cover
Contact Name
Nur Priyanto P
Contact Email
jurnal@tni-au.mil.id
Phone
+6221-8709989
Journal Mail Official
jurnal@tni-au.mil.id
Editorial Address
Skomlek-Cilangkap Gedung B1 Lantai 7, Jakarta Timur
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal TNI Angkatan Udara
ISSN : 28095464     EISSN : 28095723     DOI : 10.62828/jpb
Jurnal TNI Angkatan Udara (Jurnal Patriot Biru, JPB) is a multidisciplinary journal in science and technology applications in various aspects. JPB publishes original research articles, review articles (only selected/invited authors), as well as short communication. JPB covers the following topics, but it is not limited to: 1. Applied Natural sciences (Chemistry, Physics, Biology) in all aspects 2. Applied formal sciences (Mathematics, statistics, actuarial) in all aspects 3. Frontier technology (especially air space technology) 4. Material science for military and defense 5. Research about STEM JPB is published four times a year in February, May, August, and November.
Articles 153 Documents
7. PERANCANGAN MEJA PENGELASAN YANG ERGONOMIS BERDASARKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DAN RULA“RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT” Riki Kurniadi; Basuki Arianto; Indramawan; W.Tedja Bhirawa
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 3 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i3.75

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang meja pengelasan yang ada di bengkel las.Fasilitas meja pengelasan ini digunakan oleh operator las untuk membantu aktivitas pengelasanagar memiliki posisi tubuh yang nyaman, sebelum adanya meja pengelasan ini para operatorlas memiliki postur kerja yang mengharuskan operator las untuk jongkok dan membungkukkanbadan, sehingga postur tubuh operator las yang tidak nyaman pada saat melakukan prosespengelasan tersebut membuat postur punggung, lengan dan leher menjadi tidak nyaman. Alatini dirancang untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada operator las saat melakukan aktivitaspengelasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja denganmenentukan penilaian level ketidaknyamanan postur tubuh. Gambaran postur kerja padaoperator las di bengkel las pada saat proses pengelasan menggunakan RULA. Mejapengelasan juga menggunakan metode antropometri dimana data yang dihasilkan dalampenelitian ini dilakukan dengan pengukuran dari 30 sampel masyarakat sekitar yang terdiri dariukuran panjang tangan (pt), tinggi pinggul (tp), rentang siku (rs), tinggi lutut (tl), setelahpengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai denganantropometri pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja tubuh operator las padasaat melakukan proses pengelasan berada pada postur kerja tidak ergonomis pada saatmengelas, sehingga posisi badan mengharuskan untuk berjongkok dan membungkukan badan.Level ketidaknyamanan penilaian pada saat melakukan proses pengelasan berada pada levelketidaknyamanan tinggi (high). Pengukuran data antropometri untuk penggunaan mejapengelasan yang ergonomis dilakukan untuk membuat operator las pada saat melakukanaktivitas pengelasan memiliki posisi yang nyaman. Ukuran dimensi meja pengelasan yang diukur sebagai berikut: Tinggi meja pengelasan 92,2 cm, lebar meja pengelasan 78,2 cm, dan panjangmeja pengelasan 92,4 cm.
8. PERANCANGAN TANGGA LIPAT SEBAGAI ALAT BANTUSERVICE BODY MOBIL YANG ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT) Dea Hamdallah; Basuki Arianto; Erwin Wijayanto; W. Tedja Bhirawa
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 3 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i3.76

