cover
Contact Name
Ivo Christiana Siregar
Contact Email
mattheosagala@gmail.com
Phone
+6281376650009
Journal Mail Official
operator@sttpaulusmedan.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapiten Purba 1, Mangga, Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 26853493     DOI : https://doi.org/10.47166/sot.v2i1
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, baik bagi para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia Paulus, Medan maupun STT dan institusi lain yang terkait dalam rumpun ilmu Teologi Kristen, di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Lingkup penelitian di SOTIRIA adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi dan Kontekstual Pendidikan Agama Kristen SOTIRIA menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Pelayanan Kaum Muda dalam Menciptakan Generasi yang Bersinar Herawati Barus
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.3

Abstract

This essay foccused on Youth and their power. Youth is a period of human being where they are full of pirit, power and also talanted. All of that kind are groove inside them. If all of aspects lead perfectly to the human calling as a witnessed of Almighty based on The God’s Words (Gen.1:26-28), The youth will produce the good deeds for the benefide oh human being and also will lead to glorified The Creator of everything. Unfortunately,If the parents, the leader or the spiritual guider of them rule them into the wrong way, means there are many disasters are waiting for their generation, not only for human being but also for the continiously living in this universe will be in danger. The point of leading and coaching them in a good perseptive are needed in youth period in case to build the shining generation for the future,because the Young people are the agent of transformation. Abstrak: Fokus utama dari tulisan ialah tentang pemuda dan kekuatannya. Pemuda adalah sebuah masa dalam kehidupan manusia, dimana semua semangat, kekuatan dan talentanyasedang berkobar-kobar. Bila semangat,kekuatan dan talenta ini di arahkan dengan tepat sesuai dengan kodrat kemanusiaan, yaitu menjadi berkat dan pengelola yang sesuai dengan Firman Tuhan (Kej.1:26-28), maka pemuda itu akan menghasikan gelombang-gelombang keberhasilan yang membawa kebahagian bagi manusia dan dunia ini dan sekaligus membawa kemuliaan bagi nama Tuhan. Namun sebaliknya bila orang tua dan pendidik atau pemimpin mereka ; baik secara rohani dan intelektual gagal membimbing mereka berarti akan diprediksikan bahwa akan ada zaman kekacauan pada masa mereka kelak. Jadi pembinaan dan pelatihan pemuda dalam porsi yang benar sangat diperlukan untuk sebuah jaman dimana akan di temukan sebuah zaman yang generasinya akan bersinar, karena pemuda adalah agent perubah.
Studi Fenomenologi terhadap Karunia Membedakan Roh yang Dimiliki Jemaat GKMI Srumbung Gunung Iwan Firman Widiyanto; Albertus Dwi Saputra; Daryanto Daryanto; Joko Suwiknyo Tyas Mahendra; Akris Mujiyono
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.34

Abstract

This phenomenological research aims to describe the phenomenon of the ability to distinguish spirits possessed by the members of the Indonesian Muria Christian Church, Srumbung Gunung. There were six church members studied, consisting of men and women from various educational levels. By using a phenomenological approach, the ability to distinguish spirits is a complex reality. Science needs to understand this phenomenon empathetically so that it will be able to explore the wealth contained in it. A scientific approach that is too positivistic towards the phenomenon of the spirit will damage and shallow reality. Abstrak Penelitian fenomenologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena kemampuan membedakan roh yang dimiliki oleh jemaat Gereja Kristen Muria Indonesia Srumbung Gunung. Terdapat enam anggota jemaat yang diteliti, terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai tingkat pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi menghasilkan bahwa kemampuan membedakan roh merupakan sebuah kenyataan yang kompleks. Ilmu Pengetahuan perlu memahami fenomena ini secara empatik sehingga akan dapat mengeksplorasi kekayaan yang terdapat didalamnya. Pendekatan keilmuan yang terlalu positivistic terhadap fenomena roh akan merusak dan mendangkalkan realitas.
Pembuktian Paulus sebagai Penulis Surat Ibrani Berdasarkan Bukti Internal Joy Sopater Wasiyono
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i2.21

