cover
Contact Name
Muhammad Alhada Fuadilah Habib
Contact Email
m.alhada@uinsatu.ac.id
Phone
+6281215079617
Journal Mail Official
annisbah@uinsatu.ac.id
Editorial Address
Gedung KH. Saifudin Zuhri Jl.Mayor Sujadi Timur No 46 Tulungagung Jawa Timur 66221 Indonesia
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah
ISSN : 24068276     EISSN : 25495712     DOI : https://doi.org/10.21274/an.v10i2
Core Subject : Religion, Economy,
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah is a scientific journal contains original works from lecturers, researchers, students and other concerned parties who have not been published or are not on the publication in the form of articles on the research and conceptual ideas on the subject of sharia economy. This journal publishes twice in a year.
Articles 192 Documents
PERMASALAHAN SOSIAL EKONOMI DI KALANGAN AGEING HOUSEHOLD DI DAERAH TERPENCIL fitrianatsany, fitrianatsany; Habib, Muhammad Alhada Fuadilah
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 9 No 2 (2022): An-Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v9i2.6666

Abstract

Abstrak: Kemiskinan dan kesenjangan sosial sampai saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia, tidak terkecuali pada masyarakat berusia lanjut di daerah terpencil. Dalam penelitian ini penulis mengangkat isu mengenai masyarakat lanjut usia yang mengalami ketidakadilan di bidang sosial-ekonomi di daerah terpencil yaitu di Cilincing, Timur Tengah Selatan dan Gorontalo. Teori yang penulis gunakan adalah teori dari Rawls tentang teori kontrak atau sering disebut dengan The Original Position. Selanjutnya penulis juga menggunakan teori pembangunan menurut Meter dan Horn, mereka membagi lima variabel yang mempengaruhi implementasi dari pembangunan sosial yaitu (1) Standar dan sasaran kebijakan (2) Sumber daya (3) Komunikasi antar anggota dan penguatan aktivasi (4) Karakteristik agen pelaksana dan (5) Kondisi Sosial, ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data studi literatur. Adapun penyebab permasalahan kemiskinan dan keenjangan sosial dikalangan masyarakat berusia lanjut meliputi keterpencilan dan keterbelakangan, keterbatasan kemampuan mengakses berbagai pelayanan sosial dasar karena ketunaan sosial, kecacatan, keterlantaran, keresahan sosial, serta konflik sosial. Permasalahan kesejahteraan sosial-ekonomi sampai saat ini masih diwarnai dengan permasalahan-permasalahan yang sifatnya konvensional dan perlu ditangani secara bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, dan lembaga swadaya masyarakat. Kata Kunci: Kesenjangan Sosial, Kemiskinan, Ageing Household, Kesejahteraan Abstract: Poverty and social inequality are still a problem in Indonesia, including the elderly in remote areas. In this study, the authors raise the issue of elderly people who experience injustice in the socio-economic field in remote areas, namely in Cilincing, South Middle East and Gorontalo. The theory that the writer uses is Rawls's theory of contract theory or often called The Original Position. Furthermore, the authors also use development theory according to Meter and Horn, they divide five variables that influence the implementation of social development, namely (1) Policy standards and objectives (2) Resources (3) Communication between members and strengthening activation (4) Characteristics of implementing agents and (5) Social, economic and political conditions. This research uses a qualitative approach with data collection techniques of literature studies. The causes of the problem of poverty and social inequality among the elderly include remoteness and underdevelopment, limited ability to access various basic social services due to social disability, disability, neglect, social unrest, and social conflict. Socio-economic welfare problems are still characterized by problems that are conventional in nature and need to be handled jointly by the government, the community, social organizations and non-governmental organizations. Keywords: Social Inequality, Poverty, Aging Household, Welfare
COMPANY'S ROLE IN RESTORING THE ECONOMY OF PANDEMI AFFECTED COMMUNITIES Reihan, Audina; Fatkhullah, Mukhammad; Imawan, Bambang
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 9 No 2 (2022): An-Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v9i2.6694

