cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 27 Documents clear
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH DI LAHAN RAWA PASANG SURUT TIPE C KECAMATAN RANTAU BADAUH KABUPATEN BARITO KUALA Kamila Abda Amara; Luki Anjardiani; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2627

Abstract

Lahan rawa menjadi salah satu kendala yang dimiliki Kalimantan Selatan dalam hal bertani. Namun, seiring berjalannya waktu lahan rawa menjadi potensi dan ciri khas yang dimiliki Kalimantan Selatan dalam pengolahan lahan pertanian. Optimalisasi lahan rawa khususnya lahan rawa pasang surut di Kalimantan Selatan akan bisa menopang kemajuan pertanian Indonesia. Pemanfaatan lahan rawa pasang surut berpusat di tiga kabupaten yakni Kabupaten Barito Kuala, Banjar, dan Tapin. Berdasarkan topografi lahan rawa pasang surut terdapat empat tipe lahan yaitu Tipe A, B, C, dan D. Lahan Tipe C berpotensi untuk dapat ditingkatkan dalam penggunaan lahannya, khususnya dalam penerapan teknologi. Dalam penggunaan mesin-mesin berteknologi untuk pengolahan lahan, tanah pada lahan Tipe C akan lebih kuat menahan beban mesin yang digunakan sehingga tanah juga tidak mudah longsor. Oleh karena itu, diperlukan analisis efisiensi teknis usahatani di lahan rawa pasang surut khususnya di lahan Tipe C. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani, tingkat efisiensi usahatani, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi usahatai padi sawah di lahan rawa pasang surut Tipe C Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden dipilih melalui tiga tahap yakni dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk memilih kecamatan dan desa, serta memilih petani responden sebanyak 30 petani. Berdasarkan hasil penelitian ini produksi usahatani padi sawah di lahan rawa pasang surut Tipe C Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala dipengaruhi secara signifikan dengan taraf nyata 1% oleh pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, dan tenaga kerja, sedangkan dengan taraf nyata 5% oleh luas lahan dan benih padi. Nilai efisiensi teknis rata-rata yang dihasilkan di lokasi penelitian sebesar 0,9843. Sedangkan faktor-faktor inefisiensi teknis lama berusahatani dan tingkat pendidikan berpengaruh negatif pada tingkat inefisiensi teknis.Kata kunci: optimalisasi, rawa pasang surut, tipe C, efisiensi teknis, inefisiensi
Analisis Preferensi Masyarakat terhadap Pembelian Beras di Kota Banjarbaru Ahmad Jefrianus Shalihin; Taufik Hidayat; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2617

Abstract

Setiap konsumen beras mempunyai preferensi masing-masing dalam menentukan beras yang akan dikonsumsi, hal itu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan budaya dan daya beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat terhadap atribut-atribut beras di Kota Banjarbaru dan mengidentifikasi atribut beras yang menjadi pertimbangan utama masyarakat. Adapun atribut-atribut beras yang akan diteliti yaitu kepulenan beras, warna beras, dan butir patah beras. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga di Kota Banjarbaru dengan jumlah sampel sebanyak 100 rumah tangga yang dibagi menjadi dua kelompok responden, yaitu 50 responden suku Banjar dan 50 responden suku non Banjar yang dipilih secara acak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Chi Kuadrat (χ2) dan Multi Atribut Fishbein. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu masyarakat Banjarbaru memilih beras dengan kepulenan sedang, berwarna putih bersih, dan butir patah yang sedikit. Perbedaan preferensi responden suku Banjar dan suku non Banjar terletak pada atribut kepulenan beras, dimana responden suku Banjar memilih beras pera, sedangkan responden suku non Banjar memilih beras pulen. Urutan atribut beras dari yang paling dipertimbangkan masyarakat secara berurutan adalah kepulenan beras, butir patah beras, dan warna beras. Perbedaan urutan atribut beras antara responden suku Banjar dan suku non Banjar terletak pada atribut warna beras dan butir patah beras, dimana responden suku Banjar lebih mempertimbangkan atribut butir patah beras dibanding warna beras, sedangkan responden suku non Banjar sama-sama mempertimbangkan atribut warna beras dan butir patah beras.Kata kunci: preferensi, beras, atribut, suku Banjar, suku non Banjar 
ANALISIS KOMPARATIF KEUNTUNGAN USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING ANTARA POLA KEMITRAAN DENGAN POLA MANDIRI DI KABUPATEN BANJAR Alif Wahyuning Tyas; Yudi Ferrianta; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2635

