cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Published By: Fanshur Institute: Research and Knowlade Sharing in Aceh Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia. E-mail: jurnalfathir@gmail.com
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
FATHIR: Jurnal Studi Islam
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468930     EISSN : 30468922     DOI : -
FATHIR: Jurnal Studi Islam merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu keislaman, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Adab dan Humaniora, 2. Sosial dan Politik Islam, 3. Tarbiyah dan Keguruan, 4. Dakwah dan Komunikasi Islam, 5. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 6. Ekonomi, Bisnis dan Perbankan Islam, 7. Syariah, Hukum Islam, Ilmu Al-Quran dan Hadis. Jurnal Fathir bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Pemikiran Tasawuf Falsafi Perspektif Abuya Amran Waly Al-Khalidy Wahid, Assauti
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 3 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i3.120

Abstract

Tasawuf falsafi adalah pemikiran tasawuf yang pernah dikembangkan baik oleh Syekh Abu Yasid al-Bustami, Ibnu Arabi, Abdul Karim al-Jilli, Syekh Hamzah Fansuri, Syekh Syamsuddin al-Sumaterani, Syekh Abdul Rauf al-Singkili, Syekh Abdul Shamad al-Falimbangi, maupun para ulama tasawuf falsafi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran tasawuf falsafi perspektif Abuya Amran Waly al-Khalidy dan pengaruh sosial keagamaan di Aceh. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggabungkan antara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Instrument yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti Model Analysis Interactive Miles dan Hubermen 1994; pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf falsafi merupakan suatu kajian yang berdasarkan pada rukun agama yang ketiga yaitu ihsan dan cara mengobati atau menghilangkan penyakit nafsu pada manusia. Mempelajari tasawuf falsafi ini tidak hanya cukup sebagai pengakuan atau membenarkan keberadaan Allah dan sifat-sifat-Nya saja, akan tetapi semua yang ada di alam ini harus hilang dari pandangan kita, hanya saja yang ada cahaya dan keberadaan Allah yang dapat berpegang teguh dengan tauhid sehingga tidak ada lagi dalam batin manusia selain Allah. Ada tiga ajaran dari tasawuf ini yaitu syari’at, tarikat dan hakikat. Yang disyiarkan kepada pengikutnya adalah ibadah, toleransi dan aqidah yang benar. Pengaruh tasawuf falsafi ini terlihat pada perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan masyarakat Aceh, baik dalam bidang ibadah, sosial, dan akhlak, juga telah mampu mendakwahkan kembali ajaran tasawuf dengan mengimbangi persoalan dunia dan akhirat. Selain itu, Abuya Amran Waly juga berhasil membangkitkan dan menyambungkan transmisi tasawuf falsafi Aceh lama di era Aceh maupun Indonesia modern.
Problematika Ulama Aceh Atas Pembenaran Kitab Insan Kamil Karangan Abdul Karim Al Jili Oleh Abuya Amran Waly Gunandar, Jerri; Nasir, M; Subhi, Muhibbul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 3 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i3.133