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang tangga lipat sebagai alat bantu servicemobil yang ada dibengkel. Fasilitas tangga lipat sering digunakan para montir untuk memudahkanpara montir melakukan aktivitas pekerjaan. Sebelum adanya tangga lipat ini mengharuskan paramontir menopang dengan kedua kaki dan jangkauan tangan yang tinggi saat melalukakan servicebody mobil, sehingga montir yang melakukan aktivitas perbaikan memiliki postur kerja yang tidaknyaman. Permasalahannya adalah bagaimana dapat dirancang suatu Alat untuk mengurangirasa tidak nyaman pada montir saat melalukan aktivitas perbaikan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui gambaran postur kerja dengan menentukan penilaian level ketidaknyamananpostur tubuh. Gambaran postur kerja pada montir di bengkel pada saat sedang melakukanaktivitas perbaikan menggunakan REBA. Tangga lipat juga menggunakan metode antropometridimana data yang dihasilkan dalam penelitian ini dilakukan dengan penggukuran dari 30 sampelmahasiswa yang terdiri dari ukuran tinggi tubuh dalam posisi tegak (ttpt), lebar bahu (tb), tinggi lutut(tl), diameter genggaman tangan (dgt), setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untukmendapatkan hasil yang sesuai dengan anthropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data,persentil yang digunakan dalam perancangan tangga lipat yaitu P5, P50, P95. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa postur kerja tubuh montir pada saat melakukan aktivitas perbaiakan beradapada postur kerja tidak ergonomis seperti posisi tangan menjangkau keatas dan posisi kakimenopang ujung jari jangkauan sehingga posisi badan mengharuskan untuk menopang. Levelketidaknyamanan penilaian pada saat melakukan perbaikan berada pada level ketidaknyamanantinggi (high). Rancangan Tangga Lipat yang tepat untuk mengatasi ketidaknyaman para montiradalah dengan pengukuran data antropometri untuk penggunaan tangga lipat dilakukan untukmembuat para montir pada saat melakukan aktivitas perbaikan agar montir memiliki posisi yangnyaman. Ukuran dimensi tangga lipat yang di ukur sebagai berikut: Tinggi tangga 169,4 cm, lebartangga 41,40 cm, jarak tiap anak tangga 43,2 cm, dan pegangan tangga 4,97 cm.
9. TEKNOLOGI KOMUNIKASI SELULER BERBASIS GENERASI (G) Rasiman, Yoseph; Ketty; Novie
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 3 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i3.77

Abstract

Penggunaan istilah 'teknologi' (bahasa Inggris: technology) telah berubah secarasignifikan lebih dari 200 tahun terakhir. Sebelum abad ke-20, istilah ini merujuk pada pengkajian ilmuterapan. Kemudian pengertian technology berubah pada permulaan abad ke-20 ketika para ilmuwanAmerika, yang dimulai oleh Thorstein Veblen, menerjemahkan gagasan-gagasan dari konsepJerman, Technik, menjadi technology. Teknologi tidak harus berwujud benda, seperti Alat, danmesin, tetapi juga dapat berupa teknologi virtual, seperti perangkat lunak. Dalam konteks ini,teknologi merupakan pengetahuan tentang bagaimana cara memadukan sumber-sumber, gunamenyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan. "Teknologi stateof-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) merujuk pada teknologi tinggi yangtersedia bagi kemanusiaan di ranah manapun. Selain itu, teknologi juga merupakan terapanmatematika (applied mathematics), sains, dan berbagai seni untuk faedah kehidupan. Sebuahcontoh adalah bangkitnya teknologi komunikasi, yang memperkecil hambatan interaksi sesamamanusia, yang berbasis pada perkembangan Internet dan komputer.
1. ANALISIS DAN PROSPEK TEKNOLOGI CDMA DI INDONESIA Rasiman, Yoseph; Ketty Aulia R; Novie R. Ike
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.78

Abstract

Teknologi CDMA pertama kali muncul pada tahun 1989. Perkembangannyasangat signifikan karena secara teknis lebih unggul dari pada teknologi sebelumnya sepertiGSM dan WCDMA. Namun berbagai spekulasi bermunculan mengenai kelangsungandan peluang CDMA di masa depan khususnya dalam menyediakan layanan data danproses transisi menuju jaringan dengan kualifikasi 3G, atau ke atasnya. Dalam tulisanini akan dibahas mengenai fitur, progress, dan penerapan teknologi CDMA di Indonesia.ASelanjutnya akan ditunjukkan bahwa teknologi CDMA memiliki prospek yang bagus untukdikembangkan sebagai alternative solusi bagi penyediaan akses komunikasi khususnya diIndonesia.
2. PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP INDEKS PRESTASI KADET MAHASISWA STRATA SATU FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI PERTAHANAN UNHAN RI lediwara, nadiza; Aulia Khamas Heikmakhtiar; Sembada Denrineksa Bimorogo; Hondor Saragih; Ricky Chan; Zefanya Seto Gandhara
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.79

Abstract

Pengunaan media sosial merupakan suatu hal yang lumrah pada era serbateknologi ini. begitu juga penggunaan media sosial yang digunakan oleh kadet mahasiswadi universitas pertahanan republik indonesia. Namun, penggunaan media sosial bisa jugamenjadi dampak negatif yang dapat mempengaruhi indeks prestasi kumulatif (IPK). Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara penggunaan mediasosial terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) kadet mahasiswa. Hubungan antara variabeldiuji dengan hipotesis asosiatif. Dari hasil penelitian didapatkah bahwa antara penggunaanmedia sosial tidak mempengaruhi indeks prestasi kumulatif (IPK).
3. PENGARUH KEGIATAN TUGAS DINAS NON-AKADEMIK TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) KADET MAHASISWA UNIVERSITAS PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA lediwara, nadiza; Abigail Tifani Manullang; Rohman Ali Hanan I
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.80

