cover
Contact Name
Ninik Yunitri
Contact Email
yunitri@umj.ac.id
Phone
+6281389723445
Journal Mail Official
ijnsp@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah I No. 1 Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice
ISSN : -     EISSN : 26220997     DOI : https://doi.org/10.24853/ijnsp.v2i2.
Jurnal Obsesi : Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice (IJNSP)is an open-access peer-reviewed journal focus on the latest issues of nursing education and clinical practices
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Diabetes Melitus dan Obesitas) Az Zahra, Fajar Putri; Putri, Handayani; Rayasari, Fitrian
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.65-77

Abstract

Latar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit bersifat kronis yang diagnosis dan terapinya pada umumnya lama dan mahal. PTM meliputi penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan kronis, diabetes, dan lainnya. PTM yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Pada PTM banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya usia, jenis kelamin, genetik, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian PTM (hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas) pada pedagang Pasar Kamal.Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dengan teknik random sampling.Hasil. Hasil penelitian menggunakan analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara usia (P-Value = 0,000), jenis kelamin (P-Value = 0,000), genetik (P-Value = 0,001), pola makan (P-Value = 0,003), dan aktivitas fisik (P-Value = 0,009) dengan kejadian penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas) pada pedagang Pasar Kamal. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian PTM (hipertensi, diabetes melitus, obesitas) pada pedagang Pasar Kamal adalah kebiasaan merokok (P-Value = 0,085) dan kebiasaan mengonsumsi alkohol (P-Value = 0,056). Dari penelitian ini, upaya yang tepat dilakukan oleh tim pelayanan kesehatan untuk usia remaja pengguna gawai adalah bekerjasama dengan RT di tiap wilayah untuk melakukan pendidikan kesehatan baik kepada orang tua sebagai pendamping maupun langsung kepada kelompok usia remaja.Implikasi Klinis. Saran dari penelitian ini adalah pencegahan kejadian PTM dapat dilakukan melalui pemeriksaan dini dan menghindari faktor-faktor yang dapat berisiko menyebabkan penyakit tidak menular.Kata Kunci. PTM, usia, jenis kelamin, genetik, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kebiasaan mengonsumsi alkohol, pedagang pasar.
Efektivitas Aromatherapy terhadap Kecemasan pada Pasien Hemodialisa di Unit Hemodialisa – A Systematic Review and Meta-Analysis Hazrina, Fira Awanis; Rahmania, Sarah; Afriza, Wicke; Humairah, Faradila; Pakpahan, Risdo
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.39-48

Abstract

Latar Belakang. Pasien hemodialisis dengan gejala kecemasan yang parah memiliki risiko kematian, rawat inap, atau memerlukan dialisis enam puluh persen lebih tinggi dibandingkan dengan pasien tanpa kecemasan. Kecemasan dapat menyebabkan masalah terkait kepatuhan dialisis seperti melewatkan pengobatan HD dan durasi sesi HD yang lebih pendek.Tujuan. Meta-analisis ini bertujuan untuk merangkum dan mensintesis efektivitas aromaterapi terhadap kecemasan pada pasien hemodialisis.Metode. Metaanalisis dilakukan. Basis data yang diakses antara lain PubMed, Science Direct, Proquest dari awal hingga akhir tanggal 21 Mei 2024. Penelitian ini mengikuti item pelaporan pilihan untuk Tinjauan Sistematis dan Pedoman Meta-Analyses (PRISMA). Analisis data dilakukan dengan menggunakan meta-analisis Jamovi dengan menggunakan model random effect dengan menggunakan hedges.Hasil. Nilai dari 4 studi yang disertakan dalam penelitian ini diperoleh effect size yang relatif kecil (Hedges' g = -1,26 (95% CI = -0,24 – (-0,08)) dengan heterogenitas dalam kategori tinggi (I² = 93,51%; Q 33,96; P < 0,001). Selanjutnya subjek yang paling sedikit dicoba untuk tidak diikutsertakan dalam analisis dan diperoleh hasil nilai yang sangat berbeda dengan yang lainnya, nilai Hedges' g (Hedges' g = -0,78 (95% CI = -1,63 – 0,08) dengan heterogenitas dalam kategori tinggi (I² = 87,17%; Q 15,68; P < 0,001), berarti terdapat selisih sebesar -0,48 pada kedua effect size tersebut. Dari kedua hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisis.Kesimpulan. Adanya pengaruh pemberian aromaterapi terhadap penurunan kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian yang disertakan memiliki heterogenitas yang tinggi, sehingga dapat diterapkan ke dalam intervensi yang menyebabkan kematian dalam menurunkan kecemasan pada pasien yang dilakukan hemodialisis.Implikasi Klinis. Meta-analisis ini memberikan bukti bahwa aromaterapi efektif dalam penurunan kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisis. Perawat dan profesional kesehatan lainnya dapat membuat rekomendasi untuk pasien yang sedang menjalani hemodialisis berdasarkan penelitian ini dalam mengurangi kecemasan dan nyeri.Kata Kunci. hemodialisis, kecemasan, aromaterapi
Analisa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Mata Pada Remaja Pengguna Gawai Nuriawalia, Rizqa; siswandi, iyar; choirunnisa, siti; Rayasari, Fitriyan
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.78-82

