cover
Contact Name
Mhd. Halkis
Contact Email
jurnalfakultas@idu.ac.id
Phone
+6281288951380
Journal Mail Official
jurnalfakultas@idu.ac.id
Editorial Address
Universitas Pertahanan Salemba, Jl. Salemba Raya No.3, RT.1/RW.3, Paseban, Jakarta, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Strategi Pertahanan Udara
ISSN : -     EISSN : 28303490     DOI : https://doi.org/10.33172/jspu.v10i1.14808
Core Subject : Social,
Menyajikan analisis kebijakan pertahanan, perencanaan pertahanan, serta strategi pertahanan nasional dan regional.
Articles 131 Documents
URGENSI BANTUAN TEMBAKAN UDARA DALAM OPERASI DUKUNGAN UDARA Yuda Anggara S; Novky Asmoro; Mhd Halkis
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i2.14555

Abstract

Operasi dukungan udara merupakan bagian integral dari strategi pertahanan nasional, yang melibatkan koordinasi efektif antara pasukan darat, laut, dan udara. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi bantuan tembakan udara sebagai elemen kunci dalam operasi dukungan udara. Tembakan udara memiliki peran vital dalam memberikan keunggulan taktis, mengatasi ancaman, dan memastikan keberhasilan misi. Melalui analisis literatur review, artikel ini mendemonstrasikan bagaimana bantuan tembakan udara mampu meningkatkan respons cepat terhadap situasi darurat, mengefektifkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan mobilitas pasukan. Selain itu, pembahasan akan mencakup perkembangan teknologi terbaru dalam sistem tembakan udara, memperkuat argumen tentang relevansinya dalam konteks modern. Keberhasilan operasi militer sering kali tergantung pada kemampuan untuk mengendalikan dan memanfaatkan ruang udara. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang urgensi bantuan tembakan udara menjadi krusial bagi perencanaan strategis dan taktis. Artikel ini juga membahas tantangan dan peluang yang terkait dengan penerapan tembakan udara dalam operasi dukungan udara, termasuk koordinasi lintas cabang dan integrasi teknologi canggih. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang peran kritis bantuan tembakan udara dalam konteks operasi dukungan udara. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan dan strategi yang lebih efektif dalam memanfaatkan potensi penuh tembakan udara dalam mendukung keamanan nasional
PEMBINAAN PERSONEL MESSING CATTERING GUNA MENINGKATKAN PROFESIONALISME DI BIDANG PELAYANAN PERSONEL LANUD HALIM PERDANAKUSUMA Henry Christian Hutagaol; Yusuf Ali; Andi Arman
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i2.14556

Abstract

Halim Perdanakusuma Air Base plays a significant role in supporting personnel protocol service activities for securing VVIP/VIP individuals and serving VVIP/VIP guests. This research focuses on optimizing the training of Messing Cattering personnel at Halim Perdanakusuma Air Base to enhance professionalism and service quality when facing complex VIP/VVIP guests. A qualitative method, including interviews, observations, and document analysis, was utilized to gather data from Messing Cattering personnel. The results revealed several challenges in personnel training, such as handling the complexity of VIP/VVIP guests' requests, adhering to strict protocol requirements, facing limited resource availability, and dealing with high-pressure situations. Recommendations for improvement include adopting a holistic approach to personnel training, involving all levels of staff, strengthening the service system, and establishing a dedicated mess for VIP/VVIP guests. Additionally, implementing training and educational programs are vital to elevate professionalism and service quality. By taking these steps, it is expected that the quality of service provided when encountering challenges from VIP/VVIP guests will significantly improve
PEMBENTUKAN SATUAN ANTARIKSA TNI AU UNTUK MENGATASI ANCAMAN TERHADAP WILAYAH UDARA NASIONAL Indra Arya Sumantri; Martinus DAW; Supri Abu
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i2.14557

