cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
pietasjurnal@gmail.com
Phone
+6281266209657
Journal Mail Official
pietasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kavling Pancur Pelabuhan Blok A No.189 Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. 29400
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya
ISSN : -     EISSN : 30314836     DOI : https://doi.org/10.62282/pj.v1i2
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya (e-ISSN: 3031-4836) adalah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk promosi dan diseminasi penelitian ilmiah tentang studi agama dan sosial budaya. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas dan bekerja sama dengan ASAI: Asosiasi Studi Agama Indonesia. PIETAS menerbitkan artikel secara online dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun, yakni terbit di bulan Mei dan November. Proses review dalam jurnal ini menggunakan double-blind review, yang berarti identitas reviewer dan penulis disembunyikan dari reviewer, begitu pula sebaliknya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Pengelolaan Makanan Halal dalam Perspektif Al-Baqarah Ayat 168: Relevansi Teoritis bagi Komunitas Pantai Kupang Awan Sutrisno; Muhammad Kadri
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.97-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pengelolaan makanan halal berdasarkan Al-Baqarah ayat 168 dan menganalisis relevansinya bagi komunitas kawasan pantai Kupang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur, mengandalkan sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur tentang prinsip makanan halal dan karakteristik sosial masyarakat pesisir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Baqarah ayat 168 menekankan pentingnya konsumsi makanan yang halal dan thayyib sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah dan penjagaan terhadap kesehatan jiwa dan raga. Dalam konteks komunitas pantai Kupang, pengelolaan makanan halal menjadi relevan mengingat keberagaman budaya, potensi wisata kuliner laut, serta tantangan pengawasan terhadap kehalalan produk makanan. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kesadaran halal melalui pendidikan masyarakat, pelabelan produk, dan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan konsep halal food management di kawasan pesisir Indonesia.
Dari Inspirasi Hingga Transformasi: Peran Vital Roh Kudus dalam Pendidikan Gerejawi Nugroho Agustinus Manalu; Gabriel Lamro Hutasoit; Otieli Harefa
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.137-149

Abstract

Pendidikan gerejawi memiliki peran strategis dalam membentuk iman dan karakter umat percaya di tengah dinamika zaman yang terus berubah. Di dalam proses ini, Roh Kudus berperan secara vital sebagai sumber inspirasi, kekuatan, dan pengarah utama dalam pengajaran yang dilaksanakan gereja. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Roh Kudus dalam pendidikan gerejawi, khususnya dalam menginspirasi pengajaran, mentransformasi kehidupan jemaat, memperkuat fungsi-fungsi utama gereja, serta menjawab tantangan pendidikan iman di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan, melalui analisis terhadap literatur teologi, Alkitab, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan gerejawi yang dipimpin oleh Roh Kudus menghasilkan pengajaran yang hidup dan berdampak, mendorong pertumbuhan karakter Kristiani, memperkuat tugas koinonia, diakonia, marturia, dan leitourgia, serta tetap relevan menghadapi tantangan modernitas. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keterbukaan dan ketergantungan gereja kepada pimpinan Roh Kudus adalah kunci utama untuk menjadikan pendidikan gerejawi sebagai sarana transformatif dalam membentuk jemaat yang dewasa, setia, dan berdampak bagi dunia.
Model Pendidikan Agama Kristen Kontekstual Berbasis Teologi Naratif Yanti Secilia Giri
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.123-136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Pendidikan Agama Kristen (PAK) kontekstual berbasis teologi naratif, yang dapat meningkatkan pemahaman dan penghayatan iman peserta didik melalui pendekatan yang relevan dengan konteks sosial dan budaya mereka. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji teori-teori teologi naratif dan pendidikan kontekstual, serta menganalisis implementasi kedua konsep ini dalam PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual yang mengintegrasikan kisah Alkitab dengan pengalaman hidup peserta didik dapat memperdalam pemahaman iman dan membentuk karakter spiritual yang lebih kuat. Selain itu, penerapan model ini memberikan peluang untuk meningkatkan relevansi ajaran Kristen dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, serta memfasilitasi mereka dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam penerapan model tersebut, seperti kesiapan pendidik dan bahan ajar yang sesuai. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas model ini di berbagai konteks pendidikan dan mengembangkan strategi implementasi yang lebih efektif.
Kekuatan Roh Kudus: Membangun Iman di Tengah Keterbatasan dan Ketidakpastian Zaman Modern Sitinjak, Johan Natanael; Harefa, Otieli
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v2i2.150-161

