cover
Contact Name
Riva’atul Adaniah Wahab
Contact Email
redaksi.bpostel@kominfo.go.id
Phone
+6285255022751
Journal Mail Official
redaksi.bpostel@kominfo.go.id
Editorial Address
Building B Floor IV, Medan Merdeka Barat Street No. 9, Jakarta Pusat - 10110 Phone. (021) 3483 3640 Fax. (021) 34833640
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Pos dan Telekomunikasi
ISSN : 16930991     EISSN : 24431524     DOI : https://doi.org/10.17933/bpostel
Scientific work/Manuscript that can be published in the Buletin Pos dan Telekomunikasi is in the form of academic papers, research reports, surveys, research briefings, and degree theses, analysis of secondary data, thoughts, theoretical/conceptual/methodological reviews in the field of: Post: including policy, technology and standardization of postal equipments and services. Telecommunications: including policy, standardization, market, resources, security, infrastructure and technology either wireless or wired telecommunications, both voice and data communications.
Articles 192 Documents
Studi Awal Teknologi WIFI Untuk Diimplementasikan Pada Pembuatan Prototipe Sistem Remote Terminal Unit Multi Sensor Dengan Energi Mandiri Asep Insani; Achmad Harimawan
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 3 (2012): September 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100306

Abstract

Dalam makalah ini dipaparkan tentang hasil studi awal teknologi wifi dalam rangka perancangan dan pembuatan prototipe sistem remote terminal unit (RTU) multi sensor dengan energi mandiri untuk mercusuar di wilayah pulau-pulau kecil dan perbatasan yang akan digunakan untuk pengukuran dan komunikasi data serta pemantauan lingkungan. Dalam rangka pembuatan prototipe tersebut terlebih dahulu dibuat model sistem skala laboratorium, kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi prototipe sistem. Seiring dengan pembuatan model skala laboratorium telah dilakukan pecobaan-percobaan meliputi mode operasi wireless, analisa dan pengamatan karakteristik teknologi wifi, mengetahui jarak optimal jaringan kabel di beberapa tempat dan jarak yang berbeda dengan menggunakan laptop. Dari penelitian ini didapat hasil percobaan yang terkait dengan posisi dan jarak yang optimal untuk mengakses jaringan nirkabel yang digunakan sebagai masukan atau bahan pertimbangan untuk penempatan suatu akses point dari RTU.  Dengan demikian  pengguna jaringan nirkabel dapat dengan mudah mendapatkan signal dan transfer rate yang paling optimum disetiap lokasi disekitar mercusuar.
Peran UPT Balai/Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Dalam Rangka Pembinaan dan Pengawasan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) Marhum Djauhari; Iman Sanjaya
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 9 No. 3 (2011): September 2011
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090305

Abstract

Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan telekomunikasi khusus berbasis perorangan. Pengawasan terhadap KRAP saat ini dilakukan oleh UPT Balai/Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio. Studi ini mengevaluasi peran UPT Balai/Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio dalam pengawasan administratif maupun teknis, dalam rangka terwujudnya penyelenggaraan KRAP yang tertib perangkat, tertib perizinan, dan tertib komunikasi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Digital Dividend pada Spektrum Frekuensi Radio Televisi Digital Riza Azmi
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 9 No. 3 (2011): September 2011
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090306

Abstract

Spektrum frekuensi radio merupakan sumberdaya yang bersifat eksklusif, terbatas dan bernilai ekonomis sehingga pengaturannya harus diatur secara cermat. Dalam penggunaannya, alokasi spektrum frekuensi radio pada penyelenggaraan penyiaran merupakan penggunaan spektrum frekuensi radio yang paling boros. Hal ini dapat dilihat dengan kanal yang ada hanya mampu menyiarkan satu siaran ditambah dengan kanal guard-band sebagai penjaga kualitas siaran yang tidak bernilai ekonomis. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Republik Indonesia menetapkan Permenkominfo No. 39/PER/M.KOMINFO/10/2009 tentang Kerangka Dasar Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free to-Air) sebagai era memasuki digitalisasi siaran, sehingga kanal yang ada dapat terpakai secara efisien. Dengan adanya digitalisasi tersebut, menambah penyelenggara konten siaran dan merubah peruntukan kanal UHF yang dapat dialokasikan untuk non-siaran. Kanal ini memiliki keuntungan dengan penurunan Capex Telekomunikasi sebesar 33%. Pada penelitian ini mencoba mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan Digital Dividend pada spektrum frekuensi radio televisi digital. Dengan menggunakan studi kualitatif dan teknik Focus Group Discussion kepada penyelenggara siaran dan penyelenggara telekomunikasi, penelitian ini mendapatkan bahwa faktor penentu dalam penggunaan digital dividen secara umum adalah masalah regulasi dan pengalokasian kanal.
Migrasi Infrastruktur Sistem Pemancar Stasiun Televisi Lokal di Sulawesi Utara Dalam Menghadapi Migrasi Sistem Siaran Televisi Digital Riva’atul Adaniah Wahab
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 4 (2012): December 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100401

