cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 64 Documents
pemanfaatan waktu dalam tafsir al-maraghi alam alam
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 6 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v6i01.1893

Abstract

Abstrak: Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain library research (studi kepustakaan), bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsepsi utilisasi waktu (time utilization) dalam perspektif tafsir tematik Al-Qur'an, sebagaimana terekam dalam Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi. Penelitian ini berupaya mereartikulasi urgensi manajemen waktu yang efektif dan produktif sebagai respons terhadap disrupsi digital kontemporer, mengingat waktu diposisikan sebagai ni'mah (anugerah) fundamental dari Allah Swt. yang esensial bagi pemenuhan tugas ‘ubudiyah (penghambaan) dan khilafah (kekhalifahan) di muka bumi. Data primer diperoleh dari teks Tafsir al-Maraghi, didukung oleh literatur tafsir dan sumber sekunder terkait, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa al-Maraghi secara konsisten menegaskan waktu sebagai penentu eksistensial bagi kesuksesan duniawiyah dan ukhrawiyah. Penafsiran terhadap ayat-ayat kunci misalnya, QS. al-‘Ashr, al-Fajr, al-Furqan, al-Nisa, dan al-Hasyr, menyoroti bahwa kerugian fundamental manusia berakar pada inefisiensi pengelolaan waktu untuk mengimplementasikan iman, ‘amal shalih, dan kontribusi sosio-kemasyarakatan. Oleh karena itu, implikasi teoretis dari pemikiran al-Maraghi tentang waktu sangat relevan dalam konteks modernisasi, berfungsi sebagai kerangka kunci untuk peningkatan produktivitas, pengembangan kapabilitas diri (self-development), dan konstruksi masyarakat beradab. keyword: pemnafaatan waktu, Tafsir al- Mar?gh?
Implementasi Ayat Al-Qur’an Sebagai Media Pengobatan: Analisis Living Qur’an di Kelurahan Rano Kabupaten Tanjung Jabung Timur Fadhilah Insani
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 6 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v6i01.1897

Abstract

Fenomena penggunaan ayat Al-Qur’an sebagai media pengobatan telah lama hidup dalam tradisi masyarakat muslim dan terus berkembang hingga kini. Di Kelurahan Rano, Kecamatan Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, praktik tersebut masih dijalankan oleh salah seorang masyarakat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menyembuhkan penyakit. Kajian ini penting karena memperlihatkan bagaimana teks Al-Qur’an berfungsi tidak hanya sebagai bacaan religius, tetapi juga sebagai sumber terapi spiritual yang diyakini membawa shif?’ (penyembuh) dan ra?mah (rahmat) bagi orang beriman. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan: apa landasan praktik pengobatan, bagaimana prosesi pengobatan, dan bagaimana pemahaman masyarakat terhadap penggunaan ayat Al-Qur’an dalam pengobatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan living Qur’an yang bersifat deskriptif-analitis dan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap praktisi pengobatan serta masyarakat yang terlibat. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa praktik pengobatan berbasis ayat-ayat al-Qur’an berlandaskan pada nilai-nilai kebaikan sebagaimana tercermin dalam surah al-M?’idah [5]: 2 serta ajaran ketauhidan yang terkandung dalam surah al-J?tsiyah [45]: 13. Pelaksanaan pengobatan dilakukan melalui berbagai macam prosesi tergantung segi penyakit yang diderita. Disertai dengan penggunaan surah al-F?ti?ah, Y?s?n, dan al-Ra‘d [13]: 31, disertai doa N?r al-Nubuwwah dan doa Haikal, juga dengan memanfaatkan media air serta bahan-bahan alami. Masyarakat mempercayai bahwa ayat al-Qur’an memiliki kekuatan sebagai sarana penyembuhan dengan izin Allah, meskipun sebagian dari mereka belum memahami secara mendalam makna ayat-ayat yang digunakan dalam proses tersebut. Kata Kunci: Living Qur’an, Pengobatan, Ayat Al-Qur’an, Tanjung Jabung Timur.
Nilai-Nilai Sosial QS. al-Mujadalah dalam Tafsir al-Jabar: Kajian Etika Komunikasi Islam: Nilai-Nilai Sosial QS. al-Muj?dalah dalam Tafsir al-?abar?: Kajian Etika Komunikasi Islam bilal ramadhan Bilal
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 6 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v6i01.1901

Abstract

Al-Muj?dalah merupakan salah satu surah yang memuat nilai-nilai sosial yang berkaitan erat dengan etika komunikasi dalam kehidupan umat Islam. Melalui penafsiran Muhammad ibn Jarir al-Tabari dalam Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ayi al-Qur'an , surah ini tidak hanya dipahami dalam kerangka hukum dan adab individu, tetapi juga sebagai landasan terbentuknya etika sosial yang hidup di tengah masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan ( penelitian perpustakaan ) dengan menggunakan pendekatan kajian tafsir. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah tafsir al-?abar?, sementara sumber pendukung berupa literatur yang relevan dengan kajian etika komunikasi dalam Islam. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan pendekatan analisis isi (content analysis ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Muj?dalah mengandung nilai-nilai sosial yang penting dalam membentuk etika komunikasi, seperti keberanian menyampaikan persoalan secara rahasia, dialog etika yang santun, penghormatan terhadap ruang publik, penghargaan terhadap ilmu, serta tanggung jawab dalam berinteraksi dengan otoritas. Nilai-nilai tersebut tidak disampaikan dalam bentuk konsep teoritis, melainkan melalui situasi sosial yang konkret sehingga membentuk pola komunikasi yang beradab dan inklusif. Penafsiran al-?abar? menampilkan bahwa Al-Qur'an sejak awal telah membangun etika komunikasi berbasis keadilan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap sesama. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa nilai-nilai sosial dalam QS. al-Muj?dalah memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan etika komunikasi Islam, baik dalam konteks keilmuan maupun kehidupan sosial masyarakat.
Transformasi Metode Dakwah dari Mimbar ke Media Digital Ahmad Zaenuri
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 6 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v6i01.1986

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah paradigma dakwah Islam dari metode konvensional berbasis mimbar menuju pemanfaatan media digital sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan. Transformasi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam menjaga efektivitas, kredibilitas, dan etika komunikasi dakwah di tengah masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi metode dakwah dari mimbar ke media digital, mengidentifikasi keunggulan media digital sebagai media dakwah, serta mengkaji implikasinya terhadap strategi komunikasi Islam di era digital. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep dakwah, teori komunikasi, media digital, serta etika komunikasi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, mampu memperluas jangkauan dakwah tanpa batas ruang dan waktu, meningkatkan interaktivitas antara da'i dan mad'u, serta menghadirkan berbagai format penyampaian pesan yang lebih menarik dan adaptif terhadap karakteristik masyarakat, khususnya generasi muda. Di sisi lain, dakwah digital menghadapi berbagai tantangan, antara lain penyebaran informasi keagamaan yang belum terverifikasi, rendahnya literasi digital, penyederhanaan substansi ajaran, serta pengaruh algoritma media sosial terhadap distribusi konten. Oleh karena itu, transformasi metode dakwah harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi komunikasi digital, penguatan literasi media, serta penerapan etika komunikasi Islam yang berlandaskan prinsip hikmah, tabayun, kejujuran, dan tanggung jawab agar dakwah tetap efektif, kredibel, dan relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat pada era digital.