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Durasi lamanya penggunaan gawai yang berlebihan, jarak pandang yang kurang baik saat menggunakan gawai, posisi yang tidak benar saat menggunakan gawai dan intensitas pencahayaan yang tidak baik akan memiliki dampak terhadap masalah risiko kesehatan mata. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa dampak penggunaan gawai pada kesehatan mata dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti durasi (screen time), jarak, posisi dan pencahayaan yang tidak baik akan memiliki dampak resiko terhadap kesehatan mata.Objektif : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kesehatan mata pada usia remaja pengguna gawai di wilayah Bekasi Barat.Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional. sebanyak 55 responden di wilayah Bekasi barat dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan stratifikasi berdasarkan RT. Pengambilan data dilakukan pada 12-15 Juni 2021 dengan menggunakan kuisioner dan penggunaan alat ukur (lux meter). Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Chi–Square dengan tingkat kepercayaan 95% (alpha = 0,05)..Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis statistic Chi-Square diperoleh adanya hubungan antara durasi (screen time) dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,039), jarak pandang dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,018), posisi dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,027), dan intensitas pencahayaan dengan kesehatan mata penggunaan gawai (p-value = 0,039).Implikasi Klinis: Penelitian ini dapat menjadi pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif.Kata Kunci : Kesehatan mata, durasi (screen time), jarak pandang, posisi, intensitas pencahayaan, usia remaja.
Hubungan Motivasi Perawat dengan Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Prosedur Tetap Pemasangan Infus Siswandi, Iyar; Sinaga, Parmo; Ibrahim, Ikhsan
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.49-53

Abstract

Latar Belakang. Motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada ketercapaiannya tujuan tertentu. Hal ini menimbulkan motivasi suatu variabel yang ikut campur dalam faktor-faktor yang mengelola, membangkitkan, mempertahankan, dan mewujudkan perilaku laku menuju suatu sasaran. Kepatuhan merupakan sejauh mana perilaku seseorang atau pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh profesional kesehatan.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus di Instalasi Gawat Darurat RSUD.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Populasi dalam penelitian ini merupakan perawat di IGD RSUD Lombok Barat yang berjumlah 25 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Total sampling . Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2021. Instrumen pengumpulan data mengenai motivasi pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan pengumpulan data kepatuhan perawat menggunakan observasi langsung pemasangan infus.Hasil. Penelitian memperoleh perawat dengan motivasi baik sebanyak 14 orang dan cukup sebanyak 11 orang, tingkat kepatuhan sebanyak 13 orang dan tidak patuh sebanyak 12 orang. Sesuai dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16 for Windows untuk n = 25 diperoleh hasil uji chi-square tingkat penerimaan P < 0,05 dengan diperoleh hasil α = 0,028. Artinya Ha diterima sehingga terdapat hubungan yang bermakna motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi perawat maka semakin patuh perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus.Implikasi Klinik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah infeksi nosokomial, penting bagi rumah sakit untuk fokus pada peningkatan motivasi intrinsik, revisi SOP, pelatihan berkelanjutan, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bagi perawat.Kata Kunci: motivasi perawat, kepuasan perawat.
Pengaruh Perawatan Luka Bakar menggunakan Madu terhadap Luas Luka Bakar Rahayu, Essih; Septian, Alnendi; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.83-88

