cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Published By: Fanshur Institute: Research and Knowlade Sharing in Aceh Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia. E-mail: jurnalfathir@gmail.com
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
FATHIR: Jurnal Studi Islam
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468930     EISSN : 30468922     DOI : -
FATHIR: Jurnal Studi Islam merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu keislaman, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Adab dan Humaniora, 2. Sosial dan Politik Islam, 3. Tarbiyah dan Keguruan, 4. Dakwah dan Komunikasi Islam, 5. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 6. Ekonomi, Bisnis dan Perbankan Islam, 7. Syariah, Hukum Islam, Ilmu Al-Quran dan Hadis. Jurnal Fathir bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Peran Muhammadiyah Dalam Mencetak Generasi Unggul Melalui Pendidikan Palguna, I Gede Bagus Winaka; Nugraha, Sabryan Likhan; Satria, Aghna Kayru; Rimarsya, Asyifa Arla; Hidayah, Astika Nurul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.192

Abstract

Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam yang berkomitmen pada pendidikan, memiliki peran penting dalam mencetak generasi unggul melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sistem pendidikan modern. Artikel ini mengulas kontribusi Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan berbasis kompetensi, penggunaan teknologi digital, dan implementasi kebijakan nasional seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan metode penelitian kualitatif berbasis normatif yuridis, penelitian ini menyoroti upaya Muhammadiyah dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing secara global melalui program-program unggulan, seperti beasiswa, penguatan karakter, serta penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Di sisi lain, tantangan seperti kesenjangan akses pendidikan dan pengaruh globalisasi menjadi isu yang harus diatasi. Namun, Muhammadiyah terus menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi melalui inovasi pendidikan yang berkelanjutan, menjadikannya salah satu pelopor pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan identitas nilai-nilai Islam.
Peran Orang Tua Dalam  Mengelola Kecerdasan Emosional Anak Menurut Perspketif Islam Zubaidah, Zubaidah; Mahmud, Salami
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.195

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan manusia dalam menguasai dan mengendalikan diri terhadap hal-hal yang dapat mengakibatkan kerugian diri. Kecerdasan emosional harus diperhatikan sedini mungkin oleh orang tua terhadap anak-anak. Islam menempatkan orang tua pada posisi utama dalam keberhasilan anak. Karena itu peran orang tua dalam periode kehidupan anak sangatlah penting. Orang tua harus memberi kesempatan kepada anak-anak untuk tumbuh dan mengeluarkan ide-ide bagus secara emosional dan spiritual. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik kepada anak adalah dengan pola asuh yang tepat dan baik. Orang tua menjadi ujung tombak bagi keberhasilan anak dalam menguasai diri dan mengendalikan emosi. Terlebih lagi dalam ajaran Islam, anak adalah amanah yang ditipkan Allah kepada orang tua, maka selayaknya amanah harus dijaga dan diperhatikan dengan baik, karena itu merupakan tanggung jawab yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada setiap orang tua.
Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Dalam Meningkatkan Perilaku Siswa Sari, Deviana
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.221

Abstract

Jurnal ini membahas bagaimana pendidikan akidah akhlak diterapkan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan perilaku siswa. Berbagai metode yang digunakan dalam implementasi pendidikan ini, seperti ceramah, diskusi, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembiasaan sehari-hari di sekolah, dibahas secara mendalam. Setiap metode memiliki tujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif, seperti disiplin, kejujuran, empati, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, artikel ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi, seperti keterbatasan sumber daya, pengaruh negatif dari lingkungan sosial, serta perbedaan latar belakang keluarga siswa. Walaupun demikian, penelitian ini menegaskan bahwa dengan penerapan yang konsisten dan kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua, pendidikan akidah akhlak dapat efektif dalam membentuk perilaku siswa yang lebih baik dan mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang bertanggung jawab dalam masyarakat.
Pengembangan Media Pembelajaran Mahȃrah Al-Kitȃbah Melalui Permainan Bahasa Untuk Kelas IV MI Munaya, Auva; Mukhlisah, Mukhlisah
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.229