Abstract

Abstrak: Pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19 adalah tanggung jawab setiap negara di Dunia. Indonesia setelah 2 tahun terdampak Covid-19 mulai membenahi ekonomi masyarakat setelah phk yang cukup besar melanda bersamaan dengan tingginya kasus Covid-19 tahun 2020. Penelitian bertujuan untuk memetakan peran perusahaan, dalam hal ini adalah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dalam memulihkan ekonomi masyarakat terdampak melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pencegahan cluster baru, pelibatan UMKM dan upaya lain untuk membangkitkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan berlandaskan teori pembangunan masyarakat pasca bencana. Hasilnya, PT KPI memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui "pasar pangan siaga covid". Untuk mencegah penyebaran cluster baru, PT KPI menggerakkan mitra binaan CSR-nya untuk memproduksi face shield, masker dan handsanitizer. Berbagai upaya tersebut dilakukan berbasis berbasis UMKM untuk memulihkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah sekitar perusahaan. Dalam melakukan tanggap bencana, PT KPI Unit Dumai turut melakukan kemitraan dan Kerjasama melibatkan aktor dari berbagai sector sepertihalnya Posyandu, Rutan Kelas II B, Pemerintah daerah, Kelompok Pemuda, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK) agar dapat menunjang keberhasilan mitigasi bencana di luar daerah Kota Dumai umumnya dan di Kota Dumai khususnya. Kata kunci: pembangunan masyarakat, usaha mikro kecil dan menengah, tangguung jawab sosial perusahaan, pembangunan sosial, covid-19 Abstract: Economic recovery due to the Covid-19 pandemic is the responsibility of every country in the world. After 2 years of being affected by Covid-19, Indonesia has begun to improve the people's economy after sizable layoffs hit along with the high number of Covid-19 cases in 2020. The research aims to map the role of companies, in this case, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), in restoring the community's economy affected by fulfilling basic needs, preventing new clusters, involving MSMEs and other efforts to revive the socio-economic life of the community. This research method is descriptive qualitative, based on the theory of post-disaster community development. As a result, PT KPI Dumai Unit fulfils the community's basic needs through the "covid alert food market". To prevent the spread of new clusters, PT KPI mobilized its CSR partners to produce face shields, masks and hand sanitisers. These various efforts were made based on UMKM to restore the community's economy, especially around the company. In carrying out disaster response, PT KPI Dumai Unit participates in partnerships and collaboration involving actors from various sectors such as Posyandu, Class II B prisons, local Government, youth groups, and City Community Empowerment Institutions (LPMK) to restore the community's economy affected by the pandemic. Keywords: community development, micro small and medium enterprises, corporate social responsibility, social development, covid-19
THE EFFECTS OF ISLAMIC BRANDING, PRICE AND SERVICE QUALITY ON WORD OF MOUTH THROUGH CUSTOMER SATISFACTION AS INTERVENING VARIABLES Munawiroh, Nurul Fitriana; Sari, Nadia Roosmalita
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.6971

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin ketatnya persaingan bisnis terutama pada bidang usaha jasa cuci motor. Hal tersebut membuat para pelaku usaha dituntut untuk lebih giat lagi dalam berinovasi guna bersaing pada usaha kompetitor sehingga dapat lebih baik dalam menarik pelanggan. Beberapa upaya yang dapat digunakan diantaranya dengan memperbaiki reputasi islamic branding, kualitas harga, kualitas pelayanan, serta kepuasan pelanggan untuk memperoleh citra yang baik bagi komunitas pelanggan terutama dalam komunikasi word of mouth pada komunitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis kausalitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang dikumpulkan pada komunitas pelanggan cuci motor Sumber Bening. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Path yang diolah dengan menggunakan software SPSS 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel islamic branding, harga, dan kualitas pelayanan secara langsung memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan secara tidak langsung variabel islamic branding, harga, dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komunikasi word of mouth melalui variabel mediasi kepuasan pelanggan. Adapaun pengaruh kepuasan pelanggan terhadap word of mouth memiliki pengaruh posiitif dan signifikan. Kata kunci: Islamic branding, Harga, Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan, Word of Mouth Abstract: This research is motivated by the increasingly fierce business competition, especially in the field of motorcycle washing services. This makes business actors required to be even more active in innovating to compete with competitors' businesses so that they can be better at attracting customers. Some of the efforts that can be used include improving islamic branding reputation, price quality, service quality, and customer satisfaction to obtain a good image for the customer community, especially through word-of-mouth communication to the customer community. This study uses a quantitative approach to the type of causality. The data used in this study are primary data collected from the Sumber Bening motorcycle washing customer community. The data analysis technique used is Path Analysis which is processed using SPSS 16 software. The test results show that the variables of islamic branding, price, and service quality directly have a positive and significant influence on customer satisfaction. While indirectly the variables of islamic branding, price, and service quality have a significant influence on word-of-mouth communication through the mediating variable of customer satisfaction. The influence of customer satisfaction on word of mouth has a positive and significant effect mouth has a positive and significant effect. Keywords: Islamic branding, Customer Satisfaction, Price, Service Quality, Word of Mouth
COVID-19 PANDEMIC: CONDITIONS AND SHARIA MARKETING STRATEGIES AT BMT AMANAH UMMAH SUKODONO BRANCH SIDOARJO REGENCY Masduqie, Muhammad Hamdan Ali; Winarto, Ashif Jauhar
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7089

