cover
Contact Name
andik agus wibowo
Contact Email
andikaguswibowo@gmail.com
Phone
+6285752806026
Journal Mail Official
andikaguswibowo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tondano Raya F5 B19, Sawojajar, Malang, Jawa Timur, 65324
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan TAMAN WIDYA HUMANIORA
ISSN : -     EISSN : 28293681     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) diterbitkan oleh Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) Taman Widya Humaniora (TWH). JPTWH memuat jurnal hasil penelitian di bidang pendidikan yang berisi gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian, aplikasi teori pendidikan dan pembelajaran, tulisan praktis terbaru mengenai pendidikan dan pembelajaran. JPTWH bertujuan menjadi jurnal nasional yang dapat mempublikasikan jurnal yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan para peneliti. Tulisan dalam jurnal ini secara umum berisi hasil penelitian Guru, KS, dan PS berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R & D). Jurnal Pendirikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) adalah jurnal blind peer-review yang bertujuan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 216 Documents
PENERAPAN METODE COACHING MODEL TIRTA UNTUK MENINGKATKAN KOPETENSI KEPALA SEKOLAH PADA RAYON KEPENGAWASAN KOTA BATU Erna Minarti Ningsih
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin dengan kompetensi yang harus dimiliki yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Kepemimpinan Kepala Sekolah merupakan upaya memengaruhi atau menggerakkan staf, guru, siswa, orangtua siswa, komunitas dan stakeholders sekolah menuju pencapaian tujuan atau visi sekolah Coaching adalah suatu proses yang dilakukan oleh coach untuk membantu individu atau kelompok dalam mencapai tujuan yang diinginkan.Coaching dapat dilakukan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Langkah melakukan Coaching model TIRTA adalah menyampaikan tujuan, memberikan pertanyaan dan umpan balik yang mengarah kepada identifikasi potensi coachee, memberikan pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi coachee dalam menyelesaikan permasalahan, memberikan pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksinya/tanggung jawab. Kepala Sekolah aktuf dalam pelaksanaan penerapan metode Coaching model TIRTA untuk meningkatkan kopetensi kepala sekolah pada rayon kepengawasan Kota Batu melalui berperan serta dalam : merencabakan Coaching, melaksanakan Coaching, melaksanakan Coaching model TIRTA, dan refleksi Coaching model TIRTA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Penerapan Metode Coaching Model Tirta Untuk Meningkatkan Kopetensi Kepala Sekolah Pada Rayon kepengawasan Kota Batu Berdasarkan hasil analisis data pelaksanaan penerapan metode Coaching model TIRTA dapat meningkatkan kopetensi kepala sekolah pada rayon kepengawasan Kota Batu Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . pelaksanaan penerapan metode Coaching model TIRTA dapat meningkatkan kopetensi kepala sekolah dengan skor keberhasilan 84,40.dengan rincian skor perencanaan Coaching 82,40, skor 84,20. Pelaksanaan Coaching model TIRTA 85,00, dan refleksi Coaching model TIRTA 85,60.NPerlu adanya penelitian lain terutama penelitian pengembangan yang berhubungan dengan peningkatan kualitas pelaksanaan Coaching dalam Upaya peningkatan kompetensi Kepala Sekolah.
