cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering" : 9 Documents clear
Pemisahan Metil Ester Minyak Goreng Bekas Menjadi Biokerosin Suryanto, A.; S. Katili, Chintiya; Erni, Erni; Alif, Rahmatullah; Resky, Muhammad
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.417

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi yang dinamis menjadi perhatian dan ancaman akan menipisnya ketersediaan minyak mentah dan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan masyarakat demi kesinambungan ekosistem mahluk hidup dalam menjaga perlunya energi yang sehat. Proses penggantian bahan bakar minyak fosil dengan minyak nabati perlu dikembangkan untuk menghasilkan biokerosin. Biokerosin adalah suatu bahan bakar minyak nabati yang diproduksi dengan bahan baku biomassa yang diyakini lebih unggul dari minyak bakar fosil atau minyak tanah. Minyak goreng bekas adalah minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali oleh konsumen. Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi biokerosin atau minyak tanah.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pada proses distilasi vakum, untuk menghasilkan biokerosin. Sifat fisik pada biokerosin hasil destilasi metil ester dengan GC (Gas Choromatography). Hasil analisa umum menunjukkan bahwa volume destilat yang diperoleh pada suhu 250℃ adalah 26 ml. Dari hasil analisa uji sampel dan olah data menunjukkan bahwa biokerosin dapat diproduksi dengan metode destilasi vakum dengan kontrol suhu 250 ℃ menggunakan metil ester dari minyak goreng bekas.
Efektivitas Konsentrasi Spraysorbent Kitosan Berbahan Limbah Cangkang Bekicot (Achatina Fulica) pada Masker sebagai Pereduksi Asap Rokok Nusbah, Syam Suryanto; Marina, Marina; Puspitasari, Mutiara Dwi; Munira, Munira
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.521

Abstract

Perokok aktif menghirup asap rokok melalui saluran yang biasa disebut asap arus utama, terdapat penyaring pada rokok filter yang mampu mengurangi sampai 70% kadar bahan berbahaya, sehingga hanya sekitar 30% saja bahan berbahaya yang diserap oleh perokok aktif tersebut. Perokok pasif, akan menyerap seluruh asap rokok melalui saluran asap arus samping tanpa adanya penyaringan, sehingga resiko gangguan sistem pernapasan perokok pasif 4-6 lebih besar dari perokok aktif. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui efektivitas kitosan cangkang bekicot (Achatina Fulica) sebagai spraysorbent dan mengetahui konsentrasi optimum spraysorbent yang dapat mereduksi zat pada asap rokok. Riset diawali dengan preparasi cangkang bekicot, isolasi kitin dari serbuk cangkang bekicot melalui: deproteinasi, demineralisasi dan depigmentasi. Kitosan cangkang bekicot dihasilkan melalui deasetilasi. Kitosan yang diperoleh diuji kadar air, kadar abu, dan dikarakterisasi dengan FTIR secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui derajat deasetilasi. Dilanjutkan pembuatan spraysorbent, pengambilan sampel asap rokok, serta karakterisasi GC-MS dan SEM. Hasil yang diperoleh yaitu mutu kitosan cangkang bekicot yang dihasilkan telah sesuai mutu standar SNI No. 7949:2022 dengan derajat deasetilasi 87,98%. Konsentrasi spraysorbent optimal yaitu 100.000 ppm dengan persen penyisihan nikotin sebesar 92,14% dan morfologi permukaan masker yang dilapisi spraysorbent serta dilewatkan asap rokok terlihat partikel senyawa asap rokok menempel dan tereduksi
Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Organik Terhadap Nilai Recovery Nikel Pada Proses Leaching Nikel Laterit Arifin, Mubdiana; Bakhri, Syamsul; Juradi, Muhammad Idris; Bakri, Suriyanto; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Angga Mulia, Muhammad Ilham
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.624

Abstract

Nikel merupakan salah satu hasil pertambangan yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Nikel digunakan sebagai bahan paduan logam dan pelapis logam. Proses pengolahan nikel dari bijih nikel laterit jenis limonit dengan metode Atmospheric Pressure Acid Leaching (APAL) dinilai lebih murah dibandingkan metode hidrometalurgi lainnya, karena konsumsi energi dan biaya operasionalnya cukup rendah, sehingga dapat dijadikan salah satu metode pengolahan nikel alternatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi pelarut asam organik terhadap persen perolehan nikel. Media pelarut yang digunakan adalah larutan asam asetat (CH3COOH). Sebelum proses pelindian, dilakukan uji karakterisasi awal menggunakan analisis XRD, XRF dan AAS untuk mengetahui komposisi mineralogi dan kimia sampel bijih nikel yang akan digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan konsentrasi asam asetat yaitu 2,5, 5, 7,5, dan 10 M, ukuran partikel -200 mesh, suhu operasi 90°C, kecepatan pengadukan 200 rpm, dan waktu pelindian selama 120 menit. Analisa kandungan nikel setelah proses pelindian menggunakan analisis AAS, kemudian dihitung persen pereolehan nikelnya. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi asam asetat berpengaruh terhadap perolehan nikel. Peningkatan konsentrasi asam asetat juga meningkatkan persentase perolehan nikel. Hasil terbaik pada proses pelindian yaitu pada konsentrasi asam asetat 10 M dengan perolehan nikel sebesar 96,159%.
Simulasi Dan Optimalisasi Ammonia Converter Terhadap Peningkatan Persen Mol Amonia Produk Pada Ammonia Plant Susmanto, Prahady; Saharany, Mareta Dwi; Yona, Riski
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.644

