cover
Contact Name
LAILATUL RIF'AH
Contact Email
rifah.lala12@gmail.com
Phone
+6282234437947
Journal Mail Official
ahmad.zaenuri@unkafa.ac.id
Editorial Address
Jl KH Syafii no 07 desa Suci Kec Manyar Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JADID
ISSN : 28287797     EISSN : 2828917X     DOI : https://doi.org/10.33754/jadid.v4i01
This Journal specializes in studying the theories and practices of quranic and islmic communication is intended to express original researches and current issues. This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics Tafsir Quran Pemikiran Islam dalam Quran Hemeneutik Komunikasi Islam Broadcasting Strategi Dakwah Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Ru'yatullah dalam Al Qur'an: Studi Teologis Tafsir Al-Mizan fi Tafsiril Qur’an Zakiyah, Fatimah; Bakti Gama, Cipta
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1271

Abstract

Ru’yatulla>h telah melahirkan beragam penafsiran ada yang mengatakan bahwa kelak Allah bisa dilihat pun sebaliknya. Penafsiran tersebut biasanya menginterpretasikan keilmuan dari mufasir, dalam hal konsep ini cenderung menginterpretasikan paham ideologi dari muafasir. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penafsiran tokoh yang mewakili shiah dan bagaimana corak teologi dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut dari aspek subjektivitas dan objektivitasnya. Dengan jenis penelitian deskriptif analisis. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa penafsiran T}ab?t}ab?'? menekankan bahwa konsep Ru'yatulla>h (melihat Allah) harus dipahami sebagai pengalaman spiritual, bukan penglihatan fisik. Berdasarkan penafsiran terhadap QS. Al-Qiyamah [75]: 22-23, QS. Al-A'raf [7]: 143, dan QS. Al-An’am [6]: 103, T}ab?t}ab?'? menjelaskan bahwa Allah melampaui batasan fisik dan tidak bisa dilihat dengan mata, melainkan hanya dapat dikenal melalui pengetahuan batin yang mendalam. Ia secara tegas menolak penafsiran antropomorfis dan menegaskan pentingnya makrifatulla>h atau pengetahuan spiritual dalam mengenal Allah. Pendekatan T}ab?t}ab?'? ini mencerminkan sintesis antara prinsip teologi Shiah dan pemahaman filosofis, serta menggarisbawahi transendensi dan tauhid dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Meskipun penafsiran T}aba>t}aba>’i> sangat dipengaruhi oleh ideologinya terdapat sisi objektivitas dalam pendekatannya. Ia menggunakan metodologi yang konsisten, menerapkan prinsip filosofis dan teologis yang mendalam, merujuk pada sumber-sumber tradisional, dan menolak penafsiran yang tidak konsisten dengan prinsip tauhid. Kata Kunci: Ru’yatulla>h, Corak teologi, Tafsir Al-Mi>za>n Fi> Tafsiril Qur’a>n
The Transformation of Qur'an Interpretation and The Dynamics of Text Authority in Indonesia: A Critical Analysis Zulliandi, Yuviandze Bafri
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1285

Abstract

Studi tafsir Al-Quran di Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan, yang mencerminkan interaksi dinamis antara otoritas tekstual dan konteks sosial-budaya. Transformasi tafsir di Indonesia bukan sekadar pengejaran ilmiah, tetapi juga refleksi dari lanskap sosial-politik dan budaya yang lebih luas yang membentuk penafsiran teks suci. Transformasi ini terbukti dalam berbagai pendekatan tafsir, mulai dari metode tradisional hingga analisis kontekstual modern, yang mengungkap kerangka epistemologis yang mendasarinya dan sikap ideologis para penafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis kritis untuk mengeksplorasi evolusi otoritas interpretatif dan pergeseran strategi hermeneutika dalam konteks Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa dinamika otoritas tekstual Al-Quran di Indonesia merupakan hasil interaksi yang kompleks antara tradisi, inovasi, dan kekuatan sosial-politik.
Konstruksi Pemikiran Abu Ishaq Al-Syatibi: Kajian Metodologi Studi Islam Zainuddin, Ahmad
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 4 No. 02 (2024): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v4i02.1306

