cover
Contact Name
Muh. Haris Zubaidillah
Contact Email
hariszub@gmail.com
Phone
+6285249400518
Journal Mail Official
hariszub@gmail.com
Editorial Address
Desa Mihu RT 03
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kepesantrenan
ISSN : 29878020     EISSN : 29875811     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo.10198921
It is designed to be a useful source of information for readers interested in learning about various aspects of education in pesantren
Articles 45 Documents
AKIDAH ISLAM DAN TANTANGAN RASIONALISME MODERN TELAAH PERAN AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN ISLAM Anisa Dewi; Nor Ismi; Siti Noorhayati; Samsul Fajeri
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Rasionalisme modern menempatkan akal sebagai otoritas utama dalam menentukan kebenaran, sehingga dalam banyak hal cenderung mengesampingkan peran wahyu dan realitas metafisik. Paradigma pemikiran semacam ini menjadi tantangan serius bagi akidah Islam yang menjadikan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut, sementara akal diposisikan sebagai sarana untuk memahami, menalar, dan menguatkan kebenaran wahyu tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep akidah Islam serta menganalisis secara kritis tantangan rasionalisme modern terhadapnya, khususnya dalam konteks relasi antara akal dan wahyu dalam pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam bidang ilmu kalam dan filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak menolak peran akal, bahkan mengakui urgensinya dalam memahami ajaran agama, namun tetap memberikan batasan agar akal tidak melampaui otoritas wahyu. Dengan demikian, integrasi yang harmonis antara akal dan wahyu menjadi pendekatan fundamental dalam menjaga kemurnian akidah Islam sekaligus mempertahankan relevansinya di tengah dinamika pemikiran rasionalisme modern.
Ad-Dakhil Dalam Tafsir Al-Mazhari (Studi Analisis Terhadapa QS Saba’) Rizka Abidah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Identifying dakhil in tafseer is a methodological imperative for scholars and experts engaged in the field of tafseer. This study aims to trace the presence of dakhil in tafseer al-Mazhari, specifically in Surah Saba’, while also constructing a critique of the interpretive errors found therein. This quantitative study comprehensively examines all verses and their interpretations, particularly the hadiths used in interpreting the verses, as well as opinions related to fiqh, aqidah, and language. The collected data was analyzed using a descriptive-analytical method. The primary source is the Tafseer al-Mazhari by Muhammad Tsana’ullah al-Mazhari, which was cross-referenced with various authoritative classical texts as secondary sources. The results of this study indicate that there is Dakhil infiltration in Surah Saba’, specifically the presence of Israiliyat and weak hadiths that do not meet the criteria to serve as evidence. Following these findings, this study recommends the need for a more comprehensive expansion of Dakhil-critical studies of Tafseer al-Maẓharī in other surahs.
Retorika Al-Qur'an dan Moderasi Beragama: Analisis Tafsir Tematik atas Delapan Dimensi Qaulan sebagai Strategi Komunikasi Digital yang Beradab Nor Zakiah
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Pesatnya transformasi teknologi komunikasi digital telah mengubah ruang publik menjadi arena yang rentan terhadap polarisasi opini dan degradasi etika, yang secara signifikan mengancam nilai-nilai moderasi beragama. Fenomena ini memerlukan kerangka etis yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan presisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan delapan dimensi qaulan (maisuran, layyinan, ma’rufan, sadidan, balighan, tsaqilan, 'azhiman, dan kariman) sebagai strategi retorika Al-Qur'an dalam membangun etika komunikasi digital yang moderat dan beradab. Dengan menggunakan metode tafsir tematik, penelitian ini membedah delapan dimensi qaulan dalam Al-Qur’an yang menuntut kalibrasi diksi yang adaptif terhadap kondisi dan kerentanan audiens dengan empat indikator wasathiyah (tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan tawazun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan dimensi qaulan merupakan instrumen moderasi beragama yang efektif secara konseptual dalam memitigasi budaya komunikasi toxic dan disinformasi, sekaligus beririsan secara produktif dengan kerangka teori komunikasi digital kontemporer seperti netiquette dan tipologi disinformasi. Integrasi prinsip-prinsip ini mentransformasi pola komunikasi transaksional menjadi interaksi digital yang berbasis empati, kejujuran objektif, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi berbasis qaulan adalah bentuk tanggung jawab spiritual yang mampu mewujudkan ekosistem ruang publik digital yang inklusif, moderat, dan mencerahkan bagi masyarakat kontemporer.
