cover
Contact Name
Gumarpi Rahis Pasaribu
Contact Email
admintakillah@rahiscendekiaindonesia.co.id
Phone
+6282272265112
Journal Mail Official
admintakillah@rahiscendekiaindonesia.co.id
Editorial Address
Jl. Pusaka Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : 3026779X     DOI : -
Core Subject : Religion,
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman with ISSN 3026-779X published by Rahis Scholar Indonesia as a forum for fostering creativity and campaign support among academics, teachers, researchers and observers of educational issues. This journal discusses the main topics of Islamic education, both in theory development and implementation of the development of a comprehensive education system.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Pengembangan Pendidikan Agama Islam Di Masyarakat Multikultural: Islamic religious education, multicultural, harmony Putri Adelia Nashra, Putri Adelia Nashra
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.508

Abstract

Islam mendorong manusia untuk bekerja sama dan saling membantu (ta’awun) dengan sesama manusia dalam kebaikan. Dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim, dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa memandang ras, bangsa, dan agama. Namun, proses realisasinya mengalami banyak hambatan, seperti fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme. Sikap Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sangat humanis, tidak menjadikan hal-hal duniawi sebagai keyakinan yang dianut oleh para pengikutnya, tetapi tidak meninggalkan nilai universal sebagai pesan agama untuk menjaga perdamaian di antara sesama manusia, dengan menumbuhkan toleransi, membangun solidaritas, menjunjung tinggi demokrasi, dan menghindari fanatisme agama. Dengan demikian, pendidikan Islam dengan konsep harmoni adalah pendidikan yang mampu menciptakan perbedaan sebagai alat untuk menjadi pribadi yang lebih taat dan tidak keluar dari fitrahnya, yaitu dengan mengajarkan bagaimana hidup dalam pluralitas bangsanya, sehingga mereka dapat hidup, baik di dalam kelompok maupun di luar kelompok, hidup damai dengan lingkungan, menafsirkan perbedaan dengan bijak dan tepat.
Praktik Retorika di Eropa Abad Pertengahan dan Dunia Islam: Konteks Historis dan Pertimbangan Ontologis Satriyadi
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.520

Abstract

Studi ini mengeksplorasi praktik retorika selama periode Eropa Abad Pertengahan dan dalam konteks dunia Islam, menyoroti dinamika historis dan pertimbangan ontologis yang membentuknya. Dengan mengadopsi pendekatan komparatif, penelitian ini menguraikan bagaimana retorika tidak hanya sebagai seni persuasi tetapi juga sebagai medium yang mencerminkan nilai, pemikiran, dan ontologi masing-masing peradaban. Di Eropa Abad Pertengahan, retorika terintegrasi dalam tradisi intelektual Scholastik, yang memadukan agama dengan filsafat, menekankan pada retorika sebagai alat untuk penyebaran ajaran Kristen dan mediasi pengetahuan. Sebaliknya, dalam konteks dunia Islam, retorika berkembang dalam lingkup yang luas, dari penggunaannya dalam teks-teks agama, hukum, hingga kesusastraan, menunjukkan fleksibilitas ontologis yang lebih besar dalam pemikiran Islam. Penelitian ini mengungkapkan bahwa, meskipun berbeda, kedua tradisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan yang mendalam antara retorika, identitas sosial, dan struktur ontologis masyarakatnya. Dengan demikian, kajian ini memberikan wawasan baru tentang peranan retorika dalam membentuk dan mengungkapkan realitas sosial dan ontologis dalam dua peradaban ini
Pengertian, Dampak, dan Solusi Bagi Pelaku LGBT Nasution, Mustafa; Darania Anisa
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.524

Abstract

LGBT stands for lesbian, gay, bisexual and transgender. They are a collection of sexual deviant behaviors and gender identities that are seen as contrary to nature and reject the provisions of God Almighty. At first, sexual orientation and gender identity were often considered taboo and recognized as a form of deviation. However, human rights movements, activism, and increased public awareness have driven greater acceptance. Since the 1960s, resistance to stigma and discrimination has begun to emerge, especially with events such as the Stonewall Rebellion in New York in 1969, which is often considered a turning point for the LGBT movement. Since then, various countries have passed laws supporting LGBT rights, including same-sex marriage and protections against discrimination. So, many people have supported and accepted this behavior. It needs to be reviewed and revisited, because this behavior is still very contrary to norms, culture, and religion. So that if someone falls into this, many negative impacts will occur in him
Tafsir Ayat-Ayat Tentang Kesetaraan Gender Dalam Bingkai Analisis Pendidikan Islam Nasution, Mustafa; Muhammad Ardiansyah Munthe; Sulhan Efendi Hasibuan
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.525

Abstract

Diskriminasi gender masih sering terjadi di masyarakat, meskipun upaya untuk menegakkan kesetaraan dan keadilan gender terus dilakukan. Salah satu penyebab yang menjadi dasar kesetaraan gender adalah ideologi dan pandangan patriarki yang menganggap laki-laki memiliki hak dan posisi khusus dalam tatanan sosial. Berdasarkan persepsi ini, perempuan selalu diidentifikasi sebagai kepala dapur dalam keluarga. Sehingga perempuan menjadi sasaran pelecehan dan kekerasan karena dianggap lemah dan tidak berdaya. Hal ini dapat dilihat dalam banyak kasus intimidasi dan kekerasan yang terjadi dalam hubungan rumah tangga. Tentu saja, kesenjangan dan ketidakadilan ini harus diatasi dan diminimalkan jika ada kerja sama, baik dari pemerintah maupun masyarakat terkait pendidikan dan upaya untuk mengubah pandangan dan persepsi yang salah. Oleh karena itu, pendidikan ini harus diterapkan sejak usia dini agar kesenjangan ini tidak terulang kembali di masyarakat.
The Role Of English In The Development Of Islam In Indonesia Aizan Yaacob; Pasaribu, Gumarpi Rahis
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.526

