cover
Contact Name
Hamjah diha
Contact Email
jurnalreform@gmail.com
Phone
+6285339339493
Journal Mail Official
jurnalreform@gmail.com
Editorial Address
Jl. By Pass, BTN. Anugerah, Blok B.04. Banyumulek - Kediri - Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Indonesia
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
REFORM : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN BUDAYA
Published by Yayasan Hamjah Diha
ISSN : 25800310     EISSN : 28073355     DOI : https://doi.org/10.70004/reform.v7i01
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah REFORM diterbitkan oleh HAMJAH DIHA FOUNDATION, merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil pemikiran kirtis (kajian) dan penelitian di bidang Pendidikan, Sosial, dan Budaya. Jurnal ini pula sebagai media komunikasi ilmiah bagi para akademisi, pemerhati dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu menerima dan menerbitkan artikel berupa penelitian (artikel ilmiah) dalam bidang pendidikan secara umum, sosial, dan budaya, dan sejenisnya Selain itu publikasi hasil penelitia, juga menyajiikan dan mempublikasi hasil kajian, ide dan gagasan kaitan dengan isu-isu pendidikan, pengembangan pembelajaran, media, model dan bidang ilmu sosial dan budaya. Untuk itu secara detailnya sebagai cakupan terbitannya sebagai berikut: Penelitian bidang pendidikan secara umum baik isu-isu pendidikan, pembelajaran, model pembelajaran, problem solving dan berkaitan dengan dunia pendidikan secara umum. Penelitian bidang sosial dan budaya yang meliputi isu-isu sosial, pendidikan sosial dan budaya, ilmu-ilmu sosial dan budaya dan lainya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Lesson Study (analisis materi, metode, media, model, problem solving dalam pembelajaran) Penelitian Kualitatif Lainnya, Kuantitatif, Penelitian & Pengembangan dan Campuran dalam bidang Sosial dan budaya Isu/Tren tentang pendidikan, sosial dan budaya Kajian lain tentang pendidikan, sosial dan budaya
Articles 56 Documents
Effective Leadership Styles In Elementary Educational Institutions In Indonesia Zulfakar
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 02 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/reform.v8i02.222

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of various principal leadership styles in improving the quality of primary education in Indonesia, with a specific focus on the context of primary education institutions on Lombok Island, West Nusa Tenggara. Using a descriptive qualitative approach with in-depth interviews, participant observation, and documentation studies, the study was conducted from March to May 2025. The findings indicate that a transformational leadership style has a significant influence on increasing teacher motivation and a collaborative learning culture in schools. Instructional leadership styles have also been shown to strengthen the principal's role in academic supervision and curriculum management. Meanwhile, a participatory style creates a democratic environment and increases teacher participation in decision-making. The situational style is considered effective in addressing various managerial conditions and challenges based on the contextual needs of each school. These findings emphasize the importance of flexibility and adaptive leadership combinations to create high-quality, inclusive, and sustainable learning environments. This research provides practical contributions to the professional development of principals and education policymakers at the regional and national levels.
