cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Published By: Fanshur Institute: Research and Knowlade Sharing in Aceh Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia. E-mail: jurnalfathir@gmail.com
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
FATHIR: Jurnal Studi Islam
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468930     EISSN : 30468922     DOI : -
FATHIR: Jurnal Studi Islam merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu keislaman, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Adab dan Humaniora, 2. Sosial dan Politik Islam, 3. Tarbiyah dan Keguruan, 4. Dakwah dan Komunikasi Islam, 5. Ushuluddin dan Pemikiran Islam, 6. Ekonomi, Bisnis dan Perbankan Islam, 7. Syariah, Hukum Islam, Ilmu Al-Quran dan Hadis. Jurnal Fathir bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Kontekstualisasi Makna Khāinah Al-A`Yun Dalam Surah Ghafir: 19 Perspektif Mufassir Iffah, Nurul; Nurjannah, Nurjannah
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.267

Abstract

Selama ini pemaknaan khāinah al-a`yun oleh mufassir dipahami sebagai mata yang melihat kepada hal-hal yang dilarang oleh Allah, seperti memandang perempuan yang bukan mahram dengan menyimpan maksud buruk (syahwat). Akan tetapi, pemaknaan tersebut belum meliputi realitas permasalahan masa kini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kontekstualisasi penafsiran khāinah al-a`yun yang seharusnya dapat dipahami lebih luas, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis peneliatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan metode analisis (tahlīlī). Pendekatan yang digunakan adalah bayāni dan al-adāb al-ijtimā`ī. Sumber data utama yang digunakan adalah penafsiran yang mewakili pendekatan tersebut, yaitu Tafsir Al-Ṭabari, Al-Qurṭubi, Al-Zamakhsyari, Wahbah Zuhaili, Quraish Shihab, dan Hamka. Para mufassir memahami khāinah al-a`yun sebagai bentuk pandangan yang tidak diketahui manusia lain namun diketahui oleh Allah. Umumnya dikaitkan dengan tatapan yang disertai syahwat untuk melakukan perbuatan buruk, meskipun secara lahiriah pandangan itu tampak terjaga. Dalam konteks masa kini ia mencakup pandangan kepada visual yang menyimpang melalui berbagai saluran digital, iklan dan media, interaksi yang tidak pantas, serta tayangan hiburan seperti film, musik yang bertentangan dengan nilai moral agama, dan dapat terjadi oleh siapa saja tanpa sepengetahuan manusia lain. Sedang Allah maha mengetahui. Dengan demikian, manusia perlu merasa diawasi Allah dalam setiap saat karena pengetahuan-Nya meliputi hal-hal terkecil, sekecil pandangan mata dan bisikan hati.
Pengembangan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Di Kelas 4 MI Safitri, Ema; Mukhlisah, Mukhlisah
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.271

Abstract

Keterampilan Menyimak merupakan suatu proses dalam pengetahuan berbahasa yang memerlukan tingkat perhatian cukup tinggi agar bisa memahami, mendapatkan informasi atau pesan serta menangkap isi dari bahan simakan yang telah didengarkan. Oleh karena itu, untuk mengembangkan keterampilan menyimak, guru perlu kreatif dan inovatif menggunakan strategi atau media pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti salah satunya adalah audio visual. Adapun model penelitian dan pengembangan yang dilakukan mengacu pada model ADDIE dengan lima tahap yaitu: Analisis, Perancangan, Pengembangan, Implementasi,Evaluasi. Model ini dipilih karena kemudahan dan kesederhanaan untuk diimplementasikan. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu audio visual dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Hal ini bisa dilihat dari guru yang tidak mempraktekan secara berulang-ulang kepada siswa dan guru masih menggunakan metode konvensional, dan kurangnya penggunaan media pembelajaran sehingga siswa dalam memahami materi kurang efektif. Dan awal mulanya siswa kurang bisa mengucapkan kosa kata dengan benar serta sulit untuk mengingat kosa kata setelah peneliti menggunakan media ini sebagai alterntif, maka mudah bagi siswa untuk mengingatnya. Karena bukan hanya sekedar menyimak atau mendengar dari video, tapi peneliti juga menyuruh siswa satu persatu untuk mengucapkan kosa kata sehingga peneliti melihat adanya kemajuan dari siswa. Serta siswa sangat semangat dalam proses pembelajaran.
Perkembangan Keberagamaan di Masa Prasekolah: Perspektif Pendidikan Islam Anak Usia Dini Rawanita, Mesi; Jannah, Miftahul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.279

