cover
Contact Name
Nanang Dwi Ardi
Contact Email
wahanafisika@gmail.com
Phone
+62222004548
Journal Mail Official
wahanafisika@gmail.com
Editorial Address
Program Studi FISIKA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Fisika : Jurnal Fisika dan Terapannya
ISSN : -     EISSN : 25491989     DOI : https://doi.org/10.17509/wafi
- Material physics - Instrumentation physics - Geophysics - Astronomy - Computational physics - Biophysics - Theoritical physics - another applied physics
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024): June" : 5 Documents clear
Proses Transmetalasi Gd3+ pada Glomerulus Ginjal: Sebuah Studi Memanfaatkan Monte Carlo Cell Sesilia Shanly Yapary; Adita Sutresno; Jodelin Muninggar
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.60674

Abstract

Agen Kontras Berbasis Gadolinium (GBCA) telah dipakai sebagai agen kontras pertama sebagai media kontras Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada tahun 1988. Gadolinium secara inheren beracun bagi manusia dalam bentuk bebasnya (Gd3+). Gadolinium (GBCA) membentuk ikatan kompleks yang stabil dengan agen kelat dan menciptakan pelindung untuk jaringan terhadap interaksi dengan ion Gd3+. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses terdeposisinya Gd3+ dengan kelat linier pada organ glomerulus ginjal. Interaksi antara ion Gd3+ dan Zn2+ dapat mempengaruhi kompleksitas dari kelat pembungkus Gd3+proses ini disebut transmetalasi. Hasil interaksi Gd3+ dapat terdeposisi dan menjadi toxic bagi tubuh sehingga diperlukan simulasi untuk melihat proses mekanisme tedeposisinya Gd3+ dengan studi Monte Carlo Cell untuk memperoleh probabilitas maskimum. Variasi jumlah ion Gd3+ menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi Gd3+, proses transmetalasi antara Gd3+ dan Zn2+ akan semakin banyak terjadi. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kelat Gd3+ yang berikatan dengan Zn2+. Gd3+ yang terlepas dari kelat akan menjadi ion Gd3+ murni yang dapat terdeposisi pada organ glomerulus ginjal.
Analisis Zona Gerakan Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner di Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Nur Faqhina Mentari; Thaqibul Fikri Niyartama; Nugroho Budi Wibowo; Andi Andi
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.68570

Abstract

Gerakan tanah di Desa Gerbosari berpotensi berdampak pada pemukiman dan fasilitas umum. Informasi mengenai litologi memiliki peran yang penting untuk mitigasi gerakan tanah yang akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi dan zona gerakan tanah dengan metode geolistrik konfigurasi Wenner. Pengukuran geolistrik dilakukan sebanyak 7 lintasan pada zona berpotensi mengalami gerakan tanah. Panjang lintasan yang digunakan 300 m (5 lintasan), 260 m (1 lintasan) dan 240 m (1 lintasan). Pengolahan data menggunakan software Res2Dinv dan Surfer. Hasil pengolahan dari Res2Dinv berupa model penampang 2 dimensi yang menunjukkan nilai resistivitas daerah penelitian yaitu sebesar 0,481-636 Ωm. Daerah dengan zona rentan gerakan tanah yaitu pada resistivitas 0,481-151 Ωm (formasi Kebobutak) dan 0,481-8,52 Ωm (formasi Jonggarangan) yang diduga mengandung lempung dan batu pasir. Zona gerakan tanah tersebar hampir seluruh daerah penelitian, mulai dari kawasan penduduk hingga persawahan pada kedalaman 2,50-62,5 m. Land movement in Gerbosari Village has the potential to have an impact on settlements and public facilities. Information about lithology has an important role to mitigate soil movement that will occur. This study aims to determine the lithology and zone of ground movement with the Wenner configuration geoelectric method. Geoelectric measurements were carried out as many as 7 passes in the zone with the potential to experience ground movement. The track lengths used are 300 m (5 tracks), 260 m (1 track) and 240 m (1 track). Data processing using Res2Dinv and Surfer software. The processing results of Res2Dinv are in the form of a 2-dimensional cross-sectional model that shows the resistivity value of the research area, which is 0.481-636 Ωm. Areas with soil movement prone zones are at resistivities of 0.481-151 Ωm (Kebobutak formation) and 0.481-8.52 Ωm (Jonggarangan formation) which are thought to contain clay and sandstone. The soil movement zone is spread almost all over the study area, from populated areas to rice fields at a depth of 2.50-62.5 m. 
Pemodelan Lapisan Batuan Bawah Permukaan Kawasan Panas Bumi Menggunakan Metode Geomagnetik (Studi Kasus di Wisata Air Putih, Kabupaten Lebong) Eko Heru Purwanto; Andre Rahmat Al Ansory; Usman Gumanty; Desi wulandari; Refrizon Refrizon; Halauddin Halauddin; Nanang Sugianto; Arif Ismul Hadi; Muchammad Farid; Suhendra Suhendra; Budi Harlianto; Shela Basaria Purba; Ripal Zamrawi
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.69878

