cover
Contact Name
Amar Sani
Contact Email
amar@stieamkop.ac.id
Phone
+6285399929080
Journal Mail Official
amar@stieamkop.ac.id
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Bajiminasa Makassar, Jl. Meranti No.1, Pandang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Celebes Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 29624088     DOI : https://doi.org/10.37531/celeb.v2i1
Celebes Journal of Community Services with ISSN 2962-4088 is a biannual scientific multidisciplinary journal published by STIE Amkop Makassar, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Implementation of service activities also involve the participation of the community and partners. Service activities are organized into an activity aimed at improving the welfare of society. The articles are going to be published in the months of May and November each year. Any interested authors could submit their manuscript in English or Bahasa Indonesia.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 2 (2026)" : 12 Documents clear
Penguatan Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Melalui Literasi Keuangan Digital dan Manajemen Usaha di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Budiandriani -; Mahfudnurnajamuddin Mahfudnurnajamuddin; Tasrik Hasrat; Nur Fadillah; Nur Anifah Azzahra
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4110

Abstract

Tujuan: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Rawe Dasar di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, melalui peningkatan literasi keuangan digital dan kapasitas manajemen usaha. Metode Pelaksanaan:  Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning  melalui sosialisasi, analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan. Sasaran program adalah anggota KUB nelayan yang dipilih berdasarkan kebutuhan kelembagaan dan usaha. Materi meliputi administrasi organisasi, laporan keuangan sederhana, SOP, rencana bisnis, pemasaran digital, dan aplikasi keuangan berbasis telepon pintar. Hasil dan Pembahasan: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam administrasi, pencatatan keuangan digital, penyusunan laporan keuangan, serta pengelolaan usaha berbasis data. KUB mulai menerapkan administrasi yang lebih tertib, memiliki SOP, menggunakan media digital untuk promosi, dan menyusun rencana pengembangan usaha. Program juga meningkatkan kesadaran mengenai transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Implikasi:  Program memperkuat kemampuan KUB dalam beradaptasi terhadap transformasi digital serta berpotensi meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan nelayan. Kegiatan lanjutan perlu diarahkan pada pendampingan berkala, perluasan jejaring pemasaran, dan evaluasi keberlanjutan usaha
Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Pengembangan dan Pemanfaatan Inovasi Produk Lokal Yang Berkelanjutan di Desa Massamaturu, Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Tasrik Tasrik; Imran Imran; Serlin Serlin
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4120

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusi pada pembukaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan. Namun, keterbatasan inovasi, akses teknologi, serta keterhubungan dengan pasar yang lebih luas masih menjadi tantangan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing UMKM melalui pengembangan dan pemanfaatan inovasi produk lokal yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan, dan digitalisasi usaha dengan memanfaatkan potensi lokal, serta mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengembangan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan inovasi, memperbaiki kualitas produk, serta memperluas akses pasar melalui platform digital. Peserta juga mulai menerapkan prinsip keberlanjutan pada proses produksi dan pengelolaan usaha mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM melalui inovasi dan digitalisasi menjadi strategi yang efektif untuk membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah secara inklusif
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata melalui Implementasi Perkerasan Resap Air sebagai Teknologi Drainase Alami Kinanti Wijaya; Baharuddin Baharuddin; Ahmad Zulfikar; Aula Sekar Arum Pertiwi; I Gede Wyana Lokantara; Sahroni Sahroni
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4131

