cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Published By: Fanshur Institute: Research and Knowlade Sharing in Aceh Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia. E-mail: jurnalfathir@gmail.com
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
FATHIR: Jurnal Studi Islam
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468930     EISSN : 30468922     DOI : -
FATHIR: Jurnal Studi Islam merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu keislaman, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Adab dan Humaniora, 2. Sosial dan Politik Islam, 3. Tarbiyah dan Keguruan, 4. Dakwah dan Komunikasi Islam, 5. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 6. Ekonomi, Bisnis dan Perbankan Islam, 7. Syariah, Hukum Islam, Ilmu Al-Quran dan Hadis. Jurnal Fathir bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 69 Documents
Memaknai Slogan Feminis Gen Z Di Instagram: Analisis Semiotika Atas Narasi Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Islam Hakim, Teuku Zikril; Irma, Ade
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.360

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena slogan-slogan feminis viral di kalangan Gen Z di Instagram seperti “mokondo”, “laki-laki provider” dan “selain donatur dilarang ngatur” melalui pendekatan semiotika Rolan Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slogan-slogan tersebut secara denotatif mengkiritik patriarki, namun secara konotatif justru memperkuat steriotipe kapitalistik dan cenderung misandris. Dari perspektif Islam, fenomena ini bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 13, dan konsep relasi harmonis dalam surat Ar-Rum ayat 21. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, perlu adanya rekontekstualisasi wacana feminism digital yang sejalan dengan nilai-nilai Islam tentang keadilan dan etika komunikasi.
Metode Penyebaran Islam Di Nusantara Melalui Kesenian Wahdani, Alya
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.366

Abstract

Penelitian ini membahas metode penyebaran Islam di Nusantara melalui pendekatan kesenian sebagai media dakwah kultural yang efektif. Islam tidak datang dengan cara memaksa, tetapi disebarkan melalui cara damai dan adaptif terhadap budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran kesenian tradisional seperti wayang kulit, tembang, syair, hikayat, salawat, dan bentuk seni lainnya dalam menyampaikan ajaran Islam di berbagai wilayah Nusantara secara kontekstual. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang menganalisis data dari literatur sejarah, manuskrip lokal, dan karya ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para dai seperti Wali Songo, ulama Aceh, dan penyebar Islam di wilayah lain berhasil mengislamisasi masyarakat tanpa menimbulkan konflik, melalui integrasi nilai-nilai Islam ke dalam seni yang telah akrab dengan masyarakat. Pembahasan juga menunjukkan bahwa pendekatan kultural ini tetap relevan di era modern, terutama jika dikembangkan melalui media digital. Kesimpulannya, dakwah melalui kesenian tidak hanya efektif dalam sejarah, tetapi juga potensial sebagai strategi dakwah kontemporer yang membangun harmoni antara Islam dan budaya lokal.
Efektivitas Penggunaan media “Spinning Wheel” dalam pembelajaran ‘Adad dan Ma’dud di Dayah Modern Al-Furqan Bireuen Ahzan, Hafiz Al
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media spinning wheel dalam pembelajaran tarkib a’dad dan ma’dud di Dayah Modern Al-Furqan, Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi 161 santriwati kelas VIII dan sampel 30 siswa santriwati VIII A. Dalam meanganalisis data ini penulis menggunakan SPSS 26 untuk menguji hasil normalitas, homogenitas dan independent T test. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media spinning wheel meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi tarkib a’dad dan ma’dud. Dan hasil tersebut dilihat dari hasil penilaian antara tes awal dan tes akhir terdapat peningkatan yang signifikan. Pada pretest siswa mendapat nilai secara keseluruhan 1.536 sedangkan setelah dilakukan pretest yaitu melakukan posttest siswa mengalami peningkatan dengan mendapat nilai secara keseluruhan 2.619 dari hasil tersebut maka media spinning wheel efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi a’dad dan ma’dud.
Konsep Jihad Menurut Sayyid Quṭb dan Fazlur Rahman Aziza, Nazlia
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.384

