cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2023)" : 5 Documents clear
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA CIHERANG BERDASARKAN SINTAKSIS Linda Amelia; Sun Suntini; Asep Jejen Jaelani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.32

Abstract

ABSTRAK: Bahasa merupakan sarana komunikasi utama dalam kehidupan manusia di dunia ini, baik dalam bentuk tulisan, lisan, maupun yang berupa simbol tertentu. Tanpa bahasa manusia tidak bisa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang harus saling berintraksi. Penelitian dibidang pemerolehan bahasa ini dilatar belakangi keingintahuan peneliti mengenai struktur kalimat dan jenis kalimat pada anak usia 2-3 tahun. Yang dituangkan dalam judul “Pemerolehan Bahasa Anak Pada Usia 2- 3 Tahun di Desa Ciherang Berdasarkan Analisis Sintaksis”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2-3 tahun di Desa Ciherang berdasarkan analisis sintaksis? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2-3 tahun di Desa Ciherang berdasarkan analisis sintaksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, teknik yang digunakan untuk pemerolehan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Berdasarkan data yang telah dianalisis yaitu Anak usia dua tahun dalam pemerolehan bahasa sintaksis sudah mampu menghasilkan kalimat deklaratif, imperatif, introgatif dan negatif. Namun mereka belum mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan. Sedangkan anak usia tiga tahun sudah mampu menghasilkam berbagai kalimat dengan baik dan sudah mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan.       KATA KUNCI: Pemerolehan Bahasa, Anak usia 2-3 tahun, Sintaksis.. >  PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA CIHERANG BERDASARKAN SINTAKSIS.   ABSTRACT: Language is the main means of communication in the human life in tis world, both in the written, spoken, and in the form of certain symbols. Without languge, the humans can not communicate because the humans are social beings who must inter act with each other. This research in the field of language acquisition is motivated by the curiosity of researhers about sentence structure and types sentence in the children age two until three years. Which is written in the title “Children‟s Language Acquisition Of Two Until Three Years In Ciherang City Based On Syntactic Analysis”. The purpose of this study is to describe the acquisition of the first languge in the children of two until three years in ciherang city based on syntactic analysis. The method used this study is a qualitative method, the technique used for data acquisitionin this study is an interview technique. Based on the data that has been analyzed is two years old in syntactic language acquisition have been able to produce declarative, imperative, introgative and negatife sentences, but they have not beer able to I‟m proved with the sentences they produce. While the children of three years old are able to produce various sentences they produce KEYWORDS: Acquisition Language, The Childern Two Until Three Years Old, Syntax.
UJARAN KEBENCIAN SUGI NUR RAHARJA (GUS NUR) TERHADAP PRESIDEN JOKOWI DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE Indah Maharani; IDA HAMIDAH; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.48