Abstract

Pengukuran nilai medan magnet total di daerah panas bumi air putih Kabupaten Lebong dilakukan menggunakan alat PPM (Proton Precession Magnetometer) G856. Peta distribusi anomali medan magnet total dibuat dengan melewati  tahapan reduksi dan koreksi data. Upward Continuation filtering dilakukan untuk memisahkan nilai anomali lokal dan regional pada hasil pemodelan distribusi anomali medan magnet total. Reduction to the Pole (RTP) digunakan untuk menghilangkan data anomali magnetik dari efek distorsi kecenderungan azimuth yang berbeda dari vektor magnetisasi.  Sayatan A-A' dibuat untuk memodelkan struktur bawah permukaan daerah penelitian menggunakan model dua dimensi (2D) berdasarkan temuan pengurangan anomali medan magnet lokal ke kutub. Dari model 2D diketahui bahwa substruktur terdiri dari dua lapis batuan dengan nilai suseptibilitas berbeda yang memanjang hingga kedalaman 1240 meter. dengan nilai suseptibilitas 0,0037 untuk lapisan batupasir dan batulanau pada lapisan pertama dan nilai suseptibilitas 0,2928 untuk batuan andesit-basaltik pada lapisan kedua
Prakiraan Jumlah Curah Hujan Berdasarkan Data Parameter Cuaca Tahun 2011-2021 di Kota Pangkalpinang Tri Kusmita; Dhea Andesfa Saputri; Julia Ambarwati; Al-Fariq Ismail Syam; Akhmad Fadholi
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.68506

Abstract

Tropical weather prevails in the Pangkalpinang city region, complemented with a changeable rainy season that experiences monthly variations. This phenomena results in a considerable amount of precipitation in the city of Pangkalpinang, making the area known for its extreme rainfall. Using multiple linear regression approaches to anticipate monthly precipitation is the aim of this work. Rainfall (RR), air temperature (T), air humidity (RH), and air pressure are all part of the dataset that was collected over an 11-year period (2011–2021). The information was obtained from the meteorological station in Depati Amir Pangkalpinang. This study uses the multiple linear regression method. The rainfall forecast results are compared to the observed actual rainfall amounts. Based on air temperature and air humidity as predictors, the results show that the estimation of cumulative monthly precipitation in the Pangkalpinang city region for the year 2021 produced an average root mean square error (RSME) value of 112.6 mm/month. Furthermore, the T-test analysis produced a 0.9 result. With air temperature, humidity, and pressure as predictors, the total monthly rainfall for 2021 was predicted with an average root mean square error (RMSE) value of 107.9 mm/month. A T-test was also performed, and the result was 0.4. The results of this study show that the monthly rainfall forecast model for the city of Pangkalpinang that includes factors related to temperature, humidity, and pressure produces better results than the model that only includes these variables. November and December are the months with the greatest variations.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Jalan Wonodadi II Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Arang Limbung Winarsih Winarsih; Radhitya Perdhana; Yuris Sutanto
Wahana Fisika Vol 9, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wafi.v9i1.68944

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan jalan di Wonodadi II yang mengalami masalah utama yaitu kerusakan jalan yang berbatu dan tanah kuning (timbunan). Wilayah di daerah ini tersusun dari tanah gambut, yang memiliki kekuatan geser yang rendah sehingga rentan terjadi penurunan jalan. Sebelum melakukan pembangunan jalan, perlu mengidentifikasi lapisan permukaan jalan. Metode yang efektif untuk memperoleh informasi lapisan tanah yaitu menggunakan metode geolistrik resistivitas. Metode geolistrik resistivitas digunakan untuk memperoleh data pada penelitian ini. Konfigurasi Wenner-Schlumberger digunakan di empat lintasan, masing-masing dengan panjang 75 meter dan jarak antar elektroda 5 meter. Perangkat lunak Res2DInv digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan, menghasilkan pembuatan data resistivitas penampang dua dimensi (2D). Hasil interpretasi menunjukkan nilai resistivitas berkisar antara 10,0 hingga 2919 Ωm, sesuai dengan kedalaman lapisan bawah permukaan jalan yang bervariasi antara 1,25 hingga 15,9 meter. Komposisi lapisan tersebut yaitu tanah timbunan dengan kedalaman 4 meter, lapisan lempung dan lanau dengan kedalaman 12 meter dan lapisan keras dengan kedalaman 12 hingga 15,9 meter.

Page 1 of 1 | Total Record : 5