PENINGKATAN KEMAPUAN MERHITUNG DENGAN METODE QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS I SDN JUNREJO 02 BATU Erisa Permata Sari
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran terdapat dua kegiatan yang sinergik, yakni guru mengajar dan siswa belajar. Guru mengajarkan bagaimana siswa harus belajar, Sementara siswa belajar bagaimana seharusnya belajar melalui berbagai pengalaman belajar sehingga terjadi perubahan dalam dirinya dari aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan yang efektif dan akan lebih mampu mengelola proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Dengan menggunakan metodologi Quantum Teaching akan dapat menggabungkan keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan pengajaran yang akan meningkatkan belajar prestasi siswa. Proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti dalam setiap kata, pikiran, tindakan dan asosiasi sampai sejauh mana mengubah lingkungan, prestasi dan rencana pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung . Tujuan PTK ini adalah untuk mendeskripsikan dang menganalisis Upaya Peningkatan Belajar Merhitung Dengan Metode Quantum Teaching Pada Siswa Kelas I Sdn Junrejo 02 Batu Penerapan metode Qantum Teaching sebagai peningkatan prestasi belajar Matematika kelas I di SDN Junrejo 02 Batu melalui beberapa kerangka rancangan belajar dengan menggunakan metode Quantum Teaching tentang TANDUR yaitu Tumbuhkan, minat dengan memuaskan “ , Alami, ciptakan atau datangkan pengalaman , Namai, sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, , Demonstrasikan, sediakan kesempatan bagi pelajar untuk” mereka tahu”, , Ulangi, tunjukkan pelajaran cara-cara mengulai meteri dan menegaskan, dan Rayakan, pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Hasil belajar berhitung dari pra siklus ke siklus 1 terjadi peningkatan 20 %,, hasil belajar pemahaman dari siklus 1 ke siklus 2 terjadi peningkatan 30 % dari skor. Nilai rata-rata dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dapat di lihat dari hasil dari setiap siklusnya, siklus I 53,33% dan pada siklus II adanya peningkatan menjadi 83,34% . dalam peningkatan dari siklus I ke siklus II adanya peningkatan 15,53%.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI BAHASA DI SDN NGAGLIK 04 KOTA BATU Hadi Yuliansyah
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi bahasa merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa dalam mengembangkan pemahaman, berkomunikasi, dan memperluas pengetahuan mereka. Literasi bahasa yang baik, akan membantu siswa dalam meraih prestasi akademik yang lebih baik dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Permasalahan yang ada sekarang adalah rendahnya literasi bahasa di kalangan pelajar khusunya di dunia pendidikan selama masa pandemi Covid 19. Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan yang menyediakan bahan pustaka sebagai fasilitas penunjang proses pembelajaran belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh siswa. Selain itu, dilihat dari hasil rapot pendidikan SDN Ngaglik 04 Kota Batu tahun 2021 dengan proporsi kemampuan literasi mahir 25%, cakap 50% dan rendah 25%, meskipun secara capaian literasi sudah di atas minimum, namun dilihat dari proporsinya masih perlu ditingkatkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Optimalisasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Bahasa di SDN Ngaglik 04 Kota Batu, maka fokus kegiatan yang dilakukakan terdiri dari : Perencanaan perpustakaan sekolah, layanan perpustakaan sekolah, membudayakan gerakan literasi sekolah, dan evaluasi perpustakaan sekolah. Siswa aktif dalam optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai upaya meningkatkan literasi bahasa di SDN Ngaglik 04 Kota Batu, Hasil dari optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai upaya meningkatkan literasi bahasa di SDN Ngaglik 04 Kota Batu diperoleh skor rata rata 82,50 katagori baik, dengan rincian skor: perencanaan perpustakaan sekolah 80,40, layanan perpustakaan sekolah 84,20, gerakan literasi melalui perpustakaan 85,00, serta controlling dan evaluasi perpustakaan sekolah 80,40.
PEMBELAJARAN DIFERENSIASI UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN TENTANG GAYA MAGNET SISWA KELAS 4B SDN ORO- ORO OMBO 02 BATU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Widi Hari Susanti
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara menyenangkan,interaktif, menantang, bermakna serta dapat memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu memberikan kesempatan bagi siswa untuk Prakarsa, berkreativitas dan berkemandirian sesuai dengan minat dan bakatnya. Sebagai fasilitator pembelajaran guru banyak menemui tantangan terkait keberagaman peserta didik di dalam kelas, terkait minat, bakat, gaya belajar dan tingkat pemahaman ditambah lagi dalam mengembangkan strategi pembelajaran guru juga harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, guru dituntut lebih inovatif, kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Dalam Mendiferensiasikan pengajaran, guru dapat memodifikasi lima unsur kegiatan mengajar, yaitu materi pelajaran, proses, produk, lingkungan dan evaluasi. PTK