cover
Contact Name
andik agus wibowo
Contact Email
andikaguswibowo@gmail.com
Phone
+6285752806026
Journal Mail Official
andikaguswibowo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tondano Raya F5 B19, Sawojajar, Malang, Jawa Timur, 65324
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan TAMAN WIDYA HUMANIORA
ISSN : -     EISSN : 28293681     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) diterbitkan oleh Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) Taman Widya Humaniora (TWH). JPTWH memuat jurnal hasil penelitian di bidang pendidikan yang berisi gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian, aplikasi teori pendidikan dan pembelajaran, tulisan praktis terbaru mengenai pendidikan dan pembelajaran. JPTWH bertujuan menjadi jurnal nasional yang dapat mempublikasikan jurnal yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan para peneliti. Tulisan dalam jurnal ini secara umum berisi hasil penelitian Guru, KS, dan PS berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R & D). Jurnal Pendirikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) adalah jurnal blind peer-review yang bertujuan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 216 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN IDENTIFIKASI TOKOH DAN LATAR DALAM CERITA PENDEK MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW SISWA KELAS V SDN GUNUNGSARI 04 KOTA BATU Andhika Affandy
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mengidentifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek merupakan salah satu aspek penting dalam pemahaman bacaan. Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek menggunakan teknik jigsawPenelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDN Gunungsari 04, yang terletak di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada tahun pelajaran 2022/2023. Pembelajaran kooperatif adalah suatu bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogeny. Teknik jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya. Siswa kelas V SDN Gunungsari 04 Kota Batu aktif dalam pembelajaran peningkatan kemampuan identifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek melalui pembelajaran kooperatif teknik jigsaw. Hasil PTK pada siklus 1 menunjukkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif teknik jigsaw pada siklus 2 pertemuan 1. Siswa yang berhasil mencapai ketuntasan dalam belajar mulai ada peningkatan sebanayak 14 siswa atau 70 % siswa yang telah memiliki hasil belajar yang baik dalam kemampuan identifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek, dengan nilai rata rata kelas 72. Hasil PTK pada siklus 2 menunjukkan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif teknik jigsaw pada siklus 2 pertemuan 2. Siswa yang berhasil mencapai ketuntasan dalam belajar mulai ada peningkatan sebanayak 19 siswa atau 95 % siswa yang telah memiliki hasil belajar yang baik kemampuan identifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek, dengan nilai rata rata kelas 88. Pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dapat meningkatkan kemampuan identifikasi tokoh dan latar dalam cerita pendek pada siswa kelas V SDN Gunungsari 04 Kota Batu.
SUPERVISI KLINIS DENGAN METODE COACHING UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SDN BULUKERTO 02 KOTA BATU Iwan Adi Pratama
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunci keberhasilan belajar siswa serta sekolah berhasil menghasilkan lulusan yang berkualitas tidak lepas dari peran guru profesional dalam pembelajaran. Guru profesional adalah guru yang terampil dalam membangun dan mengembangkan proses pembelajaran yang baik dan efektif Pada kenyataannya, guru dalam melakukan pembelajaran seringkali masih bersifat konvensional. Guru mendominasi siswa, dan hanya berpatokan pada buku teks saja. Siswa yang beragam belum mendapatkan haknya untuk dilayani secara berbeda. Siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik seringkali dianggap sebagai pengganggu dan siswa yang tidak dapat diam. Untuk itu, perlu dilakukan upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan kompetensi pedagogik melalui kegiatan supervisi klinis. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu menciptakan ekosistem yang menerapkan pembelajaran berpusat pada peserta didik berdasarkan keunikan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan supervisi klinis kompetensi pedagogik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru SDN Bulukerto 02 Kota Batu Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS), yakni peneliti melakukan tindakan bersamaan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai kepala sekolah. Hasil PTS ini supervisi klinis dengan metode Coaching dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru SDN Songgokerto 03 dalam melakukan pembelajaran diferensiasi. Kompetensi Pedagogik Guru SDN Bulukerto 02 meningkat dalam melaksanakan pembelajaran diferensiasi. Guru terbukti mengalami peningkatan pelaksanaan pembelajaran dari pra observasi, Siklus I dan Siklus II, sebesar; 58,5, siklus I 71,18, dan siklus II 83,31. Dari kategori kurang, meningkat menjadi baik dan menjadi amat baik setelah dilakukan supervisi klinis. Penelitian ini dapat dikembangkan pada subyek yang lebih luas, yaitu guru kelas lainnya, tidak hanya kelas 1, 4 dan 5, namun juga guru kelas lainnya.