Abstract

Jihad merupakan salah satu konsep penting dalam Islam yang sering kali dipersempit maknanya dengan makna perang yang identik dengan kekerasan, padahal makna jihad sebenarnya lebih luas dan beragam. Oleh sebab itu, untuk memahami dengan baik makna jihad, maka perlu mendalami penafsiran ayat-ayat menurut para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jihad menurut Sayyid Quṭb dan Fazlur Rahman serta menganalisis pengaruh konteks historis dan sosial-politik terhadap pemahaman tentang jihad menurut Sayyid Quṭb dan Fazlur Rahman. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan teknik analisis historis faktual serta metode tafsir muqāran (perbandingan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyid Quṭb memahami jihad sebagai perjuangan fisik dan ideologis untuk menegakkan tatanan Islam secara menyeluruh, dipengaruhi oleh situasi politik Mesir yang penuh konflik dan represif. Sementara itu, Fazlur Rahman memaknai jihad secara kontekstual yaitu sebagai usaha moral dan spiritual untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan bermoral, dipengaruhi oleh situasi perubahan sosial-politik Pakistan dan karirnya di dunia Barat. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap jihad sangat dipengaruhi oleh konteks historis dan sosial-politik masing-masing tokoh.
Hujan Deras dan Gempa Bumi: Analisis Tafsir Saintifik QS. Fussilat [41]: 39 Aisah, Siti; Kumala Dewi, Ayu; Mujahid, Ahmad
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.341

Abstract

Fenomena hujan deras dan gempa bumi telah lama menjadi perhatian dalam kajian geologi dan seismologi, terutama dalam  konteks hidroseismisitas, yaitu bagaimana infiltrasi air ke dalam tanah dapat memengaruhi kestabilan kerak bumi. Penelitian ini membahas hubungan antara hujan deras dan gempa bumi dalam perspektif tafsir saintifik terhadap QS. Fussilat [41]: 39 yang menggambarkan perubahan tanah setelah turunnya hujan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik deskriptif-analisis. Data yang digunakan bersumber dari kitab tafsir serta penelitian ilmiah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan deras dapat mempengaruhi kestabilan tanah melalui peningkatan tekanan hidrologis, pergeseran massa tanah, dan pemicu tambahan pelepasan energi seismik terutama di wilayah dengan patahan geologis aktif. Temuan ini sejalan dengan berbagai faktor pemicu pelepasan energi seismik dalam kondisi tertentu. Penelitian ini mengungkap bahwa makna kata ihtazzat dalam QS. Fussilat [41]: 39 tidak hanya memiliki makna tentang menghidupkan kembali tanah yang mati, tetapi juga merujuk pada gerakan atau getaran kuat yang dalam hal ini mengandung penjelasan ilmiah mengenai dinamika geologi yang terjadi akibat curah hujan tinggi.
Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder) Dalam Perspektif Al-Quran Harits, Deffa Cahyana
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.386

Abstract

Dalam Al-Qur’an, kecemasan dipahami sebagai bagian dari sifat dasar manusia yang diekspresikan melalui istilah khauf (takut), khasyah (takut), huzn (sedih), halu’a (gelisah), dan dhayq (sempit). Penelitian ini bertujuan untuk menganalis aspek-aspek kecemasan berlebihan, faktor-faktor, serta solusi terapi berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Data utama berasal dari Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibn ‘Āsyūr  yang didukung oleh literatur sekunder tentang kecemasan berlebihan dan tafsir Al-Qur’an. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur mendalam, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan berlebihan (Anxiety Disorder) dalam perspektif Al-Qur’an merupakan fenomena yang melibatkan aspek fisiologis (Q.S An-Nahl: 127), behavioral (Q.S Ali Imran: 175) dan kognitif (Q.S Al-Ma’arij: 19; Ali Imran: 139) yang meliputi dua faktor utama sebagai pemicu kecemasan. Pertama, pengalaman buruk di masa lalu seperti yang dialami Nabi Ya’qub ketika kehilangan Nabi Yusuf (QS. Yusuf: 84). Kedua, pikiran irasional yang membuat manusia cenderung berprasangka buruk terhadap masa depan (QS. Al-Isra: 31). Al-Qur’an juga menawarkan solusi melalui penguatan keimanan seperti tawakal (QS. Al-Baqarah: 216), dzikir dan doa (QS. Ar-Ra’d: 28; QS. An-naml: 62), melaksanakan shalat (QS. Al-Baqarah: 277), membaca Al-Qur’an (QS. Al-Isra: 82), muhasabah/mindfulness (QS. Al-Hasyr: 18), thought stopping (QS. Al-A’raf: 200), problem-solving (QS. Asy-Syarh: 5-6), Exposyre therapy (Al-Baqarah: 286), sebagai terapi efektif dalam membantu individu mengelola kecemasan.
Persepsi Pembina Asrama Putri Madrasah ‘Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa Terhadap Pembacaan Surah Al-Mulk Sebelum Tidur Siraj, Diffa Cahyani
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.387