Abstract

Ammonia converter merupakan reaktor berkatalis yang berfungsi untuk mereaksikan gas nitrogen dan gas hidrogen menjadi amonia. Kinerja yang dihasilkan dari ammonia converter sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan efisiensi pabrik ammonia. Hal tersebut dapat diketahui dari peningkatan produksi ammonia yang diperoleh dari ammonia converter. Untuk mendapatkan konversi amonia yang tinggi, maka perlu dilakukan proses optimalisasi ammonia converter dengan penambahan cooler dan heat exchanger. Simulasi dan optimalisasi dilakukan dengan menggunakan simulator Aspen HYSYS versi 10. Data yang digunakan untuk simulasi adalah data operasi ammonia converter berupa data desain dan data aktual. Hasil simulasi menunjukkan bahwa persen mol NH3 yang didapat sebelum optimalisasi dari data desain yaitu sebesar 17,02%, sedangkan persen mol NH3 rata-rata yang didapat pada data aktual yaitu 15,973%. Setelah optimalisasi, persen mol NH3 yang didapat dari data desain yaitu sebesar 19,02%, persen NH3 rata-rata yang didapat pada data aktual yaitu 17,738%. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh penambahan cooler pada ammonia converter yaitu meningkatkan persen ammonia outlet dengan menurunkan dan menjaga temperatur outlet bed converter. Pengaruh heat exchanger bertujuan menaikkan temperatur gas sebelum bereaksi di bed-2B dengan memanfaatkan panas gas outlet bed-2B. Akibatnya, temperatur gas outlet ammonia converter akan memiliki temperatur yang tidak terlalu tinggi menuju ke proses selanjunya yaitu proses pendinginan.
Performance of HNO3-Activated Water Hyacinth-Eichhornia crassipes Bioadsorbent in Adsorbing Lead Metal Ions (Pb2+) in Battery Industry Wastewater Discharge Aldiansyah, Wildan; Sari, Dessy Agustina; Wahyuningtyas, Aulia
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.668

Abstract

Elemental lead is one of the pollutants generated from batteries. To overcome this problem, technologies such as the use of bioadsorbents have been developed to reduce heavy metal content in wastewater. This study aims to determine the adsorption of lead metal ions (Pb2+) through the use of a water hyacinth (Eichhornia crassipe) bioadsorbent activated with nitric acid (HNO3). Another objective is to obtain the optimum adsorption time on battery industry waste discharges. Post-treatment characterization using FT-IR. Contact time variations (20, 30, 40, 50, 60, 70, 140, 210, and 280 minutes) were used to carry out the lead metal adsorption process on a standard solution of metal ions (Pb2+), 20 ppm. The results showed that the optimum contact time was 210 minutes. This achievement was used as the contact time for reducing the levels of Pb2+ metal ions. The quantity of the remaining Pb2+ metal ion content was 0.4184 ppm. Indirectly, the bioadsorbent performance was 94.8655%. Characterization through FT-IR equipment before activation of water hyacinth bioadsorbent gave results of O-H, C-H, C=O, and C-HO functional groups. These findings indicated the presence of lignin, hemicellulose, and cellulose compounds in the sample before activation. Then, the involvement of 1 N HNO3 solution (as an activator) resulted in a decrease in the quantity of C=O and C-OH functional groups. The process of applying the solution was able to break a number of chains between lignin and hemicellulose. After the adsorption process was given, the waste left the vibrations of O-H, C-H, and ≡C-H groups at wave numbers shifted in a smaller direction. This can occur due to changes in functional groups that have bound metal ions first.
Efek Gelombang Mikro pada Pembuatan Biodiesel dengan Bahan Baku Jatropa Curcas Oil Suryanto, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.780