PENINGKATAN HASIL LOMPAT TINGGI MELALUI BERMAIN JUMP ROPE PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN PUNTEN 02 KOTA BATU Saiful Rachman
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan.. Olahraga atletik yang kita ketahui merupakan ibu dari cabang olahraga lain memiliki empat nomor yang dilombakan yaitu lari, lempar, lompat, dan jalan. Kenyataan di lapangan, saat pembelajaran pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan masih saja ditemui kegiatan belajar mengajar yang hasil pembelajarannya belum maksimal. Paling tidak ada dua macam faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat minat dan kemampuan dalam mengikuti pembelajaran lompat tinggi peserta didik SD Negeri Punten 02 Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Untuk itu perlu solusi yang tepat, salah satunya dengan cara pendekatan bermain, sehingga upaya untuk mengatasi permasalahan dalam pencapaian hasil belajar lompat tinggi tersebut mudah-mudahan dapat teratasi. Bermain sangat di sukai oleh anak-anak, karena sifat dari bermain sendiri adalah menyenangkan. Bermain adalah aktifitas yang menyenangkan, serius dan sukarela, di mana anak berada dalam dunia yang tidak nyata atau sesungguhnya. permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan oleh anak – anak disuatu daerah tertentu secara tradisi permainan lompat tali (Jump Rope)_merupakan salah satu dari sekian banyak permainan tradisional yang ada di Indonesia. Tujuan PTK ini untuk mendeskripsikan upaya peningkatan hasil lompat tinggi melalui bermain jump rope pada peserta didik Kelas V SDN Punten 02 Kecamatan Bumiaji Kota BatuSiswa aktif dalam dalam pembelajaran peningkatan hasil lompat tinggi melalui bermain jump rope pada peserta didik kelas V SDN Punten 02 Kecamatan Bumiaji Kota Batu.Kegiatan PTK peningkatan hasil lompat tinggi melalui bermain jump rope pada peserta didik kelas V SDN Punten 02 Kecamatan Bumiaji Kota Batu., terbagi pada 4 tahap yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Melalui metode bermain jump rope dapat meningkatkan keterampilan dan hasil lompat tinggi pada peserta didik kelas V SDN Punten 02 Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis data terjadi peningkatan skor dari 65,00 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 85,20 pada siklus 2, berarti terjadi peningkatan 31,08 %.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI 3 DIMENSI UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN SHOLAT DI SDN PESANGGRAHAN 01 KOTA BATU Hadijah Al Habsyih
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media 3 dimensi untuk meningkatkan keterampilan sholat siswa kelas 3 SDN Pesanggrahan 01 Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (R&D) ADDEI, model ADDIE. Ada lima tahap dalam model ADDIE yaitu Analisis (Analyze), Desain (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation), Pengembangan produk dengan model ini dapat menghasilkan produk yang baik, karena pada setiap fase yang dilalui dapat dilakukan evaluasi. Beberapa pengujian dilakukan untuk mengetahui tingkat keefektifan media pembelajaran pengenalan tata cara shalat, yang di antaranya ialah uji ahli isi dengan hasil 100% sesuai, uji ahli media dengan representasi 100% sesuai, uji efektifitas dengan hasil 64,80% yang berarti media ini cukup efektif, uji guru dengan hasil 46 dengan kategori sangat positif dan uji respon pengguna dengan hasil sebesar 89,07% yang menandakan media ini masuk kategori sangat positif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan berbasis animasi 3 dimensi dapat meningkatkan pengenalan tata cara sholat dan tata cara sholat dalam bentuk animasi mendapat respon yang baik. Animasi 3 dimensi berbasis visual pada pembelajaran PAI yang digunakan pembelajaran, sehingga dapat pemahaman/kemampuan materi siswa. Media yang berbasis visual ini memiliki peran yang sangat penting bagi pesesta didik, dapat menumbuhkan minat belajar dan secara langsung siswa dapat memahami penjelasan guru berdasarkan pengamatan langsung walau hanya berbentuk tiruan belaka. Demikian, siswa akan senang dan lebih bersemangat dalam proses pembelajaran. Siswa juga akan mendapatkan pemahaman materi yang dijelaskan oleh guru melalui pengamatan langsungnya. Hal tersebut menghilangkan ke abstrakan pemikiran siswa sebelumnya, dengan penglihatan proses belajar secara langsung. Berdasarkan hasil respon pengguna yang dilakukan dengan menyebar angket kepada 23 siswa dengan rentang usia 9 -10 tahun , dimana setelah menonton video pada media, dengan hasil angket menunjukkan kualifikasi baik. Dapat disimpulkan Dengan adanya pemgembangan media pembelajaran pengenalan tata cara sholat ini sendiri siswa terbantu dalam proses pembelajaran, dan guru juga terbantu dalam proses mengajar, dalam mengembangkan media pembelajran animasi 3 Dimensi peneliti juga melakukan uji ahli isi untu memastikan kelayakan media yang dikembangkan. Dan respon pengguna yaitu siswa kelas 3 terhadap media pembelajaran sangat tertarik dan antusias untuk melihat dan mempelajari tata cara sholat ini dengan cara menonton video animasi 3 dimensi. Selain itu, feedback positif dari responden juga menjadi indikasi bahwa pengembangan model ini layak untuk diaplikasikan di masa yang akan datang. Peningkatan keterampilan sholat siswa terlihat dari hasil tes praktek , dimana persentase siswa yang mampu melakukan gerakan sholat dengan benar meningkat dari 30 % menjadi 85% pada praktek tata cara sholat
