cover
Contact Name
Dini Widianingrum
Contact Email
diniwidianingrum@unma.ac.id
Phone
+6281312153820
Journal Mail Official
tlsj.peternakan@unma.ac.id
Editorial Address
JL. KH. Abdul Halim No 103 Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Tropical Livestock Science Journal
Published by Universitas Majalengka
ISSN : -     EISSN : 29649439     DOI : https://doi.org/10.31949/tlsj.v2i2.7300
Core Subject : Health, Agriculture,
Tropical Livestock Science Journal encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health and veterinary, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 48 Documents
PERFORMA PRODUKSI ENTOG (Cairina moschata) JANTAN YANG DIBERI RANSUM BERBASIS HIJAUAN ECENG GONDOK (Eichhornia crasipess) Nida Fitria; Dini Widianingrum; Rachmat Somanjaya
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3569

Abstract

The performance of mutton is influenced by quality feed, easy to obtain, and does not compete with humans. Water hyacinth has a fairly high content of protein, fiber, fat, and energy. The purpose of this study was to analyze the effect of the use of water hyacinth-based forage rations on the performance of sorghum. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD). A total of 80 male mutton were placed in 20 cage plots, so that each cage plot consisted of 4 birds. The types of treatment used were P0 (100% rice bran) as control, P1 (75% rice bran + 25% water hyacinth), P2 (50% rice bran + 50% water hyacinth), P3 (25% rice bran + 75% water hyacinth). The variables observed were ration consumption, body weight gain, ration conversion, feed cost per gain, and mortality. The research data were analyzed using analysis of variance and if they showed significant differences, they were further tested using Duncan's multiple distance test. The results showed that the ration consumption, body weight gain, ration conversion, and feed cost per gain with the addition of water hyacinth in the ration statistically showed a significant difference while the mortality calculated descriptively did not show any difference. Mortality occurred in treatment P3 (25% rice bran + 75% water hyacinth). It can be concluded that in order to improve the performance of male gibbons, the provision of forage water hyacinth in the ration should not be more than 50%.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR DI CV. GIFAR FARM KECAMATAN ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laela Rahmah; Ade Aprizal
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha yang tepat untuk diterapkan pada Perusahaan CV. Gifar Farm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengolahan data menggunakan Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Matriks SWOT, dan Matriks QSPM. Total skor Matriks IFE = 2,98 dan total skor Matriks EFE = 2,79, hal ini menunjukan bahwa faktor internal perusahaan lebih kuat dari faktor eksternal perusahaan. Matriks IE menunjukan Perusahaan CV. Gifar Farm berada pada sel V artinya perusahaan tersebut berada pada tahap tumbuh dan stabil. Pengolahan data pada Matriks SWOT memperoleh 5 jenis langkah strategi. Seluruh alternatif strategi dikelompokan dan diolah menggunakan Matriks QSPM untuk memperoleh strategi utama, hasil yang diperoleh yaitu Total Attractive Score (TAS) = 6,32. Strategi utama yang dapat diterapkan perusahaan CV. Gifar Farm adalah strategi hold and maintain (pertahankan dan pelihara) melalui strategi pengembangan produk dan jasa, dikarenakan alternatif strategi ini memperoleh Total Attractive Score (TAS) tertinggi dibandingkan dengan alternatif strategi lainnya.
UKURAN- UKURAN ORGAN PENCERNAAN DAN EDIBLE OFFAL ENTOG JANTAN (Cairina moschata) YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Angga Darma Rizkika; Dini Widianingrum; Oki Imanudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3776