Transformasi Pembelajaran Kolaboratif: Efektivitas Permainan Tradisional Engklek sebagai Solusi Alternatif Ketergantungan Gadget dalam Pembelajaran IPS Lia Yustica Cahya Utami; Aulya Fauzanna; Mokhammad Miftakhul Huda
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 02 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/reform.v8i02.228

Abstract

Ketergantungan siswa sekolah dasar terhadap gadget telah memunculkan penurunan interaksi sosial dan keterlibatan belajar, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menekankan pengembangan kompetensi sosial. Meskipun penelitian mengenai permainan tradisional telah dilakukan, sebagian besar kajian terdahulu berfokus pada aspek motorik dan kognitif, sehingga belum memberikan pemahaman komprehensif mengenai integrasi permainan engklek sebagai media pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran engklek dalam memperkuat partisipasi, komunikasi, dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan locus di SD Baiturrohman Jember. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola partisipasi dan dinamika interaksi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa engklek berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, dan berbasis pengalaman langsung. Selain meningkatkan motivasi dan kemandirian siswa, engklek terbukti mengurangi ketergantungan terhadap gadget serta memperkuat nilai kerja sama dan interaksi sosial. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis berupa pemodelan integrasi permainan tradisional dalam kerangka pedagogis IPS, serta kontribusi praktis berupa strategi pembelajaran berbasis budaya lokal yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar kontemporer. The pervasive dependency of elementary school students on digital gadgets has precipitated a notable decline in social interaction and academic engagement, particularly within Social Sciences (IPS), a subject critically reliant on developing social competencies. While extant research on traditional games exists, it has predominantly emphasized motor and cognitive dimensions, thereby lacking a comprehensive examination of their integration as collaborative pedagogical tools. This qualitative descriptive study, situated at SD Baiturrohman Jember, analyzes the role of the traditional engklek (hopscotch) game in bolstering student participation, communication, and cooperation in IPS. Data gathered through observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation were subjected to thematic analysis, revealing that engklek significantly fosters an active, participatory, and experiential learning environment. The game not only enhanced student motivation and autonomy but also effectively mitigated gadget dependency while reinforcing cooperative values and social interaction. Consequently, this study provides a theoretical contribution by modeling the integration of traditional games into an IPS pedagogical framework and a practical contribution by offering an applicable, culturally-grounded learning strategy relevant to contemporary primary education needs.
Rekontruksi Pembelajaran IPS Berbasis Kurikulum Merdeka Pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama Lia Yustica Cahya Utami; Moh. Sutomo; Salsabilah Dwi Nur Rohma
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 03 (2025): Vol. 8 No. 03 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekonstruksi pembelajaran IPS berbasis Kurikulum Merdeka menjadi langkah strategis dalam merespons tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan fleksibilitas, relevansi konteks, dan pengembangan kompetensi berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses rekonstruksi perangkat pembelajaran IPS, menganalisis peran kepemimpinan sekolah dalam mendukung implementasi kurikulum, serta mengidentifikasi reposisi asesmen autentik dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi ringan, dan telaah dokumen pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi tematik, dan verifikasi interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan perangkat ajar berada pada fase transisi, dengan Capaian Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran telah siap digunakan, sementara modul ajar dan bahan ajar kontekstual masih memerlukan penyempurnaan struktural dan substansial. Selain itu, kepala sekolah berperan sebagai pengarah kebijakan akademik melalui supervisi, pemberian ruang inovasi, dan fasilitasi kolaborasi guru. Pada dimensi asesmen, ditemukan bahwa asesmen diagnostik dan sumatif telah berjalan stabil, sementara asesmen formatif dan reflektif masih dalam tahap harmonisasi praktik. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka merupakan proses bertahap yang membutuhkan dukungan kelembagaan, peningkatan kompetensi pedagogis guru, serta konsistensi praktik pembelajaran dan asesmen agar tujuan kurikulum dapat terwujud secara optimal. Reconstruction of Independent curriculum-based social studies learning is a strategic step in responding to the demands of 21st century education that emphasizes flexibility, context relevance, and the development of high-level thinking competencies. This study aims to describe the process of reconstruction of social studies learning tools, analyze the role of school leadership in supporting curriculum implementation, and identify the repositioning of authentic assessments in the learning process. The study used a descriptive qualitative approach through interviews, light observation, and study of learning documents. Data analysis is done through a process of reduction, thematic categorization, and interpretative verification. The results showed that the preparation of teaching tools is in the transition phase, with learning outcomes and flow of learning objectives have been ready for use, while teaching modules and contextual teaching materials still require structural and substantial improvements. In addition, the principal acts as a director of academic policy through supervision, provision of innovation space, and facilitation of teacher collaboration. In the assessment dimension, it was found that the Diagnostic and summative assessment has been running stable, while the formative and reflective assessment is still in the stage of harmonization of practice. Overall, these findings indicate that the implementation of an independent curriculum is a gradual process that requires institutional support, improvement of teachers pedagogical competence, and consistency of learning and assessment practices so that curriculum objectives can be realized optimally.
