cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 2 (2026)" : 8 Documents clear
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Perawat Unit Hemodialisis RSUD Kota Tanjungpinang sebagai Edukator untuk Meningkatkan Self Management Pasien yang Menjalani Hemodialisis Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie; Liza Wati; Zuraidah Zuraidah; Ikha Rahardiantini
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cv8snf19

Abstract

Masalah yang paling banyak dialami pasien hemodialisis adalah kelebihan asupan cairan yang berdampak terhadap komplikasi. Pasien hemodialisis dapat memiliki kualitas hidup baik jika melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan agar mampu beradaptasi terutama dengan pembatasan asupan cairan. Perubahan gaya hidup pasien tersebut membutuhkan keterlibatan perawat terutama dalam meningkatkan self management cairan. Perawat memainkan peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tidak hanya berfokus pada penurunan morbiditas dan mortalitas pasien hemodialisis tetapi dituntut harus mampu melihat pasien secara menyeluruh yang diharapkan dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidupnya. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawat unit hemodialisa sebagai edukator untuk meningkatkan self management pasien yang menjalani hemodialisis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyaratakat ini berupa pemaparan hasil penelitian terkait pengaruh aplikasi Self Management Chonic Kidney Disease (SM CKD) terhadap self manajement cairan pada pasien hemodialisis dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang self manajemen cairan hemodialisis dan demonstrasi penggunaan aplikasi SM CKD. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang perawat. Semua perawat yang hadir di kegiatan ini belum mengetahui salah satu cara meningkatkan self manajement cairan pasien hemodialisis dengan penggunaan aplikasi SM CKD. Kegiatan terlaksana dengan baik dan seluruh perawat terlihat aktif berdiskusi serta antusias. Kedepannya diharapkan aplikasi yang digunakan lebih lengkap menunya hingga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.
Penguatan Pengetahuan Mahasiswa tentang Penanganan Dismenore melalui Edukasi Berbasis Evidence-Based Practice di Pathumtani University, Thailand Riska Hediya Putri; Yunina Elasari; Adelia Cahya Kinanti; Usman Stiawan; Nia Fatma Riyanti; Afif Ghariza; Windah Windah; Sahyana Sahyana; Agesta Fiana
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/197et794

Abstract

Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh mahasiswi dan dapat mengganggu aktivitas akademik, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Meskipun berbagai metode penanganan dismenore telah tersedia dan didukung oleh bukti ilmiah, masih banyak mahasiswa yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai strategi penanganan yang efektif dan aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan mahasiswa tentang penanganan dismenore melalui edukasi berbasis Evidence-Based Practice (EBP) di Pathumtani University, Thailand. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian materi edukasi yang mengacu pada rekomendasi ilmiah terkini terkait penanganan farmakologis dan nonfarmakologis dismenore. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai penyebab dismenore, faktor risiko, teknik manajemen nyeri, penggunaan obat secara rasional, aktivitas fisik, serta metode nonfarmakologis yang terbukti efektif berdasarkan bukti ilmiah. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan edukasi berbasis EBP terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang penanganan dismenore. Oleh karena itu, pendekatan ini berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.
Penguatan Kapasitas Orangtua Melalui Edukasi Pola Asuh dalam Mendukung Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Della Sofia Septianingrum; Windi Wulandari Iman Utama; Titik Mulat Widyastuti
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/60j35528