Abstract

Pembacaan Surah Al-Mulk sebelum tidur telah lama diyakini dalam tradisi Islam memiliki keutamaan, salah satunya adalah membebaskan seseorang dari siksa kubur. Namun, dalam praktik keseharian di lingkungan asrama putri Madrasah ‘Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, ditemukan realitas empiris lain yang turut mengiringi amalan ini. Para pembina merasakan adanya manfaat lain, yaitu perlindungan dari gangguan makhluk halus seperti ketindihan atau kemasukan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik pembacaan Surah Al-Mulk tidak hanya dipahami secara teologis semata, tetapi juga memiliki nilai praktis dalam kehidupan spiritual santriwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris melalui studi lapangan (field research) untuk menggali persepsi para pembina asrama putri terhadap praktik pembacaan Surah Al-Mulk sebelum tidur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri dari pembina asrama putri dan santriwati yang terlibat langsung dalam pembinaan kegiatan keagamaan di lingkungan asrama RIAB. Pendekatan Living Qur’an digunakan sebagai teknis analisis untuk melihat bagaimana al-Qur’an dihayati, diamalkan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengungkap tiga poin utama: (1) pembina memiliki persepsi bahwa pembacaan Surah Al-Mulk sebelum tidur membawa ketenangan dan perlindungan spiritual bagi santriwati; (2) kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam pukul 22.30 WIB, setelah belajar malam, dalam bentuk berjamaah di koridor asrama, dan menjadi bagian integral dari ritme harian santriwati; (3) para pembina menerapkan strategi pembinaan bertahap—meliputi pendataan kehadiran, pendampingan langsung, penyampaian nasihat, pendekatan personal, hingga pemberian sanksi—sebagai upaya sistematis dalam memastikan keberlangsungan tradisi tersebut.
Model Komunikasi Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar di Media Youtube Ichsan, Wahyu Khairul; Hasan, Ridwan Muhammad; Yanti, Abizal M
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.390

Abstract

Pesatnya perkembangan media digital telah mengubah lanskap dakwah Islam, dari mimbar ke media sosial. Di tengah kondisi tersebut, Habib Husein Ja’far Alhadar hadir sebagai sosok dai yang berhasil memanfaatkan YouTube sebagai ruang dakwah yang segar, santun, dan inklusif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji model komunikasi dakwah yang digunakan Habib Ja’far dalam program Login, serta menilai efektivitas YouTube sebagai media dakwah di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka, observasi konten video, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan content analysis dengan memfokuskan pada gaya komunikasi, isi pesan dakwah, serta respons audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dakwah Habib Ja’far berpijak pada pendekatan psikosufistik dan humanistik, yang menekankan nilai-nilai keilahian, kemanusiaan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Pesan-pesan dakwah disampaikan dengan bahasa yang ringan, dialogis, dan humoris, sehingga mampu menjangkau segmen audiens muda lintas agama. Tingginya jumlah penayangan, komentar positif, dan antusiasme audiens dalam setiap episode menjadi indikator efektivitas media YouTube sebagai saluran dakwah. Temuan artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan dakwah digital sangat bergantung pada kemampuan dai dalam menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan karakteristik audiens dan medium yang digunakan. Habib Ja’far berhasil menampilkan wajah Islam yang damai, toleran, dan relevan di tengah pluralitas masyarakat modern.
Al-Furūq Al-Lughawiyyah Dan Pengaruhnya Terhadap Penafsiran Surah Ibrāhīm Harisnur, Sabariah
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.391