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat berdampak pada perubahan berupa ancaman yang akan dihadapi di masa depan. Berbagai bentuk ancaman udara di masa depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu perlu adanya upaya inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam meningkatkan dukungannya, salah satunya adalah Teknologi Antariksa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis konsep penciptaan dan pengaruh satuan antariksa TNI AU. Metode penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah secara konseptual organisasi satuan antariksa nantinya berada di bawah TNI AU, bukan pada dimensi tersendiri. Hal yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan personel dan kemudahan integrasi antara teknologi satelit dengan sistem persenjataan utama TNI AU dan artileri pertahanan udara dalam mendukung operasi dan mengantisipasi ancaman yang mungkin timbul. Ada beberapa pengaruh dari pembentukan satuan antariksa TNI AU antara lain pemetaan kondisi geografis wilayah lawan, menghalangi pemetaan wilayah Indonesia dari satelit, mencegah penyadap sistem komunikasi, menjaga kedaulatan udara pada ketinggian tertentu di atmosfer yang tidak dapat dijangkau. melalui pesawat tempur, meluncurkan rudal dari luar angkasa sehingga meningkatkan presisi tembakan, mengintegrasikan hasil pengintaian dan penentuan titik GPS ke dalam sistem pesawat tempur dan alutsista yang bersifat arhanud, TNI AU akan memiliki kemampuan anti satelit dan berbagi fasilitas link atau informasi. fasilitas dari alutsista antar dimensi
PERAN DIREKTORAT KEPOLISIAN PERAIRAN DAN UDARA DALAM MENINGKATKAN PATROLI UDARA Budi Prasetyo; Supri Abu; Martinus Martinus
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i2.14558

Abstract

This research is motivated by the fact that apart from being used as a positive means, the waters of South Kalimantan also have great potential for various illegal activities and violations, such as illegal fishing, theft by weighting and also including the potential for related criminal acts. with transnational crime, this study uses a qualitative approach with descriptive analytical methods supported by interviews, literature studies, and observation as a method of tracing data and facts, where based on the results of the research it is known that based on the potential threats it can be assumed that the territorial waters have threats with a security dimension which will affect Kamtibmas. These various potential threats can basically be minimized by optimizing water patrols which are one of the main tasks of the South Kalimantan Regional Police Ditpolairud, but with the limited infrastructure of Patrol Boats, the use of the air element in water patrols is one aspect that can be used in these waters
KERJASAMA ANTAR NEGARA DALAM MENGIDENTIFIKASI PESAWAT UDARA GUNA MENDUKUNG PENGAMANAN WILAYAH UDARA NASIONAL INDONESIA Anjar Edy Prastowo; Mohammad Halkis; Rudi Sutanto
Strategi Pertahanan Udara Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v9i2.14559

Abstract

Cooperation between countries in securing the national airspace of Indonesia is still not optimal, because there are still violations for various reasons related to flight permits, FIR control in the Riau Islands, the perspective of jurisdictional airspace (EEZ) and ASLs. The purpose of this study is to analyze the mechanism of cooperation between countries in identifying aircraft and analyzing the impact of such cooperation on violations of Indonesia’s national airspace. The study uses a qualitative method with a narrative design. Data were obtained by interview and observation techniques on the actors in the field. The results of the study show that cooperation between countries can be carried out in the form of multilateral cooperation in the form of violation prevention mechanisms under the auspices of the international organization ICAO or in the form of bilateral cooperation in the form of CMAC implementation between Indonesia - Singapore and Joint Integrated Exercise between Indonesia - US in EEZ and ASLs. The cooperation mechanism generally has an impact on reducing the intensity of violations that occur in Indonesia’s national airspace. The conclusion of this study states that cooperation between countries in identifying aircraft will have an impact on reducing violations of Indonesia’s national airspace.
KESIAPAN SKADRON UDARA 5 DALAM RANGKA PENGAMANAN ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA II Devi Oktaviandra; Surya Wiranto; Agus Winarna
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14808