Abstract

Krisis protein hewani dapat membahayakan kemajuan bangsa sehingga perlu peningkatan ketersediaan sumber gizi terutama protein hewani. Salah satu hewan ternak yang dapat menghasilkan daging ialah ayam ras pedaging. Usaha ternak ayam ras pedaging di Kabupaten Banjar dimulai dengan usaha mandiri dalam skala usaha kecil guna memenuhi kebutuhan keluarga. Keterbatasan mendorong peternak untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Kemitraan ialah suatu strategi bisnis dengan tujuan untuk saling menguntungkan dan memberikan manfaat antara pihak yang bermitra. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan keuntungan yang diperoleh peternak ayam ras pedaging dengan pola kemitraan dan mandiri di Kabupaten Banjar dan mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak ayam ras pedaging dengan pola kemitraan dan mandiri di Kabupaten Banjar. Penelitian dilaksanakan di dua tempat peternakan, yaitu dengan pola kemitraan (bermitra dengan PT Ciomas Adisatwa) dan pola mandiri. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan rata-rata biaya total peternak pola kemitraan adalah sebesar Rp223.597.362,50 per periode, sedangkan rata-rata biaya total peternak pola mandiri adalah sebesar Rp210.665.777,79 per periode. Rata-rata penerimaan peternak pola kemitraan adalah sebesar  Rp289.575.153,84 per periode, sedangkan rata-rata penerimaan peternak mandiri adalah sebesar  Rp260.535.666,67 per periode. Rata-rata keuntungan peternak pola kemitraan yaitu  Rp65.977.791,34 per periode, sedangkan rata-rata keuntungan peternak mandiri adalah sebesar Rp49.869.888,88 per periode. Berdasarkan analisis statistik uji t menunjukkan bahwa t hitung (1.183) ≠ t tabel (1.740). Artinya H0 diterima dan H1 ditolak, bearti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata keuntungan usaha ternak ayam ras pedaging pola kemitraan dengan pola mandiri. Permasalahan yang dihadapi peternak pola kemitraan dan mandiri yaitu heat stress pada musim kemarau, anak ayam yang mudah kedinginan pada musim hujan, pakan yang menjadi lembab pada musim hujan, kurangnya pengetahuan peternak mandiri dalam pengaplikasian vaksin dan vitamin, kurangnya frekuensi bimbingan teknis penyuluh perusahaan kepada peternak plasma dan sulit mendapatkan bibit ayam (Day Old Chick) unggul yang dialami peternak mandiri yang menyebabkan tingginya tingkat mortalitas ternak sebesar 57,31%.  Kata kunci: perbandingan keuntungan, pola kemitraan, pola mandiri, ternak ayam ras pedaging 
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Bayu Amil Saputra; Muzdalifah Muzdalifah; Yusuf Aziz
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2622

Abstract

Usaha peternakan sekarang ini sudah merupakan suatu usaha yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mengingat daging ayam yang memiliki rasa yang relatif hampir diterima seluruh golongan masyarakat dan semua umur. Kabupaten Banjar salah satu sentra penghasil ayam broiler terbanyak khususnya dikecamatan karang intan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis biaya, pendapatan, penerimaan dan kelayakan usaha peternakan pola kemitraan di Kecamatan Karang Intan  Kabupaten Banjar; Menganalisis sensitivitas tingkat pendapatan usaha kemitraan peternakan ayam broiler; untuk mengetahui sistem pemasaran peternakan yang dilakukan pola kemitraan di Kecamatan Karang Intan  Kabupaten Banjar serta mengetahui permasalahan yang dihadapi  pada pola kemitraan di Kecamatan Karang Intan  Kabupaten Banjar dengan perhitungan TC = FC + VC untuk biaya, R = p . Q untuk penerimaan, Pd = TR – TC untuk pendapatan dan R/C   = Penerimaan Total (TR) / Biaya Total (TC) untuk kelayakan usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan metode penarikan contoh yang melalui dua tahap (two stages sampling). Sebanyak 30 Peternak sebagai sampel menggunakan metode Proportionated Random Sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya penyusutan Rp 2.426.273. satu kali produksi. Rata-rata biaya sewa lahan Rp 235.000. Sehingga rata-rata biaya tetap Rp 2.661.273. Rata-rata biaya variabel Rp 111.192.195 satu kali proses produksi sehingga biaya total Rp113.853.468. Rata-rata total penerimaan Rp 126.102.904. Rata-rata total pendapatan Rp 12.249.436. Rata-rata nilai R/C Ratio usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar adalah 1,11. Artinya setiap 1 rupiah yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,11. Sehingga secara keseluruhan usaha ternak ayam broiler di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar layak untuk dikembangkan. Kata kunci: pendapatan usaha ayam broiler, biaya, kelayakan
STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGOLAHAN MIE BASAH MENTAH DI KELURAHAN KARANG MEKAR KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR, KOTA BANJARMASIN (Studi Kasus UD Mie Putra Solo) Annisa Siska Roselianti; Rifiana Rifiana; Yusuf Aziz
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2611

