cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
Analisis Usaha Pupuk Organik Bapak Masdarmaji di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Denny Mandala Putra; Mira Yulianti; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh serta kelayakan usaha pupuk organik Bapak Masdarmaji. Penelitian dilaksanakan di lokasi Usaha Pupuk Organik Bapak Masdarmaji di Kelurahan Loktabat Selatan Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil penelitian, besarnya biaya yang dikeluarkan selama Tahun 2021 sebesar Rp 39.799.833. Total penerimaan yang didapatkan sebesar Rp 71.650.000. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 31.850.167. Usaha pupuk organik milik Bapak Masdarmaji mengalami keuntungan dengan tingkat R/C sebesar 1,80 artinya layak untuk dikembangkan karena nilai R/C menunjukan lebih dari 1. Artinya, untuk setiap biaya sebesar Rp 100, maka pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 180. Pupuk organik dengan ukuran 15 kg merupakan pupuk organik yang paling banyak terjual yaitu sebesar 57,43% dibandingkan dengan pupuk organik ukuran 25 kg yaitu sebesar 42,57%. Dari sisi konsumen, pembelian pupuk organik ukuran 15 kg lebih menguntungkan dibandingkan pupuk organik 25 kg. Dengan uang Rp 20.000, konsumen bisa mendapatkan 30 kg pupuk organik dengan membeli 2 karung pupuk organik berukuran 15 kg sedangkan jika konsumen membeli pupuk organik berukuran 25 kg, konsumen hanya mendapatkan 1 karung berisi 25 kg pupuk. Permasalahan yang dihadapi berupa turunnya penjualan pupuk organik, turunnya minat masyarakat dalam menanam tanaman hias, tidak seperti saat awal kasus covid-19. Selain itu, tidak adanya pembukuan yang dibuat oleh Bapak Masdarmaji. Saran yang dapat diberikan peneliti kepada pengusaha yaitu: 1.) Memperluas pemasaran pupuk organik dengan cara memperbanyak tempat yang bisa dititipkan pupuk organik dan pemasaran melalui media elektronik. 2.) Membuat pembukuan agar dapat terlihat jelas keuntungan atau kerugian yang didapatkan. 3.) Menurunkan harga pupuk organik ukuran 25 kg sebesar Rp 5.000 untuk menarik minat konsumen membeli pupuk organik berukuran 25 kg. Selain itu, biaya yang dibutuhkan dalam pembelian karung ukuran 15 kg juga akan berkurang 10% dari biaya sebelumnya.
Hubungan Karakteristik Individu Anggota Dengan Pandangan Anggota terhadap Dinamika Kelompok pada Kelompok Tani di Desa Karang Jawa Muka Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Nanda Nugraha; Masyhudah Rosni; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5890

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik individu anggota kelompok tani, mengetahui pandangan anggota terhadap dinamika kelompok tani, serta mengetahui hubungan karakteristik individu anggota kelompok tani dengan pandangan  anggota terhadap dinamika kelompok pada kelompok tani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Jawa Muka Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive). Penelitian ini menggunakan teknik survei. Kelompok tani yang ada di Desa Karang Jawa Muka berjumlah 4 kelompok tani sehingga populasi anggota kelompok tani berjumlah 137 orang, dimana: Kelompok Tani Swarga berjumlah 16 anggota, Setia Budi berjumlah 35 anggota, Mupakat berjumlah 38 anggota dan KWT Bina Bersama berjumlah 50 anggota. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin.  Dengan nilai presisi yang ditentukan (0,0225) dengan tingkat kepercayaan 85%, sehingga diperoleh jumlah sampel dari jumlah populasi sebesar 34 orang. Untuk menentukan jumlah sampel perkelompok tani digunakan metode acak berimbang (Proportionate Random Sampling). Sehingga diperoleh sampel masing-masing kelompok tani antara lain Swarga 4 sampel, Setia Budi 9 sampel, Mupakat 9 sampel dan  KWT Bina Bersama 12 sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik rata-rata responden adalah: berumur 47 tahun, tingkat pendidikan fomal SMP/Sederajat. Luas lahan 0,4 ha. Pengalaman usahatani adalah 14 tahun. Tingkat motivasi usahatani tinggi dengan skor rata-rata 12. Modal usahatani sebesar Rp2.002.941,00. Pandangan anggota terhadap dinamika kelompok tani berada pada kategori dinamis dalam keseluruhan unsurnyaKarakteristik individu anggota berhubungan tidak signifikan dengan pandangan anggota terhadap dinamika kelompok Tani. Hal ini menunjukan bahwa tinggi rendahnya unsur-unsur karakteristik individu anggota kelompok tidak memiliki hubungan dengan unsur-unsur  pandangan anggota terhadap dinamika kelompok.
Neraca Ketersediaan Beras Pasca Bencana Banjir Tahun 2021 di Kabupaten Banjar Annisa Pramesti Rahmayanti; Muhammad Fauzi; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5888