Abstract

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) adalah Alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut internasional. ALKI II merupakan salah satu bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia yang membentang dari Selat Lombok–Selat Makassar–Laut Sulawesi, dimana potensi ancaman berasal dari imbas konflik Blok Ambalat, seperti digunakannya wilayah ALKI II untuk manuver angkatan perang negara tetangga dan imbas lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan, seperti penangkapan ikan dan sumber daya alam lainnya secara ilegal. Dalam operasi pengamanan ALKI II sendiri saat ini kurang ditemukannya kerjasama yang baik dalam setiap satuan udara, hal ini diakibatkan karena kurangnya kerjasama dan komunikasi timbal balik antara gabungan udara, atau dapat dikatakan operasi PAM ALKI II ini dilakukan secara individual. Penelitian ini dibuat dengan tujuan antara lain untuk menganalisis kesiapan pesawat Boeing 737-200 dan profesionalisme personel Skadron Udara 5 dalam rangka pengamanan ALKI II, menganalisis faktor dan kendala yang dihadapi Skadron Udara 5 dalam operasi pengamanan ALKI II, dan menganalisis penyiapan profesionalisme personel Skadron Udara 5. Pada saat operasi kendala koordinasi terkadang tidak berjalan dengan baik karena tidak terjalinnya komunikasi dua arah. Selain kerjasama yang kurang baik, profesionalisme para personel dan kesiapan pesawat dapat mempengaruhi keberhasilan dalam operasi pengamanan. Kurangnya kesempatan dalam mengikuti pendidikan, kursus, maupun latihan yang di selenggarakan oleh Mabes TNI AU maupun pabrik pembuat peralatan inilah yang membuat kurangnya profesionalitas. Prioritas pembinaan yang harus diutamakan adalah tercapainya tingkat kemampuan profesionalisme para penerbang dan pendukung penerbangan yang memiliki kualifikasi dan kemampuan dasar operasional yang diperlukan.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI STRATEGI OPERASI UDARA PADA PERWIRA SISWA SESKOAU A-58 DIMASA PANDEMI COVID-19 Agung Suprayogi; Khaerudin Khaerudin; Marsono Marsono
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14846

Abstract

Pendidikan memiliki peran dan fungsi penting dalam mengembangkan kualitas prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang responsif, tangguh, dan trampil dalam menjalankan tugas utama TNI. Studi ini berfokus pada pengembangan pendidikan umum untuk perwira menengah Angkatan Udara di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Indonesia. Saat ini, proses pembelajaran terhambat oleh wabah pandemi Covid-19, yang menyebabkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang universitas untuk menyelenggarakan perkuliahan tatap muka dan memerintahkan mereka untuk menyelenggarakan perkuliahan secara daring. Studi ini bertujuan untuk membahas dampak metode daring terhadap kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan militer, khususnya di Seskoau. Secara praktis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pandangan dan persepsi perwira siswa yang menjalani pendidikan daring dengan wawancara semi-struktural. Hasil studi ini menunjukkan dua temuan utama. Pertama, metode daring dianggap efektif oleh sebagian besar perwira siswa dalam memberikan pemahaman terhadap materi pembelajaran meskipun sebagian besar menolak untuk terus menggunakan metode pembelajaran tersebut dan lebih memprioritaskan metode pembelajaran tatap muka setelah pandemi Covid-19. Kedua, terdapat berbagai masalah yang mengganggu proses pembelajaran perwira siswa seperti keterbatasan internet, pemadaman listrik, hingga gangguan atau distraksi eksternal selama perkuliahan. Studi ini juga menyarankan agar metode tatap muka diprioritaskan dengan opsi penggunaan metode daring dengan syarat tertentu, serta untuk melakukan penelitian serupa dengan memprioritaskan evaluasi pembelajaran di akhir perkuliahan.
KEMAMPUAN SKADRON UDARA 31 DALAM OPERASI ANGKUTAN UDARA PADA PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Agus Sukamto; Bastari Bastari; Supri Abu
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14847