Abstract

Periode prasekolah merupakan fase penting dalam perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual anak. Dalam perspektif Islam, masa ini dikaitkan dengan konsep fitrah, yaitu kecenderungan bawaan manusia terhadap keimanan kepada Allah. Pendidikan agama sejak dini berperan penting dalam membentuk fondasi keberagamaan anak melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman emosional yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tahapan perkembangan keberagamaan anak usia dini, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta strategi pendidikan Islam yang efektif dalam membangun spiritualitas mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber primer, seperti Al-Qur’an, Hadis, dan pemikiran ulama klasik, serta sumber sekunder berupa jurnal akademik dan teori psikologi perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keberagamaan anak pada usia dini melalui beberapa tahap utama, yakni pengenalan konsep tauhid, pemahaman dasar ibadah, dan pembentukan akhlak Islami. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan ini meliputi peran keluarga sebagai madrasah pertama, lingkungan sosial yang mendukung, serta metode pendidikan yang digunakan. Pendidikan Islam yang efektif harus mengintegrasikan berbagai pendekatan, seperti uswah hasanah (keteladanan), pendekatan kisah Islami, pembelajaran berbasis Al-Qur’an dan Hadis, serta penggunaan seni dan lagu Islami.
Kajian Semantik Tawakkal dalam Al-Qur’an: Relevansinya terhadap Konsep Coping dan Psikologi Resiliensi Astuti, Laila; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tawakkal dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik dan mengeksplorasi relevansinya dengan konsep coping religius serta ketahanan psikologis (resiliensi). Kajian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, menggunakan pendekatan semantik relasional ala Toshihiko Izutsu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kata tawakkal dan turunannya. Data primer berasal dari teks Al-Qur’an dalam bahasa Arab, sedangkan data sekunder mencakup tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur psikologi Islam dan resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakkal memiliki relasi makna dengan konsep iman, sabar, takwa, dan ikhtiar, serta beroposisi dengan nilai-nilai seperti  kibr (kesombongan),  istighnā’ (merasa cukup tanpa Allah), dan wahn (kelemahan jiwa). Konsep ini dipahami sebagai sikap spiritual aktif yang mengintegrasikan usaha maksimal dengan penyerahan total kepada Allah. Dalam perspektif psikologi, tawakkal sejalan dengan positive religious coping, yaitu strategi mengelola stres melalui pendekatan spiritual yang sehat. Nilai-nilai dalam tawakkal memberikan kontribusi terhadap penguatan resiliensi individu, terutama dalam menghadapi krisis hidup secara lebih bermakna dan stabil secara emosional. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara semantik Al-Qur’an dan pendekatan psikologi Islam untuk membangun model ketahanan psikospiritual yang holistik dan kontekstual.
Proses Terbentuknya Madu: Kajian Terhadap Q.S. An-Nahl/16: 68-69 Thayyibah, Ainun; Mujahid, Ahmad; Ni'mah, Ismi Rohimatun; Marlenda, Marlenda
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.316

Abstract

Lebah tidak hanya berperan penting dalam ekosistem, tetapi juga menghasilkan madu yang diakui manfaatnya bagi kesehatan manusia. Q.S. An-Nahl/16: 68–69 memberikan gambaran tentang bagaimana Allah mewahyukan kepada lebah untuk membangun sarang dan menghasilkan minuman (madu) yang menjadi obat bagi manusia. Artikel ini mengkaji proses terbentuknya madu melalui pendekatan integratif antara tafsir Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggabungkan penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer dengan kajian biologi lebah dan biokimia madu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku lebah dalam membuat sarang, mencari sumber makanan, serta mengolah nektar menjadi madu, mencerminkan sistem kerja yang teratur dan terstruktur, yang tidak hanya dibuktikan melalui ayat-ayat Al-Qur’an tetapi juga melalui penelitian ilmiah modern. Proses terbentuknya madu melibatkan tahapan biokimia yang kompleks, termasuk pengumpulan nektar, pemecahan gula, pengurangan kadar udara, dan pemasakan madu dalam sarang. Madu mengandung fruktosa, glukosa, vitamin, mineral, serta senyawa antibakteri dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Integrasi antara wahyu dan sains ini tidak hanya memperkaya khazanah tafsir Al-Qur’an, tetapi juga memperluas kesadaran ekologis dan mendorong pemeliharaan alam sebagai bentuk penghormatan terhadap ciptaan Tuhan. Kajian ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam memahami fenomena alam dan memperkuat hubungan antara ilmu pengetahuan dan keimanan.
Konstruksi Pemikiran Politik Syekh Ahmad Yasin Di Palestina: Perspektif Alexander Wendt Hamid, Muhibussabri
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.328