Abstract

Era globalisasi menuntut penguasaan teknologi yang berkembang pesat, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi mempengaruhi proses belajar mengajar melalui media pembelajaran yang efektif. Tanpa media, pembelajaran cenderung monoton. Begitu pula dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama keterampilan Mahȃrah Al-Kitȃbah (menulis), yang sering dianggap sulit oleh siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran yang kreatif dan inovatif sangat penting untuk mempermudah proses pembelajaran. Artikel ini memaparkan pengembangan media pembelajaran Mahȃrah Al-Kitȃbah melalui permainan bahasa, salah satunya permainan melengkapi huruf yang hilang. Media ini bertujuan untuk mengubah persepsi siswa, bahwa belajar menulis bahasa Arab itu mudah. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bahasa dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa. Siswa yang awalnya kesulitan dalam menuliskan kosakata bahasa Arab dengan benar, setelah menggunakan media ini, dapat menuliskannya dengan lebih mudah. Media berbasis permainan ini dapat menjadi alternatif efektif dalam mengajarkan keterampilan menulis bahasa Arab.
Lafadz Ḥāfiẓ Dalam Al-Qur’an Nazliah, Ulfatun; Maizuddin, Maizuddin; Djuned, Muslim
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.216

Abstract

Istilah ḥāfiẓ secara luas dikenal sebagai sebutan bagi seseorang yang menghafal Al-Qur'an. Namun, dalam Al-Qur'an, kata ḥāfiẓ tidak semata-mata berarti penghafal Al-Qur'an. Sebaliknya, istilah ini memiliki makna yang lebih luas tergantung pada konteksnya. Allah menyebutkan istilah ḥifẓ dan turunannya sebanyak 22 kali dalam 23 surah, dengan total 44 penyebutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna kata ḥāfiẓ dalam Al-Qur'an, berbagai turunannya, serta makna relasionalnya. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan yang menggunakan metode tematik (maudhu'i). Sumber data utama meliputi Al-Qur'an, Tafsῑr al-Ṭabari karya al-Ṭabarῑ, dan Tafsir Fatḥul Qadῑr karya al-Syaukānῑ. Secara umum, istilah ḥāfiẓ dalam Al-Qur'an mencakup tindakan-tindakan yang berkaitan dengan ibadah, seperti ḥāfiẓ al-ṣalāh dalam QS. al-Baqarah: 238, ḥāfiẓ al-furūj dalam QS. al-Mu'minūn, ḥāfiẓ al-amānah dalam QS. Yusuf: 12, ḥāfiẓ al-'amal dalam QS. al-Ṭāriq: 4, ḥāfiẓ al-syaiṭān dalam QS. al-Anbiyā': 82, dan ḥāfiẓ al-Qur'ān dalam QS. al-Ḥijr: 9. Dengan mempertimbangkan makna ḥāfiẓ sebagai penjaga, pelindung, dan pengawas, terdapat karakteristik tertentu yang terkait dengan seorang ḥāfiẓ, yaitu: 1) sebagai penjaga, seorang ḥāfiẓ memiliki sifat amanah, berpengetahuan, disiplin, dan menjauhi dosa. 2) sebagai pelindung, seorang ḥāfiẓ menunjukkan kewibawaan, keberanian, kasih sayang, dan kekuatan. 3) sebagai pengawas, seorang ḥāfiẓ yang menunjukkan ketaatan, ketelitian, dan komitmen terhadap perbuatan baik.
Konsep Tazkiyat Al-Nafs Perspektif Al-Qur’an (Studi Pemikiran HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar) Amin, Muhammad
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.238

