cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Human Traficking dalam Al-Qur'an: (Studi Analisis QS. Yusuf (12): 20, QS. Al-Baqarah (2):102, QS. An-Nur (24): 33 dalam Kitab Tafsir Fathul Qadir Karya Asy-Syaukani) Fadilah; Lizamah
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.898

Abstract

Abstrak: Trafficking manusia adalah suatu perbudakan zaman modern atau sebuah penerimaan atau penampungan seseorang dengan ancaman yang menggunakan kekerasan, perekrutan, prostitusi, pengiriman, dan wewenang seseorang atas tujuan eksploitasi. Fenomena tentang trafficking manusia atau perdagangan khususnya terhadap perempuan dan anak bukanlah suatu hal yang yang baru berkembang, akan tetapi perdagangan manusia sudah terjadi sejak sebelum masuknya Islam. Dalam Al-Qur`an trafficking manusia tidak disebutkan secara khusus melainkan ada beberapa ayat yang secara tidak langsung atau secara konseptual menggambarkan praktik trafficking manusia. Adapun ayat Al-Qur`an yang menggambarkan hal tersebut yaitu Qs. Yusuf (12):20, Qs. Al-Baqarah (2):102, Qs An-Nur (24):33, untuk dapat mejelaskan ayat tersebut dan mendalami tentang trafficking manusia dalam Al-Qur`an, penelitian ini menggunakan kitab Tafsir Fathul Qadir karya asy-Syaukani. Berdasarkan hal tersebut dapat ditemukan pokok permasalahan dalam penulisan: 1) Term atau ayat apa saja yang digunakan Al-Qur`an dalam menyebut human trafficking? 2) Bagaimana penafsiran As-Syaukani mengenai Qs. Yusuf (12):20, Qs. Al-Baqarah (2):120, Qs. An-Nur (24):33 yang membahas masalah human trafficking?. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang trafficking manusia dalam Kitab Tafsir Fathul Qadir karya asy-Syaukani. Penelitian yang penulis tulis merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode penelitian Tafsir Maudhu’i Konseptual yang di dasarkan kepada Tafsir Fathul Qadir sebagai sumber data primer dan buku-buku serta jurnal-jurnal lainnya sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis data yaitu deskriptif-analisis. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Al-Qur’an menyebutkan beberapa istilah atau term tentang praktik human trafficking, yaitu. Raqabah/Riqab, Syir?, big?. 2) As-Syaukani menjelaskan ayat-ayat tersebut dengan apa yang terjadi di masa modern dan menjelaskan dengan peristiwa yang terjadi terhadap Nabi Yusuf, menjual keimanan dengan kesesatan dan prostitusi. Kata Kunci: Trafficking Manusia, Maudhu’i, As-Syaukani.
Membina Fitrah Manusia dalam Menangani LGBT (Perspektif Tafsir Al Sya'rawi) Rosyad, Mohammad Ulil; Soim, Moh
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.906

Abstract

Manusia sebagai makhluk hidup tidak akan lepas dengan fitrah agama, al-Quran datang sebagai pegangan manusia dalam semua masalah yang sudah terjadi atau yang akan terjadi. Akal sehat akan menerima konsep yang dibangun oleh agama, manusia butuh makan, minum, menikah, istirahat, interaksi, dan sebagainya yang tujuanya menjadi manusia yang tunduk pada agama dan mampu melanjutkan keberlangsungan hidup selanjutnya yang akan dijalani oleh penrusnya. Tujuan penelitian ini merupakan salah satu upaya mecegah mental LGBT yang tidak bisa diterima baik akan atau agama, dan membantu para pembina sebagai solusi dalam menangani para mental LGBT. Metode yang digunakan diskriptif kualitatif. Hasil penelitian 1. pembinaan dalam menangani LGBT secara agama dengan memperbaiki agamanya serta memperlajari ketentuan-ketentuan agamanya, 2. Pembinaan secara sosial melakukan komunikasi yang baik, membangun logika yang benar. 3. Pembinaan secara inelektual memberikan analogi yang benar dalam berfikir sebagai makhluk khalifah.
Simbiosis Harmonis: Kajian Mendalam atas Kewajiban dan Hak Suami Istri dalam Dinamika Rumah Tangga Perspektif Tafsir Al-Misbah Shohib, Muhammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.924