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji ujaran kebencian Gus Nur terhadap Presiden Jokowi di media sosial (YouTube). Dalam penelitian ini diantaranya: 1) Bagaimana bentuk ujaran kebencian Sugi Nur Raharja (Gus Nur) terhadap Presiden Jokowi di media sosial (YouTube)?, 2) Bagaimana konteks ujaran kebencian Sugi Nur Raharja (Gus Nur) terhadap Presiden Jokowi di media sosial (YouTube)?, bertujuan untuk mengetahui bentuk ujaran kebencian dan konteks ujaran Gus Nur terhadap Presiden Jokowi di media sosial (YouTube). Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian dokumentasi, menyimak dan mentranskripsikan data yang diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk ujaran kebencian yang paling dominan yaitu bentuk penghinaan dan pencemaran nama baik, aspek yang dilanggar dalam ujaran kebencian tersebut ialah aspek suku, agama dan etnis sedangkan bentuk pencemaran nama baik yang dilakukan adalah pencemaran nama baik terhadap Presiden Jokowi, tokoh terkemuka, adapun hasil analisis konteks pada ujaran tersebut terdapat dua analisis konteks SPEAKING yang telah memenuhi delapan komponen tutur Setting and scene (tempat dan suasa, Participants (peserta tutur), End (tujuan), Acts (bentuk isi ujaran), Key (nada suara), Instumen (alat untuk menyampaikan pendapat), Norms (aturan dalam berinteraksi) dan Genre (jenis bentuk penyampaian). Dari hasil analisis tersebut maka dapat dikatakan ujaran dalam dialog tersebut telah memenuhi delapan komponen tutur dan merupakan tuturan yang kompleks, dengan menganalisis konteks tuturan SPEAKING milik Dell Hymes dapat mengetahui secara jelas bagaimana latar belakang suatu ujaran yang terjadi dari mitra tutur atau lawan tutur. KATA KUNCI: Bentuk Ujaran Kebencian; Konteks Tuturan SPEAKING >  Hate Speech Of Sugi Nur Raharja (Gus Nur) Againts President Jokowi On Youtube Social Media   ABSTRACT: This research examines Gus Nur's hate speech against President Jokowi on social media (YouTube). In this research include: 1) How is the form of Sugi Nur Raharja's (Gus Nur) hate speech against President Jokowi on social media (YouTube)?, 2) How is the context of Sugi Nur Raharja's (Gus Nur) hate speech against President Jokowi on social media (YouTube)?, aims to find out the form of hate speech and the context of Gus Nur's speech against President Jokowi on social media (YouTube). The research method used is descriptive qualitative method with documentation research techniques, listening and transcribing the necessary data. Based on the results of the study, the most dominant forms of hate speech are insults and defamation, the aspects violated in the hate speech are aspects of ethnicity, religion and ethnicity while the form of defamation committed is defamation of President Jokowi, prominent figures, As for the results of context analysis on the utterance, there are two SPEAKING context analyses that have fulfilled the eight components of speech Setting and scene (place and atmosphere, Participants (speech participants), End (purpose), Acts (form of speech content), Key (tone of voice), Instrument (tool to convey opinions), Norms (rules in interaction) and Genre (type of delivery form). From the results of the analysis, it can be said that the utterance in the dialogue has fulfilled the eight speech components and is a complex speech, by analyzing the context of Dell Hymes' SPEAKING speech, it can clearly know how the background of an utterance that occurs from speech partners or interlocutors. KEYWORDS: Form of Hate Speech; SPEAKING Contex
KESANTUNAN BERBAHASA PADA NOVEL BULAN KARYA TERE LIYE (KAJIAN PRAGMATIK): KESANTUNAN BERBAHASA PADA NOVEL BULAN KARYA TERE LIYE (KAJIAN PRAGMATIK) Jodi Pranata
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.64

Abstract

This research aims to identify language politeness in the novel "Bulan" by Tere Liye. The method used in this research uses descriptive qualitative. The data source in this research is the novel "Bulan" by Tere Liye. The theory used in this research uses the pragmatic theory of language politeness. The research data collection technique was carried out by reading the entire contents of the novel, carefully recording the data obtained from the novel, grouping the data based on language politeness maxims and analyzing the data obtained systematically. The results of the discussion in this research found various kinds of politeness maxims in language including (a) Maxims of Wisdom, totaling 20 (b) Maxims of Generosity totaling 8 (c) Maxims of Appreciation totaling 12 (d) Maxims of Simplicity totaling 8 (e) Maxims of Consensus totaling 5 (f ) The Maxim of Sympathy is 6.
KRITIK OBJEKTIF DALAM KUMPULAN CERPEN PENGANTIN LUKA KARYA K. USMAN Khoirunnisa; Alda Sabrina; Reyka Annisa Putri
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.65

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini ditujukan untuk mengkritik unsur intrinsik dalam kumpulan cerpen Pengantin Luka karya K. Usman menggunakan pendekatan objektif. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif adalah penelitian yang dikhususkan secara menyeluruh dan mendalam. Sumber daya dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Pengantin Luka karya K.Usman yang berjumlah lima belas cerpen, peneliti mengambil lima judul cerpen yang akan penuliti teliti dan kritik unsur intrinsik berupa, tema, sudut pandang,  plot/alur, latar, tokoh dan penokohan, gaya bahasa dan amanat.   Kata kunci : kritik objektif, unsur intrinsik, cerpen OBJECTIVE CRITICISM IN K. USMAN'S GROUP OF WOUND BRIDAL SHORT STORIES   ABSTRACT : This research is aimed at criticizing the intrinsic elements in the short story collection Pengantin Luka by K. Usman using an objective approach. The research method researcher use in this analysis uses a qualitative descriptive method, which is research that is specialized in a thorough and in-depth manner. The resource in this research is a collection of fifteen short stories Pengantin Luka by K. Usman. researcher  took five short story titles which researcher will examine and criticize the intrinsic elements in the form of theme, point of view, plot, setting, characters and characterization. language style and message.    Keywords: objective criticism, intrinsic element, short story
MUATAN HOTS DALAM BUKU AJAR BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII TERBITAN KEMENDIKBUDRISTEK Dede Rudiansah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.66

