cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering" : 7 Documents clear
Kesetimbangan Adsorpsi Isotermal Logam Pb Dan Cr Pada Limbah Batik Menggunakan Adsorben Tongkol Jagung (Zea Mays) Pita Rengga, Wara Dyah; Harianingsih; Erwanto, Ardik; Cahyono, Budi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.838

Abstract

Batik sebagai salah satu potensi yang ada di Indonesia terkadang menggunakan pewarna sintetis yang mengandung bahan kimia. Limbah yang dihasilkan bisa jadi masih mengandung logam berat yang mempunyai toksisitas yang tinggi. Logam berat pada limbah batik yang mempunyai toksisitas tinggi tersebut antara lain logam timbal (Pb) yang biasanya berasal dari pewarna putih dan Kromium (Cr) dari pewarna merah. Solusi yang ditawarkan untuk mengurangi kadar Pb dan Cr pada limbah batik adalah melakukan proses adsorpsi menggunakan tongkol jagung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model kesetimbangan yang digunakan untuk melihat keefektifan tongkol jagung sebagai adsorben logam Pb dan Cr adalah Langmuir dan Freundlich dengan variasi konsentrasi Pb yaitu 10, 25, 50, 75, 100, 150 dan 200 mg/L dan Cr pada konsentrasi 500, 600, 700, 800, 900 dan 1000 mg/L. Model kesetimbangan isotherm adsorpsi logam Pb dan Cr menggunakan tongkol jagung dengan waktu kontak 60 menit, kecepatan pengadukan 100 rpm dan 150 rpm. Hasil analisis kesetimbangan adsorpsi isotherm Langmuir untuk logam Pb dan Cr menghasilkan kapasitas adsorpsi 4,25mg/g dan 4,46 mg/g. Analisis kesetimbangan adsorpsi isotermal Freundlich untuk logam Pb dan Cr menghasilkan tetapan kesetimbangan 3,31 dan 3,41. Kesimpulannya adalah model kesetimbangan adsorpsi Langmuir lebih sesuai digunakan untuk menentukan keefektifan proses adsorpsi logam Pb dan Cr menggunakan tongkol jagung pada limbah batik dibandingkan dengan model Freundlich.
Application Of Activated Candlenut Shell Using Potassium Hydroxide For Iron Reduction (Fe TO FeSO4) Rengga, Wara Dyah Pita; Kusumaningrum, Maharani; Shidqi, Ashar
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempersiapkan karbon dari tempurung kemiri dengan proses karbonasi dan aktivasi KOH 1M yang digunakan untuk menjerap Fe2+ pada larutan. Proses aktivasi menghasilkan perubahan struktur dan gugus fungsi pada karbon aktif. Penelitian ini mempelajari pengaruh suhu karbonasi 800 0C dengan konsentrasi aktivator yaitu KOH 1M dengan waktu aktivasi 24 jam. Konsentrasi awal larutan mempengaruhi kapasitas adsorpsi karbon aktif, semakin besar konsentrasi awal larutan yaitu pada 5 mg/L maka kapasitas adsorpsi semakin besar. Adsorpsi optimum terjadi pada pH 7 dengan memberikan peningkatan penyerapan Fe2+ sebesar ± 7 mg/g dan waktu kontak 120 menit. Tinjauan kesetimbangan yang digunakan menggunakan model isoterm Langmuir dan Freundlich, dimana kesetimbangan yang paling cocok adalah model Isoterm Freundlich dengan nilai R2 = 0,9848 ; KF = 4,427; n = 3,475. Dapat disimpulkan bahwa karbon aktif tempurung kemiri mampu menyerap logam Fe2+ dalam larutan FeSO4.
Kesetimbangan Cair-Cair Sistem Polipropilena Dan Maleated Natural Rubber Martani, Russita; Bahruddin, Bahruddin; Amri, Amun
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.844

