cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
KOMUNIKASI DAKWAH PENYULUHAN AGAMA ISLAM MELALUI KREDIBILITAS SUMBER BIDANG PENGENTASAN BUTA HURUF AL-QUR’AN DAN BIMBINGAN HAJI UMROH DI KECAMATA DRIYOREJO GRESIK Mohammad Rofiq
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.639

Abstract

Seorang mad’u akan lebih mudah dipersuasi apabila sumber-sumber persuasinya cukup kredibel. Semakin tinggi kredibel komunikator (baca: penyuluh agama Islam), maka akan semakin mudah memengaruhi cara pandang mad’u. Seringkali seseorang akan lebih percaya dan cenderung menerima dengan baik pesan-pesan yang disampaikan oleh orang yang memiliki kredibilitas di bidangnya. Ustadzah Yoeli sebagai penyuluh agama Islam bidang pengentasan buta huruf Al-Qur’an dan bimbingan haji dan umroh di Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik terdapat tiga bentuk. (1) Bentuk Pathos, yaitu kekuatan Ustadzah Yoeli dalam mengendalikan emosi mad’u atau penerima pesan; (2) Bentuk Ethos, yaitu kekuatan karakter Ustadzah Yoeli. Maksudnya kekuatan karakter yang dimiliki Ustadzah Yoeli, sehingga pesan yang disampaikannya bisa dipercaya; (3) Bentuk Logos, yaitu kekuatan Ustadzah Yoeli dalam beragumentasi. Maksudnya kekuatan yang dimiliki Ustadzah Yoeli melalui argumentasinya dalam menyampaikan dakwahnya secara benar dan rasional. Kesuksesan dakwah penyuluh agama Islam tidak hanya berdasarkan pada kredibilitas sumber saja. Akan tetapi juga bergantung pada metode yang diterapkan dalam mengajak mad’u. Materi yang baik namun tidak dibarengi dengan metode yang tepat, maka kegiatan komunikasi dakwah tersebut tidak akan optimal. Sebaliknya materi yang baik dan dibarengi dengan metode yang tepat, maka kegiatan komunikasi dakwah tersebut akan optimal, serta tujuan dakwah akan tercapai dengan baik. Keyword: Kredibilitas, Pathos, Ethos, Logos.
NILAI SUFISTIK DALAM SURAH AL-WAQI’AH : (Kajian Tafsir Tematik) Mutma’innah, Afifatul; Shohib, Muhammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.654

Abstract

Starting from the phenomenon of consistency in reading surah al-waqiah carried out by various circles of society, making this surah look special especially with the rich virtues that accompany it. Therefore, this consistency needs to be controlled by the appreciation of the meaning of the verse through the inner Interpretation from which Sufistic value can be found. The orientation referred to in the filtering of Sufistic values is to overcome mental problems that often forget the essence of the life of the soul. Sufistic values will add value in matters of worship. This research is a literature review research conducted with a qualitative approach and uses thematic interpretation methods by collecting verses according to the topic to be studied. The thematic method focuses on only one theme from the themes scattered in the Qur'an with the results of the study of verses that have Sufistic value based on the cues captured by a Sufi. These verses are verses 1 and 2, 59-62, 71-73, 75, 79, and 85. The result obtained from the interpretation of verses containing Sufistic value, namely status 1. al-Faqîr, i.e. needing Allah, made him have to make an effort 2. Tazkiyyah al-Nafsiyah (purifying the soul). Order 3. Yaqin, planted firmly in his heart until he reached the 4th position. Fana', where a person is only aware of God's presence within him. Keywords: Sufistic values, Surah al-Wãqi'ah, Thematic.
Jurnalistik Islam dan Perannya dalam Dakwah Islam di Era Media Sosial Retna, Retna Dwi Estuningtyas
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 02 (2023): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i02.688