Efektivitas Metode Kontekstual Dalam Meningkatkan Menulis Deskripsi Bahasa Indonesia Pada Siswa Sekolah Dasar Rani, Mila Nurhanifa
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 03 (2025): Vol. 8 No. 03 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa sekolah dasar. Keterampilan menulis merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun banyak siswa masih kesulitan menuangkan ide, menyusun paragraf runtut, serta menggunakan ejaan dan tanda baca dengan tepat. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah sepuluh artikel jurnal ilmiah terbitan tahun 2013–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan metode kontekstual secara konsisten meningkatkan keterampilan menulis deskripsi. Peningkatan tampak pada rata-rata nilai, ketuntasan belajar, serta kualitas tulisan yang lebih terstruktur, kreatif, dan komunikatif. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan mampu menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan materi pembelajaran. Dengan demikian, metode kontekstual dapat dijadikan strategi alternatif yang aplikatif untuk meningkatkan literasi dan keterampilan berbahasa siswa sekolah dasar.
Pengaruh Model Pembelajaran Daring dan Kemampuan Teknologi Digital terhadap Keterampilan Proyek Digital Siswa Sekolah Menengah Saoki, Muhamad
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 03 (2025): Vol. 8 No. 03 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70004/reform.v8i03.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran daring dan kemampuan teknologi digital terhadap keterampilan proyek digital siswa sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa sekolah menengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proyek digital, angket kemampuan teknologi digital, dan lembar observasi pembelajaran daring. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji regresi dan uji simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan proyek digital siswa pada kelompok eksperimen meningkat dari 62,45 pada pretest menjadi 82,70 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 61,90 menjadi 69,85. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa model pembelajaran daring berpengaruh signifikan terhadap keterampilan proyek digital siswa (β = 0,48; p < 0,05), dan kemampuan teknologi digital juga berpengaruh signifikan (β = 0,41; p < 0,05). Secara simultan, kedua variabel bebas memberikan kontribusi sebesar 53,5% terhadap keterampilan proyek digital siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran daring berbasis proyek dengan penguatan kemampuan teknologi digital siswa efektif dalam meningkatkan keterampilan proyek digital. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran daring yang berorientasi proyek serta penguatan kompetensi teknologi digital sebagai strategi pembelajaran di sekolah menengah
Rekonseptualisasi Psikologi Manajemen di Era Generative AI: Tantangan dan Peluang bagi Organisasi Pendidikan Ahmad Muslim
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 03 (2025): Vol. 8 No. 03 (2025): REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, & Budaya
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi generative artificial intelligence (GenAI) telah membawa transformasi fundamental dalam berbagai aspek kehidupan organisasi, termasuk organisasi pendidikan. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan yang bertujuan untuk merekonseptualisasi teori dan praktik psikologi manajemen dalam konteks integrasi GenAI di organisasi pendidikan. Melalui pendekatan studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah rentang 2019-2025, kajian ini mengidentifikasi tiga temuan utama. Pertama, konsep-konsep inti psikologi manajemen seperti motivasi, kepemimpinan, dan dinamika kelompok memerlukan penyesuaian paradigmatik untuk mengakomodasi kolaborasi manusia-AI. Kedua, integrasi GenAI berdampak ganda terhadap kesejahteraan psikologis pekerja pendidikan, yaitu meningkatkan produktivitas sekaligus berpotensi menimbulkan technostress dan ancaman terhadap kebutuhan psikologis dasar (kompetensi, otonomi, keterkaitan). Ketiga, kepemimpinan transformasional-digital menjadi model yang paling adaptif untuk mengelola transisi organisasi pendidikan menuju kolaborasi manusia-AI yang sehat dan produktif. Implikasi teoretis dan praktis bagi pengembangan organisasi pendidikan di Indonesia dibahas secara komprehensif