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pemikiran politik Syekh Ahmad Yasin di Palestina dari perspektif konstruktivisme Alexander Wendt. Ahmad Yasin merupakan pendiri gerakan Hamas, mengedepankan perlawanan bersenjata berbasis ideologi Islam. Penelitian ini menganalisis bagaimana identitas, nilai, dan konstruksi sosial membentuk pandangan politik dan strategi aktor. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dan studi pustaka dalam mengumpulkan data dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi pemikiran politik tokoh berakar pada latar belakang ideologi, pendidikan, dan pengaruh sosial. Pemikiran politik aktor bertujuan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Aktor membangun legitimasi melalui semangat jihad, kesyahidan dan solidaritas Islam. Konstruktivisme menginterpretasikan tindakan politik aktor tidak berdasarkan kepentingan material, melainkan juga pada identitas, nilai historis, dan norma sosial yang Yasin refleksikan sejak dimulainya kolonialisme modern di Palestina.
Etika Penyebaran Ayat Al-Qur’an dalam Media Digital: Kajian Literatur atas Tantangan dan Prinsip Qur’ani Irawan, Jimi; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.330

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap dakwah Islam secara fundamental, termasuk dalam penyebaran ayat-ayat al-Qur’an yang kini banyak dibagikan melalui media sosial dalam bentuk teks, video, dan audio-visual. Meskipun membuka peluang luas menyebarkan pesan keagamaan, fenomena ini juga menimbulkan tantangan serius, seperti penyalahgunaan konteks ayat, interpretasi serampangan, dan komodifikasi wahyu demi viralitas. Artikel ini mengkaji prinsip etika Qur’ani dalam penyebaran ayat al-Qur’an di media digital serta tantangan epistemik dan moral yang menyertainya. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, ditemukan bahwa prinsip tabayyun (klarifikasi), ḥikmah (kebijaksanaan), ‘adālah (keadilan), dan amanah (tanggung jawab ilmiah) relevan sebagai kerangka etik penyebaran ayat yang bertanggung jawab. Pendekatan maqasid al-syari’ah memperkuat urgensi penyebaran ayat yang benar secara isi serta memberi maslahat dan menghindari mafsadat sosial. Kajian ini juga menekankan pentingnya literasi digital Qur’ani sebagai fondasi budaya dakwah digital yang sehat dan reflektif. Penyebaran ayat Al-Qur’an di era digital menuntut sinergi antara nilai wahyu, etika komunikasi, dan kecakapan digital untuk menjaga kesucian pesan ilahi dan mencegah penyimpangan makna di ruang publik. Penguatan kapasitas intelektual dan spiritual pelaku dakwah digital menjadi kunci menghadapi misinformasi dan disinformasi. Oleh karena itu, sinergi ulama, akademisi, dan praktisi teknologi informasi diperlukan untuk merumuskan pedoman etis adaptif agar penyebaran ayat suci tetap terjaga dan berdampak positif bagi umat. Upaya ini juga harus didukung regulasi proporsional dan kesadaran kolektif pengguna media digital agar dakwah al-Qur’an berlangsung inklusif, edukatif, dan inspiratif di masyarakat modern.
Peran Angin sebagai Media Penyerbukan Perspektif al-Qur`an: Analisis Q.S. Al-Hijr ayat 22 Amalia, Nabila Rizqi; Azkia, Maulida; ‘Afifah, Nadia Luthfiana Nur; Mujahid, Ahmad
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.331