Abstract

Penggunaan media dakwah untuk proses kegiatan dakwah dipastikan saat ini sangat berkembang. Salah satunya memanfaatkan dunia jurnalistik, maka muncul adanya jurnalistik Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jurnalistik Islam terdiri dari dua kata yaitu: jurnalistik dan Islam. Jurnalistik adalah kegiatan di mana informasi dikumpulkan, diproses, diedit, ditulis, dan disebarluaskan melalui media massa. Jurnalistik Islam juga termasuk dalam kategori jurnalistik profetik atau jurnalistik Nabawi, yaitu jurnalistik dengan tugas profetik, yaitu mempertahankan tauhid dan syiar Islam. Jurnalistik Islam adalah proses pemberitaan dan pembahasan peristiwa yang mengandung pesan dakwah berupa ajakan ke jalan Allah Swt. Profetik, yaitu meniru empat sifat Nabi yang sesuai dengan fungsi media, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah. Fenomena pemanfaatan media pada jurnalistik dakwah juga tidak terlepas dari tren pengunaan media sosial dengan mad'u yang beragam termasuk kaum milenial, maka diperlukan cara khusus dalam proses komunikasi dalam jurnalistik dakwah untuk kalangan milenial. Kesimpulan, jurnalistik dakwah dalam persepsi Islam adalah kegiatan penyampaian pesan dakwah melalui beragam media jurnalistik dengan sifat profetik untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Kata kunci: Jurnalistik, Islam, Dakwah
The Urgency of Building Good Communication in Muslim Families and its Implementation on Children's Mental Health Suud Sarim Karimullah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 2 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i02.689

Abstract

This study investigates the urgency of building good communication in Muslim families and its implementation for children's mental health. The method used is a literature study by collecting data from articles, books, journals, and other reliable sources. The results showed that building good communication in Muslim families can help improve children's mental health. Less communicative families tend to experience emotional problems such as anxiety, depression, and aggressive behaviour. The role of parents is very important in shaping good communication in the family. Parents must implement effective communication strategies, such as active listening, understanding children's feelings and needs, and providing emotional support. This can help children feel comfortable and open to communicating with parents, thus forming healthy and supportive family relationships. With good communication within the family, children can feel more confident, have a sense of self and security within their family environment, and have better social skills. This can help them cope with the stress and pressure they may experience and ultimately improve their mental health.
Suku Quraisy Dan Konstribusinya Terhadap Gaya Dialek Teks Al- Qur’an Farih, Muhammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 02 (2023): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i02.701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hikmah wahyu Al-Qur'an yang Mulia dalam bahasa Arab, Suku Quraisy dikenal karena kehormatannya, statusnya yang tinggi, kemuliaan yang otentik, dan kesucian tempatnya di antara semua orang Arab. Pada masa jahiliyah dan pada masa awal Islam, Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Creswell, penelitian kualitatif adalah pendekatan untuk membangun pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif-konstruktif (misalnya, makna-makna yang bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah, dengan tujuan untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu), atau berdasarkan pertisipatori (misalnya orientasi terhadap isu, politik, kolaborasi atau perubahan), atau keduanya. Hasil dari penelitan ini menunjukan adanya kontribusi & pengaruh suku quraisy terhadap aaya dialek teks Al- Qur’an, Al-Qur’an diturunkan dalam dialek Quraisy, karena itu diturunkan kepada mereka karena semua bahasa orang Arab biasa merujuknya selama musim haji, perdagangan, dan lainnya, karena itu adalah bahasa yang dominan di antara semua bahasa pada waktu itu dan yang paling fasih dari semua bahasa. Sama seperti Nabi saw adalah Quraisy, Bahasa Quraisy adalah campuran dari bahasa-bahasa Arab mengambil dari bahasa-bahasa terbaik yang dekat dengannya, seperti bahasa Thaqif, Hawazin, Hudhail, dan Bani Saad, dan juga mengambil dari bahasa suku-suku yang datang ke Makkah dari tempat yang jauh, seperti bahasa Tamim, Al-Qur'an adalah dalam bahasa Quraisy. agar sesuai dengan semua bahasa suku dan dengan cara yang diketahui semua bahasa orang Arab. Konsep dialek Al-Qur'an adalah bahasa yang dibangun dan digunakan seseorang untuk berbicara, merupakan salah satu metode untuk berbicara. pertunjukan dalam bahasa yang diketahui suatu kelompok tertentu dari yang lain, seperti dialek pedagang, atau dialek desa, kata-kata kasar yaitu kekerasan, tajam, dan timbre ucapan dikatakan, artinya sedih, dan ini diketahui dengan merasakan nada dialeknya, dan dikatakan sebagai bahasa daerah, yaitu bahasa sehari-hari atau bahasa sehari-hari, dan berbeda dengan bahasa baku dalam pengucapan, tata bahasa, dan kosa katanya. Kata Kunci : Suku Quraisy, Dialek Al- Qur’an
PENDEKATAN KOMUNIKASI MASSA DALAM DAKWAH GUS IQDAM DI MAJELIS TAKLIM SABILU TAUBAH BLITAR Rofiq, Mohammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 02 (2023): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i02.709