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 merupakan wabah virus baru yang muncul saat ini dan menyebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Seluruh aspek kegiatan yang berlangsung di Indonesia tidak dapat berjalan dengan normal, termasuk pada kegiatan operasional Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Amanah Ummah Cabang Sukodono. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui kondisi dan strategi pemasaran syariah oleh BMT Amanah Ummah Cabang Sukodono dalam menghadapi pandemi Covid-19. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus guna memberikan gambaran detail mengenai kondisi dan strategi pemasaran syariah oleh BMT Amanah Ummah Cabang Sukodono. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan empat karateristik pemasaran syariah yang dapat membantu keberlangsungan operasional dari BMT Amanah Ummah Cabang Sukodono, antara lain rubbainiyah, akhlaqiyah, waqi’iyah, dan insaniyyah. Penerapan strategi pemasaran syariah selain bertujuan untuk menjaga eksistensi BMT Amanah Ummah Cabang Sukodono, juga dapat mempertahankan loyalitas nasabah. Berkaitan dengan ulasan yang telah dilakukan mulai dari tujuan penelitian, metode penelitian serta hasil penelitian maka saran yang dapat diberikan kepada pengelola BMT Amanah Ummah Cabang Sukodono yakni perlu penerapan strategi pemasaran syariah secara optimal agar tetap mampu menjaga keberlangsungan operasional selama pandemi Covid-19, serta menjaga loyalitas nasabah untuk tetap loyal dalam menggunakan produk yang dimiliki, baik funding maupun landing. Kata kunci: Pandemi Covid-19; Baitul Maal wa Tamwil (BMT); Strategi Pemasaran Syariah Abstract: The Covid-19 pandemic is a new virus outbreak that is emerging today and is spreading throughout the world, including in Indonesia. All aspects of activities that take place in Indonesia cannot run normally, including operational activities of Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Amanah Ummah Sukodono Branch. The purpose of this study is to knowing about condition and sharia marketing strategy by BMT Amanah Ummah Sukodono Branch in the face of Covid-19 pandemic. This research uses a descriptive qualitative method with a case study strategy to provide a detailed description about condition and sharia marketing strategy by BMT Amanah Ummah Sukodono Branch. The research show that there are four characteristics of sharia marketing that can help the operational sustainability of BMT Amanah Ummah Sukodono Branch including rubbainiyah, akhlaqiyah, waqi’iyah, and insaniyyah. The implementation of sharia marketing strategy in addition to aiming to maintain the existence of BMT Amanah Ummah Sukodono Branch, can also maintain customer loyalty. According to the findings of this research, the relevant suggestion which can be given to the manager of BMT Amanah Ummah Sukodono Branch, namely the need to implement sharia marketing strategy optimally in order to maintain operational sustainability during Covid-19 pandemic, and maintain customer loyalty to remain loyal in using the products owned, both funding and landing. Keywords: Covid-19 Pandemic; Baitul Maal wa Tamwil (BMT); Sharia Marketing Strategy
MOSQUE-BASED ZAKAT, INFAK AND ALMS MANAGEMENT TO IMPROVE MUSTAHIK ECONOMY Supriyadi, Ahmad
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7171