Abstract

Latar Belakang. Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang rentan terjadi kerusakan, salah satunya akibat suhu tinggi dapat menyebabkan luka bakar. Penyembuhan luka bakar sangat tergantung dengan manajemen luka yang baik. Terdapat banyak bahan obat-obatan yang dapat mempercepat kesembuhan luka bakar, antara lain adalah madu. Penelitian sebelumnya memberikan gambaran bahwa pemberian madu mempercepat proses kesembuhan luka bakar paska radioterapi karena madu memiliki kandungan asam tinggi yang berpengaruh terahadap koloni bakteri sehingga mencegah inflamasi Memanjang.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka bakar menggunakan madu terhadap luas luka bakar di Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo.Metode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi eksperimental dengan desain one group pretest-postest, penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2022 sampai dengan bulan Januari 2023, dengan jumlah sampel 40 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data.Hasil. Hasil uji statistik paired t-test didapatkan ada pengaruh perawatan luka bakar menggunakan madu terhadap luas luka bakar di rumah sakit dr.cipto mangunkusumo (0,000),Kesimpulan. Studi ini menemukan bahwa Ada pengaruh perawatan luka bakar menggunakan madu terhadap luas luka bakar di Rumah Sakit dr.Cipto Mangunkusumo.Kata Kunci : Madu, Luas luka bakar
The Effects of Music Therapy on Patients with Coronary Artery Disease after the Invasive Procedure: A Systematic Review and Meta-Analysis Munawaroh, Meihati; Setyawati, Anita; Udin, Ihwanudin; Novianti, Rika Astri
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.54-60

Abstract

Latar Belakang. Penyakit arteri koroner (CAD) sebagai penyebab nyeri merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus menjadi perhatian, baik di kawasan Barat maupun di dunia pada umumnya. Dengan seringnya melakukan pemantauan terhadap peralatan kesehatan, tidak adanya dukungan keluarga, dan kekhawatiran akan keberhasilan operasi, pasien mudah merasa cemas dan nyeri setelah menjalani prosedur. Terapi musik dapat menawarkan teknik komunikasi bagi individu yang tidak mampu mengekspresikan dirinya secara verbal.Objektif. Meta-analisis ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi musik untuk menghilangkan nyeri pada pasien penyakit arteri koroner pasca prosedur invasif.Metode. Tinjauan saat ini dilakukan dan dipandu oleh item pelaporan yang disukai untuk Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis (PRISMA). Dengan menggunakan keywords: "coronary disease", "music therapy", dan "pain" yang dikombinasikan menggunakan operator boolean. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif pada dua basis data yaitu PubMed dan ProQuest.Hasil. Studi yang disertakan dalam penelitian ini terbit antara tahun 2011 hingga 2024. Studi dilakukan di tiga negara berbeda yaitu Turki, Tiongkok, dan Eropa. Dari penelitian yang disertakan ini, sebanyak 382 peserta dilibatkan, 191 di kelompok eksperimen dan 191 dikelompokkan kontrol. Kisaran ukuran sampel pada setiap penelitian bervariasi antara 31 hingga 94 responden.Implikasi Klinis. Studi ini dapat dijadikan sebagai bahan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi penelitian ini. Selain itu, studi ini dapat dijadikan pengembangan klinis tentang bagaimana terapi musik berintegrasi dengan berbagai intervensi medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.Kata Kunci. penyakit arteri koroner, terapi musik, nyeri
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pusat Fitriyani, Desi; Nuradilah, Siti; Setiyono, Erwan
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.61-64

Abstract

Latar Belakang. Motivasi adalah suatu kebutuhan yang mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada ketercapaiannya tujuan tertentu. Hal ini menjadikan motivasi sebagai suatu variabel yang ikut berperan dalam faktor-faktor yang mengelola, membangkitkan, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Kepatuhan merupakan sejauh mana perilaku seseorang atau pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh profesional kesehatan.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus di IGD RSUD Lombok Barat.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di IGD RSUD Lombok Barat yang berjumlah 25 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan pada Oktober-November 2021. Instrumen pengumpulan data mengenai motivasi pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan pengumpulan data kepatuhan perawat menggunakan observasi langsung pemasangan infus.Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa perawat dengan motivasi baik sebanyak 14 orang dan cukup sebanyak 11 orang. Tingkat kepatuhan yang baik ditemukan pada 13 orang, sedangkan yang tidak patuh sebanyak 12 orang. Sesuai dengan hasil perhitungan menggunakan SPSS 16 for Windows untuk n = 25, didapatkan hasil uji chi-square dengan tingkat penerimaan p < 0,05, dengan hasil α = 0,028. Artinya, Ha diterima, sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi perawat, maka semakin patuh perawat dalam melaksanakan prosedur tetap pemasangan infus.Implikasi Klinis. Temuan ini menekankan pentingnya program edukasi yang intensif dan terarah untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap rekomendasi medis guna mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.Kata kunci. motivasi perawat, kepatuhan perawat

Page 1 of 1 | Total Record : 7