Abstract

Dakwah sebagai upaya penyebaran ajaran agama Islam, memiliki peranan yang krusial dalam membentuk pandangan dan perilaku umat. Salah satu pendakwah yang berhasil menciptakan dampak secara signifikan adalah Gus Iqdam melalui Majelis Taklim Sabilu Taubah di Blitar. Tulisan ini akan mengulas pendekatan komunikasi massa dalam dakwah yang disampaikan oleh Gus Iqdam melalui Majelis Taklim Sabilu taubah di Blitar, serta bagaimanakah dampak dari dakwah tersebut bagi masyarakat. Berdasarkan pendekatan komunikasi massa yang digunakan, dakwah Gus Iqdam mampu menarik perhatian, membentuk pemahaman, dan memperkuat identitas keagamaan dalam masyarakatnya. Kata Kunci: Pendekatan Komunikasi Massa, Dakwah, Majelis Taklim, Gus Iqdam. Abstract Dakwah, as an effort to disseminate the teachings of Islam, plays a crucial role in shaping the perspectives and behaviors of the community. One of the preachers who has successfully created a significant impact is Gus Iqdam through the Sabilu Taubah Taklim Assembly in Blitar. This article will discuss the mass communication approach in preaching conveyed by Gus Iqdam through the Sabilu Taubah Taklim Assembly in Blitar, as well as the impact of this preaching on society. Based on the mass communication approach employed, Gus Iqdam's preaching manages to capture attention, foster understanding, and reinforce religious identity within his community. Keywords: Mass Communication Approach, Da'wah, Taklim Assembly, Gus Iqdam.
NILAI-NILAI KESABARAN DALAM KISAH NABI YUSUF : (KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Munir, Misbahul; Maulana, Ivan Rizki
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 02 (2023): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i02.826

Abstract

Sifat sabar merupakan karakter yang penting dalam menjalani kehidupan sebagai manusia, baik dari segi hubungannya dengan Allah maupun sesama. Namun, banyak manusia yang tidak mempedulikan sifat sabar. Mereka tidak bisa menahan nafsu amarah dan emosi sehingga mengakibatkan hubungan kurang harmonis dengan sesama dan menjadi putus asa terhadap rahmat Allah SWT. Hal ini bisa karena kurangnya pemahaman manusia tentang pentingnya sifat sabar. Sehigga perlu digali kembali secara mendalam tentang hakikat kesabaran khususnya yang yang dimiliki oleh para utusan Allah, salah satunya ada Nabi Yusuf AS. Banyak kesulitan dan ujian yang telah dialami Nabi Yusuf, mulai dari dimusuhi saudara-saudaranya, dijadikan budak, difitnah hingga dipenjara. Semua bisa dilewati Nabi Yusuf dengan sukses, dan lolos dari ujian karena beliau memilki sifat kesabaran yang luar biasa. Nilai kesabaran yang terdapat dalam kisah Nabi Yususf pada surat Yusuf ini perlu dieksplorasi secara mendalam. Agar umat Islam bisa meneladani sehingga hubungan antar sesama bisa menajdi lebih baik dan tidak mudah putus asa atas rahmat Allah SWT. Ada dua pembahasan dalam penelitian ini: 1) Penafsiran ayat ayat yang mengandung nilai kesabaran dalam kisah Nabi Yusuf. 2) Nilai-Nilai kesabaran dalam kisah Nabi Yusuf AS dalam kehidupan sehari hari.Penbelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun dalam metodenya, penulis menggunakan metode tafsir tematik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an Al-Karim, Tafsir Al-Munir karya Wahba Az Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya Muhamad Qurais Shihab, Tafsir Al-Qurtuby karya Imam Qurtuby, Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Ibnu Kathir dan tafsir Fi Dhilal al- Qur’an karya Sayyid Qutub. Hasil dari penelitian adalah terdapat nilai-nilai kesabaran sangat berharga yang bisa dijadikan peljaran umat islam, yaitu: 1. Nilai kesabaran ketika didzalimi orang lain, 2. Nilai kesabaran menghadapi dorongan hawa nafsu, 3. Nilai kesabaran menghadapi fitnah, 4. Nilai kesabaran ketika mendapatkan musibah, 5. Nilai kesabaran dengan tidak membalas dendam terhadap orang lain yang menyakiti, dan 6. Nilai kesabaran untuk tidak menyalahgunakan jabatan. Keyword: Nilai, Kesabaran, Kisah, Yusuf
Suara Dakwah di Dunia Maya;: Analisis Media Sosial dalam Meningkatkan Citra Da'i Zaenuri, Ahmad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 02 (2023): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i02.856