Abstract

Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) merupakan kampusyang menerapkan pendidikan militer dan akademik. Kadet mahasiswa sering ditugaskanuntuk melaksanakan kegiatan non-akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmegetahui apakah ada hubungan antara tugas dinas non-akademik kadet mahasiswaterhadap indeks prestasi kumulatif (IPK). Hubungan antar variabel diuji dengan hipotesisasosiatif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa antara tugas dinas non-akademik tidakmempengaruhi indeks prestasi kumulatif (IPK). Hal ini diperoleh dengan nilai p-value yanglebih besar dari toleransi kesalahan penelitian yaitu 0,7014.
4. ANALISIS CFD PERFORMA AERODINAMIKA MODEL SAYAP X PADA PESAWAT TERBANG RADIO CONTROLLED UNTUK AEROMODELLING TARUNA AAU Firmanto, Bondhan; Dylan Aminto Syahid; M. Abdul Ghofur
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.81

Abstract

Pesawat terbang radio controlled yang digunakan pada kegiatan aeromodellingTaruna AAU sejatinya adalah sebuah model dari pesawat terbang yang sebenarnya. Prosespembuatannya juga menyerupai proses pembuatan pesawat terbang yang sebenarnya antaralain tahap perencanaan, perancangan, pembuatan, sampai dengan uji terbang. Sebelumpesawat model tersebut diuji terbang, perlu dilakukan analisis karakter aerodinamika pesawatterbang khususnya sayap karena sayap mampu menghasilkan gaya angkat yang palingbesar. Pada penelitian ini akan dianalisis karakter aerodinamika model sayap rectangularstraight dan sayap X dengan tujuan untuk mengetahui dan menentukan model sayap yangpaling tepat digunakan pada pesawat terbang radio controlled untuk aeromodelling TarunaAAU. Analisis aerodinamika dilakukan secara numerik menggunakan paket perangkatlunak ANSYS Student 2022R1. Domain komputasi dibuat dengan perangkat lunak ANSYSDesignModeler. Model 3D sayap menggunakan penampang airfoil NACA 2812. Mesh dibuatdengan perangkat lunak ANSYS Meshing. Simulasi menggunakan perangkat lunak ANSYSFluent dengan variasi sudut serang -10°, -5°, 0°, 5° dan 10°, serta kecepatan aliran fluida5,56 m/s dan 8,33 m/s. Model turbulen yang digunakan adalah κ-omega SST pada kondisitransient, incompressible, subsonic, dan sea level. Analisis dititikberatkan pada performaaerodinamika CL, CD, CL/CD dan visualisasi aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwadengan bertambah nya angle of attack dan kecepatan udara, model sayap rectangularstraight dan sayap X mengalami kenaikan lift dan drag serta mengalami penurunan liftto drag ratio. Model sayap rectangular straight memiliki keunggulan geometri yang lebihsederhana dan dapat menghasilkan lift to drag ratio pada posisi sudut serang 0° yang lebihbesar daripada model sayap X yaitu sebesar 11,7. Model sayap rectangular straight dinilailebih tepat digunakan pada pesawat terbang radio controlled untuk aeromodelling TarunaAAU mengingat geometri sayap yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dibuat danmemberikan performa aerodinamika yang lebih baik.
5. ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG MAIN TIRE PESAWAT C-130 HERCULES SKADRON UDARA 31 MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) Gianina Mulia B. Sembiring; W. Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Indra Mawan
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.82