Abstract

Bencana banjir bulan Januari tahun 2021 di Kabupaten Banjar membuat pemukiman dan lahan pertanian terendam. Karena bencana banjir luasan lahan pertanian yang ditanami padi terendam sehingga setelah air surut keadaan lahan produktivitasnya menurun dibandingkan dengan sebelum banjir. Lahan yang sebelumnya ditanami padi tidak dapat ditanami kembali akibat adanya banjir. Tujuan penelitian menganalisis neraca ketersediaan beras sebelum dan sesudah bencana banjir di Kabupaten Banjar; dan pemenuhan beras pasca bencana banjir di Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan data sekunder mengenai data produksi padi, ketersediaan beras, konsumsi beras dan pemenuhan beras sebelum bencana banjir (tahun 2020) dan sesudah banjir (tahun 2021). Analisis digunakan secara deskriptif dengan perhitungan produksi beras dan neraca ketersediaan beras. Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan beras di tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun 2020 sebesar 6.603,50 ton. Di tahun 2020 ketersediaan beras di Kabupaten Banjar sebanyak 94.201,50 ton sedangkan di tahun 2021 sebanyak 87.598 ton. Penurunan ketersediaan beras disebabkan oleh lahan yang digunakan untuk menanam padi menurun, tidak seperti saat sebelum banjir. Perimbangan (selisih ketersediaan beras dengan konsumsi beras) tahun 2021 di Kabupaten Banjar mengalami kenaikan dari tahun 2020. Tingkat rata-rata konsumsi beras di Kabupaten Banjar tahun 2021 adalah 85,82 kg/kapita/tahun dan tahun 2020 sebesar 139,15 kg/kapita/tahun. Dengan kenaikan pemenuhan beras sebesar 23.518,39 ton dari tahun sebelumnya dapat dinyatakan bahwa kondisi ketersediaan beras pasca bencana tahun 2021 di Kabupaten Banjar masih surplus.
Dampak Relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru terhadap Pendapatan Pedagang Beras Akhmad Raja Shaufi; Kamiliah Wilda; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5889

Abstract

Kegiatan perdagangan erat hubungannya dengan pasar. Dalam perekonomian, pasar memiliki peranan sebagai salah satu prasarana perdagangan. Pentingnya peranan sektor perdagangan pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi menjadi salah satu dasar pemerintah Kota Banjarbaru dalam melaksanakan program terhadap pembangunan sarana ekonomi (Perdagangan) salah satunya yakni dengan melakukan pembangunan pasar dan melaksanakan kebijakan relokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak relokasi terhadap pendapatan pedagang beras serta permasalahan yang dihadapi pedagang. Penelitian ini dilakukan di Pasar Bauntung Banjarbaru jalan R.O. Ulin (ex Stadion Mini Gawi Sabarataan), Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah sensus yaitu dengan jumlah sampel 8 pedagang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kuantitatif dengan menggunakan uji statistik berupa uji t berpasangan untuk membandingkan pendapatan pedagang sebelum dan sesudah relokasi, dan analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi pedagang beras. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan pedagang beras sebelum dan sesudah relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru yakni terjadi penurunan rata-rata pendapatan pedagang sebesar Rp. 42.360.815 atau sebesar 46,5%. Hal ini menunjukkan bahwa relokasi pasar Bauntung Banjarbaru memberikan dampak negatif terhadap pendapatan pedagang beras.  Selanjutnya permasalahan yang dihadapi pedagang antara lain lokasi pasar, kepastian usaha, retribusi dan waktu kerja.
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengeluaran Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Shania Sulie Punuh; Muhammad Husaini; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pangsa pengeluaran pangan dan non pangan rumah tangga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran pangan rumah tangga di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan jumlah populasi sebanyak 464 rumah tangga. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 35 rumah tangga dengan teknik acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangsa pengeluran pangan dan non pangan rumahtangga di Kelurahan Baru masing-masing sebesar 46,56% dan 53,44%. Sesuai kriteria yang telah ditetapkan, pangsa pengeluaran pangan lebih kecil dari 60% sehingga rumah tangga di Kelurahan Baru tergolong tahan pangan. Berdasarkan pangsa pengeluraan tersebut, sebesar 65,71% dari total rumah tangga tergolong  tahan pangan, sisanya sebesar 34,29% dari total rumah tangga tergolong tidak tahan pangan. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran pangan rumah tangga yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pengeluaran pendidikan. Faktor-faktor yang lain yang meliputi pendidikan kepala keluarga, jenis pekerjaan, keikutsertaan BPJS, dan kepemilikan rumah tidak berpengaruh signifikan.
Analisis Pendapatan Petani Rumput Laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Mufi Jatur Rahmi; Nina Budiwati; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya rumput laut, besaran biaya, penerimaan dan pendapatan petani rumput laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa. Perhitungan biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani rumput laut mencakup periode musim tanam 2021 dengan periode analisis 1 kali musim tanam selama 3 bulan dari bulan Maret 2021 - Mei 2021. Biaya total rata-rata sebesar Rp7.105.042,66/usahatani/musim tanam atau Rp2.727.050,29/ha/musim tanam. Penerimaan usahatani rata-rata sebesar Rp13.300.000,-/usahatani/musim tanam atau Rp2.850.000,-/ha/musim tanam dan pendapatan usahatani rumput laut rata-rata Rp6.672.958,33/usahatani/musim tanam atau Rp1.429.919,64/ha/musim tanam. Adapun saran bagi permerintah dan perangkat masyarakat sebaiknya memberikan pembinaan kepada pembudidaya berupa pelatihan terkait teknik budidaya rumput laut seperti pemilihan lokasi budidaya, tambak yang baik, pemilihan bibit berkualitas, penanganan bibit yang ramah lingkungan, penanganan penyakit, pengolahan panen, kegiatan pascapanen, dan pengolahan produk turunan. Pemberian edukasi kepada generasi muda. Bagi petani tetap menggunakan bibit berkualitas dan menjaga kualitas lahan yang baik. Pemerintah setempat dapat memberikan percontohan/demplot penggunaan teknologi budidaya rumput laut yang baik kepada petani rumput laut dan juga menjamin terserapnya produk yang dihasilkan petani di pasar seperti mempromosikan hasil rumput laut petani sebagai komoditas unggulan daerah di even-even lokal, nasional maupun internasional.
Sikap Petani terhadap Benih Unggul Padi Bersertifikat di Desa Saring Sei Binjai Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Mujerimin Mujerimin; Masyhudah Rosni; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5887