Abstract

Islam merupakan agama dakwah, agama yang disebarkan dengan cara berdakwah mulai sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Setiap kegiatan dakwah hampir membutuhkan media agar dakwah tersebut dapat tersampaikan dan diterima oleh khalayak secara luas. Di era kemajuan teknologi informasi saat ini, media sosial khususnya youtube menjadi media yang dapat dijadikan sebagai sarana dakwah, selain menjadi saran dakwah media sosial juga mampu mengakat citra seorang da’i. Banyak para da’i yang memanfaat media sosial sebagai sarana dakwahnya dan menjadi viral sehingga dikenal oleh masyarakat secara luas. Da’i secara personal yang memiliki kemampuan mengemas bahasa yang mudah diterima oleh masyarakat akan mendapatkan citra positif dan mememiliki banyak pengikut diakun yuotube (media sosial). Keyword: Media sosial, Youtube, Da’i.
Penafsiran Israiliyyat Dalam Beberapa kitab Tafsir Masudah, Lailatul
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.896

Abstract

Israiliyat adalah yang berkaitan dengan “kiasah-kisah, Hikayat atau ungkapan” yang diriwayatkan dari Israil yang dinisbatkan dari Bani Israil. Sebagaimana telah diungkapkan bahwa penisbatan Bani Israil adalah dari keturunan Ya’q?b ibn Is??q ibn Ibr?h?m khal?l allah. Akan tetapi terdapat perbedaan dalam penyebutan dari keturunan Ya’q?b Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari literatur seperti kitab kuning atau buku-buku serta karya-karya ilmiah yang menuju pada keterangan yang dibahas sebagai sumber data. Adapun teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif adalah metode yang memaparkan data dan memberikan penjelasan secara mendalam mengenai sebuah data. Metode ini untuk menyelidiki dengan menuturkan data, kemudahan menjelaskan data tersebu Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Beberapa kitab tafsir yang dianggap menggunakan penafsiran Israiliyyat ternyata tidak semuanya benar, sebagian memang terdapat indikasi menggunakan penafsiran dengan kisah Israiliyyat akan tetapi demgan menggunaka periwayatan yang ???i?, Sebagian mufassir justru sangat menghindari periwayatan israiliyyat dan hampir bersih dari penafsiran Israliyyat. Akan tetapi ada juga mufassir yang memang menggunakan penafsiran israiliyyat dalam karya tafsirnya dengan tanpa meneliti terlebih dahulu tentang kebenaran periwayatannya.
Ignaz Goldziher, Qiyas yang Salah antara Yahudi dan Muslim (dalam Kitab Difa’ al Quran Dhiddu Muntaqidiyah Karya Abd al Rahman Badawi) Lailatul Rifah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.897

Abstract

Qiyas yang salah antara Yahudi dan Muslim yang diusung oleh Ignaz Goldziher merupakan salah satu pendapat yang dianggap tidak sebanding lurus dengan syariat agama islam. Syaikh Ahmad al Badawi menentang pendapat ignaz Goldziher dalm kitabnya yang berjudul Difa’ al Quran Dhiddu Muntaqidiyah, terutama pendapat yang berkaitan tentang Ketuhanan, ibadah puasa serta kiblat orng orang Yahudi dan Nasrani dianggap mempunyai kesamaan dengan orang islam, bahkan cenderung pada anggapan bahwa umat islam meniru umat yahudi dan Nasrani dalam tata cara ibadah mereka. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari literatur seperti kitab kuning atau buku-buku serta karya-karya ilmiah yang menuju pada keterangan yang dibahas sebagai sumber data. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan melalui kajian tokoh. Adapun teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Tuhan dan penerapan Tauhid antara Yahudi dan Nasrani tidaklah sama, keduanya memiliki perbedaan yang jauh terutama dalam memaknai keEsaan tuhan. Kemduian berkaitan dengan puasa, Puasa orang Yahudi berbeda dengan puasa orang muslim. Mereka berpuasa hanya diwaktu-waktu tertentu dan pada tanggal terstentu saja. Puasa-puasa tersebut dilakukan karena kesepakatan mereka sendiri. Terakhir adalah pembahasan tentang kiblat, Islam adalah agama yang juga dibawa oleh Ibrahim As. Beliau adalah seorang yang pertama kali membangun Ka’bah. Maka dari itu sangat pantas dan tepat jika qiblat orang Islam menghadap ke arah Ka’bah. Sehingga sangat tidak benar jika Rasulullah meniru Qiblat orang Yahudi atau bahkan ingin mengambil simpati dari mereka. Kata kunci : Qiyas, Goldziher, Al Badawi