PENGEMBANGAN SARANA POJOK BACA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA DAN LITERASI SISWA SDN SISIR 04 BATU Hermin Wiyanti
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca menuntun kita untuk memperoleh dan menganalisa informasi yang kita dapat sehingga bermanfaat pada kehidupan. Maka dari itu, membaca merupakan hal yang sangat penting sebagai penuntun kehidupan manusia. Rendahnya minat baca siswa sangat memengaruhi kualitas pendidikan Bangsa Indonesia. Kurikulum saat ini tengah menggaungkan dan menggencarkan budaya literasi literasi sebagai acuan untuk meningkatkan SDM sesuai dengan abad 21. Literasi merupakan suatu kegiatan menerima dan mengolah informasi dari berbagai sumber. Kegiatan literasi tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan membaca. Perpustakaan pojok atau pojok membaca atau sudut membaca merupakan sebuah perpustakaan kecil yang terdapat di sudut ruang kelas, kemudian sudut tersebut di fungsikan sebagai tempat untuk membaca dengan bahan bacaan yang tersusun rapi. Pojok membaca merupakan sebuah ruangan yang nyaman untuk peserta didik duduk dan membaca yang dimana terdapat meja dan tali tipis yang diikat pada dinding untuk meletakkan buku-buku. Penelitian ini telah berupaya mengembangkan Pojok Baca untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa SDN Sisir 04 Kota Batu. Model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996) telah diaplikasikan dalam penelitian ini.Produk pengembangan terdiri dari : 1) Pengembangan desain Pojok Baca , 2) Rencana Layanan Pojok Baca , 3) pengembangan sara prasarana pojok baca , 4) Alat vevaluasi proses dan hasil pemanfaatan pojok baca. .Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini telah mengalami proses validasi dari validator, yang terdiri dari kepala sekolah dan guru penggerak. Hasil validasi sebagai masukan proses revisi produk pengembangan, selanjutnya diuji cobakan melalui ujicoba pada siswa kelas 1 SDN Sisir 04 Kota Batu .Berdasarkan analisis dari hasil validasi ahli, hasil ujicoba, diperoleh rata-rata skor dari penilaian responden sebesar sebesar 83,93 %. Hal ini berarti kualitas produk pengembangan Pojok Baca untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa SDN Sisir 04 Kota Batu termasuk katagori baik. Hal ini berarti Produk pengembangan bisa dianggap efektif untuk diimplementasikan dalam pembelajaran siswa di SDN Sisir 04 Kota Batu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK PENINGKATAN KETREAMPILAN MEMBACA KALIMAT HURUF JAWA KELAS IV SDN SUMBEREJO 02 BATU Aruming Muliya Mawarini
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa di sekolah menanamkan nilai kesantunan, kehalusan rasa, dan budi pekerti. Aksara merupakan suatu hasil budaya yang mempunyai arti penting dalam perkembangan kehidupan manusia. Guru kelas sebagai peneliti berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu dengan mendorong keterlibatan siswa dan meningkatkan kreativitas guru. Maka peneliti menerapkankan model pembelajaran make a match. . Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan upaya penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan keterampilan membaca kalimat huruf Jawa kelas IV SDN Sumberejo 02 Batu. Hasil PTK ini menunjukkan bahwa Keterampilan mengajar guru pada siklus I memperoleh skor 16 dengan kategori sedang (C). Siklus II memperoleh skor 21 dengan kategori baik (B). Siklus III memperoleh skor 26 dengan kategori baik (B). Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor rata-rata 16,19 dengan kategori aktif (B). Siklus II memperoleh skor rata-rata 18,24 dengan kategori aktif (B). Siklus III memperoleh skor rata- rata 20,05 dengan kategori sangat aktif (A). Keterampilan membaca kalimat huruf Jawa pada siklus I memperoleh skor rata-rata 11,66 persentase ketuntasan 72,92% dengan kategori baik (B). Siklus II memperoleh skor rata-rata 12,85 persentase ketuntasan 80,35% dengan kategori baik (B). Siklus III memperoleh skor rata-rata 13,95 persentase ketuntasan 87,20% dengan kategori sangat baik (A). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengajar guru, aktivitas siswa, dan keterampilan membaca siswa mengalami peningkatan tiap siklusnya. Maka, hipotesis yang telah ditetapkan terbukti kebenarannya. Melalui penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan keterampilan membaca kalimat huruf Jawa pada siswa kelas IV SDN Sumberejo 02 Kota Batu.