Abstract

Perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang cepat di era modern telah menciptakan berbagai keterbatasan dan ketidakpastian yang memengaruhi kehidupan rohani umat Kristen. Banyak orang percaya mengalami kekeringan spiritual, keraguan iman, dan kesulitan dalam mempertahankan komitmen kepada Tuhan. Dalam situasi ini, peran Roh Kudus menjadi sangat penting sebagai sumber kekuatan, penghiburan, dan pembaruan iman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kekuatan Roh Kudus membangun dan memperteguh iman umat Kristen dalam menghadapi tantangan zaman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review), melalui analisis isi terhadap Alkitab, literatur teologi sistematik, artikel ilmiah, dan sumber-sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Roh Kudus memperbarui batin, menumbuhkan buah-buah roh, memberikan kuasa untuk bersaksi, dan membimbing umat dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Allah. Roh Kudus juga memperlengkapi gereja dan generasi muda untuk bertahan, bertumbuh, dan berdampak di tengah derasnya arus perubahan zaman modern. Dengan demikian, pemahaman yang benar dan pengalaman yang nyata akan karya Roh Kudus sangat diperlukan untuk menjaga vitalitas iman dan membentuk spiritualitas Kristen yang kuat, kontekstual, dan relevan.
Murka yang Membinasakan atau Kasih yang Memulihkan: Membaca Ulang Mikha 2:1-13 dalam Krisis Moral Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Duha, Sang Putra Immanuel; Kudadiri, William Natanael; Boniface, Catherine
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember (Article in Progress)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.1-14

Abstract

Kitab Mikha 2:1-13 menyingkap ketegangan teologis antara murka Allah yang membinasakan dan kasih-Nya yang memulihkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh relevansi pesan Mikha dengan krisis moral kontemporer, khususnya praktik ketidakadilan, korupsi, dan penindasan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan secara mendalam pesan teologis Mikha 2:1-13 dengan pendekatan ekspositori, menegaskan keterkaitan antara penghukuman dan pemulihan, serta menunjukkan signifikansinya bagi gereja masa kini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, yang melibatkan analisis terhadap Kitab Mikha sebagai sumber primer serta literatur klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosa yang dirancang secara sadar dan struktural (ay. 1-11) mendatangkan hukuman Allah yang tegas, yang tidak hanya merusak aspek sosial tetapi juga memutuskan relasi umat dengan Allah. Namun, janji pengumpulan kembali umat (ay. 12-13) menegaskan kasih Allah yang memulihkan identitas rohani dan sosial umat perjanjian. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penghukuman dan pemulihan merupakan satu kesatuan dalam teologi kenabian, yang menuntut gereja masa kini untuk menggabungkan suara profetik melawan dosa dengan pewartaan kasih yang menghadirkan pemulihan.
Pertanyaan Pemantik: Sebuah Model Pengajaran Yesus dalam Matius 16:13-20 Evarisman Nehe; Talizaro Tafonao
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.1-14