Abstract

Pada campuran polipropilena (PP)-maleated natural rubber (MNR), MNR berfungsi sebagai compatibilizer yang melakukan modifikasi terhadap permukaan matrik PP untuk memudahkan masuknya filler sehingga dihasilkan campuran yang lebih kompatibel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan campur maleated natural rubber (MNR) dalam polipropilena (PP) pada berbagai variasi suhu. Penelitian diawali dengan prediksi kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR dengan menggunakan metode UNIFAC dilanjutkan dengan validasi model kesetimbangan. Validasi model kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR diawali dengan mencampurkan karet alam dan maleic anhydride (MAH) dalam internal mixer untuk penyiapan MNR. MNR yang telah disiapkan lalu dicampurkan dengan PP dalam internal mixer dengan kadar MNR dan temperatur proses divariasi berdasarkan prediksi kesetimbangan cair-cair UNIFAC. Kemudian campuran PP-MNR dianalisa dengan uji difference scanning calorimetry (DSC). Hasil uji DSC digunakan untuk melakukan validasi hasil perhitungan kesetimbangan cair-cair UNIFAC. Hasil perhitungan UNIFAC merupakan kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR berupa kadar MNR dan temperatur proses pencampuran. Pada campuran ini MNR berfungsi sebagai compatibilizer. Kadar MNR pada campuran adalah 4,4%–11,16% dan temperatur proses adalah 170oC–210oC. Semakin besar kadar MNR dalam campuran, semakin rendah suhu proses pencampuran. Hasil validasi uji DSC sesuai dengan prediksi kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR menggunakan metode UNIFAC
Produksi Bahan Bakar Slurry Tempurung Kelapa Sawit Sebagai Alternatif Minyak Diesel Umar, Almukmin; Yani, Setyawati; Abdul Majid, Rafdi; Arman, Muh
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.845

Abstract

Keterbatasan serta meningginya harga bahan bakar minyak menjadi aspek utama permasalahan energi didunia sehingga mendorong pengembangan bahan bakar minyak terbarukan. Slurry fuel merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari biomassa. Penelitian ini bertujuan Untuk menghitung nilai kalor dari arang tempurung kelapa sawit dan stabilitasnya (settling index) melalui proses pencampuran dan beberapa variable. Hasil kualitas analisis proximasi (sifat thermal) slurry fuel memiliki nilai kalor 19,6 Mg/Kj , kadar air 5,9 %, kadar zat terbang 4,4%, kadar abu 17,8% dan kadar karbon 77,8%. sedangkan stabilitas (settling index) biomassa dan aquades pada rasio 39:60 samadengan 1,00 nilai kalor 1196 Mg/Kj . selain itu juga stabilitas secara visual terhadap biomassa dan aquades yang memiliki pengendapannya paling lama yaitu pada rasio 49:50 selama 4 jam dengan memiliki nilai kalor 1000 Mg/Kj.
Peningkatan Kadar Tantalum & Niobium Oksida dari Terak Timah Bangka Menggunakan Pelarut NaOH dilanjutkan dengan HNO3 dan H3PO4 Abdul Majid, Rafdi; Pemanana, S.; Soedarsono, J W; Rachel, Debby; Kartika, Wahyu; Darnengsih; Munira; Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.846

Abstract

Terak Timah merupakan produk samping dari proses peleburan timah yang mengandung unsur logam tantalum dan niobium. Beberapa sumber unsur tantalum dan niobium yaitu columbite, tantalite, tantalo-columbite, dll. Tantalum & niobium memiliki banyak aplikasi seperti industri pesawat terbang, elektronik dan super alloy. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar unsur logam tantalum dan niobium dari terak timah melalui proses pelindian asam maupun basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemanggangan yang dilakukan tidak mengalami dekomposisi thermal, selanjutnya proses pelindian basa dengan NaOH mengakibatkan penurunan yang sangat kecil terhadap niobium yaitu dari 0,75 menjadi 0,73%, sedangkan proses pelindian dengan HNO3 dan H3PO4 memberikan peningkatan terhadap tantalum dan niobium yaitu dengan HNO3 2M menghasilkan Ta dan Nb berturut-turut 0,17 menjadi 0,85 dan 0,73 menjadi 1,49. Hal ini juga terlihat pada pelindian menggunakan campuran HNO3: H3PO4 menghasilkan peningkatan Ta dan Nb berturut-turut menjadi 0,88-0,9% dan 1,46-1,54% di setiap peningkatan variasi konsentrasi H3PO4.
Pembuatan Pupuk Organik Padat Dengan Cara Aerob Nurjannah; Afdatullah, Lukmanul; Abdullah, Dwi Nurhudaeni; Jaya, Fitra; Ifa, La
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.849