Abstract

ABSTRAK Edible offal adalah sisa karkas yang masih layak dikonsumsi, seperti jantung, hati, ampela dan usus. Sebagian masyarakat mengkonsumsi bagian edible offal ini salah satu solusi cara untuk menikmati bagian dari tubuh entog yang relatif murah dibandingkan dengan dagingnya, sehingga edible offal banyak diminati dan dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa berat edible offal yang baik dan layak konsumsi dan tingkatan pemberian pakan eceng gondok yang terbaik untuk entog jantan. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 80 ekor entog jantan ditempatkan pada 20 petak kandang, sehingga setiap petak kandangnya terdiri atas 4 ekor. Jenis perlakuan yang digunakan yaitu P0 (100% dedak padi) sebagai kontrol, P1 (75% dedak padi + 25% eceng gondok), P2 (50% dedak padi + 50% eceng gondok), P3 (25% dedak padi + 75% eceng gondok). Variabel yang diamati yaitu berat jantung, hati, ampela, usus untuk panjang organ pencernaan yaitu tembolok, proventrikulus, duodenum, jejulum, ilium, usus besar dan kloaka. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (analysis of variance) dan jika menunjukan perbedaan nyata maka dilanjutkan menggunakan uji berjarak ganda Duncan. Hasil penelitian penambahan eceng gondok data yang dihasilkan menunjukkan perbedaan nyata pada panjang Organ Pencernaan, sedangkan pada berat Edible offal tidak menunjukan perbedaan. Panjang Organ Pencernaan yaitu menunjukan perbedaan nyata pada perlakuan yaitu P3 (25% dedak padi 75% eceng gondok). Penelitian ini dapat disimpulkan penggunaan eceng gondok 75% baik untuk panjang Organ Pencernaan.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK DOMBA DI KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA Tiana Nur Khotimah; Ulfa Indah Laela Rahmah; Lili Adam Yuliandri
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3779

Abstract

Penelitian mengenai kelayakan usaha ternak domba di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak domba dilokasi penelitian dan menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap produksi domba. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, analisis kelayakan, dan analisis regresi linier berganda. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 85 sampel peternak domba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dari faktor input (bibit, kandang, pakan, obat-obatan, dan modal) terhadap usaha ternak domba di daerah penelitian mudah diperoleh. Sedangkan tenaga kerja tidak tersedia dikarenakan hanya anggota keluarga saja dan tidak diberikan upah. Total rata – rata populasi >20 ekor menghasilkan pendapatan sebesar Rp. -24.724.300/Tahun. Hasil kelayakan usaha nya yaitu nilai R/C Ratio sebesar 0,42. Rata – rata B/C Ratio sebesar -0,58. Rata – rata BEP Unit adalah -4 dan rata – rata BEP Harga Rp. -4.242.400, Rata – rata PP dalam 1 tahun sebesar 1. Rata – rata ROI dalam 1 tahun sebesar 1,70%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa usaha ternak domba di daerah penelitian belum layak dikembangkan secara ekonomis. Faktor produksi ternak domba yaitu pakan hijauan dan obat – obatan berpengaruh positif terhadap produksi ternak domba, sedangkan kandang berpengaruh negatif.
PEMBUATAN SABUN PADAT DARI BAHAN DASAR SUSU SAPI DAN SUSU KAMBING DITINJAU DARI UJI ORGANOLEPTIK MANUFACTURE OF SOLID SOAP FROM COW'S MILK AND GOAT'S MILK BASIC INGREDIENTS FROM ORGANOLEPTIC TESTS Cecep Irawan; Putri Dian Wulansari; Novia Rahayu
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3780