DIGITAL IMMERSION DAN PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA: STUDI KASUS SUBJEK TUNGGAL DAN IMPLIKASINYA BAGI PESANTREN Ulfa hidayati; Dony Ahmad Ramadhani
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Pembelajaran bahasa asing di pesantren sering kali menghadapi tantangan terkait terbatasnya lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyyah) yang otentik. Penelitian ini mengkaji efektivitas digital immersion terstruktur sebagai strategi pelengkap dalam pemerolehan bahasa kedua. Melalui studi kasus subjek tunggal, penelitian ini mengobservasi perkembangan bahasa seorang subjek berusia enam tahun selama delapan minggu dengan paparan konten YouTube terkurasi sebanyak 360 menit per minggu. Data dikumpulkan melalui logbook sistematis dan dianalisis menggunakan metode perkembangan tematik. Temuan menunjukkan adanya evolusi kompetensi linguistik yang signifikan: fase awal berupa pemerolehan naratif dan kontekstual (minggu 1–4), diikuti oleh fase fungsional dan ekspresif (minggu 5–8), di mana subjek mampu menggunakan bahasa secara terinternalisasi untuk keperluan operasional dan emosional. Hasil ini mengindikasikan bahwa paparan digital yang konsisten dan berbasis minat dapat mempercepat pemerolehan bahasa secara natural tanpa perlu latihan tata bahasa yang kaku. Penelitian ini mengusulkan model "Digital Bi’ah Lughawiyyah" bagi pesantren, di mana pendidik beralih peran dari sekadar pengajar tata bahasa menjadi kurator konten, guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemerolehan bahasa alami dengan tetap menjaga nilai-nilai etika Islam
TAUHID, TAWAKAL, DAN TAKDIR: RELEVANSINYA DALAM PEMBENTUKAN ETOS HIDUP MUSLIM KONTEMPORER Muhammad Nur Tijani; Muh. Haris Zubaidillah; Abd. Hasib Salim; Mushtafa Busyghul
Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan Vol. 4 No. 01 (2026): January - June 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Modernitas yang ditandai dengan kemajuan teknologi, rasionalisasi sosial, dan persaingan ekonomi global menimbulkan tantangan signifikan bagi umat Islam, termasuk meningkatnya kecemasan eksistensial, melemahnya spiritualitas, serta penyederhanaan pemahaman ajaran Islam dalam praktik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep tauhid, tawakal, dan takdir secara integratif dalam perspektif teologi Islam serta relevansinya terhadap pembentukan etos hidup Muslim kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data, meliputi Al-Qur’an, hadis, tafsir, literatur klasik dan kontemporer, serta hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui reduksi, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual untuk mengaitkan konsep teologis dengan praktik kehidupan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhid menegaskan keesaan Allah sebagai pusat orientasi eksistensi, tawakal menyeimbangkan ikhtiar dan penyerahan diri, sedangkan takdir memberikan kerangka makna atas peristiwa hidup sekaligus menegaskan tanggung jawab moral. Integrasi ketiga konsep ini membentuk etos hidup Muslim yang produktif, resilien, dan berlandaskan nilai transenden, sekaligus menjadi pedoman praktis dalam pendidikan akidah, pembinaan karakter, dan pengembangan etos kerja. Dengan demikian, tauhid, tawakal, dan takdir tidak hanya menjadi doktrin teologis, tetapi juga instrumen strategis untuk menghadapi tantangan kehidupan kontemporer tanpa kehilangan dimensi spiritual dan moral.