.380,35 dengan persentase 13,13%, S3 (Sesuai Marginal) seluas 152.535,76 ha dengan persentase 29,30%, N2 (Tidak Sesuai) seluas 17.942,44 ha dengan persentase 3,45%, dan N1 (Tidak Sesuai Permanen) seluas 277,750,81 ha dengan persentase 53,35% dan dapat diketahui bahwa tidak semua wilayah yang ada pada Kabupaten Sigi memiliki lahan yang sesuai untuk di kembangkan sebagai lahan permukiman. Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Permukiman, Analytic Hierarchy Process