Abstract

Abstrak: Studi ini membahas tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di masjid untuk meningkatkan ekonomi mustahik. Sesuai dengan hasil penelitian oleh Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS RI, Indonesia dengan mayoritas populasi Muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat sebesar 327,60 triliun rupiah. Dari potensi ini, dana zakat yang terkumpul belum mencapai sepuluh persen atau masih sekitar 17 triliun untuk seluruh Indonesia. Salah satu elemen penting dalam pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) untuk membantu pengumpulan dan distribusi zakat adalah masjid/mushala. Masjid memiliki peran penting dalam kualitas pelayanan kepada masyarakat. Masjid merupakan pusat aktivitas ibadah masyarakat, baik ibadah mahdlah, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan di UPZ Masjid Baiturrahman Ds. Bendiljati Wetan Kec. Sumbergempol telah menunjukkan kondisi yang baik. (1) Pengelolaan pengumpulan ZIS dilakukan dengan mengadakan program produktif yang tentunya disertai perencanaan yang cermat dan terstruktur, mengatur pembagian tugas untuk mengumpulkan dana dari beberapa pihak baik dari kalangan muda maupun tua, dan bekerjasama dengan aghniya', pemangku kepentingan, dan pemimpin agama di desa untuk menjadi mitra atau investor dalam UPZ, (2) Pengelolaan distribusi dilakukan dengan menentukan kriteria penerima program UPZ, menentukan mekanisme distribusi dan sistem bagi hasil, serta melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap mustahik, (3) Pengelolaan pemanfaatan UPZ menyediakan dana Qardhul Hasan bagi mustahik yang membutuhkan, dan memberdayakan mustahik melalui program pengelolaan kolam lele Pengembangan Masyarakat Zakat (ZCD), yang tentunya telah dianalisis dan disesuaikan dengan potensi desa serta diorganisir dengan terstruktur. Kata kunci: Masjid; Ekonomi Mustahik; Pengelolaan ZIS Abstract: This study discusses the management of zakat, infak and alms management in mosques to improve the mustahik economy. In accordance with the results of research by the Center for Strategic Studies (Puskas) BAZNAS RI, Indonesia with an average majority of the world's largest Muslim population has a zakat potential of 327.60 trillion rupiah. From this potential, the acquisition of zakat funds collected has not touched ten percent or is still around 17 trillion for all of Indonesia. One of the important elements of the establishment of the Zakat Collection Unit (UPZ) in order to assist the collection and assistance of zakat distribution is the mosque/mushala. Mosques have an important role in the quality of service of the people. The mosque is the center of people's worship activities, be it mahdlah worship, education, social, economic, health and so on. The results showed that the management at UPZ Masjid Baiturrahman Ds. Bendiljati Wetan Kec. Sumbergempol has shown good conditions. (1) Management of ZIS collection by conducting productive programs which of course are accompanied by careful and structured planning, organizing the distribution of tasks to collect funds from several parties both from the young and old, and cooperating with aghniya', stakeholder and religious leaders in the village to become partners or investors in UPZ, (2) Distribution management is taken by determining the criteria for UPZ program beneficiaries, determining the distribution mechanism and profit sharing system, as well as mentoring, supervising and evaluating mustahik, (3) UPZ utilization management provides Qardhul Hasan funds for mustahik in need, and empowering mustahik through the catfish pond management program Zakat Community Development (ZCD), which of course has been analyzed and adjusted to the potential of the village and structured organizing. Keywords: Mosque; Mustahik Economy; ZIS Management
MICROSTOCK PLATFORM ANALYSIS: OPPORTUNITIES TO ENHANCE THE CREATIVE ECONOMY FROM AN ISLAMIC ECONOMICS PERSPECTIVE Afandi, Johan
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7238