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengulas konsep kewajiban dan hak suami istri dalam dinamika rumah tangga dengan menggunakan pendekatan Tafsir Al-Misbah sebagai pedoman utama. Tujuannya adalah untuk merumuskan pandangan yang seimbang dan harmonis mengenai peran suami dan istri dalam rumah tangga. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research). Metodologi ini melibatkan analisis terhadap ayat-ayat tertentu yang menjelaskan tentang Simbiosis Harmonis: Kajian Mendalam atas Kewajiban dan Hak Suami Istri dalam Dinamika Rumah Tangga Perspektif Tafsir Al-Misbah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan studi literatur tentang pandangan ulama dan pakar tafsir yang relevan. Melalui pendekatan tafsir tematik, dengan analisis yang mendalam, penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan suami istri seharusnya merupakan simbiosis harmonis di mana keduanya memiliki kewajiban dan hak yang saling melengkapi. Tafsir Al-Misbah menjadi landasan yang kaya akan nilai-nilai Islam tentang hubungan keluarga, yang mendorong upaya menjaga keseimbangan antara kewajiban dan hak suami istri dalam rumah tangga. Melalui pemahaman ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang bahagia dan berkelanjutan antara suami dan istri dalam keluarga.
Harmoni Komunikasi dalam Interaksi Manusia yang Beradab Zaenuri, Ahmad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.979

Abstract

Abstrak: Manusia sebagai makhluk hidup tidak akan lepas dengan aktivitas komunikasi, komunikasi merupakan fitrah manusia sejak lahir. Dengan komunikasi manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan komunikasi juga manusia menciptakan hubungan yang harmonis. Komunikasi adalah instrumen manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Aktivitas komunikasi yang beretika dapat menciptakan kehidupan yang harmonis, begitu sebaliknya kesalahan komunikasi juha dapat menciptakan perpecahan. Dalam artikel ini penulis berusaha mengulas etika komunikasi yang berlandaskan pada ajaran Islam. Etika atau dalam bahasa agama disebut dengan istilah akhlak adalah pedoman setiap individu untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Konon dalam sebuah hadis, Rasulullah diutus dimuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dengan demikian, bagaimana hubungan etika dengan komunikasi? Apakah aktivitas komunikasi memiliki etika?. Seberapa penting etika dalam aktivitas komunikasi?. Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam telah mengajarkan etika komunikasi dapat kita lihat dalam surat Al-baqorah, Surat An-Nisaa dll. Etika komunikasi menjadi sangat penting karena dengannya kehidupan masyarakat akan menjadi tentram dan harmonis.
Dakwah Multi Iman : Studi Kritis Terkait Dakwah Inklusif Nurcholis Madjid Ahmad Yahya
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 01 (2024): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i01.1204

Abstract

Salah satu solusi untuk mengatasi problem dakwah di masa kontemporer ini adalah menggunakan konsep dakwah inklusif. Dakwah inklusif memiliki ragam variasi dan pemikiran. Salah satunya adalah islam inklusif yang dibawa oleh Nurcholish Madjid. Artikel ini mengulas secara kritis terkait konsep dakwah Islam inklusif Nurcholis Madjid yang mengerucut pada tiga pembahasan yaitu pemaknaan kalimah sawa’, kebebasan beragama, dan konsep persaudaraan menurut Nurcholis Madjid dalam masyarakat multiiman. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis kepustakaan dan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan sumber referensi terkait Nurcholis Madjid, pemikirannya dan ulasan tentangnya. Artikel ini berkesimpulan bahwa konsep dakwah Islam inkusif Nurcholis Madjid memiliki relevansi dengan era kontemporer dengan beberapa kesimpulan yaitu (1) interpretasi Cak Nur yang mengartikan kalimah sawa sebagai common platform atau monoteisme perlu ditinjau karena monoteisme tidak selalu berarti hanya menyembah kepada Allah, (2) kebebasan beragama merupakan hak manusia yang telah diatur dalam al-Quran, (3) sikap menghormati dan tidak merendahkan merupakan unsur utama dalam membina persaudaraanKata Kunci: Dakwah, Multi Iman, Inklusif
Kajian Linguistik Ayat-Ayat Ishraf dalam Al-Qur'an Al Masithoh, Silvinatin; Al Ghifari, Fahmul Hikam
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 3 No. 01 (2023): Maret
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v3i01.1263