Abstract

Kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai pentingnya stimulasi perkembangan kognitif pada anak usia dini masih sering kali terbatas. Hal ini disebabkan oleh minimnya akses pendampingan terstruktur mengenai pola asuh (parenting) yang adaptif dan edukatif di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua melalui edukasi pola asuh yang berfokus pada pendekatan pedagogi keluarga serta pengembangan media stimulasi kognitif yang kreatif dan interaktif. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengadaptasi alur sistematis yang meliputi empat tahap utama, yaitu: (1) Kunjungan kemitraan dan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali karakteristik dan kebutuhan nyata orang tua di lapangan; (2) Lokakarya pedagogi keluarga serta penyusunan peta konsep stimulasi perkembangan kognitif anak; (3) Pelatihan pengembangan media edukasi kreatif dan digital (seperti pemanfaatan aplikasi ramah anak, dan video stimulasi harian); serta (4) Pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap implementasi pola asuh terstimulasi di rumah. Hasil program menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis orang tua dalam merancang serta menerapkan aktivitas pengasuhan yang mendukung fungsi kognitif anak melalui metode bermain yang menyenangkan. Anak-anak juga menunjukkan respons perkembangan kognitif yang lebih aktif, seperti meningkatnya kemampuan memecahkan masalah sederhana, kemampuan bahasa, dan rasa ingin tahu tanpa merasa tertekan. Selain itu, program ini berhasil menginisiasi terbentuknya jejaring paguyuban orang tua untuk saling berbagi praktik baik pengasuhan yang berkelanjutan.
Pembinaan Active Aging Optimalisasi Kesehatan Lansia Melalui Edukasi Pencegahan Penyakit Degeneratif di Kelurahan Labuh Timur Barat Susani Hayati; Tengku Hartian SN; Aisyiah Aisyiah; Hamida Sari; Andriani Andriani; Rahmatuzzakia Hasibuan; Weny Weny; Putri Ardilla Alexia
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6b17my47

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan penyakit hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan asam uratdiabetes melitus, dan osteoartritis masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada kelompok pra-lansia dan lansia. Salah satu penyebab meningkatnya penyakit degenerative yaitu rendahnya tingkat pengetahuan lansia tentang faktor-faktor terjadinya risiko pencegahan dan menerapkan hidup bersih dan sehat. Oleh sebab itu, tim pengabdian memberikan upaya promosi dan pencegahan melalui pembinaan lansia tentang Active Aging untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pra-lansia dan lansia mengenai pencegahan serta pengendalian penyakit degenerative, penerapan pola hidup sehat melalui Program Pembinaan Active Aging. Metode yang digunakan yaitu pendekatan edukatif melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi aktivitas fisik sederhana, serta pemeriksaan kesehatan dasar meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, dan kadar gula darah sewaktu. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juni 2026 dengan melibatkan 35 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia setelah mengikuti kegiatan pembinaan. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 64,5 pada pretest menjadi 86,8 pada posttest. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, aktif berdiskusi, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stres, dan kepatuhan terhadap pengobatan sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif. Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah kelurahan sehingga mendukung terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Optimalisasi Pemanfaatan Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan melalui Penguatan Komunikasi Pelayanan di RSUD Dabo Kabupaten Lingga Yan Cahyadi Anas; Mahendro Prasetyo Kusumo
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n0pq5z23

Abstract

Transformasi digital di rumah sakit memerlukan komunikasi pelayanan yang efektif agar inovasi yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. RSUD Dabo Kabupaten Lingga telah menyediakan sistem pendaftaran online pasien rawat jalan, namun pemanfaatannya masih belum optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur dan manfaat layanan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat komunikasi pelayanan guna mengoptimalkan pemanfaatan pendaftaran online pasien rawat jalan. Metode yang digunakan adalah Action Research melalui tahapan need assessment, perencanaan, implementasi, observasi, dan evaluasi yang dilaksanakan secara partisipatif bersama mitra rumah sakit. Intervensi dilakukan melalui pengembangan media edukasi visual mengenai alur pendaftaran online yang dipadukan dengan edukasi langsung oleh petugas pelayanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media edukasi visual mendukung penyampaian informasi yang lebih sistematis, konsisten, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh pengguna layanan. Media tersebut membantu mengurangi kebutuhan penyampaian informasi secara berulang oleh petugas serta mengarahkan komunikasi pada proses klarifikasi informasi yang lebih spesifik. Hasil kegiatan juga menunjukkan bahwa penguatan komunikasi pelayanan merupakan strategi yang sederhana, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk mendukung implementasi transformasi digital tanpa memerlukan pengembangan teknologi baru. Pendekatan ini berpotensi direplikasi pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan layanan digital sekaligus mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Penguatan Kompetensi Komunikasi Profesional Bahasa Inggris melalui Pelatihan Delivery Techniques bagi Guru Sekolah Dasar Irma Rahmawati; Maya Sekartaji; Putri Ayienda; Lutfi Alhazami; Tjong Lie Fong; Diandra Shafa Azzahra
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4bpfgf11

