cover
Contact Name
Adnan Faris Naufal
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6289698282401
Journal Mail Official
afn778@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Telpon: +62 271 717417 ext. 0000 Email: fisioterapi@ums.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
FISIO MU: Physiotherapy Evidences
ISSN : 27229629     EISSN : 27229610     DOI : https://doi.org/10.23917/fisiomu.v4i3.5044
Core Subject : Health,
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity" : 10 Documents clear
Program Fisioterapi pada Cerebral Palsy: Sebuah Studi Kasus Muna, Naliatul; Naufal, Adnan Faris; Rahman, Farid
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5014

Abstract

Cerebral Palsy (CP) merupakan suatu kelainan yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Kelainan ini disebabkan oleh kerusakan pada sistem saraf pusat pada saat prenatal, perinatal, maupun postnatal. Penatalaksanan pada Cerebral Palsy dibagi menjadi medikamentosa dan non medikamentosa. Penatalaksanaan yang diberikan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan bertujuan untuk membantu anak agar dapat aktif dan mandiri. Modalitas fisioterapi yang diberikan kepada anak dengan cerebral palsy dapat berupa Myofascial Release dan Neuro Developmental Therapy. Hasil yang diperoleh setelah melakukan terapi sebayak 4 kali terdapat penurunan spastisitas T1: 1 menjadi T4: 0, refleks primitif yang terintegrasi dan belum ada peningkatan kemampuan fungsional anak T1: 11,784% dan T4: 11,784%.
Pengaruh Penggunaan Standing Frame( SF) Terhadap Tekanan Darah (TD) Dan Respiratory Rate (RR) Pada Anak Cerebral Palsy Paska Latihan Widodo, Agus; Ardhiana, Dhevilia
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5015

Abstract

Latar Belakang: Cerebral Palsy (CP) merupakan penyakit bawaan yang menyebabkan kerusakan pada otak dan biasa terjadi pada perkembangan tumbuh kembang anak. Baik dalam perkembangan motorik dan postur tubuh sehingga menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas. Komplikasi respirasi dan kardiovaskular menjadi kasus kematian tertinggi pada anak CP. Salah satu intervensi fisioterapi dalam meningkatkan frekuensi pernafasan dan sirkulasi darah adalah Standing Frame (SF). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh SF terhadap tekanan darah (TD) dan Respiratory Rate (RR) pada anak CP paska latihan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain one grup pre and posttest. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampel (Accidental Sample). Uji normalitas data menggunakan Saphiro wilk dan uji pengaruh menggunakan Paired sample t-test dan Wilcoxon Test. Hasil Penelitian: Uji statistik Wilcoxon Test pada TD sistole diperoleh p = 0,068, sedangkan pada TD diastole p = 0,329, artinya tidak terdapat pengaruh antara penggunaan SF terhadap TD pada anak CP. Pada RR Uji statistic Paired sample t-test diperoleh nilai p = 0,907 artinya tidak terdapat pengaruh antara penggunaan SF terhadap RR pada anak CP. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh antara penggunaan SF terhadap TD dan RR pada anak CP paska latihan. Kata Kunci: Standing Frame, Tekanan Darah, Respiratory Rate, Cerebral Palsy
The Effectiveness of Mulligan Mobilization With Movement (MWM) in Lateral Epicondylitis: a Critical Review Zami, Muhammad Dimas Zam; Pristianto, Arif; Nasrullah, Nasrullah
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5016