Abstract

The Qur'an is a miracle whose purity has been preserved to this day. One of the miracles of the Al-Qur'an lies in the beauty of its language, both in terms of its meaning and its words. Even this beauty could not be matched by the Quraysh people who were experts in the field of poetry and language. This research discusses the word form of the word "excessive or Israf" found in the Koran. This article presents a linguistic study of verses related to israf in religious texts, with a main focus on the Al-Qur'an. Israf, in this context, refers to the concept of waste or excessive use of resources. This study aims to analyze the use of language in verses that touch on the topic of israf and how this meaning is constructed and translated in the context of the text. The research method used is semantic and syntactic analysis, with a hermeneutic approach to understand the connotations and social implications of these verses. The findings from this study show that the language used in the verses about israf not only emphasizes the prohibition against waste, but also contains deep moral and social dimensions. This article contributes to a better understanding of how religious texts use language to regulate the economic and social behavior of believers and provides insight into the impact of linguistics on the interpretation of religious teachings. Keywords: Israf, Linguistics, Al-Qur'an, Waste.
Peran Konten Dakwah Podcast Login (Habib Ja'far dan Onadio Leonardo) dalam Channel Youtube Deddy Corbuzier dan Efektifitas sebagai Media Dakwah Akram, Syahrul
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1269

Abstract

Media Sosial menjadi tren di semua kalangan generasi milenial. Dakwah harus memanfaatkan sebaik mungkin. Jika tidak, arus dalam menyampaikan risalah agama kian melambat dan tertinggal. Artikel ini mendiskusikan peran media sosial (Facebook, Instagram, twitter, dan yotube) dalam menyiarkan konten-konten dakwah di zaman new media. Isi konten dakwah menjadi faktor utama dalam mempengaruhi masyarakat agar mudah di pahami, melalui studi literatur komunikasi dan pengemasan konten yang menarik dengan memanfaatkan media sosial yang sifat edukasi dan menghibur.
Analisis Pendekatan Interpretasi Syahrur terhadap Ayat Jihad dan Qital: Tawaran Pengembangan Metodologi Tafsir Muhsin, Ahmad Anas
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1276

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan metode pembacaan yang digunakan oleh Syahrur dalam menafsirkan ayat jihad dan qital, yang selanjutnya akan menjadi sebuah tawaran pengembangan metodologi tafsir. Syahrur memiliki pendekatan, metode dan teori interpretasi yang berbeda dengan kebanyakan ulama lain, khususnya dalam menafsirkan ayat qit?l. Ia berusaha medekonstruksi metodologi lama yang telah mapan dan kemudian merekonstruksinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif diskriptif Dimana peneliti akan memotret dan menganalisis kritis pendekatan interpretasi Syahrur di dalam bukunya “tajf?f man?bi’ al- irhab” dengan membenturkannya dengan teori dan metode tafsir mu’tabarah yang telah mapan. Penelitian ini menemukan bahwa syahur dalam menafsirkan ayat qit?l menggunakan metode tafsir qur’an bil quran dengan menjadikan al-Qur’an sebagai objek interpretasi tunggal dan independent. Kemudian ia menggunalan pendekatan linguistik yang dikembangkan oleh Abu Ali al-Farisi, Ibnu Jinni, dan Abdul Qadir al-Jurjani. Berdasarkan bahwa al-Qur’an adalah objek interpretasi tunggal dan independent, kontekstualisasi terhadap segala konteks terletak pada teks al-Qur’an itu sendiri, sehingga konsep sinonimitas, nash mansukh harus ditiadakan karena semua itu dapat mencegah keluesan dan kefleksibelan teks al-Qur’an dalam proses kontekstulisasi menjawab tantangan zaman. Selain itu Syahr?r membedakan antara ayat qisas qurani yang tidak menghasilkan hukum dan ahkam risalah yang menghasilkan hukum. Kata Kunci: Syahrur, Jihad , Qital, Pengembangan, Metode Tafsir.
Strategi Komunikasi Dakwah melalui Public Speaking KH. Abdul Ghofur Lamongan Jawa Timur Rofiq, Mohammad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1286