Abstract

Al-furūq al-lughawiyyah adalah sebuah materi terpenting dalam ilmu bahasa yang di munculkan oleh pakar ahli bahasa dari kelompok yang tidak menyetujui adanya tarāduf dalam bahasa Arab. Penelitian ini mengkaji pengaruh al-furūq al-lughawiyyah (perbedaan makna kata dalam bahasa Arab) terhadap penafsiran Surah Ibrāhīm. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fokus terhadap perbedaan halus antar-lafaz yang tampak sinonim, padahal pemilihan diksi dalam al-Qur’an sangat presisi dan bermakna. Dalam konteks ini, pendekatan al-furūq al-lughawiyyah dinilai mampu memperjelas makna lafaz dan memperkaya pemahaman terhadap pesan ilahi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan linguistik. Kajian diarahkan pada tiga lafaz utama dalam Surah Ibrāhīm, yaitu al-ṣirāṭ, al-syak, dan al-fu’ād, yang dianalisis berdasarkan al-furūq al-lughawiyyah dan pemahaman para mufassir serta karya-karya linguistik yang relevan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa lafaz dalam surah Ibrahim memiliki perbedaan baik dari segi penggunaannya dan konteksnya. Pada surah dalam al-Quran terutama dalam surah Ibrahim yang konteks pembahasaanya berbeda menyebabkan setiap lafaz memberikan makna yang berbeda-beda. Maka Peneliti dapat menggambarkan bahwa memang tidak ada kata-kata yang benar-benar mempunyai arti yang sama persis. Sehingga tidak selalu memungkinkan untuk digunakan dalam sebuah konteks kalimat yang sama. Penelitian ini diharapkan turut berkontribusi dalam pengembangan kajian tafsir serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap al-Qur’an melalui pendekatan lughawī.
Penafsiran Khaled Abou El Fadl Terkait Ayat-Ayat Toleransi Dalam Al-Qur’an Taqwiya, Taqwiya; Maizuddin, Maizuddin; Bahri, Samsul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.392

Abstract

Toleransi merupakan nilai dasar dalam upaya harmonisasi kehidupan sosial dalam masyarakat. Di tengah beragamnya kebudayaan, agama, etnis, ideologi, serta falsafah hidup, toleransi berperan penting untuk mencegah konflik, mempromosikan dialog, dan meningkatkan persatuan. Namun, Dalam praktiknya, nilai ini seringkali diabaikan karena faktor kesalahpahaman, fanatisme, maupun kepentingan individu dan kelompok. Hal ini seringkali memancing perpecahan, diskriminasi, dan kekerasan, yang selalu merusak kerukunan sosial. Salah satu tokoh muslim kontemporer Khaled Abou El Fadl yang selama ini dianggap sebagai seorang muslim moderat yang sering menyuarakan sikap toleran. Fokus penelitian ini berada pada ruang lingkup penelitian tokoh, yang menekankan pada pemikiran tokoh yang mengkaji Al-Qur’an, dengan jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) terkait tema yang dikaji yaitu toleransi menurut Khaled Abou El Fadl.  Toleransi antar umat beragama dalam pandangan Islam merupakan sikap menghargai pemeluk agama lain. Toleransi antar umat beragama yang diharapkan di sini adalah toleransi yang tidak menyangkut bidang akidah atau dogma masing-masing agama. Kehidupan Khaled Abou El Fadl sebagai seorang Muslim yang lahir dan tumbuh di Timur Tengah kemudian bermigrasi dan tinggal di Amerika Serikat, di tengah masyarakat Barat yang plural dan sekuler, membentuk cara pandangnya yang khas dalam memahami ajaran Islam. Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an terkait tema toleransi Khaled Abou El Fadl memfokuskan pada aspek interaksi sosial. Konsep toleransi Khaled menekankan pada prinsip saling menghormati perbedaan dan keragaman, Kerjasama, dan saling tolong menolong. Selanjutnya ia juga menekaankan untuk tidak memaksakan keyakinan, hanya memerangi kaum kafir yang lebih dulu memerangi kaum muslim, dan tidak serta merta menolak ajakan perdamaian.