Abstract

Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai tahun ajaran 2027/2028 menuntut kesiapan guru dalam menguasai Bahasa Inggris dan kemampuan penyampaian materi yang efektif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi komunikasi profesional Bahasa Inggris dan keterampilan delivery techniques guru Sekolah Dasar di Yayasan Pendidikan Al-Chasanah, Jakarta Barat. Program dilaksanakan selama enam bulan (November 2025–April 2026) dengan melibatkan 18 guru SD sebagai peserta. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan intensif (Foundational English Communication Training dan English Delivery Techniques Workshop), pendampingan (coaching clinic), serta pembentukan komunitas praktik profesional. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek kompetensi: pengetahuan komunikasi profesional (+24 poin), kemampuan public speaking (+26 poin), penguasaan classroom English (+30 poin), dan pemanfaatan teknologi pembelajaran (+32 poin). Sebanyak 95% peserta menyatakan kepuasan baik hingga sangat baik. Program ini membuktikan efektivitas pendekatan pelatihan komprehensif yang menggabungkan teori, praktik, dan pendampingan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, sekaligus mendukung kesiapan sekolah menghadapi kebijakan pendidikan nasional.
Infeksi Saluran Kemih Kompleks pada Bayi Perempuan 10 Bulan dengan Hidronefrosis dan Hidroureter Dupleks: Laporan Kasus Devi Putri Nabila; Neni Sumarni; Wiyarni Pambudi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jhy7dx21

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri tersering pada anak. Bila disertai kelainan anatomi atau fungsional saluran kemih, ISK dapat berkembang menjadi bentuk kompleks (cUTI) yang berisiko menimbulkan jaringan parut ginjal dan penyakit ginjal kronis. Seorang bayi perempuan usia 10 bulan datang dengan demam berulang tanpa gejala respirasi atau gastrointestinal. Riwayat retensi urin ditemukan saat rawat inap sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan sakit sedang dengan takikardi. Urinalisis memperlihatkan leukosituria, hematuria, proteinuria, dan bakteriuria; prokalsitonin meningkat. CT-scan abdomen dengan kontras menunjukkan hidronefrosis, hidroureter dupleks, dan dilatasi kandung kemih, mengarah pada obstruksi outlet kandung kemih atau kandung kemih neurogenik. Pasien mendapat terapi intravena berupa meropenem, amikasin, dan metronidazol sesuai pedoman Infectious Diseases Society of America (IDSA) 2025 dan European Society of Pediatric Infectious Diseases (ESPID). Perbaikan klinis dicapai selama perawatan. Kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini, evaluasi pencitraan komprehensif, dan tata laksana multidisiplin pada ISK kompleks anak. Kepatuhan terhadap pedoman terkini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Pemberdayaan UKS Terhadap Pengetahuan dan Sikap Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Dasar di SDN Sumber 02 Kabupaten Blitar Restu Setya Pamungkas; Sri Winarni
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/afvs2c75

Abstract

Gizi seimbang merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Rendahnya pengetahuan dan sikap siswa terhadap gizi seimbang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi, sehingga diperlukan upaya promotif melalui pemberdayaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberdayaan UKS terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa sekolah dasar di SDN Sumber 02 Kabupaten Blitar. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa kelas IV, V, dan VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui pemberdayaan pengurus UKS dengan metode peer education menggunakan media buku saku gizi seimbang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dengan kategori baik dari 18% menjadi 94% serta peningkatan rerata skor pengetahuan dari 13,10 menjadi 18,00 (p=0,001). Sikap positif siswa juga meningkat dari 46% menjadi 60% dengan rerata skor dari 38,28 menjadi 41,74 (p=0,001). Pemberdayaan UKS melalui metode peer education dan media buku saku terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa sekolah dasar sehingga dapat dijadikan salah satu strategi promosi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.                                                            

Page 1 of 1 | Total Record : 8