Abstract

Abstrak: Studi Islam merupakan kajian keislaman dengan objek materi ajaran-ajaran agama dan fenomena keberagamaan masyarakat. Teori dan metode yang digunakan pun bersumber dari berbagai disiplin ilmu, baik doktrinal-normatif maupun yang bersifat historis-empiris. Dua pendekatan itu telah banyak dilakukan oleh tokoh pemikir muslim dunia dengan berbagai disiplin ilmunya, sehingga kajian studi Islam juga dapat dilakukan melalui studi pemikiran para tokoh dalam perspektif metodologis. Salah satu pemikir muslim yang memiliki sumbangsih besar dalam diskursus hukum Islam adalah Abu Ishaq Al-Syatibi. Paper ini merupakan hasil penelitan kualitatif dengan metode literatur review atas berbagai artikel hasil penelitian dan pemikiran yang sudah ada tentang Abu Ishaq Al-Syatibi. Tulisan ini difokuskan pada tela’ah biografi, karya-karyanya dan metode-metode yang digunakan dalam kajianya sebagai bagian kontruksi berfikirnya. Al-Syatibi juga melahirkan banyak karya dari disiplin ilmu bahasa dan ushul fiqh. Al-Syatibi juga ulama yang mampu mengkonseptualisasikan maqasid syari’ah secara baik dan luas yang menggunakan metode hermenutik, istiqra’ ma’naqi dan maslahah mursalah. Dari pemikiranya inilah, kemudian konsep maqasid berkembang luas dan diaplikasikan dalam banyak kehidupan modern umat islam.
Konsep Rahmatan lil ‘Alamin dalam QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 Perspektif Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi dan Implikasinya terhadap Dakwah Kontemporer IMAM, IMAM MAHDI HIDAYATULLAH
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 5 No. 02 (2025): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v5i02.1790

Abstract

Fenomena kekerasan atas nama agama, ujaran kebencian, serta menguatnya paham ekstrem di ruang publik menunjukkan adanya distorsi terhadap misi Islam sebagai agama yang membawa kasih sayang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penafsiran QS. Al-Anbiya’ [21]: 107 tentang konsep rahmatan lil ‘alamin menurut Muhammad Mutawalli al-Sya’rawi serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan konsep dakwah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir tematik tokoh terhadap kitab Khawatir al-Sya’rawi ?awl al-Qur’?n al-Kar?m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rahmat Rasulullah SAW bersifat universal, tidak terbatas hanya kepada manusia, tetapi mencakup seluruh makhluk Allah SWT, baik mukmin maupun non-mukmin, bahkan alam semesta secara keseluruhan. Konsep rahmatan lil ‘alamin menurut al-Sya’rawi menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang humanis, persuasif, santun, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang. Konsep ini relevan dijadikan landasan teologis bagi penguatan dakwah moderat di tengah tantangan ekstremisme dan radikalisme keagamaan masa kini.
Peran Etika Dakwah dalam Penguatan Program Mata Acara Radio Persada FM Lamongan Kholid Famly, Kholid Noviyanyo
JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Communication Vol. 5 No. 02 (2025): September
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/jadid.v5i02.1795

Abstract

Era globalisasi telah membawa perkembangan dakwah di ruang media. Saat ini corak Islam telah nampak di ruang maya, di mana keragaman Islam telah ditunjukkan dalam berbagai akun media. Namun kendati demikian melihat perkembangan media, juga terdapat dilema terhadap narasi Islam yang berujung pada konflik. Untuk itu, etika dakwah menjadi peran strategis dalam penguatan program dakwah terutama di radio khususnya Radio Persada FM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitataif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam hal ini, peneliti ingin mengungkap secara dalam tentang peranan kebijakan yang diterapkan oleh pengelola radio persada FM Lamongan dalam memperkuat dan mengembangkan program mata acara dakwah. Untuk mengasilkan data yang akurat, peneliti mengumpulkan data melalui observasi di radio Persada FM, wawancara dengan pengelola radio Persada FM, dan telah dokumen yang medukung dalam perolehan data riset. Dari perolehan data tersebut, peneliti melakukan analisis, dengan model Miller dan Habermans melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peranan etika siaran dakwah telah memperkuat program mata acara dakwah yang menghasikan pesan dakwah sebagaimana kebutuhan masyarakat. Dengan berprinsip pada kebijakan yang mengatur program siaran dakwah sebagaimana tertunag dalam UU Penyiaran nomor 32 Tahun 2002 dan Fatwa MUI, maka Pengelola radio Persada FM mampu mengembangkan Program siaran dakwah bersifat dialogis, monologis, dan interaktif. Etika dakwah, Penguatan Program Mata Acara, Radio, Persada FM