Abstract

Ulama merupakan penyambung risalah Rasulullah SAW, dimana ulama dikategorikan kepada tiga komponen ilmu yaitu ulama Tauhid, Fiqih dan Tasawuf. Problematika yang terjadi di Aceh saat ini yaitu penyesatan dan kritikan dari ulama ahli fiqh maupun ulama tasawuf tentang pandangan Abuya Amran Waly yang membenarkan isi dari kitab Insanul Kamil karangan Imam Abd Karim Al-Jili yang mana Sebagian ulama besar di Aceh menyesatkan Abuya Amran Waly melalui pengajian MPPT-I. Kajian tentang konsep Insan Kamil adalah salah satu tema kajian yang penting dalam dunia tasawuf. Salah satu bukti pentingnya tema ini adalah begitu banyaknya kitab yang ditulis oleh para ulama sufi tentang makna hakikat tuhan. Dari sekian banyak ulama sufi yang mengkaji secara khusus tentang hakikat tuhan diantaranya adalah Abd al-Karim al-Jili dalam kitabnya Al-Insanul Kamil. Kajian Insan Kamil yang tercantum dalam kitabnya ini berbeda dengan kajian Insan Kamil para sufi-sufi lainnya seperti Ibn ‘Arabi dan Al-Hallaj. Meskipun Abd Karim Al-Jili bukan pengagas pertama konsep Insan Kamil, akan tetapi  konsep yang ditulisnya berbeda dengan para pendahulunya. Melalui sosok Abd Karim Al-Jili kitab Insan Kamil mempunyai kejelasan lebih komprehensif meskipun konsepnya hanyalah perombakan dari konsep Insan Kamil yang digagas pendahulunya misalnya oleh Ibnu ‘Arabi dan juga penjelasan yang amat mendalam dan jelas seputar Insan kamil yang di ajarkan oleh Abuya Amran Waly sebagai komparatif dalam penelitian ini.
Kontribusi Perempuan Dalam Menopang Ekonomi Keluarga Perspektif Maqashid Syariah Rosa, Rosa; Adiyono, Adiyono
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 3 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i3.137

Abstract

Dalam era globalisasi, stigma bahwa perempuan hanya menjadi ibu rumah tangga telah  bergeser, kini mereka dapat membantu perekonomian keluarga. Khususnya Perempuan single parent tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga namun juga sebagai ayah yang mengharuskan mencari nafkah. Saat ini tidak jarang perempuan single parent yang bekerja bahkan membuat usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup bahkan menjadi tulang punggung keluarganya. Dengan begitu, perempuan single parent memiliki pendapatan sendiri sehingga semakin banyak hasil pendapatan untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi dalam keluarganya. Selanjutnya peneliti menggunakan perspektif maqashid syariah dengan tujuan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat memberikan panduan dalam mengoptimalkan peran dan keikutsertaan perempuan single parent dalam ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis mengenai kontribusi atau keterlibatan seorang perempuan single parent dalam menopang ekonomi keluarga dalam pandangan maqashid syariah. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara dengan 10 perempuan single parent , observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analis reduksi data, kemudian dilakukan penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk mengetahui dan menganalisis kontribusi atau keterlibatan perempuan single parent dalam menopang ekonomi keluarga sesuai dengan perspektif maqashid syariah. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Labang, Kecamatan Labang Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perempuan single parent berusaha sendiri dalam menopang ekonomi keluarga baik yang di sebabkan oleh perceraian maupun ditinggal suami yang disebabkan meninggal dunia. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk menulis jurnal dengan judul kontribusi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga perspektif maqashid syariah.
Kewajiban Belajar-Mengajar Dalam Konteks Tafsir Tarbawi Permana, Diansyah; Ridwan, Endan Hamdan; Gandara, Tedi
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 3 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i3.150

Abstract

Kewajiban belajar-mengajar merupakan aspek fundamental dalam Islam yang bertujuan membentuk individu yang berilmu dan berakhlak mulia. Penelitian ini membahas konsep kewajiban belajar-mengajar dalam perspektif tafsir tarbawi untuk memahami landasan normatif dan praktisnya dalam pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya interpretasi ayat-ayat al-Qur’an terkait pendidikan yang relevan dengan tantangan pendidikan modern. Penelitian menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari jurnal akademik, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur pendidikan Islam. Pendekatan tafsir maudhui (tematik) digunakan untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur'an dan hadis terkait kewajiban belajar-mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban belajar-mengajar tidak hanya merupakan tuntutan individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial untuk membangun masyarakat yang berpengetahuan dan bertanggung jawab. Konsep tafsir tarbawi menekankan pentingnya transfer ilmu yang diiringi pembentukan akhlak sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kewajiban belajar-mengajar dalam Islam berlandaskan prinsip kesetaraan, keadilan, dan tanggung jawab, yang relevan untuk diaplikasikan dalam berbagai konteks pendidikan saat ini. Studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Metode Ijmali dan Aplikasinya dalam Penafsiran Al-Qur'an Selian, Bagas Nirwana; Syabuddin, Syabuddin
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.155