Abstract

Abstract: The Epistle to the Hebrews is an epistle that has sparked a lot of controversies. The most common debates are those relating to authorship. Among the issues of authorship, the most provocative of debate is the discussion about the author. The most important tool in the investigation of the author of writing is the internal evidence of the writing itself. This research is focused on proving Paul as the author of Hebrews based on internal evidence. The research method used is descriptive qualitative non-experimental research with exegetic and biblical approaches to texts that are considered to have significance in the proof of the author to the Hebrews. After careful examination of the text of The Epistle to the Hebrew, is found 25 internal evidence for the author of the Hebrews. This internal evidence was subsequently used to prove Paul's authorship of the Hebrews. Abstrak Surat Ibrani adalah surat yang memicu banyak kontroversi. Perdebatan paling umum adalah yang berhubungan dengan kepenulisannya. Di antara persoalan-persoalan kepenulisan, yang paling memicu perdebatan adalah pembahasan tentang siapa penulisnya. Alat bantu terpenting dalam penyelidikan penulis sebuah tulisan adalah bukti-bukti internal dari tulisan itu sendiri. Penelitian ini difokuskan untuk membuktikan Paulus sebagai penulis surat Ibrani berdasarkan bukti-bukti internal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif non eksperimental dengan pendekatan eksegesis dan biblika terhadap teks-teks yang dianggap memiliki signifikansi dalam pembuktian penulis surat Ibrani. Setelah dilakukan penelitian yang cermat terhadap teks surat Ibrani, maka diperoleh 25 bukti internal penulis surat Ibrani. Bukti-bukti internal ini selanjutnya digunakan untuk membuktikan kepenulisan Paulus atas surat Ibrani.
SPIRITUALITAS KEUGAHARIAN BERDASARKAN MAZMUR 23: 1-6 DONALD STEVEN KERYAPI
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v6i2.80

Abstract

Penelitian ini hendak mengeksplorasi Mazmur 23: 1-16 sebagai basis spiritualitas keugaharian. Saya  memakai pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi Mazmur 23: 1-6. Saya berargument bahwa Mazmur 23 1:1-6 dapat dijadikan sebagai tawaran atas basis spiritualitas keugaharian untuk melawan sikap konsumerisme, materialisme dan hedonisme yang sedang mewarnai kehidupan umat Allah. Pada bagian awal artikel ini, penulis akan meneliti mengenai keugaharian dalam perspektif kristiani. selanjutnya, peneliti akan membahas mazmur 23: 1-6 sebagai dasar spiritualitas keugaharian, kemudian, peneliti akan  megelaborasi hasil eksegesis mazmur 23:1-6 terhadap bentuk spiritualitas keugaharian. Dari hasil elaborasi tersebut ditemukan bahwa Mazmur 23: 1-6 mengajaran tiga hal yaitu, pertama, bahwa Allah adalah tempat kesempurnaan, dan kenyamanan hidup tertinggi, kedua, Memiliki pengenalan yang baik atas diri sendiri yang didalamnya keyakinan bahwa berkat dan hal-hal baik akan mengikuti umat Allah. Ketiga, mengetahui batas diri, Dimana umat Allah dapat merespons kelimpah ruahan berkat Allah dengan rasa cukup, dan sederhana Kesimpulan yang didapat ialah bahwa Mazmur 23: 1-6 sebagai tawaran basis utama untuk membentuk spritualitas keugaharian. Kata Kunci: Spiritualitas, Keugaharian, Mazmur 23 
Teologi di Asia dari Perspektif Perjanjian Lama V. Mangandar Siringoringo
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i2.10

Abstract

When Theology in Asia being compared to theology in the West is very different. Asia referred to here is India, Japan and Korea. Basically, in these three nations theology was built from the life experiences of the people, albeit differently from each nation. Basically, these three nations have a society that lives in agony controlled by people in power. In India, it is controlled by a higher caste; in Japan dominated by Buddhism; in Korea by the ruling class. Based on the experiences experienced by the people of these three nations, the Church struggled to free them from the suffering they experienced. Abstrak: Theologi di Asia jika dibandingkan dengan theologi di Barat sangat berbeda. Asia dimaksud di sini adalah India, Jepang dan Korea. Secara pokok pada ketiga bangsa ini theologi dibangun dari pengalaman hidup masyarakat, walaupun secara berbeda-beda dari setiap bangsa. Pada dasarnya ketiga bangsa ini mempunyai masyarakat yang hidup dalam penderitaan yang dikuasai oleh orang-orang yang berkuasa. Di India, dikuasai oleh kasta yang lebih tinggi; di Jepang dikuasai oleh agama Buddhis; di Korea oleh kelas yang berkuasa. Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh masyarakat dari ketiga bangsa ini, maka Gereja bergumul untuk membebaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami.
Hormat Dan Kasih Dalam Pernikahan Kristen Sebuah Penelitian Eksegetikal Terhadap Efesus 5:21-33 Joy Sopater Wasiyono
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v5i2.53