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi perkerasan jalan resap air untuk mengurangi genangan, meningkatkan kualitas akses, serta mendukung keberlanjutan kawasan wisata edukasi Kampong Jatirejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Sadar Wisata dan masyarakat setempat. Tahapan pelaksanaan mencakup survei lokasi, identifikasi titik rawan genangan, perancangan teknis, sosialisasi, pelatihan, pembangunan prototipe perkerasan berpori, praktik lapangan, pendampingan, serta evaluasi. Pengetahuan peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test, sedangkan kinerja awal penerapan teknologi diamati melalui kondisi permukaan jalan dan kemampuan aliran air masuk ke lapisan bawah. Prototipe perkerasan resap air berbasis kombinasi grass block dan beton berpori berhasil diterapkan pada jalur akses wisata. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 62 menjadi 84 atau sebesar 35,5%. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai prinsip infiltrasi, pemasangan material, pengelolaan limpasan, dan pemeliharaan perkerasan. Secara visual, kondisi jalur menjadi lebih tertata dan potensi genangan berkurang setelah penerapan teknologi. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memastikan keterlibatan mitra dalam proses pembangunan dan transfer pengetahuan. Evaluasi lapangan juga menunjukkan bahwa peserta mampu menjelaskan prosedur perawatan dasar, termasuk pembersihan permukaan, pengendalian sedimentasi, dan pemeriksaan jalur infiltrasi setelah hujan secara mandiri dan berkala. Teknologi ini berpotensi menjadi solusi drainase sederhana, media pembelajaran lingkungan, serta model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada kawasan berbasis masyarakat dengan permasalahan serupa.
Reconstructing Child–Parent Relationship Protection in Indonesia: A Legal Framework for the Rapid Child Relationship Protection Model (RCRPM) Frizon Sitanggang; Rikha Permatasari; Aldoni Boy Kussoy
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4167

Abstract

Purpose: This study examines the normative adequacy and institutional connectedness of Indonesia’s legal framework for protecting child–parent relationships and reconstructs the available legal mechanisms into the Rapid Child Relationship Protection Model (RCRPM). Research Design and Methodology: The study employs normative legal research using statutory, conceptual, limited comparative, and interdisciplinary approaches. Legal materials were purposively selected and verified against authoritative sources, then analyzed through legal mapping, gap identification, authority and limitation verification, and legal reconstruction. Findings and Discussion: The findings show that Indonesian law already provides relevant building blocks, including children’s rights, parental responsibilities, contact rights, special protection, institutional coordination, and monitoring. However, these elements are not explicitly integrated into a continuous pathway for progressively developing relational risks. RCRPM reconstructs them into six stages: early identification, multidisciplinary assessment, immediate protective measures, relationship restoration, integrated institutional governance, and continuous monitoring. Its contribution lies in proposing relational neglect as an analytical and doctrinal lens and integrating existing functions without creating new substantive rights or institutional authority. Implications: RCRPM provides a preventive, coordinated, and sustainable legal framework, while future research should assess its institutional feasibility, implementation, and effectiveness empirically.
Sustainable Governance of Palm Oil Industrial Waste under Environmental Law Nur Fitrah; M. Kamal Hidjaz; Satrih Hasyim
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4128

Abstract

Purpose: This study analyzes the legal regulation of palm oil industrial waste management within sustainable environmental governance and examines corporate legal liability under Law No. 6 of 2023. It argues that industrial waste must be addressed as a legal governance issue requiring prevention, supervision, accountability, and ecological restoration. Research Design and Methodology: Using normative legal research with statutory and conceptual approaches, this study examines environmental approvals, wastewater standards, administrative sanctions, and corporate liability under Indonesian law. Legal materials were analyzed qualitatively using grammatical, systematic, and teleological interpretations through principles of precautionary action, polluter-pays, and corporate accountability. Findings and Discussion: Although Indonesia has established a regulatory framework including environmental approvals, waste standards, and sustainability certifications it emphasizes procedural compliance over measurable ecological outcomes, preventing fully integrated governance. Furthermore, legal liability spans administrative, civil, criminal, and corporate domains. Administrative measures act as early corrections, civil liability covers restoration, criminal sanctions address severe violations, and corporate liability holds decision-makers accountable for risk management systems. Implications: Environmental law reform must align business licensing, waste monitoring, sanctions, public information access, and restoration obligations, treating waste governance as an integrated legal system. Future research should assess empirical enforcement, regional supervision, compliance behavior, and community access to remedies in palm oil-producing regions.
Mentoring for the Acceleration of Digital Financial Governance through the Optimization of Financial Technology for Alodie Craft and Ecoprint MSME in Wonogiri Regency Sisca Dian Rahmawati; Suprihatmi Sri Wardiningsih; Alika Luthia Kholida; Yuliana Subastine
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4158

