cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai. Lombok Tenga.
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Indonesian Society and Religion Research
ISSN : -     EISSN : 30469678     DOI : https://doi.org/10.61798/isah.v1i2.122
Indonesian Society and Religion Research (E-ISSN=3046-9678) is an official journal in the fields of sociology, culture, and religion. This research covers various topics such as Cultural Sociology, Paradigms of cultural sociological analysis, Relationship between cultural sociology, cultural studies and other disciplines, Methodology of cultural analysis, Sociology of cultural production, distribution and consumption, Contemporary cultural forces and trends, Cultural creativity and innovation, Reproduction culture, Sociology of historical culture, Sociology of arts and aesthetics, Visual, oral and aural culture, Sociology of cultural forms and cultural media, Sociology of performance, Race, ethnicity and culture, Class and culture, Culture, globalization and globality, Local, regional, national culture, international and transnational, Religion and culture, sociology of religion, religion and culture
Articles 22 Documents
MOTIVASI PERNIKAHAN DINI DAN IMPILAKSINYA DALAM KEHIDUPAN KEAGAMAAN (STUDI KASUSDUSUN BATU MULIK, KECAMATAN GERUNG, KABUPATEN LOMBOK BARAT) Kharisma Ika Putri; Arrosikh
Indonesian Society and Religion Research Vol. 3 No. 1 (2026): In PROGRESS: Indonesian Society and Religion Research
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/isah.v3i1.798

Abstract

Pernikahan dini, yaitu pernikahan yang terjadi di bawah usia yang dianggap matang secara hukum dan sosial, merupakan fenomena yang masih banyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan Menyatakan usia minimal pernikahan adalah 19 tahun, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan implikasi pernikahan dini dalam kehidupan keagamaan di Dusun Batu Mulik. Dengan ini peneliti mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori perilaku sosiologis.Berdasarkan hasil penelitian ini, motivasi pernikahan dini di Dusun Batu Mulik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri pelaku untuk menikah di usia muda. Sedangkan motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datang dari luar diri pelaku untuk menikah di usia muda, seperti bimbingan dari orang lain, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial. Dari kedua motivasi tersebut, yang paling berpengaruh bagi mereka melakukan menikah di usia muda adalah motivasi intrinsik. Melakukan pernikahan di usia muda tanpa paksaan dari kedua orang tua atau keluarga. Pernikahan dini memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan keagamaan. Di satu sisi, pernikahan dini dapat memperkuat komitmen religius karena pasangan cenderung mencari dukungan dan panduan dari agama untuk menghadapi tantangan pernikahan dan tanggung jawab keluarga yang berat. Di Sisi lain, pernikahan dini juga dapat meyebabkan berbagai permasalahan seperti ketidaksiapan mental dan emosional, yang dapat mengurangi partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan
PEREMPUAN BALI DI PERSIMPANGAN JALAN ANTARA MEMPERTAHANKAN HINDU ATAU MENYELAMATKAN HIDUPNYA I Ketut Pasek Gunawan; Ni Luh Putu Pancawati; Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani
Indonesian Society and Religion Research Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Society and Religion Research
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/isah.v3i2.1157

Abstract

Bali, yang dikenal dengan keindahan budaya Hindu dan filosofi Tri Hita Karana, menyimpan ironi mendalam terkait ketidakadilan gender. Artikel ini menganalisis diskriminasi terhadap perempuan Bali dalam sistem patrilineal yang rigid, serta kontradiksinya dengan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali dan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan. Melalui studi literatur dan analisis yuridis-normatif, ditemukan bahwa sistem purusa-pradana mengakibatkan tiga kerugian sistematis: pertama, pencabutan hak waris (druwe hita) bagi perempuan yang menikah; kedua, tragedi sosial bagi perempuan triwangsa pasca perceraian lintas kasta (nyerod) yang mengalami stigma dan pengusiran dari keluarga asal; ketiga, ketidakmampuan mengakses hak gono-gini yang memicu kemiskinan struktural. Tekanan ekstrem ini mendorong fenomena mabebasan (pindah agama) dan eksodus perempuan dari sistem budaya. Padahal, data menunjukkan 70% pelaku UMKM sarana upacara dan 65% peserta pelatihan seni adalah perempuan. Hal ini bertentangan dengan prinsip Jana Kerthi (Pemuliaan Manusia) dan ancaman serius bagi regenerasi budaya Bali. Meskipun Pasamuhan Agung IV/2023 dan Putusan MA No. 4766 K/Pdt/1998 telah membuka ruang reformasi, implementasi di tingkat desa adat masih timpang akibat awig-awig yang kaku dan stigma sosial.

Page 3 of 3 | Total Record : 22