Abstract

Abstrak: Ekonomi kreatif diakui sebagai sektor penting dalam ekonomi global. Pandemi Covid-19 berdampak pada ekonomi kreatif dan menimbulkan tantangan dalam pengembangan penjualan online dan literasi digital. Platform Microstock menawarkan peluang untuk meningkatkan ekonomi kreatif dari perspektif ekonomi Islam yang mengutamakan keadilan, kesejahteraan, dan keseimbangan dalam bisnis. Sistem ekonomi Islam dinilai bersahabat dengan situasi pandemi karena mengutamakan kesejahteraan sesama manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan. Subyek penelitian adalah kontributor microstock, pakar ekonomi Islam, dan pihak terkait lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Implementasi transaksi pada platform microstock memberikan peluang peningkatan ekonomi kreatif, seperti memberikan penghasilan tambahan dari karya yang dijual melalui platform microstock, menawarkan peluang bisnis dengan kemudahan akses dan visibilitas kepada calon pelanggan mendunia, menyediakan pasar yang luas bagi pelaku ekonomi kreatif, memungkinkan peningkatan keterampilan di bidang karya kreatif, dan menjual karya yang belum terjual secara digital. (2) Pandangan ekonomi Islam terhadap transaksi pada platform microstock adalah bahwa semua jenis transaksi jual beli adalah halal, selama tidak melanggar aturan dan ketentuan Islam dan merupakan tujuan utama untuk memperoleh kesejahteraan bagi seluruh umat Islam. Kata kunci: Microstock; Kontributor; Ekonomi Islam Abstract: Creative economy is recognized as an important sector in the global economy. The Covid-19 pandemic has had an impact on the creative economy and has created challenges in the development of online sales and digital literacy. Microstock platforms offer opportunities to enhance the creative economy from a perspective of Islamic economics that prioritizes justice, well-being, and balance in business. The Islamic economic system is considered friendly to the pandemic situation because it prioritizes the welfare of fellow human beings. This research is a qualitative study using a field research approach. The subjects of the research are microstock contributors, Islamic economics experts, and other related parties. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of this research are: (1) The implementation of transactions on the microstock platform provides opportunities for improving the creative economy, such as providing additional income from works sold through the microstock platform, offering business opportunities with easy access and visibility to potential customers worldwide, providing a wide market for creative economy actors, enabling skill improvement in the field of creative work, and selling unsold works digitally. (2) The Islamic economic view of transactions on the microstock platform is that all types of buying and selling transactions are halal, as long as they do not violate Islamic rules and regulations and are the main goal of obtaining welfare for the entire Muslim community. Keywords: Microstock; Contributor; Islamic Economics
PROHIBITION OF RIBA VIEWED FROM AN ISLAMIC MACROECONOMIC PERSPECTIVE Falah, Muhammad Fajrul; Yazid, Muhammad
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7239

Abstract

Abstrak: Makna dasar larangan riba menurut Islam adalah untuk menghindari kezaliman dan kezaliman dalam segala bentuk perekonomian. Kebijakan moneter dalam Islam menitikberatkan pada pola pengaturan untuk memperkecil kesenjangan jumlah uang antara sektor moneter dan sektor riil dengan menghilangkan transaksi dan produk di pasar keuangan yang tidak didasarkan pada produktivitas di sektor riil. Peningkatan produktivitas di sektor riil dapat mendorong arus uang dalam perekonomian (velocity of money). Oleh karena itu, perhatian para pembuat kebijakan moneter tidak hanya terfokus pada konsep jumlah uang beredar, apalagi suku bunga yang tinggi. Melainkan pada peredaran aliran darah (uang) dalam perekonomian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Peneliti menggunakan dan mengambil data dari jurnal, artikel, website resmi dan buku, kemudian melakukan analisis sesuai dengan metodologi penelitian yang ada. Hasil penelitiannya adalah semakin tinggi tingkat suku bunga, semakin besar kemungkinan arus investasi tidak terbendung. Hal ini dapat diibaratkan sebuah bendungan, semakin tinggi dinding bendungan maka semakin besar aliran air yang dibendung. Bunga memang menimbulkan jarak antara sektor keuangan dengan sektor barang dan jasa, akibatnya kondisi moneter tidak mencerminkan kondisi sektor riil dan sebaliknya, kondisi sektor riil juga tidak mencerminkan kondisi moneter. Sehingga pendapatan per kapita juga terpengaruh, yang dalam bahasa lain kesejahteraan masyarakat juga terpengaruh. Kata Kunci: Larangan Riba; Bunga; Ekonomi Makro Islam. Abstract: The basic meaning of prohibiting riba according to Islam is to avoid tyranny and injustice in all forms of the economy. Monetary policy in Islam focuses on regulatory patterns to minimize the gap in the amount of money between the monetary sector and the real sector by eliminating transactions and products in financial markets that are not based on productivity in the real sector. Increased productivity in the real sector can encourage the flow of money in the economy (velocity of money). Therefore, the attention of monetary policy makers does not only focus on the concept of money supply, let alone high interest rates. But on the circulation of blood flow (money) in the economy. This research is a qualitative research with a library research approach. The researcher uses and retrieves data from journals, articles, official websites and books, then conducts an analysis according to the existing research methodology. The results of his research are that the higher the interest rate, the greater the possibility of unstoppable investment flows. This can be likened to a dam, the higher the dam wall, the greater the dammed water flow. Interest indeed creates a distance between the financial sector and the goods and services sector, as a result the monetary conditions do not reflect the real sector and vice versa, the real sector conditions also do not reflect the monetary conditions. So that per capita income is also affected, which in other languages is that the welfare of the community is also affected. Keywords: Prohibition of Riba; Interest; Islamic Macroeconomics.
CRIMINAL SANCTIONS FOR BETTERING CUSTOMER FUNDS THROUGH AUTOMATED CASH TELLERS FROM AN ISLAMIC LEGAL PERSPECTIVE Sulistyowati, Sulistyowati; Anam, Choiril; Yasin, Ahmad
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2023): An-Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i2.7284