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk secara langsung berdampak terhadap kebutuhan masyarakat dan salah satunya adalah komsumsi bahar bakar minyak. Cadangan bahan bakar minyak dari fosil semakin menurun sehingga perlunya pengembangan energi baru terbarukan. Salah satu bahan bakar energi terbarukan adalah biodiesel yang dapat dibuat dari bahan tumbuhan maupun hewani melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya dan waktu reaksi pada pembuatan biodiesel dengan pemanasan gelombang mikro menggunakan bahan baku jatropa curcas oil. Evalusi proses dilakukan dengan daya 100, 264, 400 dan 600 watt, waktu reaksi 2,5; 5; 7,5; 10 dan 12,5 menit menggunakan katalis NaOH 0,5 % pada ratio 1:9 mol pada tekanan atmosferik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan gelombang sangat efektif dalam meningkatkan laju reaksi dengan dengan konsentrasi katalis yang rendah. Perolehan yield biodiesel 96,65 % pada daya 400 dan waktu 7,5 menit. Karakteristik produk biodiesel yang dihasilkan sesuai dengan standar nasional Indonesia.
Adsorpsi Besi (Fe) menggunakan Biosorben dari Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata Balbisiana Colla) dan Kulit Pisang Ambon (Musa Paradisiaca) Amelia, Shinta; Dewi, Fransiska; Anjarwati , Dita Rahmika
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur berapa persen jumlah kadar Fe yang terserap oleh adsorben dari kulit pisang kapok dan ambon dengan variasi waktu kontak dan aktivator serta mengetahui penggunaan aktivator yang optimum dalam menurunkan kadar besi (Fe3+). Pada penelitian kali ini menggunakan metode Adsorpsi dengan cara limbah dari kulit pisang dikeringkan terlebih dahulu selama 1 jam pada suhu 150 0C selanjutnya, dilakukan karbonisasi pada suhu 350  selama 4 jam serta diaktivasi dengan proses perendaman selama 24 jam. Pada penelitian kali ini variasi yang terlibat meliputi variasi bahan adsorben berupa limbah kulit pisang kepok dan limbah kulit pisang ambon, variasi aktivator berupa HCl dan NaOH, dan variasi waktu kontak selama 0,5, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120 dan 180 menit. Berdasarkan hasil pengujian waktu kontak (operasi) optimum untuk proses adsorpsi oleh adsorben kulit pisang ambon dan aktivator HCl adalah waktu kontak 180 menit, bahan adsorben dan aktivator yang memberikan kemampuan penyerapan Fe terbaik adalah kulit pisang ambon dan HCl.
Circular Economy-based Food Technology: Enhancing Red Dragon Fruit Jam Quality according to SNI 3746-2008 Fia Lestari, Mega; Ismail, Nur Afia; Khaerunnisa, Munira; Nur Amri, Azhari; Nur Fuady, Muhammad Ikram; Utami, Hermin Hardyanti; Yusriadi, Yusriadi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.882

Abstract

Circular economy-based food technology innovation plays important role in overcoming environmental and sustainability challenges. This study aims to improve the quality of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) jam by adding its peel, in line with SNI 3746-2008. The study will also explore the application of circular economy principles in the jam production process. This research uses both quantitative and qualitative methods, including Total Plate Count tests, organoleptic tests (condition and hedonic), fibre tests, moisture content tests, and literature reviews. The research results show that the addition of red dragon fruit peel improves the quality of the jam, with a Total Plate Count that meets standards, making it safe for consumption at 3.6x10² Colony/g. Three parameters typically state the organoleptic acceptance level for condition tests as normal: colour (97%), odor (65%), and taste (74%). The hedonic test showed that the panelists liked the colour of the jam (7) and somewhat liked the odor and taste of the jam (6). The addition of red dragon fruit peel confirmed the positive fibre content. However, the panelists slightly disliked the jam's texture (4) due to its high moisture content (48.6%), indicating the need for improvement. From a circular economy perspective, this contributes to reducing biomass waste, utilising resources efficiently, increasing the added value of products, and providing a positive social and economic impact. This research's limitations include variations in raw material formulation that affect the final results, as well as the need for further studies to optimise moisture content and improve organoleptic test results.
Evaluasi Kualitas Air pada Sistem Pendinginan PT. XYZ Surabaya: Studi Kasus Cooling Water Nisa, Nur Ihda Farikhatin; Fanani, Nurull; Maritha, Vevi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v8i2.975

Abstract

Sistem pendinginan merupakan komponen penting dalam berbagai proses industri yang mempunyai peranan untuk menjaga suhu peralatan dan kinerja proses agar tetap optimal. Kualitas air yang digunakan dalam sistem ini harus mampu memastikan efisiensi operasional dan meminimalkan risiko kerusakan pada peralatan. Analisis kualitas air pada cooling water menjadi sangat penting untuk memantau dan mengendalikan beberapa parameter kunci dalam kualitas air agar tetap dalam batas yang aman dan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kualitas cooling water pada PT. XYZ Surabaya berdasarkan beberapa parameter diantaranya pH, TDS, turbidity, M-alkalinitas, Ca-hardness, total-hardness, LSI (Langelier Saturation Index), dan RSI (Ryznar Stability Index). Metode penelitian yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pengambilan sampel, tahap persiapan, dan tahap analisis. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel cooling water pada pabrik tersebut. Sedangkan tahap persiapan dilakukan dengan melakukan kalibrasi terhadap alat-alat instrumentasi yang digunakan. Selanjutnya dilakukan tahap analisa terhadap beberapa parameter kualitas air tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa cooling water PT. XYZ Surabaya memiliki nilai pH, TDS, turbidity, M-alkalinitas, Ca-hardness, total-hardness, LSI, dan RSI berturut-turut sebesar 6,54; 544 ppm; 1,34 NTU; 236,88 ppm; 62 ppm; 16 ppm; -0,77; dan 8,1. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa air memiliki tingkat korosifitas yang tinggi namun tidak terbentuk kerak.

Page 1 of 1 | Total Record : 9