Abstract

Sabun ialah kebutuhan yang tidak bisa dilepas dalam kehidupan tiap hari. Tiap manusia tentu memerlukan sabun buat mensterilkan suatu. Terus menjadi hari terus menjadi banyak tipe sabun yang ditawarkan kepada warga, mulai dari tipe sabun yang universal semacam sabun mandi, sabun buat mencuci piring, serta deterjen buat baju, hingga tipe sabun yang tidak universal semacam, sabun buat mobil, sabun buat hewan peliharaan, serta yang lain. Tujuan riset ini merupakan buat mengenali pengaruh pemakaian susu sapi serta susu kambing terhadap pembuatan sabun padat ditinjau dari mutu organoleptik( warna, aroma, tekstur, serta energi terima). Riset ini memakai Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan serta 6 ulangan. Perlakuan pada riset ini merupakan pemakaian pelarut berbeda ialah P0( kontrol aquadest), P1( susu sapi) serta P2( susu kambing). Hasil dari riset ini membuktikan kalau pemakaian pelarut berbeda pada pembuatan sabun padat dari susu sapi serta susu kambing dengan tata cara cold process mempengaruhi nyata terhadap mutu organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur, serta energi terima. Pada pengujian warna, aroma, tekstur serta energi terima( P2) ialah susu kambing mempunyai nilai yang besar dibanding dengan( P1) susu sapi serta kontrol( P0).
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI IMBANGAN RANSUM BERBASIS HIJAUAN ECENG GONDOK (Eichornia Crassipes) TERHADAP BERAT KARKAS DAN NON KARKAS ENTOG (Cairina Moschata) JANTAN Arinal Khairul Fajri Ruhimat; Dini Widianingrum; Aaf Falahudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3781

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan imbangan ransum berbasis hijauan eceng gondok terhadap berat karkas dan non karkas entog. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak empat perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang digunakan P0 (100% dedak padi) sebagai kontrol, P1 (75% dedak padi + 25% eceng gondok), P2 (50% dedak padi + 50% eceng gondok), P3 (25% dedak padi + 75% eceng gondok). Variabel yang diamati antara lain bobot hidup, berat sembelih, berat darah, berat bulu, berat jeroan, berat kepala, berat ceker, berat leher, berat brutu, berat karkas, berat sayap, berat dada, berat paha. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam ( analisis of variance ) dan jika menunjukan perbedaan nyata maka diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan 50% dedak padi + 50% eceng gondok menghasilkan berat karkas dan non karkas yang baik pada entog jantan.
SIFAT KUANTITATIF ENTOG (Cairina moschata) JANTAN YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG HIJAUAN ECENG GONDOK (Eicohornia crassipes) Olis Lindayani; Dini Widianingrum; Aaf Falahudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3782

Abstract

Karakteristik entog sangat penting dalam usaha pengembangan entog, meliputi sifat kuantitatif. Tujuan penelitian ini Menganalisis pengaruh penggunaan ransum mengandung hijauan eceng gondok terhadap sifat kuantitatif entog. Penelitian ini dilakuakan secara eksperimen dengan menggunakan disain Rancangan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebanyak 80 ekor entog jantan ditempatkan pada 20 petak kandang., sehingga setiap petak kandangnya terdiri dari 4 ekor. Jenis perlakuan yang digunakan yaitu P0 (100% dedak padi) P1 (dedak padi 75% + 25% eceng gondok) P2 (dedak padi 50% + 50% eceng gondok) P3 (dedak padi 25% + 75% eceng gondok). Peubah yang diamati pada lebar paruh, panjang paruh, tinggi kepala, panjang kepala, panjang leher, panjang punggung, panjang sayap, panjang femur, panjang tibia, lebar dada, panjang badan, panjang jari ketiga. Data hasil penelitian sifat kualitatif dianalisis secara deskriptif sementara sifat kuantitatif dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam atau Anova (Analisys Of Variance) dan diuji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian yang paling ideal pada panjang sayap 11,86, panjang tibia 10,96, panjang badan 7,70, lebar dada 7,36, panjang punggung. Kesimpulan menunjukan bahwa penggunaan ransum P2 50% dedak padi + 50% eceng gondok dapat memperoleh sifat kuantitaif entog yang baik.
POLA RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) DAN MARJIN PEMASARAN DOMBA DI KECAMATAN KERTAJATI KABUPATEN MAJALENGKA Robi Nurkholik; Ulfa Indah Laela Rahmah; Lili Adam Yuliandri
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i1.3789