Abstract

UD Mie Putra Solo merupakan industri pengolahan mie basah mentah yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki daya saing yang cukup diperhitungkan karena kekhasan mie nya yang kenyal, tidak berbau, memiliki warna putih bersih dan tidak keruh. Namun industri pengolahan mie basah mentah UD Mie Putra Solo ini termasuk industri pengolahan mie basah mentah yang masih banyak permasalahan dalam bidang pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal, mengidentifikasi faktor-faktor eksternal, dan merumuskan alternatif strategi UD Mie Putra Solo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis SWOT. Berdasarkan analisis matriks IFE, kekuatan internal UD Mie Putra Solo yaitu memiliki izin usaha, terbuat dari bahan alami, memiliki stok bahan baku dipabrik dan pemasok langganan untuk pembelian bahan baku, memiliki pelanggan tetap, kualitas produk, sedangkan kelemahan internal UD Mie Putra Solo yaitu pembelian bahan baku disesuaikan dengan produksi, produk mudah ditiru, promosi belum optimal, belum menjalankan fungsi manajemen secara keseluruhan, belum ada packaging untuk menjaga kualitas makanan untuk jasa pesan antar, letak kurang strategis untuk pendistribusian produk. Berdasarkan analisis matriks EFE, peluang eksternal UD Mie Putra Solo yaitu mie merupakan makanan yang diterima secara luas oleh masyarakat, cakupan pasar yang luas, memiliki positioning dibenak pembeli, loyalitas konsumen yang tinggi, sedangkan ancaman eksternal UD Mie Putra Solo yaitu banyak pesaing sejenis yang bermunculan. Alternatif strategi yang dapat dipilih berdasarkan matriks IE yang terletak pada sel I (tumbuh dan membangun) yaitu berupa strategi intensif seperti penetresi pasar, pengembangan produk, dan pengembengan pasar. Sedangkan alternatif strategi yang tepat berdasarkan kuadran I (strategi agresif atau strategi SO) yaitu melakukan inovasi produk olahan mie basah mentah, mengoptimalkan saluran distribusi untuk memperluas pemasaran produk, menjaga dan memperkuat citra produk, meningkatkan publikasi produk.Kata kunci: pengolahan mie basah mentah, analisis SWOT, alternatif strategi
ANALISIS FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM RAS PETELUR DI DESA SUNGAI SIPAI, KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR (Studi kasus: Peternakan Ayam Ras Petelur Bapak Isya Anshori) Adzim Hadi Wibowo; Mira Yulianti; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2642