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi dakwah melalui public speaking yang diterapkan oleh KH. Abdul Ghofur, seorang kiai terkemuka dari Lamongan, Jawa Timur. KH. Abdul Ghofur dikenal karena gaya ceramahnya yang humoris, lugas, dan menyentuh hati, yang mampu menarik perhatian berbagai kalangan. Strategi komunikasi yang digunakannya mencakup pendekatan personal dan dialogis, penggunaan bahasa sederhana, teknik storytelling, humor, penguasaan materi dan retorika yang kuat, serta adaptasi terhadap kondisi sosial dan budaya audiens. Pendekatan komunikasi personal dan dialogis menciptakan suasana yang interaktif dan akrab, sedangkan penggunaan bahasa yang sederhana memudahkan pemahaman pesan oleh jamaah. Teknik storytelling dan humor membuat dakwah menjadi lebih menarik dan mudah diingat, sekaligus mencairkan suasana dan menjaga perhatian audiens. Penguasaan materi dan retorika yang kuat memungkinkan beliau menyampaikan pesan agama dengan cara yang relevan dan persuasif. Selain itu, adaptasi terhadap kondisi sosial dan budaya audiens memastikan bahwa pesan dakwah sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang jamaah. Keseluruhan strategi ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang inklusif, adaptif, dan komunikatif dalam meningkatkan efektivitas dakwah di era modern. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi para pendakwah dalam mengembangkan metode komunikasi dakwah yang efektif dan kontekstual. Keyword: Public Speaking, Strategi Komunikasi Dakwah, dan Kh. Abdul Ghofur.
Polemik Nasikh Mansukh dalam QS. al-Nahl: 101: Relevansi dan Kontekstualisasinya Khotami, Ahmad Izzuddin; Masruhan
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.903

Abstract

Nasikh mansukh merupakan konsep yang menimbulkan polemik dalam studi Al-Qur’an. Khususnya, QS. al-Nahl: 101 yang sering dikutip sebagai contoh naskh. Tulisan ini membahas berbagai penafsiran, relevansi, dan kontekstualisasi ayat tersebut. Penafsiran tradisional menegaskan bahwa naskh terjadi ketika ayat-ayat Allah menggantikan yang lainnya, namun pandangan ini dipertanyakan oleh beberapa sarjana modern. Mereka mengklaim bahwa konsep ini menunjukkan evolusi hukum Allah yang terbuka terhadap perubahan konteks sosial. Kontekstualisasi naskh dalam konteks kontemporer juga diperdebatkan. Beberapa ulama menegaskan bahwa prinsip naskh relevan dalam hukum Islam modern, sementara yang lain menolaknya karena pengaruh sosial dan kontekstualisasi. Oleh karena itu, polemik mengenai nasikh Mansukh mencerminkan kompleksitas dalam memahami Al-Qur'an dan kontekstualisasinya dalam konteks zaman. Kesimpulannya, pemahaman terhadap QS. al-Nahl: 101 memerlukan penelitian mendalam yang memperhatikan konteks historis dan interpretasi kontemporer.