Abstract

Pembahasan mengenai pertanyaan pemantik dan desain pembelajaran, telah dilakukan oleh beberapa penulis. Namun belum ada penulis yang secara konstruktif memaparkan pertanyaan pemantik dalam pengajaran Yesus yang bermanfaat bukan saja mengaktifkan nalar kritis tetapi juga mempermudah pendengar (para murid) mengerti tujuan pembelajaran (hal kerajaan sorga). Pertanyaan yang timbul adalah, bagaimanakah pertanyaan pemantik dalam model pengajaran Yesus? Kemudian apakah urgensitas pertanyaan pemantik Yesus terhadap desain pembelajaran? Tujuan tulisan ini melakukan eksposisi nats Matius 16:13-20 guna mengungkap pertanyaan pemantik yang terkandung di dalamnya, kemudian mengkajinya dalam kaitan desain pembelajaran guru di kelas, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis ragam literatur tentang pertanyaan pemantik dalam pengejaran Yesus dan kaitannya dalam desain pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertanyaan pemantik adalah jantung makna dan tujuan pembelajaran dalam ruang lingkup desain pembelajaran. Dengan demikian desain pembelajaran yang peduli pada makna dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai adalah desain yang memberi waktu menyusun dengan cermat pertanyaan pemantik.
Filosofi Boraspati dalam Menerapkan Kekristenan di Tengah Masyarakat Majemuk Tri Murni Situmeang; Agiana Her Visnhu Ditakristi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.15-28

Abstract

Filosofi merupakan pola berfikir manusia, prinsip hidup, ataupun cara berfikir manusia. Pada dasarnya orang Batak terkenal dengan kekayaan filosofi hidup seperti itu. Bahkan dalam beradaptasi dalam pergaulan, orang Batak selalu dilatarbelakangi oleh filososfi. Salah satu simbol dalam filosofi Batak yang melatarbelakangi hubungan bermasyarakat dilambangkan dengan gambar sepasang cicak yang di sebut Boraspati. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan tentang budaya bermasyarakat Batak Toba melalui filososfi Boraspati dalam menerapkan kehidupan kekristenan di tengah masyarakat majemuk. Artinya kehidupan orang Batak dapat beradaptasi kepada siapapun dan budaya apapun. Peneliti menggunakan metode peneliti deskriptip kualitatif dengan kajian studi pustaka yang didasarkan pada buku-buku, artikel jurnal dan media yang lain terpercaya. Hasil dalam artikel ini adalah menekankan bahwa pemahan tentang filosofi Boraspati sebagai sistem kekerabatan di suku batak merupakan kunci dalam menerapakan kehidupan Kekristenan di dalam kehidupan bermasyarakat majemuk, baik dalam berorganisasi, bermasyarakat dan berbudaya sosial dengan yang lainnya.
Inkarnasi Yesus Kristus: Sebagai Langkah Interupsi Praktek Bully di Kalangan Siswa Abad 21 Nehe, Evarisman; Sibuea, Esron; Zai, Etaprida; Candra Gunawan Marisi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.29-50

Abstract

Masalah utama dialami oleh para pelaku pedagogi abad 21 ini adalah memudarnya nilai – nilai karakter peserta didik diantaranya terkait perundungan siber atau cyberbullying. Praktek Bully menimbulkan rasa malu, sakit secara fisik, terhina, terancam, dan bila terus berulang berdampak pada psikologis korban. Oleh karenannya masalah yang dirumuskan adalah Apakah itu inkarnasi dalam bingkai kristologi? dan Bagaimanakah persoalan Bully yang terjadi di kalangan siswa abad 21 ini? Dan tujuan penelitian hendak mengkaji makna inkarnasi Yesus Kristus dalam bingkai kristologi dan bagaimana integrasinya dalam menginterupsi praktek bully dalam sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir biblikal dengan mengeksegese Injil Yohanes 1:1,14 diharapkan diperoleh penjelasan teologis tentang dasar kristologi yang kuat dan mampu memberi solusi praktis menginterupsi praktek bully di kalangan siswa abad 21. Hasil kajian penelitian ini mengusung suatu konsep baru bagi penanganan praktek bully di sekolah yang mengajak guru berkolaborasi dan siswa untuk menghidupi makna Inkarnasi Yesus Kristus yang memandang kelemahan dan kekurangan bahkan kehinaan manusia dengan tindakan kasih yang nyata, memulihkan, bukan justru membuly. Konsep inilah yang saya bahasakan sebagai inkarnasi menginterupsi bully.
Menyingkap Kristologi dalam Bingkai Nusantara (Batak Parmalim) dan Integrasinya dalam Pendidikan Agama Kristen Viktor Deni Siregar; Yohana br Tarigan; Teti Tri Pujianti Gea; Candra Gunawan Marisi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.51-66