Abstract

The Geneva Plan Agreement 2006 International Telecommunication Union (ITU) mewajibkan penyelenggara penyiaran dunia melakukan penyiaran digital dengan batas waktu 17 Juni 2015. Stasiun TV lokal sebagai komponen/unsur pendukung sistem siaran TV digital harus segera melakukan migrasi terutama migrasi infrastruktur. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data primer dengan wawancara mendalam, yang bertujuan mengetahui rencana migrasi infrastruktur pemancar dan hambatan stasiun TV lokal di Sulawesi Utara (Sulut) dalam menghadapi sistem siaran TV digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada implementasi siaran TV digital sebagian infrastruktur sistem pemancar akan diganti. Namun stasiun TV di Sulut ternyata belum merencanakan spesifikasi detail infrastruktur yang akan diganti disebabkan kurangnya sosialisasi peraturan terkait prosedur migrasi. Penyelenggara industri penyiaran masih ragu dalam implementasinya untuk melakukan pergantian alat. Karena itu disarankan intensifikasi sosialisasi serta implementasi regulasi terkait infrastruktur bersama.
Studi Peran Industri Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pengembangan Teknologi WiMAX di Indonesia Awangga Febian Surya A
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 4 (2012): December 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100402

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat mendorong industri dalam negeri untuk bangkit mencoba bersaing dengan industri asing yang telah terlebih dahulu ada. Studi ini akan menggambarkan bagaimana peran industri dalam negeri dalam pengembangan teknologi telekomunikasi dalam hal ini WiMAX untuk menyaingi pihak asing. Dari sisi industri TIK, keberadaan teknologi 4G memberi peluang usaha baru dalam mengembangkan perangkat yang mendukung teknologi 4G dalam hal ini  WiMAX, sehingga perlu dilihat bagaimana kesiapan industri TIK tersebut. Industri TIK memiliki tempat strategis dalam kelangsungan teknologi baru dalam hal ini teknologi WiMAX. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada narasumber dari pihak industri perangkat TIK dalam negeri, studi memperihatkan gambaran industri dalam negeri dalam mempersiapkan dirinya untuk mendukung perkembanga teknologi WiMAX.
Analisis Kematangan Implementasi Internet Protocol versi 6 (IPv6) di Indonesia dengan Interim Maturity Level (IML) Riza Azmi
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 4 (2012): December 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100404

Abstract

Cepat atau lambat, IPv6 akan menggantikan IPv4 dalam penomoran internet. Hal ini dikarenakan IANA telah mengalokasikan blok IPv4 terakhirnya pada Januari 2011 lalu. Pesatnya permintaan terhadap IP ini dikarenakan boomingnya .com sejak tahun 2000. Dengan habisnya IPv4, terdapat beberapa metode untuk melakukan migrasi ke peenomoran baru IPv6. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini mencoba mengukur tingkat kematangan beberapa penyelenggara jasa internet di Indonesia dalam hal implementasi IPv6 dengan menggunakan konsep Capability Maturity Model for IPv6 Implementation. Metode assesmen yang dilakukan dengan Interim Maturity Level, yaitu dengan memberikan seperangkat pertanyaan yang diisi sendiri oleh penyelenggara jasa internet. Hasil yang didapat adalah, sebagian besar penyelenggara internet masih berada pada Level 2 – Savvy.
Analisis SWOT untuk Penentuan Strategi Optimalisasi Infrastruktur Sri Wahyuningsih
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 4 (2012): December 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100405