Abstract

English plays an important role in the development of Islam in Indonesia, especially in the era of globalization. This study aims to explore how English is used in Islamic education, digital da'wah, and academic literature to support the development of Islam. A descriptive qualitative approach was used by collecting data through interviews, observations, and documentation in Islamic educational institutions, digital da'wah communities, and academics. The results of the study indicate that English has become an integral part of Islamic education, especially in modern Islamic boarding schools and Islamic universities, in order to prepare a generation of Muslims who are able to compete globally. In digital da'wah, English is used to convey Islamic values to international audiences in an inclusive and modern way. Meanwhile, Islamic literature in English produced by Indonesian academics contributes to the global discourse on moderate Islam. However, challenges remain, including gaps in English language competency, limited access to literature, and concerns about shifting local identities. This study suggests strategies, such as English language training for educators and da'wah, integrated curriculum development, and increasing the distribution of Islamic literature in English. With these strategic steps, English can be optimally utilized to strengthen the role of Indonesian Islam in the global arena without sacrificing local identity.
Strategi Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Moderasi Beragama di Indonesia Rudi Ahmad Suryadi
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan pendidikan Islam berbasis moderasi beragama di Indonesia sebagai respons terhadap kebutuhan akan pendidikan yang mampu membentuk generasi religius, toleran, dan inklusif dalam kehidupan berbangsa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi di beberapa lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pendidikan moderat telah diimplementasikan melalui penguatan kurikulum, pelatihan guru, pembentukan budaya sekolah yang inklusif, serta pelibatan masyarakat. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan pemahaman tenaga pendidik, resistensi sosial, dan ketimpangan akses pelatihan. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Islam yang berbasis moderasi harus dilakukan secara sistematis, menyeluruh, dan melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan. Nilai-nilai wasathiyah sebagai inti dari moderasi beragama perlu diintegrasikan tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga dalam praktik pendidikan yang membentuk karakter dan sikap siswa.
Integrasi Pendidikan Agama Islam dan Kearifan Lokal: Upaya Membentuk Karakter Bangsa yang Berakhlak Mulia Maulidya Lailatul Fa’idah
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dan kearifan lokal sebagai strategi dalam membentuk karakter bangsa yang berakhlak mulia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap praktik pendidikan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman yang diajarkan dalam PAI memiliki keselarasan dengan nilai-nilai luhur dalam kearifan lokal, seperti gotong royong, musyawarah, sopan santun, dan penghormatan terhadap orang tua. Integrasi ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan keagamaan peserta didik. Dampaknya, peserta didik menunjukkan perkembangan karakter yang positif, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan pemahaman guru, minimnya dukungan kurikulum kontekstual, serta pengaruh budaya luar. Oleh karena itu, integrasi ini perlu diperkuat melalui kebijakan pendidikan yang mendukung pelestarian budaya lokal serta pelatihan guru dalam menerapkan pendekatan berbasis kearifan lokal. Integrasi PAI dan kearifan lokal terbukti menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter, religius, dan cinta budaya bangsa.
Studi Pemikiran Islam tentang Pendidikan: Telaah Kritis terhadap Pemikiran Ibnu Khaldun dan Relevansinya Masa Kini Dewi Fitriyani
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.559

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun melalui pendekatan studi kepustakaan terhadap karya utamanya, Muqaddimah, serta menelaah relevansinya terhadap sistem pendidikan Islam kontemporer. Ibnu Khaldun dikenal sebagai pemikir multidisipliner yang tidak hanya menulis tentang sejarah dan sosiologi, tetapi juga menyisipkan gagasan penting tentang pendidikan dalam kerangka pembangunan peradaban. Dalam pandangannya, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu, melainkan juga untuk membentuk karakter dan moral peserta didik. Ia menekankan pentingnya metode pembelajaran yang bertahap, pengalaman empiris, keteladanan guru, serta hubungan erat antara pendidikan dan kondisi sosial-politik masyarakat. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan-gagasan Ibnu Khaldun tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam masa kini, khususnya dalam membangun sistem yang integratif antara ilmu dan akhlak. Dengan demikian, pemikirannya layak menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan manusia paripurna dan peradaban yang beradab
Inovasi Kurikulum di Madrasah: Menjawab Tantangan Pendidikan Islam Abad 21 Andi Mustafha Husain
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i1.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji inovasi kurikulum di madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan Islam abad ke-21. Inovasi kurikulum di madrasah menjadi sangat relevan dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di beberapa madrasah yang telah menerapkan kurikulum inovatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum inovatif di madrasah meliputi perubahan dalam struktur kurikulum, metodologi pengajaran, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, inovasi kurikulum telah membawa dampak positif, yaitu peningkatan keterampilan abad ke-21 pada siswa, penguatan nilai-nilai agama, serta peningkatan akses terhadap pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum di madrasah penting untuk menjawab tantangan pendidikan Islam di abad ke-21, dan perlu dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak untuk mengatasi tantangan yang ada.
Education Budget Politics and Access Inequality in Underdeveloped Regions Rizkiyah Purnama; Zainal Efendi Hasibuan
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v3i2.615

Abstract

It is not only related to academic achievement but also reflects the institution's ability to interact with and contribute to the community. This article aims to examine strategies for improving the quality of educational institutions and how they can expand their participation in social development. Through a qualitative-descriptive approach, it was found that the synergy between internal management, professional educators, relevant curricula, and community involvement is the key to the success of educational institutions that are both high-quality and socially impactful. Educational institutions must be able to serve as centers of learning as well as agents of social change in their environments.

Page 2 of 3 | Total Record : 30