Abstract

The Apostle Paul emphasized a key to the happiness of marriage in his epistle to the Ephesians: " Nevertheless, each individual among you also is to love his own wife even as himself, and the wife must see to it that she respects her husband." - Ephesians 5:33 (NASB). Wive need the love of her husband, otherwise husband need the respect of his wive. There is a great danger that will strike marriage if the principle of Ephesians 5:33 is not applied in marriage. Call it as the Crazy Cycle. When a wife feels unloved, she reacts in a way that her husband feels disrespectful, and when a husband feels disrespected, he reacts in a way his wife feels as unloving. It keeps turning, and their relationship can get messed up. That is why an exegetical study of Ephesians 5:21-33 was done to find the foundations of Paul's apostle's teaching on respect and love. This research embodies 6 indicators of wive who respect her husband and 9 indicators of husband who love his wive. 6 indicators of wive who respect husband are: 1) respecting the work and ideas / thoughts of the husband, 2) respecting the protection and income of the husband, 3) respecting the husband's leadership, 4) respecting the analysis and advice of the husband, 5) respecting the friendship built by the husband, 6) respecting the sexual desire of the husband. 9 indicators of husbands who love wives are: 1) the husband leads in a responsible and exemplary manner, 2) the husband is ready to sacrifice for the wife, 3) the husband as a good priest in the household, 4) the husband loves the wife as loves himself, 5) the husband is ready to accept the weaknesses of his wife, 6) husband faithful work to fulfill the living, 7) husband to give attention to wife, 8) husband priority wife, and 9) husband do not think to divorce or leave wife.
Implementasi Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Membingkai Keberagaman Pejabat Gereja Bethel Indonesia di DKI Jakarta Andreas Budi Setyobekti; Susanna Kathryn; Suwondho Sumen
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v4i1.29

Abstract

Indonesia has a philosophy of Bhineka Tunggal Ika as one of the treasures that is able to unite various backgrounds and conditions of Indonesian society. This philosophy is part of the four pillars of nationality that bind differences in ethnicity, nation, region, and class. The spirit of nationalism is certainly inherent in this philosophy. The Bethel Church of Indonesia as a church with a national spirit has struggles of division and competition between one group and another which is getting bigger. Therefore, we need a basis and philosophy to frame this diversity of backgrounds. The research method used to obtain the data is descriptive qualitative with interview techniques to GBI officials in DKI Jakarta. The results of the study stated that the way to implement the values of Bhineka Tunggal Ika is by harmonizing Christian values such as one in the body of Christ, loving and respecting others which are in line with the noble values in Bhineka Tunggal Ika. The practice can be seen from the awareness and acceptance of ethnic or racial differences by preaching or teaching the congregation about the need to preserve and apply the values of Bhineka Tunggal Ika. In addition, giving understanding to all officials about differences is a national treasure, developing a culture of inclusiveness as the culture of the Indonesian nation with concrete actions such as joint fellowship activities, exchanging pulpits or conducting joint social activities between one church and another. Abstrak Indonesia memiliki filosofi Bhineka Tunggal Ika sebagai salah satu kekayaan yang mampu mempersatukan berbagai latar belakang keadaan dan masyarakat Indonesia. Filosofi ini adalah bagian dari empat pilar kebangsaan yang mengikat perbedaan suku, bangsa, daerah, dan golongan. Semangat nasionalisme tentu melekat dalam filosofi ini. Gereja Bethel Indonesia sebagai gereja yang bernafaskan nasional memiliki pergumulan perpecahan dan persaingan antar satu kelompok dengan lain yang semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan sebuah dasar dan filosofi untuk membingkai keberagaman latar belakang tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada pejabat GBI di DKI Jakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa cara mengimplementasikan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika adalah dengan menyelaraskan nilai-nilai Kekristenan seperti satu dalam tubuh Kristus, mengasihi dan menghormati orang lain yang sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam Bhineka Tunggal Ika. Praksisnya dapat dilihat dari kesadaran dan penerimaan perbedaan etnis atau ras dengan mengkhotbahkan atau memberi pengajaran kepada jemaat tentang perlunya melestarikan serta menerapkan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, memberikan pengertian kepada seluruh pejabat tentang perbedaan adalah sebuah kekayaan nasional, mengembangkan budaya inklusivisme sebagai budaya bangsa Indonesia dengan tindakan nyata seperti kegiatan fellowship bersama, tukar mimbar atau melakukan kegiatan sosial bersama antar satu gereja dengan gereja yang lain.
Menerapkan Profil Daud Sebagai Pemimpin di Gereja Orthodox Evangelismos Pargambiran Sumbul, Dairi Parluhutan Manalu
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 3, No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v3i1.19