Abstract

Abstrak: Teknologi informasi kini telah berkembang dengan pesat, termasuk pada akses Internet. Penggunaan teknologi berbasis Internet juga telah berkembang dengan baik sebagai kebutuhan dasar manusia. Perkembangan teknologi informasi tentu juga memunculkan berbagai problematika sebagai dampak teknologi modern. Salah atau permasalahan yang marak terjadi di Indonesia yaitu pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Penulis ingin menggali lebih dalam pandangan Islam tentang pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). yang telah dilindungi oleh peraturan perundangan-undangan bagi pelaku. Penelitian ini termasuk dalam jenis studi pustaka (library research) metode penelitian ini berupa metode induktif dengan dilengkapi data yang bersifat empiris dan dilengkapi data sesuai dengan pembahasan tindakan kejahatan perbankan (cyber crime). Penelitian ini juga menggunakan pendekatan normatif yuridis. Teknik pengelolaan data menggunakan studi pustaka, serta analisis menggunakan tinjauan hukum lslam sesuai al-Quran dan hadis disertai dengan model verifikatif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa permasalahan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). merupakan kejahatan yang terjadi atas perkembangan teknologi informasi. Penyalahgunaan teknologi informasi untuk kejahatan tentu harusnya perlu dilakukan antisipasi. Islam telah mengunjungi tinggi ilmu pengetahuan, termasuk teknologi yang ada saat ini. Namun disisi lain, Islam juga mengutamakan kemaslahatan umat. Mengatasi kasus tersebut maka dapat dilakukan beberapa dua cara yaitu proteksi untuk menciptakan keamanan, dan pemberian tanggung jawab bagi perbankan dan pemerintah dalam mengatur sistem keamanan. Kata kunci: Tindak Pidana Perbankan, Pembobolan Dana Nasabah, Anjungan Tunai Mandiri, Hukum Islam Abstract: Information technology has developed rapidly, including Internet access. Internet-based technology has also developed well as a basic human need. The development of information technology certainly also raises various problems as a result of modern technology. One of the problems in Indonesia is Anjungan Tunai Mandiri (ATM) burglaries. The author wants to know of the Islamic view of Anjungan Tunai Mandiri (ATM) burglary which has been protected by laws and regulations for perpetrators. This research is included in the type of library research (library research). This research method is in the form of an inductive method equipped with empirical data and equipped with data in accordance with the discussion of banking crimes (cyber crime). This study also uses a juridical normative approach. Data management techniques use literature study, and analysis uses a review of Islamic law in accordance with the Koran and hadith accompanied by a verification model in accordance with applicable regulations. The result this research explained that the problem of Anjungan Tunai Mandiri (ATM) burglary is a crime that occurs due to the development of information technology. Misuse of information technology for crime certainly needs to be anticipated. Islam has visited a high level of science, including the technology that exists today. But on the other hand, Islam also prioritizes the benefit of the people. Overcoming this case can be done in two ways, namely protection to create security, and giving responsibility to banks and the government in managing security systems. Keywords: Banking Crime, Theft of Customer Funds, Automatic Teller Machines, Islamic Law
MILLENIAL GENERATION SHOPPING BEHAVIOR IN BUYING IMPORTED HALAL LABELED FOOD PRODUCTS IN INDONESIA Chalid, Fitria Idham; Mirzal, Husnul
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7427