Abstract

Pertumbuhan penduduk berdampak pada meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk peternakan. Di Kabupaten Banjar terdapat tiga usaha ternak ayam ras petelur, salah satunya peternakan milik Bapak Isya Anshori. Usaha ternak milik Bapak Isya Anshori berada di Desa Sungai Sipai Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan peternak dari usaha ternak ayam ras petelur Bapak Isya Anshori.  Menganalisa usaha ternak ayam ras petelur Bapak Isya Anshori kembali modal. Mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi oleh peternak ayam ras petelur di peternakan Bapak Isya Anshori. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli 2019 sampai dengan Desember 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan oleh Bapak Isya Anshori dalam periode awal usaha ternak meliputi biaya tetap sebesar Rp 8.919.750, biaya variabel sebesar  Rp 83.623.250, biaya total sebesar Rp 92.543.000,  penerimaan yang didapat sebesar Rp 175.990.000 dan besarnya keuntungan yang didapatkan sebesar Rp 83.447.000. Pengembalian modal yang didapat oleh Bapak Isya Anshori untuk usaha ternak ayam ras petelur membutuhkan waktu 20 bulan 17 hari dengan permasalahan yang dihadapi berupa ketidak mampuan memenuhi kebutuhan pasar dan perubahan iklim yang sangat signifikan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ayam ras tersebut sehingga ayam mudah terkena penyakit.Kata kunci: biaya, penerimaan, keuntungan, pengembalian modal
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI COKELAT BATANGAN (STUDI KASUS UMKM ABBA COKELAT DI KOTA BANJARBARU) Yolanda Citra Dewi; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2628

Abstract

UMKM Abba Cokelat merupakan salah satu industri yang bergerak pada bidang kakao di Kota Banjarbaru yang telah dirintis sejak lima tahun yang lalu. Sebagai produsen pengolahan cokelat, UMKM tersebut mengolah cokelat balok menjadi coklat batangan dengan variasi jenis dan rasa.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan cokelat balok menjadi cokelat batangan dengan menggunakan metode Hayami dan untuk mengetahui strategi pemasaran dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan input sebesar 6 kg/hari diperoleh output sebesar 5,25 kg/hari atau 150 pcs/hari, dengan harga produk Rp 300.000/kg diperoleh nilai tambah sebesar Rp 79.949/hari dengan rasio nilai tambah sebesar 30%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 58.995,33/hari, dengan rasio keuntungan sebesar 22%.  Balas jasa pemilik faktor produksi tenaga kerja dan sumbangan input lain masing-masing sebesar 9% dan 64%, sehingga keuntungan perusahaan sebesar 27%. Berdasarkan hasil analisis SWOT strategi pemasaran yang dilakukan berupa strategi agresif dengan lebih fokus pada strategi SO (Strength and Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan meningkatkan kualitas, kuanlitas serta mempertahankan kualitas produk untuk mempertahankan pelanggan dan pemasaran yang lebih luas, serta mengoptimalkan saluran distribusi untuk memperluas pemasaran.Kata kunci: cokelat, nilai tambah, strategi pemasaran 
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN SISTEM PENGOLAHAN BAHAN OLAH KARET (BOKAR) YANG MENGGUNAKAN PEMBEKU DEORUB DAN NON DEORUB DI DESA BATU AMPAR, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN TANAH LAUT Elsa Aprilia; Hamdani Hamdani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2618

Abstract

Rendahnya mutu karet yang dihasilkan petani merupakan salah satu penyebab turunnya harga karet sehingga membuat pendapatan petani karet juga menurun. Salah satu usaha meningkatkan mutu tersebut adalah teknologi pembekuan lateks yang direkomendasikan oleh pemerintah selain asam semut yaitu deorub (asap cair) yang terbuat dari cangkang sawit. Teknologi pembekuan menggunakan Asap cair (deorub) memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat mempercepat pembekuan lateks, tidak menimbulkan bau busuk, daya simpan lebih lama, elastisitas tinggi dan dapat meningkatkan kadar karet kering (K3). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem ,pengolahan bahan olah karet rakyat (bokar), Menganalisis pendapatan petani karet, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan sistem pengolahan bahan olah karet yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka satu bulan rata-rata biaya total petani karet yang menggunakan zat pembeku deorub sebesar Rp 387.065/ha/bulan dengan penerimaan sebesar Rp 1.430.282/ha/bulan dan pendapatan sebesar Rp 1.398.192/ha/bulan. Sedangkan untuk rata-rata biaya petani karet yang menggunakan zat pembeku non deorub adalah sebesar Rp 610.586/ha/bulan dengan penerimaan Rp 1.321.725/ha/bulan dan pendapatan sebesar Rp 1.294.569/ha/bulan. Perbedaan pendapatan petani karet lump yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub. Pada  bagian equal variances assumed nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,04 < 0,05 (taraf kepercayaan 95%). Maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan uji t tidak berpasangan disimpulkan bahwa terima H1 terima dan H0 ditolak yang berarti ada perbedaan pendapatan petani karet lump yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub.Kata kunci: pendapatan, petani karet, deorub, non deorub
ANALISIS PEMASARAN KANGKUNG DAN BAYAM DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Siti Rahmah; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2638