PENINGKATAN MOTIVASI BERIBADAH DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORASI PADA SISWA KELAS VI SDN PUNTEN 02 KOTA BATU Sepnita
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kolaborasi merupakan model pembelajaran yang menerapkan paradigma baru dalam teori-teori belajar. Pendekatan ini dapat digambarkan sebagai suatu moel pembelajaran dengan menumbuhkan para siswa untuk bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untu mencapai tujuan yang sama. Peran guru dalam model pembelajaran kolaboratif adalah sebagai mediator. Guru menghubungkan informasi baru terhadap pengalaman siswa dengan proses belajar. Motivasi dapat berasal dari individu yang bersangkutan maupun dari luar. Motivasi adalah kondisi yang mengaktifkan bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut, sedangkan belajar sebagai proses di mana tingkah laku diubah melalui latihan atau pengalaman. Makna sesungguhnya dalam ibadah ketika seseorang diciptakan maka tidak semata-mata ada di dunia ini tanpa ada tujuan di balik penciptaannya tersebut. Bagi seorang muslim, beribadah merupakan sebuah kebutuhan. Seperti halnya makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan fisik. Ibadah juga merupakan kebutuhan batin yang harus dipenuhi. Jika kebutuhan ini diabaikan maka manusia akan merasakan kegersangan jiwa dan kelemahan tauhid. Jiwa seperti kehilangan pegangan, mati karena jauh dari Yang Maha Menghidupkan. PTK ini bertujuan mendeskripsikan Upaya peningkatan motivasi beribadah melalui pembelajaran kolaborasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) Dengan Menerapkan Model Pembelajaran kolaborasi pada Siswa Kelas IV SDN Punten 02 Kota Batu. Hasil PTK ini menunjukkan bahwa siswa aktif dalam penerapan metode pembelajaran kolaborasi dalam pembelajaran PAI untuk peningkatan motivasi beribadah di kelas VI SDN Punten 02 Kota Batu.Kegiatan PTK ini terbagi pada 4 tahap yaitu tahap pembentukan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dengan dua siklus .Melalui PTK ini membuktikan bahwa melalui pembelajaran kolaborasi untuk meningkatkan peningkatan motivasi beribadah siswa Kelas VI SDN Punten 02 Kota Batu terbukti dengan peningkatan skor dari 60,60 pada saat pra PTK meningkat menjadi 73,40 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 85,60 pada siklus 2.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLA KASTI MENGGUNAKAN PERMAINAN KASBOL PADA SISWA KELAS IV SDN GUNUNGSARI 04 KOTA BATU Pujianto
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari sistem Pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan Pendidikan. Modifikasi model pembelajaran dalam Penjaskes sangat penting untukdiketahui dan dilaksanakan oleh para guru pendidikan jasmani. Dengan modifikasi siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pelajaran, meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam partisipasi, siswa dapat melakukan pola gerak secara benar. Kasbol adalah olahraga yang menggunakan media bola kecil seperti kasti, dimana kasbol dimainkan secara beregu, dan merupakan permainan tradisional yang selalu mengutamakan unsur kekompakan, kelincahan dan kesenangan. PTK ini bertujuan mendeskripsikan Upaya Meningkatkan hasil Belajar bola kasti dengan menggunakan permainan kasbol Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Gunungsari 04 Kota Batu Tahun Pelajaran 2022/2023”Hasil PTK menunjukkan bahwa siswa aktif dalam pembelajaran Upaya meningkatkan hasil belajar bola kasti menggunakan permainan kasbol pada siswa kelas IV SDN Gunungsari 04 Kecamatan Bumiaji Kota Batu tahun pelajaran 2022/2023 .PTK ini berhasil mencapai ketuntasan dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran bola kasti dapat lebuh baik dengan menggunakan permainan kasbol, pada siswa kelas IV SD Negeri Gunungsari 04 Kota Batu. Hasil belajar siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 4,2 % yaitu dari 75,2% (siklus I) menjadi 79,4% (siklus II), dan ketuntasan belajar mengalami peningkatan 22,1% yaitu dari 73,9% (siklus I) menjadi 96% (siklusII). Siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran tersebut sehingga mereka menjadi suka dan termotivasi untuk belajar. Ini ditunjukkan dengan 50,4 pada angket motivasi menjawab sangat setuju dan 49,6 pada angket motivasi menjawab setuju dengan pembelajaran kasti menggunakan pemukul modifikasi dan bola lunak dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa.