ini bertujuan untuk Mendiskripsikan pelaksanaan dan Menganalisis hasil pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam materi Gaya Maghnet pada siswa kelas 4B SD Negeri Oro- Oro Ombo 02 Batu Tahun Ajaran 2022/2023. Hasil PTK ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadikan siswa aktif dalam belajar dan dapat meningkatkatkan pemahaman peserta didik tentang gaya maghnet pada kelas 4B SDN Oro- Oro Ombo 02 Batu Tahun Ajaran 2022/2023. Hasil pembelajaran IPAS dengan menggunakan strategi pembelajaran berdiferensiasi di kelas 4B SDN Oro- Oro Ombo 02 Batu dengan hasil rata- rata pada siklus I sebesar 59,47 dan rata- rata pelaksanaan pada siklus II sebesar 83,68 termasuk dalam kategori baik. Artinya terjadi peningkatan sebesar 24,21 dari siklus I dan siklus II. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi ternyata dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS di kelas 4B SDN Oro- Oro Ombo 02 Batu dengan rata- rata hasil belajar peserta didik yaitu 59,47 menjadi 83,68 (peningkatan sebesar 24,21) dan presentase ketuntasan dari 70% atau 13 peserta didik yang tuntas menjadi 100% atau 19 peserta didik yang tuntas (peningkatan 30%)
PENERAPAN METODE SAS (STUKTURAL ANALITIK SINTETIK) BERBANTUANMEDIA BIG BOOK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MEMBACA PERMULAAN DI KELAS 1B SDN ORO-ORO OMBO 02 KOTA BATU Erna Nurdhiana
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca merupakan aktivitas mendapatkan makna atau informasi dari suatu bacaan. Oleh karena itu, membaca merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dipelajari. Namun berdasar observasi peneliti di SD Negeri Oro-oro Ombo 02 Kota Batu, peneliti masih menemukan siswa yang kemampuan membacanya kurang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dengan penerapan metode struktural analitik sintetik (SAS) berbantuan media Big book. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. setiap siklus terdiri dari 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Hasil penelitian menunjukan, pada data pra siklus, siswa yang tuntas sebanyak 17 dengan persentase 56.67% sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 13 dengan persentase 43.33% dengan kategori tidak tuntas. Pada siklus I, siswa yang tuntas meningkat menjadi 21 dengan persentase 70%, sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 9 orang dengan persentase 30% dengan kategori tuntas. Pada siklus II, siswa yang tuntas kembali meningkat menjadi 26 dengan persentase 86.67%, sedangkan yang tidak tuntas berkurang menjadi 4 orang dengan persentase 13.33% kategori tuntas. Dilihat dari hasil keterampilan membaca siswa; pada rata-rata kelas adalah 60,07 kemudian mengalami peningkatan yaitu dengan jumlah rata-rata 73.83 pada siklus I. Pada siklus II terjadi lagi peningkatan dengan rata-rata 79.5. Peningkatan keterampilan membaca pada skor dasar ke siklus I sebesar 13.76% sedangkan peningkatan keterampilan membaca siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 5.67%. dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode struktural analitik sintetik (SAS) berbantuan media big book dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas rendah di sekolah dasar.
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI BANGUN DATAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 4 SDN SONGGOKERTO 01 BATU Choirin Nisak
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu ilmu yang diajarkan di Sekolah Dasar. Guru yang ingin mengajarkan matematika kepada siswanya, hendaklah memahami dan mengetahui objek yang akan diajarkannya melalui mata pelajaran matematika. Untuk menjawab pengertian dari matematika itu sendiri pun adalah kunci dasar keberhasilan dalam mempelajari ilmu matematika. Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran secara Student center ini dikembangkan lagi diantaranya yaitu pembelajaran Berbasis Masalah atau yang biasa disebut Problem Based Learning (PBL) yang baru-baru ini terkenal dalam dunia pendidikan Problem Based Learning (PBL) ini dapat memberikan kecakapan dalam mengelola hidup bagi peserta didik untuk dapat mengatasi kendala yang ada di sekitar lingkungannya. Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan dan menganalisisn pelaksanaan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan motivasi belajar tentang keliling dan luas bangun datar pada peserta didik kelas IV SD Negeri Songgokerto 01 Batu. Hasil PTK ini menunjukkan bahwa peserta didik kelas IV SD Negeri Songgokerto 01 Batu aktif dalam pelaksanaan Problem Based Learning (PBL) dalam peningkatan motivasi belajar tentang keliling dan luas bangun datar .Upaya peningkatan motivasi belajar melalui Problem Based Learning keliling dan luas bangun datar dilakukan sesuai dengan langkah berdasarkan siklus pelaksanaan PTK dengan langkah: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi Pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar tentang keliling dan luas bangun datar pada peserta didik kelas IV SD Negeri Songgokerto 01 Batu . Hal ini dibuktikan dengan peningkatan skor dari 51,60 pada saat pra PTK meningkat menjadi 72,00 pada siklus 1 dan meningkat menjadi 84,40 pada siklus 2.