Abstract

Kangkung dan bayam merupakan sayuran yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Hasil dari budidaya tersebut kemudian dipasarkan melalui saluran pemasaran yang beranekaragam. Saluran pemasaran ini akan menimbulkan bagian harga (share) dari setiap tingkatan salurannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, besar biaya, margin, keuntungan pemasaran dan share yang diterima produsen atau petani, dan masalah yang dihadapi oleh lembaga pemasaran yang terlibat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru pada bulan April­-Juli 2019. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Metode dalam pengambilan sampel petani yaitu simple random sampling dari 215 populasi petani diambil 30 orang. Pedagang pengumpul dan pengecer dipilih secara snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian terdapat dua saluran pemasaran. Besarnya biaya, margin dan keuntungan pada saluran I sayur kangkung wilayah pemasaran Ulin Raya adalah sebesar Rp 255,10/kg, Rp 920,00/kg dan Rp 664,90/kg, sedangkan untuk sayur bayam adalah sebesar Rp 259,10/kg, Rp 1.000,00/kg dan Rp 740,90/kg. Besarnya biaya, margin, keuntungan pada saluran II wilayah pemasaran Bauntung Banjarbaru adalah sebesar Rp 485,74/kg, Rp 4.000,00/kg dan Rp 3.514,26/kg untuk sayur kangkung, sedangkan untuk sayur bayam adalah sebesar Rp 466,40/kg, Rp 5.000,00/kg dan Rp 4.533,60/kg. Share yang diterima petani pada saluran I adalah 71,25%, pedagang pengecer 28,75% untuk sayur kangkung, sedangkan sayur bayam share yang diterima petani 83,33%, pedagang pengecer 16,67%. Share yang diterima petani pada saluran II adalah 33,33%, pedagang pengumpul 33,33%, pedagang pengecer 33,33% untuk sayur kangkung, sedangkan sayur bayam share yang diterima petani 50%, pedagang pengumpul 30%, pedagang pengecer 20%. Permasalahan yang dihadapi petani adalah petani kurang mengetahui informasi harga pasar. Permasalahan pedagang pengumpul adalah kualitas dan kerusakan sayuran. Permasalahan pedagang pengecer adalah penanganan sebelum laku terjual.Kata kunci: analisis pemasaran, margin pemasaran, Landasan Ulin Utara, kangkung, bayam
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGGEMUKAN SAPI DI DESA PANDU SENJAYA, KECAMATAN PANGKALAN LADA, KABUPATEN KOTA WARINGIN BARAT, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH (STUDI KASUS USAHA PENGGEMUKAN SAPI BAPAK PANUT) Sriyono Sriyono; Nina Budiwati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyelenggaraan usaha penggemukan sapi, besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan menganalisis kelayakan usaha dan apa saja permasalahan dan solusi bagi usaha penggemukan sapi tersebut. Penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu pada industri penggemukan sapi di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kota Waringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Jenis data yang di gunakan dalam penelitan ini meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang di keluarkan sebesar Rp 334.884.890, penerimaan Rp 383.130.857, keuntungan Rp 48.245.967. Berdasarkan perhitungan kelayakan usaha di peroleh nilai R/C sebesar 1,14. Usaha penggemuka sapi tersebut menunjukan bahwa secara keseluruhan usaha penggemukan sapi mengalami keuntungan dengan tingkat rasio R/C sebesar 1,14. Maka dapat disimpulkan bahwa usaha penggemukan sapi tersebut tergolong layak untuk dijalankan karena R/C lebih dari 1, hal ini menunjukan bahwa setiap Rp 1 biaya produksi yang dikeluarkan oleh pemilik usaha mampu memberikan pengembalian penerimaan sebesar Rp 1,14. Artinya total penerimaan produksi dan kegiatan usaha tersebut masih mengalami keuntungan.Kata kunci: studi kasus, analisis usaha, penggemukan sapi 

Page 1 of 3 | Total Record : 27