Abstract

Purpose: This community engagement activity aims to assist Alodie Craft and Ecoprint Batik MSME in Pule Village, Selogiri Subdistrict, Wonogiri Regency, in digitalizing financial management, implementing a cashless payment system, and strengthening digital product visualization to improve its managerial capacity and competitiveness. Research Design and Methodology: The activity employed a participatory empowerment and mentoring approach, comprising situational observation and needs assessment, module-based training, hands-on mentoring, and evaluation through pre-test and post-test. In the first stage, the implementation team conducted training and mentoring on digital financial record-keeping using the KASGO fintech application. The activity also provided supporting facilities, including a digital point-of-sale tablet, receipt printer, and cash drawer. Findings and Discussion: The evaluation results showed an increase in the partner's average comprehension score from 54 in the pre-test to 83 in the post-test. The partner also successfully operated the digital point-of-sale application independently to record sales transactions and business expenses. These findings indicate that hands-on, integrated digital-literacy-based mentoring effectively improves the partner's understanding and capacity to adopt digital financial management tools. Implications: This activity demonstrates that integrated digital transformation mentoring can strengthen the managerial capacity and competitiveness of creative MSMEs rooted in local wisdom. The subsequent implementation of QRIS/e-wallet payments and social-media-based product visualization is expected to complete the partner's overall digital transformation and further support business sustainability and market development.
Membangun Kemandirian Ekonomi Perempuan melalui Pengembangan Kapasitas Kewirausahaan Komunitas UMKM Kabul Wahyu Utomo; Zulkifli Sultan; Eka Pariyanti
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4169

Abstract

Tujuan: Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengambil keputusan keuangan yang aman, rasional, dan sesuai dengan prinsip syariah melalui pelatihan literasi fintech syariah. Pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan fintech, tetapi juga membantu mitra memahami karakteristik dan risiko layanan keuangan digital. Sementara itu, pendampingan bisnis halal diarahkan untuk membantu mitra menata dokumen, proses usaha, label, dan narasi produk. Metode Pelaksanaan: Program menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang dilaksanakan melalui siklus baseline, intervensi, penerapan IPTEKS, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan. Kegiatan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan lima pelaku usaha mikro. Pelaksanaan program mencakup empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil dan Pembahasan: Evaluasi pascapenerapan program menunjukkan peningkatan pemahaman mitra mengenai fintech syariah dan bisnis halal. Rata-rata nilai seluruh indikator meningkat sebesar 47,93 poin persentase, dari 42,36% menjadi 90,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengaitkan fintech syariah dengan kebutuhan usaha membantu peserta memahami manfaat dan karakteristik layanan keuangan secara lebih konkret. Implikasi: Integrasi literasi keuangan syariah dan pendampingan bisnis halal penting karena penguatan usaha mikro tidak hanya memerlukan peningkatan pemahaman keuangan, tetapi juga kesiapan legalitas dan pengelolaan usaha yang sesuai dengan prinsip halal. Untuk mendukung keberlanjutan program, mitra diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh, khususnya dalam mempersiapkan pengajuan sertifikasi halal dan menerapkan prinsip kehati-hatian saat memilih layanan fintech
Penguatan Komunikasi Positif, Pengelolaan Diri, dan Literasi Digital untuk Pencegahan Bullying dan Cyberbullying di UPT SD Negeri 230 Pinrang Mutiarini Mubyl; Giri Dwinanda; Irfan Marhaban; Robin Arnan
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4177

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan siswa sekolah dasar mengenali bullying dan cyberbullying, mempraktikkan komunikasi asertif, memilih respons aman, serta memperkuat keterlibatan orang tua dan sekolah dalam pencegahan. Program dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 di UPT SD Negeri 230 Pinrang kepada sekitar 50 siswa kelas 1-6, orang tua/wali, guru, dan unsur sekolah melalui edukasi visual-partisipatif, skenario situasional, role play, tanya jawab, literasi digital, dan deklarasi bersama. Evaluasi dilakukan secara kualitatif-partisipatif melalui observasi respons, praktik simulasi, dokumentasi, dan ketercapaian luaran. Peserta menunjukkan keterlibatan aktif dalam membedakan perilaku aman dan tidak aman, mempraktikkan kalimat asertif, mengidentifikasi langkah mencari bantuan, serta mengulang respons aman terhadap cyberbullying. Program menghasilkan dua paket materi, media edukasi cetak, Deklarasi Anti-Bullying, Implementation Agreement, dokumentasi, dan diseminasi media daring. Pendekatan visual-partisipatif relevan untuk peserta lintas jenjang kelas dan perlu dilanjutkan melalui pembiasaan sekolah, pendampingan keluarga, dan edukasi berkala.
Penguatan Kapasitas Pemasaran Digital melalui Seminar Kewirausahaan bagi Masyarakat Kecamatan Suppa: - Mutiarini Mubyl; Giri Dwinanda; Irfan Marhaban bin Fatahillah; Robin Arnan
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4207