Abstract

ABSTRAK: Buku ajar merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran. Tingkatan proses berpikir dalam buku ajar pada akhirnya ikut mempengaruhi perkembangan peserta didik dalam berpikir. Tujuan penelitian ini adalah memetakan muatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam soal di buku ajar Bahasa Indonesia SMP Kelas VII karya Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, dan C. Erni Setyowati terbitan Kemendikbudristek tahun 2021. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, pengumpulan data, penyajian, dan penarikan simpulan. Data dikumpulkan menggunakan teknik membaca intensif, pembacaan secara mendalam dan berulang. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa muatan HOTS dalam soal buku ajar Bahasa Indonesia Kelas VII mencapai 72% dengan tingkatan proses berpikir (C4) 51%, (C5) 38%, dan (C6) 11%. Selain itu, sebaran HOTS berdasarkan KKO di buku ajar Bahasa Indonesia Kelas VII ini meliputi menganalisis (C4.1), membandingkan (C4.2), menguraikan atau memerinci (C4.3), mengelompokkan atau mengategorikan (C4.4), dan menyimpulkan (C4.5). Kemudian, menilai atau mengomentari (C5.1), menyunting atau mengoreksi (C5.2), memprediksi atau menduga (C5.3), dan memilih (C5.4). Lalu, menciptakan (C6.1), merancang (C6.2), dan meningkatkan (C6.3). Soal HOTS di buku ajar Bahasa Indonesia SMP Kelas VII terbitan Kemendikbudristek tahun 2021 di dominasi oleh soal pada level atau tingkatan menganalisis (C4). KATA KUNCI: Bahasa Indonesia; Buku Ajar; Higher Order Thinking Skills; SMP; Kurikulum Merdeka > HOTS CONTENTS IN INDONESIAN LANGUAGE TEXTBOOK FOR GRADE VII JUNIOR HIGH SCHOOL PUBLISHED BY KEMENDIKBUDRISTEK (THE MINISTRY OF EDUCATION, CULTURE, RESEARCH, AND TECHNOLOGY) ABSTRACT: The textbook is an essential part of learning. The level of thinking process in the textbook ultimately influences the development of students' thinking. The purpose of this research is to map the content of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in the exercises within the textbook Indonesian Language for Grade VII Junior High School by Rakhma Subarna, Sofie Dewayani, and C. Erni Setyowati, published by the Kemendikbudristek in 2021. Data analysis is conducted in three stages: data collection, presentation, and drawing conclusions. Data is collected using intensive reading techniques, in-depth and repeated readings. The findings of this study indicate that the content of HOTS in the exercises of the textbook Indonesian Language for Grade VII Junior High School reaches 72%, with a level of thinking processes (C4) 51%, (C5) 38 %, and (C6) 11%. In addition, the distribution of HOTS based on operational verbs (KKO) in this textbook Indonesian Language for Grade VII Junior High School includes analyze (C4.1), compare (C4.2), decribe or detail (C4.3), group or categorize (C4.4), and conclude (C4.5). Then, rate or comment (C5.1), edit or correct (C5.2), predict or surmise (C5.3), and choose (C5.4). Then, create (C6.1), designing (C6.2), and increase (C6.3). The HOTS questions in the textbook Indonesian Language for Grade VII Junior High School published by Kemendikbudristek in 2021 are dominated by questions at the analyzing level (C4). KEYWORDS: Indonesian Language; Textbook; Higher Order Thinking Skills; Junior High School; Independent Curriculum.

Page 1 of 1 | Total Record : 5