Abstract

Metode ijmali merupakan salah satu pendekatan penting dalam penafsiran Al-Qur'an yang menekankan pada kejelasan dan kesederhanaan dalam menyampaikan makna ayat-ayat suci. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik, kelebihan, dan kekurangan dari metode ijmāli serta aplikasinya dalam konteks penafsiran Al-Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian pustaka, data dikumpulkan melalui kajian literatur yang relevan, baik dari sumber cetak maupun elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijmāli, yang pertama kali diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW, memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Qur'an secara ringkas dan global, sehingga mudah dipahami oleh umat Islam. Metode ini juga memiliki langkah-langkah yang sistematis, yang meliputi penguraian ayat-ayat Al-Qur'an dan penjelasan makna mufradat sesuai kaidah bahasa Arab, termasuk analisis gramatikal serta pemilihan diksi yang mencerminkan lafaz Al-Qur'an Meskipun metode ini memiliki kelebihan dalam hal kejelasan dan kebebasan dari pengaruh penafsiran Israiliyat, terdapat juga kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti petunjuk yang tidak utuh dan potensi penafsiran yang dangkal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami metode ijmāli dan meningkatkan cara penafsiran Al-Qur'an yang lebih efektif dan aplikatif.
Eksistensi Asbabun Nuzul Dalam Penafsiran Al-Quran di Era Modern Mariati, Mariati
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.157

Abstract

Asbabun Nuzul merujuk pada kejadia-kejadian atau alasan yang menjadi factor utama turunnya satu ayat atau sekumpulan ayat yang ada dalam Al-Quran. Konsep asbabun nuzul tersebut memiliki peranan yang paling penting dalam memahami tafsir Al-Quran, terutama bagi para mufassir di era modern ini. Asbabun Nuzul memberikan konteks sejarah yang esensial dalam menjelaskan turunnya ayat-ayat tertentu dan membantu para mufassir dalam menginterpretasikan makna-makna yang tersirat. Penelitian ini memanfaatkan metode kajian pustaka dengan mengumpulkan berbagai referensi, seperti buku-buku dan artikel/jurnal yang terkait dengan topik pembahsan yaitu eksistensi asbabun nuzul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi tentang asbabun nuzul sangat membantu para mufassir dalam mengetahui konteks turunnya ayat, dan dapat mengurangi kemungkinan kesalahan atau  keraguan dalam penafsiran Al-Quran. Oleh karena itu, sangat penting bagi para mufassir modern untuk memperhatikan riwayat asbabun nuzul, agar tidak terjadi kekeliruan dalam tafsir dan untuk memahami hikmah di balik turunnya ayat tersebut
Efektivitas Penerapan Metode Wahdah dalam Memperlancar Hafalan Al-Qur’an Studi di Ma'had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Safrina, Safrina
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.177

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode wahdah dalam memperlancar hafalan Al-Qur’an studi di Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami efektivitas metode ini mampu meningkatkan daya hafal santri dalam menghafal Al-Qur’an. Metodologi yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Melalui pendekatan eksperimen dengan menganalisis hasil hafalan santri yang menggunakan metode wahdah dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini memiliki efektivitas yang signifikan, artinya metode ini dapat diterapkan.
Fenomena Fatherless Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian tentang Relasi Ayah dan Anak dalam Kisah Al-Qur’an) Astuti, Desi Widiya Puzi; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.180

Abstract

Fenomena fatherless atau ketidakhadiran figur ayah dalam kehidupan anak menjadi masalah sosial yang terus meningkat, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ayah dalam perspektif Al-Qur’an, khususnya dalam membangun relasi ayah dan anak yang sehat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan sumber utama ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas relasi ayah dan anak serta berbagai literatur ilmiah sebagai pendukung. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih menyoroti aspek psikologis atau sosial dari fenomena fatherless, kajian ini berfokus pada solusi yang ditawarkan Al-Qur’an melalui nilai-nilai parenting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menekankan pentingnya peran ayah dalam membimbing, melindungi, dan memberikan teladan positif untuk perkembangan spiritual, moral, dan emosional anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan ayah berdasarkan nilai-nilai Qur’ani dapat mengatasi dampak negatif fatherless sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Obyek 'Akal Bagi Kehidupan Manusia: Prespektif Al-Qur’an Nada, Alfaini Zulfa; Soleh, Achmad Khudori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.183