Abstract

Background: Lateral epicondylitis is a common injury in tennis and badminton players. This lateral epicondylitis condition generally appears in any individual or an activity that requires a circular motion of the forearm. These movements when performed repeatedly accompanied by loading when gripping or wrist extension can increase the risk of lateral epicondylitis. Complaints that arise in the condition of lateral epicondylitis include experiencing pain in the lateral elbow and weakness of the wrist or wrist. Mulligan mobilization with movement is a modern technique developed by Mulligan to treat musculoskeletal complaints such as lateral epicondylitis. Objective: This study aims to determine the effectiveness of giving mulligan mobilization with movement in lateral epicondylitis conditions. Method: The research method used is critical review. This method is used to analyze, summarize or evaluate an action. Critical review is done by evaluating the selected articles using the PEDro Scale. Results: The results of the review of the five articles that have been screened including the inclusion criteria found that various modalities were used, either singly or in combination. This Mulligan mobilization with movement can reduce pain and improve functional ability in the elbow. Conclusion: Mulligan mobilization with movement is effective and can be used as an alternative choice in the treatment of lateral epicondylitis. Mobilization with movement techniques, can be combined with several therapeutic measures such as conventional treatments and exercise to get optimal results. Keywords: Mulligan Technique, mobilization with movement, MWM, lateral epicondylitis, tennis elbow
The Effect of Aaerobic Exercise on Functional Capacity Increase in Coronary Heart Disease Patients: A Narrative Review Khairullah, Rahmad Rizaldy; Norlinta, Siti Nadhir Ollin
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5017

Abstract

The heart condition known as coronary heart disease (CHD) is brought on by the narrowing of the coronary arteries as a result of atherosclerosis, spasm, or a combination of both. This results in a disruption in the supply of oxygen and nutrients to the myocardial tissue due to a decrease in coronary blood flow and a reduction in functional capacity. Objective: The study aims to determine the effect of aerobic exercise on functional capacity increase in coronary heart disease patients. Method: The research employed a narrative review method with the PICO framework (Population/Patient/Problem, Intervention, Comparation, and Outcome). The journals were searched from 2 databases, namely Google Scholar with 15,700 articles and Pubmed 639 articles. The inclusion criteria in this study were national or international articles and full text about the effect of aerobic exercise on functional capacity decline in coronary heart patients published in 2012- 2022. Result: After reviewing the title, relevancy of the abstract, and full text of 16,334 papers from 2 databases, 10 journals demonstrated that aerobic exercise was effective to increase the functional capacity in coronary heart disease patients. Conclusion: There is an effect of aerobic exercise on functional capacity increase in coronary heart disease patients. Keywords: Aerobic Exercise, Coronary Heart Disease, Functional Capacity
Pengaruh Pemberian Dynamic Neuromuscular Stabilization untuk Meningkatkan Keseimbangan pada Lansia; Narrative Review Wardhani, Riska Risty; Nisa, Salsabila Khairun
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5018

Abstract

Latar Belakang : Lansia mengalami penurunan fisiologis tubuh yang disebabkan oleh faktor usia, sehingga salah satu gangguan yang dialami lansia mempengaruhi peningkatan risiko jatuh. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari interaksi system sensorik, vestibular, dan somatosensory. Intervensi untuk peningkatan keseimbangan Lansia salah satu DNS yang memungkinkan respon motorik yang efektif, efisien dan tepat waktu akibat adanya gangguan dari sistem sensoris (propioseptif dan vestibular) dalam mempertahanakan keseimbangan pada tugas dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian dynamic neuromuscular stabilization untuk meningkatkan keseimbangan pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan metode narrative review. Metode : Pencarian jurnal melalui portal jurnal online seperti Google Scholar, Pubmed,,NCBI, Research gate sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil : penelitian ini berdasarkan review terhadap 10 jurnal dari negara iran dan korea, semua mengidentifikasi menjelaskan tentang lansia dengan gangguan keseimbangan dan tentang lansia dengan gangguan keseimbangan akibat dari suatu penyakit. Kesimpulan : Penelitian membuktikan adanya peningkatkan keseimbangan pada lansia dan alat ukur yang paling rekomendasi untuk mengukur keseimbangan pada lansia yaitu Berg Balance Scale. Kata kunci: Keseimbangan,Dynamic Neuromuscular Stabilization, Lansia, Berg Balance Scale.
Pengaruh NMES dan Treadmill Exercise Terhadap Lower Extremity Functional pada Kondisi Post Operasi Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Bustam, Ika Guslanda
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5019