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku belanja generasi Milenial terhadap pembelian makanan impor berlabel halal. Penelitian ini menjadi penting mengingat maraknya produk multinasional yang mulai mendominasi pasar Indonesia, khususnya produk makanan halal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra merek, kesadaran halal, harga, niat beli, dan perilaku pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh terhadap perilaku pembelian, citra berpengaruh terhadap niat beli, kesadaran halal berpengaruh terhadap niat beli, harga berpengaruh terhadap perilaku beli, dan harga berpengaruh terhadap niat beli, sedangkan penelitian niat beli tidak berpengaruh terhadap perilaku beli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran halal, harga dan citra dapat mempengaruhi perilaku konsumen milenial dalam membeli produk penting berlabel halal. Selain itu, hasil ini akan memberikan kontribusi kepada pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk membatasi impor produk luar negeri yang masuk ke Indonesia, yang tentunya akan membuat produk dalam negeri kalah bersaing dengan produk impor. Kata kunci: Generasi Milenial; Makanan Impor Berlabel Halal; SEM-PLS. Abstract: This study aims to analyze the shopping behavior of the Millennial generation towards purchases imported food labeled halal. This research is important due to the increasment of multinational product which start to dominating Indonesian market, especially halal food products. The method used is quantitative approach with primary and secondary data. Purposive sampling is utilized for data collecting, and structural equation modeling-partial least squares is employed for data processing (SEM-PLS). Brand image, halal awareness, pricing, purchase intention, and purchasing behavior are the variables used in this study. The findings revealed that brand image affects purchase intention, image affects purchase behavior, halal knowledge affects purchase intention, pricing affects both buying behavior and purchase intention, and study on purchase intention has little impact on actual purchasing. The result of this study indicate that halal awareness, price and image can influence millennial customers behavior of buying important products labeled halal. In addition, this result will contribute to the government as the policy maker to limit imports of foreign products Entering Indonesia, which of course will make domestic products less competitive with imported products Keywords: Milennial Generation; Imported Food Labelled Halal; SEM-PLS.
HALAL LIFESTYLE INDONESIA: REVIEW OF HALAL PRODUCT DEVELOPMENT IN SHARIA ENTERPRISE THEORY (SET) PERSPECTIVE Andriani, Andriani
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2023): An Nisbah
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.v10i1.7466

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengembangan produk halal dalam pemenuhan kebutuhan halal lifestyle di Indonesia. Penggunaan tinjauan sharia enterprise theory untuk menunjukan hal-hal penting yang harus diperhatikan bagi seluruh perusahaan yang memproduksi barang atau jasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Analisis ini digunakan untuk memberikan deskripsi atau gambaran mengenai subjek penelitian berdasarkan data variabel yang diperoleh dari kelompok subjek tertentu. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Allah SWT sebagai stakeholder utama, pemilik seluruh sumber daya di muka bumi. Maka penting bagi pelaku usaha bertanggung jawab pada Allah SWT dengan pengelolaan produk sesuai kegiatan dalam syariat Islam. Kemudian tanggung jawab pada manusia merupakan wujud untuk meningkatkan kepedulian antar sesama dan pengembangan produksi dengan tenaga seorang pekerja. Lalu tanggung jawab pada lingkungan, menjadi perhatian penting bagi pelaku usaha agar dapat terus mengembangkan produk dengan memperhatikan pelestarian lingkungan. Kata kunci: Halal Lifestyle; Produk Halal; Sharia Enterprise Theory Abstract: The research aims to analyze the development of halal products in fulfilling the needs of halal lifestyles in Indonesia. Sharia enterprise theory reviews show important things that must be considered for all companies that produce goods or services. This research is qualitative research using descriptive analysis. This analysis is used to provide a description or description of the research subject based on variable data obtained from certain subject groups. The results of this study explain that Allah SWT is the main stakeholder, the owner of all the resources on earth. So it is important for business actors to be accountable to Allah SWT by managing products according to activities in Islamic law. Then the responsibility to humans is a form of increasing concern among others and developing products with the power of a worker. The responsibility for the environment becomes an important concern for business actors so that they can continue to develop products with due regard to environmental preservation. Keywords: Halal Lifestyle; Halal Product; Sharia Enterprise Theory