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alur rantai pasok dan mengetahuimarjin pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptifkuantitatif dan sumber pengumpulan sumber pengumpulan data adalah data primer,teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara survey. Penentuan sampelpada penelitian ini menggunakan teknik sampling snowball sebanyak 20 orangyang terlibat dalam rantai domba di Kecamatan Kertajati, Hasil penelitian inimenenjukan bahwa rantai nilai pemasaran di Kecamatan Kertajati memiliki nilaitertinggi pada Peternak domba Petet dan Dara. Karena itu hasil penjualan dombapetet dan dara dianggap sebagai keuntungan. Keuntungan rata-rata dari Peternakdomba petet Rp 1.000.000/ekor, dan untuk domba dara Rp 1.300.000/ekor.Sedangkan dari keseluruhan pelaku rantai pasok terletak pada pedagang dombasebesar Rp 500.000/ekor, karena pedagang tidak memerlukan biaya yang terlalutinggi, sedangkan harga di pengaruhi oleh permintaan di tingkat konsumen. Untukpelaku rantai pasok Bandar memiliki keuntungan sekitar Rp 100.000 s/d Rp200.000/ekor. Dan pelaku rantai Pasar memiliki keuntungan sekitar Rp 50.00 s/dRp 100.000/ekor. Dan untuk pelaku rantai Rumah Potong sebesar Rp 100.000/ekor.
Karakteristik Pupuk Organik Dari Pengolahan Limbah Peternakan Sapi Potong Di Kelompok Ternak Banteng Tani Di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Dadat Mashudi; Oki Imanudin; Aaf Falahudin
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i2.4783

Abstract

This research was conducted at the Banteng Tani Livestock Group, Losarang District, Indramayu Regency from February 20 to March 30, 2022. This study aims to analyze the quality of solid organic fertilizer (organic fertilizer) and liquid organic fertilizer (POC) from beef cattle farm waste in the livestock group. Banteng Farmer, Losarang District. This study uses a descriptive field experiment method, the observed variables are physical characteristics of organic fertilizers (color, texture, pH and temperature) and chemical characteristics of organic fertilizers including N, P and K content from 2 treatments on organic fertilizers without added EM-4. (P1) with organic fertilizer with the addition of EM-4 (P2). The results showed that solid organic fertilizer (P2) had physical characteristics in the form of a blackish color, crumb texture and an earthy smell, in contrast to P1 with a brownish color with a slightly crumbly texture and a slight smell of feces. Similarly, the chemical content in P2 contains N 0.94%, P 0.37% and K 0.55%, this is higher than (P1) with N content 0.61%, P 0.26% and K 0 ,48%. For liquid organic fertilizer, P2 contains N 0.57%, P 0.62% and K 1.23% higher than P1 with N 0.27%, P 0.41% and K 1.06%. Processing of beef cattle farm waste at the Banteng Tani Farmers Group using EM-4 (P2) can improve the characteristics and improve the quality of solid organic fertilizers and liquid organic fertilizers compared to those without added EM-4 (P1) and have met SNI compost standards.
Analisis Potensi Limbah Peternakan Sapi Potong Sebagai Penyedia Pupuk Organik Di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Rastono; Oki Imanudin; Dini Widianingrum
Tropical Livestock Science Journal Vol. 1 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v1i2.4784

Abstract

This research was conducted at the Banteng Tani Livestock Group, Losarang District, Indramayu Regency from February 20 to March 30, 2022. This study aims to analyze the potential of beef cattle farm waste in providing organic fertilizer needs for the community in Losarang District, Indramayu Regency. This study uses a descriptive method that is analyzing the cost efficiency of organic fertilizer production using R/C ratio analysis. The results of the feasibility analysis of farming using the balance of revenues and costs (R/C ratio) with a value of 1.84. This means that each expenditure of Rp. 1 will generate revenue of Rp. 1.84. The coefficient value of the R/C ratio shows a number more than 1, so it can be concluded that the use of costs in the organic fertilizer production process in the Banteng Tani group is efficient.