Abstract

Penyerbukan merupakan proses penting dalam reproduksi tumbuhan, di mana angin menjadi salah satu media alami yang efektif dan berpengaruh dalam keberlangsungan ekosistem. Namun sering kali diabaikan dalam kajian ilmiah. Berdasarkan Q.S. Al-Hijr ayat 22, angin tidak hanya berfungsi sebagai penggerak awan, tetapi juga berperan dalam penyerbukan. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan masalah mengenai bagaimana ayat tersebut menggambarkan peran angin dalam proses penyerbukan dan relevansinya dengan pengetahuan ilmiah modern. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pendekatan tafsir tematik dan analisis komparatif antara teks Al-Qur'an dan konsep biologi modern, khususnya terkait polinasi anemofili. Hasil analisis menunjukkan bahwa deskripsi Al-Qur'an mengenai angin sebagai media penyerbukan sejalan dengan temuan ilmiah, di mana angin berfungsi mengangkut serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya, sehingga memfasilitasi proses reproduksi tumbuhan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur'an tidak hanya memberikan panduan spiritual tetapi juga menawarkan wawasan ilmiah yang mendalam mengenai fenomena alam. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya diskusi tentang hubungan antara sains dan agama melalui peran angin dalam penyerbukan, serta mendorong penelitian lebih lanjut di bidang interdisipliner.
Penafsiran Lafaz Al-`Aṣr  Dalam Pendekatan Semantik `Āisyah Bint Al-Syāṭi Mahda, Khusnul; Misnawati, Misnawati; IK, Fathimah Azzahra
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman semantik dari Bint al-Syāṭi, terutama dalam menganalisis dan menafsirkan QS. al-‘Ashar: 1. Dalam karyanya yang berjudul al-Tafsīr al-Bayān Al-Qur’ān al-Karīm, Bint al-Syāṭi menggunakan pendekatan semantik yang bertujuan untuk menggali makna kata dalam bahasa Arab kemudian menyelaraskannya dengan konteks zaman sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research), yaitu  mengumpulkan rujukan melalui buku-buku, kitab tafsir, dan jurnal ilmiah yang  dibutuhkan dan relevan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan semantik ini, Bint al-Syāṭi mengajak agar Al-Qur’an dapat dipahami secara menyeluruh dengan mengkaji sisi sejarah dan linguistik, sehingga memberikan pandangan baru yang relevan bagi masyarakat modern saat ini dalam memahami pesan-pesan Al-Qur’an. Seperti dalam menyampaikan makna kata al-`Aṣr  ialah masa yang bahwasanya dimaknai dengan sang khalik yang menguji dan menyaring manusia, hingga tampak golongan-golongan yang memanfaatkan waktu dengan baik semasa di dunia dan golongan-golongan yang merugi karena tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Pandangan Agama-Agama Samawi Dalam Al-Qur’an: Tinjauan Historis Dan Kritis Atas Pemikiran Pendekatan Montgomery Watt Ifada, M Zakian; Azzam, Fajar Muhammad; Kharismanda, Dhita Ayu
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.343

Abstract

Studi terhadap pendekatan Montgomery Watt dalam memahami hubungan Islam dan agama-agama samawi menjadi relevan dalam konteks perkembangan studi Al-Qur’an kontemporer, terutama terkait persoalan metodologis dan perspektif tafsir. Watt, sebagai tokoh orientalis terkemuka, menawarkan analisis historis terhadap kemunculan Islam yang ia tempatkan sebagai produk dari kondisi sosial dan religius Arab pra-Islam. Pendekatan ini memunculkan problem epistemologis, terutama ketika menempatkan wahyu sebagai respons terhadap krisis sosial, bukan sebagai entitas transenden. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan pertanyaan, bagaimana pendekatan Montgomery Watt dalam menafsirkan hubungan Islam dengan agama-agama samawi, serta bagaimana pendekatan tersebut dibandingkan dengan metodologi tafsir dalam khazanah keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten kritis, yakni membedah karya-karya Montgomery Watt terkait sejarah Nabi Muhammad dan kemunculan Islam, serta mengkaji tanggapan para sarjana Muslim atas pendekatannya. Data dikaji melalui perspektif tafsir klasik dan kontemporer, untuk memetakan titik temu dan perbedaan antara pendekatan historis-sosiologis Watt dan metode tafsir normatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Watt cenderung reduksionistik dan bersifat historis-empiris, sehingga berpotensi mengabaikan dimensi teologis dalam Al-Qur’an. Sebaliknya, metode tafsir dalam tradisi Islam menempatkan Al-Qur’an sebagai wahyu transenden yang tidak bisa dipahami semata-mata melalui konteks sejarah. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan interdisipliner dalam studi Al-Qur’an, dengan tetap menjaga keseimbangan antara konteks historis dan pesan normatif wahyu sebagai jalan tengah yang metodologis dan teologis.