Abstract

Post operasi rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament (ACL) mempengaruhi kemampuan fungsional lutut hingga menyebabkan gangguan kemampuan berjalan. Kondisi ini dapat terjadi akibat aktivitas yang berat dan overuse saat berolahraga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NMES dan treadmill exercise terhadap lower extremity functional pada kondisi post operasi rekonstruksi anterior cruciate ligament. Metode: Tiga belas responden dengan kondisi post operasi rekonstruksi ACL, usia 15 – 40 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Seluruh responden diberikan intervensi berupa NMES dengan arus 200 – 400 µs dan frekuensi 30 – 50 Hz. Sedangkan treadmill exercise dilakukan selama 15 menit dengan kecepatan 4 – 8 mph yang dinaikkan secara perlahan dan disesuaikan dengan toleransi responden. Hasil: Terdapat peningkatan nilai rata-rata LEFS sebelum perlakuan adalah 70.629 menjadi 82.163 setelah perlakuan. Sedangkan uji statistik dengan Paired Sample t-Test signifikan p<0.000. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai lower extremity functional pre dan post treatment pada responden dengan kondisi post operasi rekonstruksi ACL. Kata Kunci: Anterior Cruciate Ligament, Lower Extremity Functional, Neuromuscular Electrical Stimulation dan Treadmill Exercise.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kondisi Gangguan Gerak dan Fungsi Sendi Metacarpophalangeal I Akibat De Quervein Syndrome Dextra : Case Report Juliastuti, Juliastuti
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5020

Abstract

e quervain syndrome merupakan peradangan pada tendon metacarpophalangeal I, yang menyebabkan ruang gerak dari tendon menjadi sempit dan menimbulkan nyeri pada pangkal ibu jari dan meluas sampai ke lengan bagian bawah. Pada kasus ini pasien mengalami nyeri gerak dan nyeri tekan, keterbatasan luas gerak sendi serta adanya gangguan fungsional pada sendi metacarpophalangeal (MCP) I. Penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan yaitu modalitas Ultrasound (US) Therapy, Kinesiotaping dan Eccentric Exercise dengan Resistance Band. Setelah dilakukan terapi sebanyak 3 kali, diperoleh hasil nyeri gerak aktif T1 nilai 8 menjadi T3 nilai 5, nyeri tekan T1 nilai 7 menjadi T3 nilai 4, luas gerak sendi aktif aktif ekstensi-fleksi dari T1 : (S) 150-00-550 menjadi T3 : (S) 350-00-550, dan peningkatan luas gerak sendi pada gerak aktif abduksi-adduksi dari T1 : (F) 200-00-00 menjadi T3 : (F) 300-00-00, kemampuan aktivitas fungsional dengan DASH T1 dan T2 hasil skor 70 pada T3 terjadi penurunan yaitu hasil skor 50. Ultrasound (US) Therapy, Kinesiotaping dan Eccentric Exercise dengan Resistance Band dapat mengatasi problematika fisioterapi pada kondisi De Quervein Syndrome. Kata kunci : De Quervein Syndrome, Ultrasound Therapy, Kinesiotaping, Eccentric Exercise
Penerapan Strengthening Ball Roll Exercise, Kinesiotaping dan Towel Curl Exercise Pada Gangguan Gerak dan Fungsi Sendi Pergelangan Kaki Akibat Flat Foot Haryoko, Imam
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5021

Abstract

Latar Belakang: Flat foot merupakan suatu kondisi berkurangnya lengkungan Medial Longitudinal Arch (MLA) yang menyebabkan telapak kaki menjadi lebih datar dari biasanya, dampak yang akan terjadi akibat flat foot adalah berkurangnya kecepatan dan kelincahan saat berjalan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strengthening Ball Roll Exercise , Kinesiotaping dan Towel Curl Exercise pada gangguan gerak dan fungsi sendi pergelangan kaki akibat flat foot. Metode: Jenis penulisan yang dilakukan adalah studi kasus yang telah dilakukan pada satu orang pasien perempuan usia 19 tahun dengan kondisi flat foot. Subjek dievaluasi dengan menggunakan Foot Print Test, Arch Height Index (AHI) dan Lower Extremity Functional Scale (LEFS).Hasil: Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali selama 3 minggu didapatkan hasil peningkatan tinggi arkus pada hasil pemeriksaan AHI dari nilai 3 cm menjadi 3,5 cm dan skor LEFS dari nilai 90% menjadi 97,5%. Kesimpulan: Pemberian terapi latihan berupa Strengthening Ball Roll Exercise, Kinesiotaping dan Towel Curl Exercise dapat meningkatkan tinggi arkus dan aktivitas fungsional pasien flat foot.
Hubungan Posisi Duduk Menggunakan Laptop Terhadap Nyeri Leher Selama Perkuliahan Daring Mahasiswa Stikes Nasional Visca, Claudia; Amarseto, Binuko; Ayu, Warih Anjari Dyah Kusumaning
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5022