Abstract

Akal adalah kemampuan berpikir yang memungkinkan seseorang memahami sesuatu. Namun, akal memiliki batasan karena ada ajaran yang tidak bisa dipahami dengan akal. Dalam Al-Qur'an, Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis peranan akal dalam kehidupan manusia berdasarkan perspektif Al-Quran. Menggunakan metode penelitian kepustakaan yang meliputi pengumpulan sumber-sumber bibliografi yang relevan dengan fokus penelitian, teknik pengumpulan data dari sumber kitab tafsir al misbah kemudian ada buku, jurnal, artikel dan perpustakaan. Dari hasil penelitian ini terdapat: 1). berbagai ayat Al-Quran istilah 'aql muncul sebanyak 49 kali dengan berbentuk fi'il mudhari'. Di antara bentuk-bentuk tersebut, kata ta’qilun muncul sebanyak 24 kali dan ya’qilun sebanyak 22 kali. Sedangkan verba lain seperti 'aqala, na'qilu, dan ya'qilu masing-masing hanya muncul satu kali. 2). Akal dalam Al-Qur'an memiliki peran penting untuk memahami ciptaan Allah. Manusia diajak untuk merenung dan berpikir tentang fenomena alam seperti langit, bumi, pergantian siang dan malam, laut, hujan dan binatang yang semuanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. 3). Al-Qur'an menekankan pentingnya akal bagi manusia, yaitu: Akal untuk memahami kebenaran dan mendorong berpikir, akal juga sebagai objek kajian untuk mempelajari alam sebagai tanda kekuasaan Tuhan. Selain itu, al-Qur'an menegur mereka yang tidak menggunakan akal dan ingkar terhadap kebenaran.
Mewujudkan Literasi Al-Qur'an Inklusif bagi Siswa Tunarungu: Sebuah Ulasan Konseptual Septiyani, Rini; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.187

Abstract

Literasi Al-Qur’an merupakan aspek penting dalam pendidikan agama Islam. Namun, para difabel, dalam hal ini yaitu penyandang tunarungu masih menemui kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Sehingga, pendidikan inklusif bagi siswa penyandang tunarungu menemui tantangan dalam menyelaraskan hak akses pembelajaran dengan kebutuhan khusus, terutama dalam literasi Al-Qur’an sebagai bagian dari pendidikan agama Islam. Latar belakang masalah ini terletak pada kurangnya pendekatan yang adaptif terhadap tunarungu. Oleh karena itu, penelitian ini mengajukan rumusan masalah, yakni bagaimana konsep literasi Al-Qur’an dapat diterapkan secara inklusif untuk siswa tunarungu, dengan pertimbangan karakteristik dan kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai referensi terkait literasi Al-Qur’an, pendidikan inklusif, serta bahasa isyarat untuk siswa tunarungu. Data diperoleh dari berbagai sumber akademik, artikel jurnal, serta buku-buku yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa isyarat dalam pembelajaran Al-Qur’an dapat membantu siswa tunarungu memahami dan mengakses materi Al-Qur’an lebih baik. Selain itu, penerapan pendidikan inklusif yang memanfaatkan media seperti bahasa isyarat menjadi alternatif efektif dalam literasi Al-Qur’an bagi siswa tunarungu. Kesimpulannya, melaui pendidikan inklusif, yaitu dengan kehadiran Al-Qur’an berbahasa isyarat dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an bagi siswa tunarungu dan berpotensi mempeluas aksesibilitas pendidikan agama bagi penyandang disabilitas, khususnya bagi penyandang tunarungu. Akan tetapi, perlu adanya penyesuaian lebih lanjut terkait pengajaran yang efektif terhadap pembelajaran Al-Qur’an, khususnya terkait literasi Al-Qur’an bagi siswa tunarungu.