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma padasalah satu Skadron Udara yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara yang mengawaki pesawatangkut berat yaitu C-130 Hercules. Pesawat C-130 Hercules adalah pesawat buatanLockheed Martin, Amerika Serikat. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan metodeperamalan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan suku cadang Main Tire pesawat yangoptimal. Selanjutnya menghitung jumlah persediaan pengaman (safety stock) suku cadangMain Tire yang seharusnya disediakan perusahaan. Dan yang terakhir menghitung tingkatbiaya persediaan suku cadang Main Tire pesawat yang optimum berdasarkan EconomicOrder Quantity (EOQ). Pesawat C-130 Hercules sering digunakan untuk mendukungoperasional TNI Angkatan Udara, namun sempat terjadi kekosongan Main Tire maka dariitu perlu adanya penanganan persediaan agar kegiatan operasional menjadi optimal. Untukmenjaga persediaan suku cadang Main Tire pesawat. Metode penelitian yang digunakanuntuk Pengendalian Persediaan Main Tire pesawat ini menggunakan metode peramalanMoving Average, Exponential Smoothing, dan Seasonal Indeks. Selanjutnya Menghitungpersediaan Main Tire pesawat, dengan menggunakan metode Ecconomic Order Quanitity.Agar dapat mengetahui berapa persediaan Main Tire pesawat yang optimal, mengetahuiberapa Safety Stock dan titi Re-Order Point nya. Hasil perhitungan MSE, didapatkan hasilyang paling terkecil yaitu 50 dengan menggunakan metode Single Exponential Smoothing.Economic Order Quantity (EOQ) yang mendapatkan hasil sebesar 30, Frekuensi Pemesanan(I) sebesar 2 Kali. Total Biaya Persediaan (TIC) sebesar Rp.16.280.000, safety stock (SS)sebesar 8, dan Reorder Point (ROP) sebesar 11.
6. ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT SINTETIS DAN RESIN EPOXY UNTUK POPOR SENJATA M-16 MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS & MSC PATRAN/NASTRAN Henry William; M. Abdul Ghofur; D. Aminto Syahid
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.83

Abstract

Senjata M-16 yang biasa digunakan para Taruna AAU untuk berlatih seringkalimengalami kerusakan di bagian popornya yaitu berupa retak ataupun pecah. Tujuandari penelitian ini adalah melaksanakan analisis untuk mengkaji kekuatan Popor SenjataM16 dengan berbagai jenis variasi material komposit dengan serat sintetis berupa seratFiberglass, Kevlar dan Karbon serta untuk mengidentifikasi Komposit manakah yangmemiliki sifat mekanik paling optimal sebagai material penyusunnya. Analisis dilakukanuntuk membandingkan kekuatan (strength) dan berat struktur Popor Senjata M16 denganbahan komposit Fiberglass Epoxy, Karbon Epoxy, dan Kevlar Epoxy dengan uji impakmenggunakan aplikasi MSC Patran/Nastran. Hasil Analisis uji impak menggunakan MSCPatran/Nastran pada Popor Senjata M-16 bermaterial fiberglasss, karbon, dan kevlardidapatkan bahwa tingkatan berdasarkan nilai perpindahan (displacement) uji Tekan dariyang rendah ke yang tinggi yaitu material yang pertama adalah karbon, yang kedua adalahfiberglass dan yang terakhir adalah kevlar.
7. PENGGUNAAN BANDAR UDARA DALAM MENDUKUNG LATIHAN DAN OPERASI PENERBANGAN TNI AU Dedy Setiawan; Bambang Eko; Hikmat Zakky A; Priyanto E
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 2 No 4 (2023): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Keempat
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v2i4.84

Abstract

Konsep penggunaan bersama Pangkalan Udara dan Bandar Udara merupakansalah satu opsi yang ditempuh pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan nasionalyang dihadapkan dengan keterbatasan yang ada. Namun demikian, dengan penerapankonsep kerjasama penggunaan bersama tentunya berimplikasi kepada dua kepentingan yaitukepentingan ekonomi dan kepentingan pertahanan dalam hal ini latihan dan penerbanganmiliter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaturan atau regulasi tentangpenggunaan bersama pangkalan udara dan bandar udara serta implementasi penggunaanbersama pangkalan udara dan bandar udara terhadap latihan dan penerbangan TNI AUdan pengaturan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan pendekatan deskriptifekplanatoris. Dari hasil Penelitian terhadap 5 aspek yang meliputi Institutional Arrangement,Legal Arrangement, Financial Arrangement, Technical Arrangement dan OperationalArrangement ditemukan persoalan diantaranya adalah bahwa di Bandara Halim P. belumdibentuk gugus tugas sipil-militer atau Airport Collaborative Decision Making (ACDM)sebagaimana penerapan Civil Use on Military Aerodrome pada Euro Control selain itubelum ada Perjama antara TNI AU dengan pengelola Bandara sebagai tindak lanjut dariMoU antara Kemhub, TNI AU, PT AP I, dan PT AP II sehingga belum ada batasan DaerahLingkungan Kerja (DLKr) antara sipil dan militer.

Page 7 of 16 | Total Record : 153