Abstract

Kondisi saat ini dari pandemi COVID-19 membutuhkan pengelolaan yang melibatkan semua komponen bangsa, termasuk TNI/Angkatan Udara. Skuadron Udara 31 sebagai salah satu unit Angkatan Udara Indonesia yang memainkan peran aktif dalam manajemen operasi transportasi udara COVID-19. Kemampuan Skuadron Udara 31 dalam operasi transportasi udara dalam manajemen pandemi COVID-19 menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan Skuadron Udara 31 dalam operasi transportasi udara, kendala-kendala, dan upaya yang dilakukan terkait transportasi udara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus pada subjek penelitian Skuadron Udara 31. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan transportasi udara dari Skuadron 31 terbentuk dari sumber daya pesawat C-130 Hercules dan kemampuan personel serta sumber daya lain yang terintegrasi untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi organisasi. Skuadron Udara 31 memiliki kemampuan transportasi udara yang baik dalam manajemen pandemi COVID-19 di Indonesia. Kendala yang terkait dengan kemampuan transportasi udara masih dapat diatasi sehingga semua misi operasi transportasi udara dari Skuadron Udara 31 dapat dilaksanakan dengan baik.
MANAJEMEN STRATEGI KEARSIPAN DALAM MENDUKUNG ADMINISTRASI OPERASI INFORMASI TNI ANGKATAN UDARA Andi Krisnawan; Andi Arman; Marsono
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14850

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak pada pengelolaan arsip. Pengelolaan arsip di TNI AU menghadapi sejumlah masalah seperti kehilangan dokumen, layanan arsip yang tidak efisien, dan penempatan arsip yang kurang tepat. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengelolaan arsip guna mendukung administrasi operasi informasi di TNI AU. Penelitian dilakukan di Setumau dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi. Beberapa rekomendasi meliputi: memperkuat koordinasi dengan Disinfolahta untuk mengembangkan Sistem Informasi Arsip, mengoptimalkan kemampuan personel sesuai dengan kebijakan DSP, menggunakan layanan pihak ketiga untuk merancang dan meningkatkan SIM Arsip, meningkatkan interoperabilitas sistem arsip, pelatihan arsip terprogram, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengamankan data arsip vital. Rekomendasi metodologis adalah penggunaan metode campuran dalam penelitian masa depan
PERAN SKADRON UDARA 32 DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL PESAWAT TEMPUR SUKHOI 27/30 DAN HAWK 209 STUDI KASUS PENGISIAN BAHAN BAKAR DI UDARA Mohamad Ebor Subarkat; Andi Arman; Ikhwan Syahtaria
Strategi Pertahanan Udara Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v10i1.14867

Abstract

Wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) meliputi darat, laut, dan udara. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyebutkan bahwa peran, fungsi dan tugas TNI AU yaitu dalam rangka upaya pertahanan, keamanan, penegakan hukum serta pemberdayaan wilayah pertahanan. Dalam penyelenggaraan pertahanan negara, TNI AU berperan sebagai alat pertahanan negara matra udara di wilayah yuridiksi nasional. Dalam melaksanakan tugas mempertahankan kedaulatan wilayah udara NKRI, TNI AU didukung dengan satuan operasional skadron udara tempur, skadron udara angkut dan skadron udara intai. Mengingat luasnya wilayah kedaulatan NKRI, maka dalam menjalankan tugasnya pesawat-pesawat TNI AU membutuhkan dukungan logistik. Pesawat-pesawat tempur salah satunya membutuhkan suplai bahan bakar saat terbang di udara atau yang disebut air refueling untuk menggandakan kekuatan. Pesawat tempur yang dimiliki masih memiliki daya jangkau yang masih kurang bila dibandingkan dengan luas wilayah NKRI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran Skadron Udara 32, faktor yang berpengaruh dan upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala yang dihadapi dalam mendukung operasional air refueling pesawat tempur Sukhoi 27/30 dan Hawk 209. Dalam mengolah hasil penelitian ini digunakan metode atau pendekatan kualitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukan bahwa Skadron Udara 32 memiliki peran dalam meningkatkan endurance dan daya jangkau/radius of action (ROA) dari pesawat Sukhoi 27/30 dan Hawk 209. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu peran Skadron Udara 32 dalam mendukung operasional air refueling pesawat Sukhoi 27/30 dan Hawk 209 didukung oleh pesawat Tanker KC-130B yang saat ini hanya dapat melakukan air refueling dengan sistem hose and drogue. Faktor yang berpengaruh dalam mendukung operasional air refueling adalah kesiapan alutsista, personel dan cuaca. Upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kendala yang dihadapi Skadron Udara 32 dalam mendukung air refueling adalah dengan meningkatkan kemampuan personel dan alutsista.