Abstract

Tazkiyat Al-Nafs sangat penting bagi dunia saat ini, sebab masyarakat telah terperangkap dalam pola pikir rasional dan mencampakkan dimensi batin. Kondisi tersebut melahirkan gaya hidup yang materialis dan hidonis, dalam arti masyarakat hanya berfikir kehidupan duniawi semata tanpa menghiraukan kehidupan ukhrawi. Akibatnya berbagai penyimpangan, kejahatan, kekejian, dan kemungkaran terjadi disegala sektor kehidupan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana konsep Tazkiyat al-Nafs perspektif Al-Qur’an, bagaimana penafsiran HAMKA terhadap Tazkiyat al-Nafs dalam Al-Qur’an, dan bagaimana implementasi pemikiran HAMKA terhadap Tazkiyat al-Nafs di era modern. Bentuk Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode Mauḍu’i dengan analisis data diskriptif-kualitatif dan analisis isi (content analysi). Batasan dalam penelitian ini mengkaji makna, maksud dan tujuan dari lafazh tazkiyat al- nafs perspektif HAMKA dalam tafsir Al-zhar. Adapun hasil penelitian adalah: pertama konsep tazkiyat al-nafs perspektif Al-Qur’an adalah jiwa yang bersih, suci, dan terealisasinya Tauhid. Kedua, barangsiapa yang selalu mensucikan atau membersihkan dirinya dari pada kesyirikan, kerusakan akhlak, ilmu, harta, makanan, jalan yang sesat dan dari pada maksiat serta dosa lainnya melalui  tazkiyah al-nafs maka menanglah dalam kehidupan ini serta menjadi orang-orang  al-Muqarrabin.“sejauh mana tingkat kepedulian seseorang terhadap tazkiyat al-nafs dalam dirinya, maka sejauh itu pulalah tingkat keselamatannya”. Ketiga, implementasi pemikiran HAMKA terhadap Tazkiyat al-Nafs di era modern adalah untuk melahirkan sikap menahan diri, mensucikan diri, dan memanfaatkan harta untuk kepentingan produktif. Yaitu dengan konsep zuhud yang dibawakan HAMKA yang memiliki nuansa Ilahiyyah, ekonomis, sosialis, serta memiliki makna filosofis yang dalam, melalui perantara akhlak mulia yang diterapkan dalam kehidupan, dengan sebutan istilah kecerdasan spiritual dan keshalehan sosial. “Bukan tidak memiliki dunia, tetapi tidak dimilki oleh dunia”.
Pengaruh Permainan Menyambung Suku Kata dalam Melatih Daya Ingat terhadap Hafalan Mufradat melalui Maharah qira’ah Siswa Kelas 4 SD Fairouz, Liza
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.239

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di tingkat sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya ingat siswa terhadap mufradat (kosakata) dan keterampilan membaca (maharah qira’ah). Metode konvensional seperti hafalan tanpa interaksi sering kali kurang efektif, menyebabkan siswa kesulitan dalam mengingat kosakata dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh permainan menyambung suku kata dalam melatih daya ingat siswa terhadap hafalan mufradat melalui maharah qira’ah pada siswa kelas 4 SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Permainan menyambung suku kata dikembangkan sebagai media pembelajaran interaktif yang diuji coba pada siswa kelas 4 SD. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test serta observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan ini meningkatkan daya ingat siswa terhadap mufradat dan keterampilan membaca mereka secara signifikan. Siswa lebih termotivasi, aktif, dan mampu memahami struktur kata dalam bahasa Arab dengan lebih baik. Kesimpulannya, permainan menyambung suku kata merupakan metode inovatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di sekolah dasar. 
Pola Komunikasi Antara Orang Tua Dan Anak Dalam Menghadapi Kenakalan Remaja Perspektif Al-Qur’an Aprilla, Raisha Adhita; Wahid, Abdul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.264

Abstract

Komunikasi menjadi bagian penting dalam sebuah keluarga upaya dalam melakukan kontrol, pemantauan, serta sebagai bentuk dukungan terhadap anak. Namun, saat ini komunikasi dalam keluarga antara orang tua dan anak-anak mereka di masyarakat kita semakin diabaikan. Banyaknya orang tua menggunakan pola komunikasi yang bersifat permissive (bebas), di mana orang tua jarang berinteraksi dengan anak-anaknya karena banyak orang tua yang sibuk, seperti dalam mencari kebutuhan ekonomi, profesi atau hobi yang sering menjadi alasan kurangnya keharmonisan hubungan antara orang tua dan anak mereka. Pada akhirnya, hal tersebut akan membawa anak menjadi nakal dan melampiaskan kepada hal-hal yang terlarang. Idealnya dalam kondisi seperti ini orang tua perlu melihat bagaimana konsep Al-Qur’an terkait komunikasi antara orang tua dan anak. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan kualitatif dengan menggunakan metode mauḍu’i dalam analisisnya. Penelitian ini berfokus bagaimana Al-Qur’an mengajarkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dan bagaimana penerapan pola komunikasi antara orang tua dan anak dalam menghadapi kenakalan remaja menurut Al-Qur’an? Temuan penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting dalam menghadapi kenakalan remaja. Al-Qur’an memberikan pedoman jelas melalui berbagai konsep komunikasi, seperti qaulan ma’rūfan (perkataan baik), qaulan sadīdan (perkataan benar/tegas), qaulan maysūran (perkataan sederhana), dan qaulan layyina (perkataan lembut), qaulan karīman (perkataan mulia), qaulan balīghan (perkataan tersentuh). Semua ini menunjukkan bahwa komunikasi harus dilakukan dengan penuh kasih sayang, ketegasan namun penuh kelembutan dan pengertian, sehingga anak merasa dihargai dan didengar. Sehingga anak pun akan selamat dari hal-hal negatif kenakalan remaja.
Ketenangan Hati Melalui Zikir Jahr Dalam Pandangan Masyarakat Wih Tenang Toa Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah Dan Relavansinya Dengan Al-Qur’an Mardiana, Mardiana; Muthalib, Salman Abdul; Zaini, Muhammad
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.265