Abstract

Sabut kelapa merupakan salah satu limbah organik yang dapat diolah menjadi pupuk organic karena mengandung sumber hara makro yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi terbaik dari campuran limbah organik (sabut kelapa, kulit kopi dan kotoran ayam) terhadap pupuk padat yang sesuai SNI. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama dilakukan preparasi limbah organic (sabut kelapa, kulit kopi dan kotoran ayam) yaitu dengan memperkecil ukurannya. Tahap kedua dilakukan pengujian unsur C, N, P dan K dari campuran limbah organik dengan variasi bakteri EM-4 (100, 200 dan 300 mL). Tahap ketiga dilakukan pengujian dengan variasi campuran limbah organik dengan penambahan bakteri EM-4 terbaik. Tahap keempat dilakukan pengukuran pH dan temperatur tiap hari selama sebulan pada tahap kedua dan ketiga. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan bakteri EM-4 terbaik yaitu 100 mL. Kandungan unsur karbon masing-masing sampel A, B, C, D dan E yaitu 17,559%, 13,611%, 13,182%, 12,970% dan 15,821%. Kandungan unsur nitrogen masing-masing yaitu 5,112%, 2,601%, 2,198%, 3,459% dan 4,409%. Kandungan unsur posfor masing-masing yaitu 4,279%, 2,227%, 2,648%, 3,068% dan 3,205%. Kandungan unsur kalium masing-masing yaitu 6,798%, 3,231%, 3,410%, 3,490% dan 5,257%. Dapat disimpulkan kandungan C, N, P dan K yang telah memenuhi SNI pupuk padat yaitu terdapat pada sampel A dengan campuran limbah organik sabut kelapa, kulit kopi, kotoran ayam dan bakteri EM-4.
Produksi Akrolein Dengan Proses Degradasi Menggunakan Gelombang Suara Lantara, Dirgahayu; Kalla, Ruslan; snawi, Izran A
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.850

Abstract

Degradasi gliserol menjadi produk akrolein, menjadi salah satu topik penelitian yang menarik untuk dibahas mengingat kebutuhan dan permintaan akrolein yang cukup tinggi di Indonesia. Gliserol adalah bahan kimia penting yang murah dan mudah didapatkan di Indonesia, sementara akrolein merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat dihasilkan dari proses pengolahan gliserol. Indonesia saat ini masih tergantung dari Impor akrolein, pada tahun 2008 akrolein yang masuk ke Indonesia sekitar 6.500 ton (BPS). Kebutuhan akrolein pada tahun 2020 disinyalir akan mencapai 10.800 ton. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa akrolein masih dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Berbagai macam proses yang selama ini digunakan untuk mendegradasi gliserol menjadi menjadi senyawa kimia yang lain masih dikategorikan sebagai proses yang membutuhkan waktu yang lama serta suhu dan tekanan yang tinggi, sehingga diperlukan metode alternatif guna mengantisipasi kekurangan dari berbagai macam proses tersebut (hidrogenolisis, hidrotermal dan lain-lain). Metode yang dimaksud adalah penggunaan gelombang suara atau yang lebih dikenal dengan nama metode sonifikasi. Proses sonifikasi dilakukan dengan viriabel suhu 30 – 60 oC, dengan waktu sonikasi 20 – 40 menit, dimana katalis yang digunakan adalah asam sulfat konsentrasi rendah (1%) dengan rasio massa gliserol : air adalah 1 bagian gliserol berbanding 8 bagian air. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah konversi tertinggi sebesar 48,98 % yang dihasilkan pada waktu reaksi 40 menit dengan suhu reaksi 60 oC. Pada kondisi tersebut juga dihasilkan yield akrolein tertinggi sebesar 11,45 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 7