PENERAPAN SRATEGI SAL DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VI SDN PUNTEN 02 TAHUN 2022/2023 Sri Dhahatin
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar di dalam kelas akan efektif apabila peserta didik berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan Strtegi SAL dan Media Audio Visual pada pembelajaran IPS merupakan salah satu unsur terpenting dalam proses belajar mengajar selain metode pembelajaran. Penelitian ini diadakan siswa SDN Punten 02 Semeter II tahun pelajaran 2022/2023. Waktu penelitihan 2 siklus. Tiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, tindakan observasi dan refleksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS.dengan menerapkan trategi SAL dengan Media Audio Visual. Pembelajaran IPS yang awalnya lebih banyak berpusat pada guru dan disajikan secara verbal menjadi pembelajaran yang membuat siswa aktif, kreatif dan inovatif setelah menerapkan strategi SAL dengan media audio visual. Dari penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa penerapan Strategi SAL dengan media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Punten 02. Kriteria ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VI yaitu 70 atau 70% pada pokok bahasan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Nilai rata-rata kelas 48,2 dengan kriteria kurang. Pada siklus I kriteria ketuntasan kelas masih belum terpenuhi, yaitu masih dibawah dan kriteria ketuntasan kelas yang telah ditetapkan yaitu 70%. Dari jumlah 21 siswa, sejumlah 5 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus 2 materi Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia mencapai 95,8 atau 95,8%. Nilai tersebut masuk dalam kategori 'Sangat Baik" dengan kriteria ketuntasan dapat dikatakan "Tuntas". Sebanyak 20 siswa dari 21 siswa yang mengalami ketuntasan belajar, sedangkan 1 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Secara keseluruhan penerapan Strategi SAL dengan Media Audio Visual pada siklus 1 adalah 69,8% masuk dalam kategori Cukup. Sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan yaitu menjadi 95,8% dan masuk dalam kategori Sangat Baik.
PENGGUNAAN METODE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRISTIS PADA MATERI PENGARUH GLOBALISASI SISWA KELAS VI SDN NGAGLIK 02 Fenty Merdekawati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPS merupakan subjek materi dalam dunia pendidikan di negara kita yang diarahkan bukan hanya kepada pengembangan penguasaan ilmu-ilmu sosial, tetapi juga sebagai materi yang dapat mengembangkan kompetensi dan tanggungjawab, Tantangan dalam dunia pendidikan adalah menuntut siswa untuk berpikir pada tingkat yang lebih tinggi (HOTs). Dalam mempelajari ilmu pengetahuan sosial perlu ditempa kemampuan berpikir kritis siswa agar mampu memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi lapangan pada siswa kelas VI SDN Ngaglik 02, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada mata pelajaran IPS mengenai materi dampak globalisasi, mengalami masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa. SDN Ngaglik 02 telah menetapkan KKM untuk mata pelajaran IPS adalah 74. Model pembelajaran kooperatif tipe examples non-examples ditujukan untuk membantu siswa dalam belajar memahami dan menganalisis sebuah konsep”. Konsep pada umumnya dipelajariRmelalui pengamatan dan definisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran dengan metode Examples non Examples dalam peningkatan kemampuan berfikir kritis pada siswa kelas VI di SDN Ngaglik 02 serta menganalisis hasilnya. Berdasarkan hasil PTK ini meninjukkan bahwa siswa aktif dalam pembelajaran metode Examples non Examples dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI SDN Ngaglik 02 Batu pada materi dampak globalisasi. Metode Examples non Examples dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VI SDN Ngaglik 02 Batu pada materi dampak globalisasi. Kemampuan berfikir kritis siswa kelas VI SDN Ngaglik 02 mengalami kenaikan ditandai dengan adanya kenaikan aktivitas siswa dari 75,4% pada siklus I naik menjadi 95% pada siklus yang ke II dan hasil belajar siswa dari 52% pada siklus I naik menjadi 88% pada siklus ke II.
PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI MELALUI PENTAS KREASI DI SDN TULUNGREJO 01 KOTA BATU Supriyanto
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap anak mempunyai minat, bakat, kemampuan kognitif yang berbeda bergantung pada latar belakang budaya dimana mereka dibesarkan. Pembelajaran Diferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan pembelajaran diferensiasi melalui implementasi pentas kreasi di SDN Tulungrejo 01 Kota Batu. Penelitian ini telah berupaya melakukan pengembangan pembelajaran diferensiasi melalui implementasi pentas kreasi di SDN Tulungrejo 01 Kota Batu. Model konseptual pengembangan yang sebagian besar mengacu pada teori Borg,W.R. & Gall,M.D.( 1983) untuk diaplikasikan dan disesuaikan dalam penelitian ini.Produk pengembangan pada penelitian ini mencakup perangkat pengembangan pembelajaran diferensiasi melalui implementasi pentas kreasi di SDN Tulungrejo 01 Kota Batu. terdiri dari : a) Desain pentas seni, b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berdiferensiasi, c) Bahan ajar, d) Lembar, dan e) Alat evaluasi model pembelajaran diferensiasi melalui implementasi pentas kreasi di SDN Tulungrejo 01 Kota Batu.Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran diferensiasi melalui implementasi pentas kreasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Tulungrejo 01 Kota Batu. Hal ini dibuktikan dengan skor hasil pengembangan sebesar 83,55. Adapun rincian skor tiap tahap penggembangan : Tahap Perencanaan ( Diferensiasi Konten) 81,60, Tahap Latihan Pematangan( Diferensiasi Proses)84,60. Skor Tahap Pelaksanaan Pentas Kreasi ( Diferensiasi Produk) 84,00, dan skor Tahap Refleksi Pembelajaran Berdiferensiasi 84,00.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL ) MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS 5 DI SDN NGAGLIK 01 KOTA BATU Priyanggani
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 2 No 3 (2023): JPTWH Volume 2 Nomor 3 , Mei 2023
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan awal di SDN Ngaglik 01 Batu didapatkan sebuah temuan antara lain kurangnya kemampuan numerasi siswa pada materi pecahan. Dari soal yang diujikan sehingga berakibat pada jawaban akhir yang disajikan. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa diperlukan bahan ajar yang dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah serta meningkatkan kreatifitas dan semangat peserta didik di dalam belajar. Adapun bahan ajar tersebut dapat berupa modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL ). Produk yang diharapkan dari penelitian ini mencakup: perangkat pengembangan modul pembelajaran matematika dengan Problem Based Learning (PBL ) materi pecahan pada siswa kelas 5 di SDN Ngaglik 01 Kota Batu .Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk Mendeskripsikan model prosedural dan konseptual dari pengembangan modul pembelajaran matematika dengan Problem Based Learning (PBL ) materi pecahan pada siswa kelas 5 di SDN Ngaglik 01 Kota Batu. Hasil penelittan mennjukkan bahwa Validitas modul pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL ) pada materi pecahan siswa kelas 5 SDN Ngaglik 01 Batu yang telah dikembangkan memperoleh rata-rata validitas dengan prosentase dinyatakan sangat valid yaitu 92,73%, dari aspek materi memperoleh prosentase dinyatakan valid yaitu 90,00%, dari aspek desain memperoleh persentase dinyatakan sangat valid yaitu 93,18%, dan aspek bahasa memperoleh persentase dinyatakan sangat valid yaitu 95,00 %. Pratikalitas modul pembelajaran matematika berbasis Problem Based Learning (PBL ) pada materi pecahan siswa kelas 5 SDN Ngaglik 01 Batu yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis dengan pratikalitas rata-rata prosentase 93,33% oleh guru, Modul pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL ), dengan indikator kesesuaian evaluasi dengan materi pada modul dinyatakan cukup meningkat dengan persentase 88,90%. Hal ini menunjukan bahwa evaluasi pada modul telah sesuai dengan materi yang memungkinkan untuk mengukur numerasi peserta didik.