Abstract

Peningkatan produksi padi dapat dilakukan salah satunya dengan penggunaan benih unggul padi bersertifikat. Namun, di lapangan sering ditemukan petani enggan untuk menggunakan benih tersebut dengan berbagai alasan. Tujuan dari penelitian ini antara lain menganalisis sikap petani terhadap benih unggul padi bersertifikat, menganalisis faktor pembentuk sikap, dan hubungan sikap petani dengan faktor pembentuk sikap yang berlokasi di Desa Saring Sei Binjai. Jumlah populasi petani di desa tersebut sebanyak 312 petani, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 petani dengan teknik acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 56,7% petani memiliki sikap positif dan 43,3% memiliki sikap negatif terhadap benih unggul padi bersertifikat. Pengalaman berusaha tani rata-rata lebih dari 11 tahun. Faktor pembentuk sikap petani yaitu pendidikan formal, yang didominasi oleh lulusan SD. Pendidikan non formal yang dijalani seperti penyuluhan pertanian dan pelatihan masing-masing dilakukan 1 sampai 2 kali  per tahun. Petani memiliki paling tidak 1 orang yang mempengaruhi sikap. Petani rata-rata memiliki 2 media massa yang diakses dengan media yang paling sering digunakan adalah televisi dan brosur. Faktor pembentuk sikap pendidikan formal berhubungan secara signifikan dengan sikap petani terhadap benih unggul padi bersertifikat dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan faktor pembentuk sikap pengalaman berusaha tani, pendidikan nonformal, pengaruh orang lain yang dianggap penting, dan media massa tidak berhubungan secara signifikan pada taraf kepercayaan 95% dengan sikap petani terhadap benih unggul padi bersertifikat.
Persepsi Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di BPP Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Nove Munira; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5892

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan, kinerja penyuluh menjadi penting untuk menilai penyuluh yang berhasil dalam merubah pengetahun, sikap dan keterampilan petani dalam berusahatani. Dalammelakukan penilaian tersebut perlu diketahui pendapat atau persepsi petani.  Persepsi adalah proses petani untuk memahami, merasakan, mendapatkan manfaat dan mampu menginterpretasikan apa yang disampaikan oleh penyuluh dalam berusahatani padi melalui indra yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian dan untuk mengetahui faktor internal petani yaitu umur, pendidikan, kekosmopolitan, luas lahan, lama berusahatani dan faktor eksternal yaitu akses terhadap informasi, partisipasi dalam kegiatan penyuluhan yang mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 petani dari populasi sebanyak 471 petani yang diambil dengan teknik acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan di BPP Babirik signifikan termasuk dalam kriteria persepsi positif dengan indeks rata-rata sebesar 0,54. Faktor internal petani yaitu pendidikan formal petani dan luas lahan, serta faktor eksternal petani yang terdiri dari  akses terhadap informasi dan partisipasi anggota kelompok tani signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh. Sementara itu, faktor internal dan eksternal yang terdiri dari umur petani, pengalaman dalam berusahatani dan kekosmopolitan petani  tidak signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8