Abstract

Dzikir pada masyarakat Wih Tenang Toa menimbulkan perdebatan antara mereka yang lebih menyukai dzikir Jahr dan sir. Sebagian berpendapat bahwa dzikir Jahr lebih memberikan ketenangan dan menguatkan iman, sementara sebagian yang lain lebih menyukai dzikir sir. Al-Qur’an tidak secara khusus membatasi tata cara berdzikir, baik Jahr maupun sir, tetapi menekankan pentingnya kerendahan hati, ketundukan, dan kekhusyukan dalam mengingat Allah. Ayat yang relevan dalam QS. Al-A’raf: 55 dan 205 keduanya menunjukkan anjuran untuk berdzikir secara sir, tetapi tetap mengingat Allah dengan khusyuk. QS. Al-Isra’: 110. Ayat ini menunjukkan keseimbangan dalam berdzikir, tidak terlalu keras, tetapi juga tidak terlalu lembut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana zikir Jahr dilakukan di masyarakat, bagaimana penerapannya menuju ketenangan hati, dan bagaimana kaitannya dengan Al-Qur’an. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan pendiri zikir Jahr dan jamaah zikir, serta kajian pustaka dari tafsir al-Qur’an dan hadis. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami hubungan antara metode zikir Jahr dan pengaruhnya terhadap ketenangan batin individu dan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zikir Jahr di Wih Tenang Toa dilakukan secara rutin dalam berbagai kegiatan keagamaan. Pandangan masyarakat beragam. Ada yang merasakan ketenangan batin dan kebersamaan melalui zikir.
Al-Naṣĭḥah Dalam Rumah Tangga Menurut Perspektif Al-Qur’an Haq, Aufa Aulia Dhahirul; Saleh, Fauzi
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.266

Abstract

Kajian tentang memberi dan menerima nasihat banyak dijadikan hanya sebagai rujukan-rujukan pembelajaran mengenai konsep dakwah, akidah, ibadah, dan akhlak. Penjelasan saling menasihati hanya diposisikan sebagai permasalahan ummat yang masih sangat luas dan hanya berlaku untuk permasalahan yang masih umum. Padahal saling menasihati juga dapat dipahami dalam konteks hubungan rumah tangga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode maudhu’i. Penelitian ini merujuk kepada beberapa kitab tafsir yang bercorak bayȃnȋ dan kitab tafsir yang bercorak adȃbi al-ijtimȃ’i. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep al-Naṣīḥah dalam Al-Qur'an menekankan pentingnya nasihat sebagai nilai esensial dalam interaksi sosial dan spiritual umat manusia. Melalui berbagai lafaz yang mengandung makna nasihat, Al-Qur'an menggambarkan peranan para Nabi yang dengan sabar dan tulus memberikan petunjuk kepada kaumnya, meskipun sering kali diabaikan. Nilai-nilai yang terkandung dalam al-Naṣīḥah mencakup kejujuran, keikhlasan, dan komitmen dalam menyampaikan nasihat, yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Naṣīḥah juga menjadi panduan penting dalam membangun hubungan yang kuat dan positif antar sesama dalam masyarakat terutama dalam hubungan rumah tangga.