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia di awal 2020, merubah tatanan pembelajaran menjadi learning from home, akibatnya banyak mahasiswa yang lebih dari 8 jam harus menghadap laptop saat perkuliahan daring. Perubahan aktivitas ini dapat memberikan dampak negatif baik keluhan fisik maupun mental yang kemungkinan terjadi karena perilaku saat melakukan perkuliahan daring. Kejadian tersebut dapat menyebabkan munculnya Musculoskeletal disorders (MSDs) yang merupakan suatu gangguan pada sistem muskuloskeletal yang mengakibatkan gejala seperti nyeri akibat kerusakan pada nervus, dan pembuluh darah pada berbagai lokasi tubuh seperti leher, bahu, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan tumit. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan posisi duduk dengan menggunakan laptop terhadap nyeri leher selama perkuliahan daring pada mahasiswa STIKES Nasional. Metode Penelitian: Analisis ini menggunakan variabel independen yaitu posisi duduk dan variabel dependen adalah nyeri leher. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa S1 Farmasi angkatan 2019 STIKES Nasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 28 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner yang disebarkan menggunakan google form. Metode statistik menggunakan Analisis Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test dan Uji Hipotesis menggunakan Correlation Bivariate. Hasil Penelitian: Berdasarkan pengujian statistik ini mendapatkan nilai Sig. (p) 0.000 yang menunjukkan bahwa posisi duduk dengan menggunakan laptop selama perkuliahan daring memiliki hubungan signifikan terhadap nyeri leher. Kesimpulan: Adanya hubungan posisi duduk dengan menggunakan laptop terhadap nyeri leher selama perkuliahan daring pada mahasiswa STIKES Nasional. Kata Kunci: posisi duduk, nyeri leher.
Effect of Backpack Load on Gait Speed During Walking among University Student: A Pilot Study Susilo, Taufik Eko
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5025

Abstract

Nowdays, the backpack is designed multipurpose to carry all human needs. However, the excessive load on the backpack could lead to the postural problem that disturbs the human activities. People carry various loads of backpack in different positions every day and it tends to significant changes in physical performances such as walking speed and cadence . Carrying backpacks can cause the undesired posture which in turns can cause muscle fatigue, back pain, and spinal deformity eventually for the severity case. Standing and walking with backpacks may affect both static and dynamic balances which induce postural instability. Purpose: To identify the effect of 10% backpack load on gait speed during walking among university students Methodology: This observational study used repetitive experimental measured. Results: in backpack load comparison in the 10-meter walkway, the gait speed was significantly different between walking with and without load (p< 0.001). In 3-meter gait speed, there were significant different speed among normal, fast, and slow gait in each walking condition, with and without backpack load (p <0.05), respectively. For pos-hoc analysis, there were significantly different in normal and fast gait speed (p = 0.001), and fast and slow gait speed (p = 0.007), but there were significant differences of normal and slow gait speed (p = 0.314) in walking 3m without backpack load. Then, there were significantly different in normal and fast gait speed (p = 0.007), and normal and slow gait speed (p = 0.038), but there were significant differences of fast and slow gait speed (p = 0.445) in walking 3m with backpack load. Applications/Originality/Value: this study was the pilot study that tested the gait speed among university student who uses the backpack Keywords: backpack, load, gait speed

Page 1 of 1 | Total Record : 10