Abstract

Kristologi menjadi bagian fundamental bagi penganut ajaran kekristenan di seluruh dunia. Menjadikan kristologi sebagai pusat central pengajaran tentu memberikan polemik tersendiri dalam cakupan suku dan ras. Kristologi kontekstual juga harus hadir untuk menjadi jembatan yang akan menjangkau atau menerobos batasan-batasan sehingga adanya capaian tujuan dalam penyampaian injil dan penuaian jiwa-jiwa bagi Tuhan, baik itu berbentuk nilai dan juga pendidikan karakter. Kajian ini bertujuan untuk memberikan penyingkapan kristologi kontekstual yang ada dalam batak parmalim dan tentunya mengintegrasikannya dalam pendidikan agama kristen (PAK), pasti memiliki nilai keluhuran yang dapat diterapkan. Manfaat yang ditemukan bahwa kristologi kontekstual dapat menyentuh jauh kepada suku dan menarik nilai yang ada pada suku tersebut untuk diintegrasikan pada PAK baik itu pada Sekolah, Keluarga, Gereja, dan Masyarakat. Pentingnya dilakukan penelitian ini tentu untuk menyingkap kristologi yang terdapat dalam kontekstual yang dilakukan sehingga terlihat bahwa kristologi dapat di kontekstualisasikan dalam kebudayaan batak parmalim. Metodologi penelitian yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan kepustakaan. Dengan mengumpulkan data-data primer melalui buku, artikel jurnal, majalah, bahkan wawancara dan lain sebagainya yang kemudian dianalisis dan berikan argumen sehingga mendapatkan simpulan melalui hasil analisis yang dilakukan. Hasil yang ditemukan bahwa dalam batak parmalim telah dilakukan kontekstualisasi kristologi untuk memenangkan suku batak parmalim dan kontekstualisasinya dapat diintegrasikan dalam PAK.
Etika Kristen tentang Standar Mengasihi Berdasarkan 1 Yohanes 4:18-21 dan Penerapannya oleh Orang Percaya di Media Sosial Waruwu, Junieli
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.82-98

Abstract

Etika Kristen diambil dan ditarik dari pendalaman akan firman Tuhan untuk dipergunakan sebagai standar berperilaku dan bertindak baik dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya. Tidak dapat dihindari bahwa masyarakat kita memiliki dua dunia yaitu dunia nyata dan dunia maya. Masyarakat menyukai dunia maya karena mampu mengekspresikan diri secara bebas tanpa aturan yang mengikat. Kebebasan ini menimbulkan berbagai permasalah yang memicu hilangnya nilai kasih sebagai perintah utama Tuhan Yesus Kristus bagi pengikut-Nya. Orang percaya sering bertindak gegabah dengan mengujarkan kebencian, kritik tanpa solusi, dan kadang menghina karena jengkel dengan suatu pernyataan tertentu yang kadang juga dilanjutkan dalam dunia nyata. Hilangnya rasa mengasihi merupakan tantangan bagi orang percaya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan fokus pada kajian literatur untuk menemukan standar mengasihi sebagaimana ditegaskan kembali dalam 1 Yohanes 4:18-21. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan hasil bahwa setiap orang percaya memiliki standar mengasihi sesama sekalipun tidak kelihatan dengan hati yang tulus, mengasihi dengan segenap akal budi, mengasihi seperti mengasihi diri sendiri, serta tidak takut dengan perkembangan teknologi, tetapi justru melihat bagaimana perspektif Allah mengasihi sesama sesuai dengan perkembangan masyarakat digital.

Page 3 of 4 | Total Record : 39