Abstract

The purpose of this research is to create a leader who is humble and sincere in leading God's people and who is responsible for his people. A leader is very important in an organization, group or in a church so he is required to be truly responsible for leading or directing the people he leads, this can be done by understanding David's profile as a leader. After conducting research by asking 8 questions with 8 respondents, the cumulative percentage of 72.665% was obtained, which means that the church leaders in the Orthodox Church Evangelismos Pargambiran, Sumbul, Dairi implemented David's leadership well in leading and carrying out tasks that had entrusted by God to him. The author's hopes for the future can be emulated: David's profile as a leader so as to realize leaders who are truly humble and responsible in leading their people. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mewujudkan pemimpin yang rendah hati dan dan tulus dalam memimpin umat Allah dan yang bertangung-jawab atas umatnya. Seorang pemimpin sangat penting dalam sebuah organisasi, kelompok ataupun dalam sebuah gereja sehingga dia dituntut untuk sungguh-sunguh bertanggung-jawab dalam memimpin atau mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya, hal ini dapat dilakukan dengan memahami profil Daud sebagai Pemimpin. Setelah dilakukan penelitian dengan mengajukan 8 buah pertanyaan dengan 8 orang responden diperoleh hasil akumulatif presentase sebesaar 72,65625% yang artinya bahwa pemimpin gereja yang ada di Gereja Orthodox Evangelismos Pargambiran, Sumbul, Dairi menerapkan dengan baik kepemimpinan Daud dalam memimpin dan dalam melaksanakan tugas yang telah dipercayakan oleh Allah kepadanya. Harapan penulis ke depan bisa diteladani: Profil Daud sebagai pemimpin sehingga dapat mewujudkan pemimpin-pemimpin yang benar-benar rendah hati dan bertanggungjawab dalam memimpim umatnya.
Pelayanan Gereja: Kebutuhan Pendampingan Pastoral Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus Tunadaksa) Retno Dwi Hastuti
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v6i1.66

Abstract

This study aims to look at the picture of the struggles of families who have children with special needs, especially the disabled. On the other hand, we also want to see how far the church's pastoral assistance is for families who have children with physical disabilities. The research method used in this research is a qualitative approach. While data collection is done through observation, interviews and documentation. Based on the results of research and data analysis, families still do not fully and deeply understand disabled persons, their characteristics and the accompanying impacts. Thus, families are often not ready to deal with the emotions of children with physical disabilities. Pastoral assistance from the church has not touched the struggles that are being experienced by families.
Memahami Theologia dalam Surat Titus Parluhutan Manalu
SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 2, No 1: Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatra Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47166/sot.v2i1.7

Abstract

The epistle of the apostle Paul to Titus was grouped in a letter of the pastorate. This letter is very short, consisting of 46 verses which formed 3 chapters. This is what makes many theologians less interested in discussing it. But if it is explored deeper, they will give some theologies within. This article purposed to show the theology in the Letter of Titus. Abstrak: Surat kiriman rasul Paulus kepada Titus dikelompokkan dalam surat pengembalaan. Surat ini sangat pendek, terdiri dari 46 ayat yang membentuk 3 pasal. Inilah yang membuat banyak theolog kurang memberi minat untuk membahasnya. Namun jika diselami lebih dalam lagi, maka dapat dilihat beberapa theologia yang terkandung. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan theologia yang terdapat dalam Surat Titus.

Page 3 of 4 | Total Record : 40