Abstract

Tujuan: Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Kecamatan Suppa dalam memahami target konsumen, nilai produk, merek, konten, media digital, call to action (CTA), dan hubungan pelanggan. Metode Pelaksanaan: Program dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di Gedung PKK Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, kepada 25 warga sebagai peserta sasaran melalui seminar interaktif, studi kasus, demonstrasi pesan promosi, diskusi, serta pre-test dan post-test daring. Mahasiswa KKN-Tematik turut hadir sebagai pendukung kegiatan, tetapi tidak dihitung sebagai peserta masyarakat maupun peserta evaluasi. Karena literasi dan keterampilan penggunaan perangkat digital warga beragam, analisis evaluasi dibatasi pada 10 peserta (40,0%) dengan data pre-test dan post-test yang dapat dipasangkan. Hasil dan Pembahasan: Pada indikator yang memiliki kesesuaian langsung dengan tujuan pembelajaran dan konstruksi butir yang tegas, pemahaman CTA meningkat dari 50% menjadi 90%, penentuan target konsumen dari 90% menjadi 100%, dan identifikasi media promosi dari 80% menjadi 90%. Implikasi: Hasil menunjukkan penguatan pada kompetensi praktis utama, sementara evaluasi lanjutan perlu menggunakan instrumen yang lebih sederhana, tidak ambigu, dan ramah bagi peserta dengan literasi digital terbatas.
Pemanfaatan Sekam Padi dan Residu Sampah melalui Eco-Rocket Stove Dual-Chamber untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Masyarakat Agustian Suseno; Arlen Fathu Rangga; Wahyudin Wahyudin; Sutrisno Sutrisno; Asep Erik Nugraha; Arif Setiadi
Celebes Journal of Community Services and Social Sciences Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i2.4216

Abstract

Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dan menguji penerapan awal Eco-Rocket Stove Dual-Chamber, yaitu tungku dua ruang yang memanfaatkan sekam padi sebagai biomassa pendukung untuk membantu pembakaran residu sampah. Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan hasil samping pembakaran sebagai bagian dari pengelolaan sampah dan limbah pertanian secara lebih produktif. Desain dan Metode Pelaksanaan: Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, perakitan atau demonstrasi prototipe, pelatihan pengoperasian, pengamatan proses, serta evaluasi awal bersama masyarakat atau pengelola TPS3R. Peserta memperoleh penjelasan tentang pemilahan bahan, pemanfaatan sekam padi, dan keselamatan selama pengoperasian tungku. Temuan dan Pembahasan: Pengamatan awal menunjukkan bahwa prototipe dapat dioperasikan sebagai alat demonstrasi pembakaran termal. Pada kondisi uji yang dilaporkan dalam proposal, asap visual yang dihasilkan tampak lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka. Sekam padi juga diarahkan untuk diolah menjadi bahan baku briket bioarang, sementara abu dan residu anorganik dipertimbangkan sebagai bahan campuran paving block setelah memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan. Namun, penurunan emisi, efisiensi termal, rendemen briket, dan keamanan residu belum dapat dipastikan tanpa pengukuran laboratorium dan pengujian berulang. Kegiatan ini turut meningkatkan pemahaman peserta mengenai pemilahan bahan, keselamatan pembakaran, pemanfaatan biomassa, dan peluang ekonomi sirkular. Implikasi: Eco-Rocket Stove Dual-Chamber berpotensi dikembangkan sebagai teknologi tepat guna bagi pemerintah desa, BUMDes, TPS3R, dan kelompok masyarakat. Penerapannya perlu disertai standar keselamatan, tidak digunakan untuk membakar limbah berbahaya, serta didukung validasi teknis yang memadai sebelum diperluas

Page 1 of 2 | Total Record : 12