Abstract

Undang-undang No.38 tahun 2009 tentang Pos memberikan keleluasaan penyelenggara pos untuk melakukan pengembangan produksi serta peningkatan infrastruktur, yang mendukung daya saing masing-masing penyelenggara pos. Sebagai badan usaha milik negara, PT.Pos Indonesia memiliki jaringan terintegrasi sampai ke pedesaan dan daerah transmigrasi, yang diketahui hampir 100% jaringan dibangun oleh pemerintah. Jaringan Pos adalah jaringan fisik maupun virtual untuk mendukung terselenggaranya layanan pos. Jumlah titik layanan mencapai 24 ribu titik layanan yang menjangkau hampir 100% kecamatan dan 42 % kelurahan/desa. Untuk mengetahui strategi dalam rangka optimalisasi infrastruktur di PT.Pos Indonesia, dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan analisis SWOT dan hasilnya penggambaran pada Matrik Grand Strategi, posisi pada  Kuadran I (positif, positif), artinya, PT.Pos Indonesia khususnya untuk KPRK Jakarta Pusat10000, KPRK Jakarta Utara14000 dan KPRK Bandung 40000 manajemen organisasinya sudah solid, dan banyak mempunyai peluang. Ekspansi dapat dilanjutkan untuk memperbesar pertumbuhan dan pengembangan produk, namun aspek SDM masih perlu ditingkatkan.
Konvergensi Regulasi dan Kelembagaan Struktur Industri Logistik, Pos, dan Kurir Dhanang Widijawan
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 10 No. 4 (2012): December 2012
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2012.100406

Abstract

Logistik pada dasarnya telah menjadi isu nasional. Hal ini dituangkan dalam cetak biru Sislognas dan masuk ke dalam salah satu prioritas dalam MP3EI. Hal ini dikarenakan logistik merupakan salah satu rantai nilai dalam perusahaan dan pemasaran. pada tulisan kali ini, penulis mengulas tentang konvergensi regulasi dan kelembagaan struktur industri logistik, pos, dan kurir di Indonesia. Tulisan dimulai dari pemaparan dari sisi logistik; enam era logistik; logistik militer dan manajemen logistik; aktivitas dan operator logistik; hubungan antara sistem logistik nasional, pos, kurir, telematika, dan transportasi; industri logistik pos nasional, backbone pos bumn, politik hukum logistik, pos, dan kurir, global major player  dalam pos, dan ulasan tentang sinkronisasi dan harmonisasi regulasi dan kelembagaan sistem logistik nasional, pos, dan kurir. Pada akhirnya, ulasan ini mengingatkan akan kesiapan industri pos di Indonesia.
Pengaruh Performansi Akibat Interferensi pada Sistem Bluetooth dan WLAN 802.11b Asep Insani
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 9 No. 4 (2011): December 2011
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090401

Abstract

Bluetooth merupakan teknologi wireless yang memanfaatkan frekuensi bebas, 2,4 GHz ISM (Industrial, Science, Medicine) untuk komunikasi PAN (Personal Area Network) seperti transfer data antar handphone. Begitupun Wi-Fi juga merupakan teknologi yang menggunakan frekuensi 2,4 GHz namun dengan cakupan area yang lebih luas dan kecepatan yang lebih tinggi dari Bluetooth untuk LAN (Local Area Network) seperti Hotspot. Penggunaan frekuensi yang sama menyebabkan sistem Bluetooth dan Wi-Fi mengalami interferensi yang akan menyebabkan penurunan perfromansi. Hasil pengukuran menunjukkan sistem Wi-Fi mulai mengalami penurunan throughput sebesar 2,348 Mbps pada jarak 21 m dari access point. Sedangkan sistem Bluetooth mengalami penurunan throughput sebesar 47,914 KBps pada jarak 1 meter dari access point dan jarak antar Bluetooth-nya 50 cm.
Konsep Tingkat Kematangan penerapan Internet Protokol versi 6 (Capability Maturity Model for IPv6 Implementation) Riza Azmi
Buletin Pos dan Telekomunikasi Vol. 9 No. 4 (2011): December 2011
Publisher : Centre for Research and Development on Resources, Equipment, and Operations of Posts and I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/bpostel.2011.090402

Abstract

Internet Protocol atau IP merupakan standar penomoran internet di dunia yang jumlahnya terbatas. Di dunia, alokasi IP diatur oleh Internet Assignd Number Authority (IANA) dan didelegasikan ke melalui otoritas masing-masing benua. IP sendiri terdiri dari 2 jenis versi yaitu IPv4 dan IPv6 dimana alokasi IPv4 dinyatakan habis di tingkat IANA pada bulan April 2011. Oleh karena itu, penggunaan IP diarahkan kepada penggunaan IPv6. Untuk melihat bagaimana kematangan suatu organisasi terhadap implementasi IPv6, penelitian ini mencoba membuat sebuah model tingkat kematangan penerapan IPv6. Konsep dasar dari model ini mengambil konsep Capability Maturity Model Integrated (CMMI), dengan beberapa tambahan yaitu roadmap migrasi IPv6 di Indonesia, Request for Comment (RFC) yang terkait dengan IPv6 serta beberapa best-practice implementasi dari IPv6. Dengan konsep tersebut, penelitian ini menghasilkan konsep Capability Maturity for IPv6 Implementation.

Page 9 of 20 | Total Record : 192