SUPERVISI KOLABORATIF UNTUK MENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SDN TULUNGREJO 03 KOTA BATU Kusdiyo
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.Kinerja guru adalah: perilaku nyata yang ditampilkan oleh guru sebagai prestasi kerja berdasarkan standar yang ditetapkan dan sesuai dengan perannya di sekolah. Supervisi merupakan salah satu tugas kepala sekolah yang bertujuan untuk membantu memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan dari aspek yang disupervisi dan orang yang melakukan supervisi. Keberhasilan proses pembelajaran sangat bergantung pada beberapa faktor diantaranya adalah faktor guru. Guru sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.. Kepemimpinan dalam dunia pendidikan merupakan usaha kepala sekolah dalam memimpin, mempengaruhi, dan memberikan bimbingan kepada para personil pendidikan sebagai bawahan agar tujuan pendidikan dan pengajaran dapat tercapai melalui serangkaian kegiatan yang telah ditetapkan Tujuan PTS ini untuk mendeskripsikan upaya Supervisi kolaboratif dalam meningkatan Kinerja Guru dalam Pembelajaran di SD Negeri Tulungrejo 03 Kota Batu. Berdasarkan hasil PTS ini Supervisi kolaboratif dapat meningkatan Kinerja Guru dalam Pembelajaran di SD Negeri Tulungrejo 03 Kota Batu. Kinerja meningkat dalam membuat perencanaan pembelajaran., meningkat dalam melaksanakan pembelajaran., meningkat dalam menilai prestasi belajar siswa. Pelaksanaan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik memberikan dampak positif terhadap guru dalam menyusun soal/perangkat penilaian, melaksanakan, memeriksa, menilai, mengolah, menganalisis, menyimpulkan, menyusun laporan dan memperbaiki soal. Kinerja guru meningkat dalam melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik, serta kinerja guru meningkat dalam menyusun program pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut hasil prestasi belajar siswa. Kinerja guru SD Negeri Tulungrejo 03 Kota Batu dalam pembelajaran meningkat dari siklus 1 ke siklus 2 dengan capaian 71,37 % dan meningkat menjadi 89,95 %.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMATIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS VA SDN TULUNGREJO 04 BUMIAJI KOTA BATU Sita Kurnia Wati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 4 (2023): JPTWH Volume 2 Nomer 4, Juni 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, kemampuan/keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran serta pengintegrasian berbagai konsep dasar yang berkaitan. Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari tingkat pemahaman materi dan hasil belajar siswa. Tugas dan peran guru antara lain, yaitu menguasai dan mengembangkan materi pembelajaran, merencanakan dan menyiapkan pelajaran setiap hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. Berdasarkan alasan tersebut. Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan model pembelajaran menggunakan bola dari kertas yang berisi pertanyaaan yang dilempar secara bergiliran antara sesama anggota kelompok. Model boal salju merupakan model Tujuqan PTK ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar tematik dengan model pembelajaran Snowball Throwing pada siswa kelas VA SDN Tulungrejo 04 Bumiaji Kota Batu.Hasil PTK ini menunjukkan bahwa Siswa aktif dalam dalam penerapan metode pembelajaran teknik Snowball Throwing dalam belajar implementasi pembelajaran tematik kelas VA SDN Tulungrejo 04 Batu. Kegiatan PTK dalam penerapan metode pembelajaran teknik Snowball Throwing dalam belajar implementasi pembelajaran tematik siswa kelas VA SDN Tulungrejo 04 Batu ., terbagi pada 4 tahap yaitu tahap pembentukan, tahap peralihan, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Melalui PTK ini membuktikan bahwa melalui pembelajaran teknik Snowball Throwing dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran tematik pada siswa kelas VA SDN Tulungrejo 04 Batu terbukti dengan peningkatan skor dari 51,20 pada saat pra PTK meningkat menjadi 65,20 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 87,00 pada siklus 2