cover
Contact Name
Ronal Kurniawan
Contact Email
kurniawanronal09@gmail.com
Phone
+6282282814120
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Jl. Garuda II No.2, Kel. Labuh Baru Timur, Kec. Payung Sekaki Kota Pekanbaru, 28292 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Biology, Chemistry, Mathematics and Physics Education
ISSN : -     EISSN : 30480086     DOI : https://doi.org/10.61761/biochamp
Core Subject : Science, Education,
Ruang lingkup tulisan yang akan diterbitkan pada jurnal ini antara lain: 1. Strategi, metode, model pembelajaran mencakup biologi, kimia, matematika dan fisika. Pembelajaran berbasis kearifan lokal dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. 2. Media Pembelajaran meliputi pengembangan dan efektivitas penggunaan media pembelajaran, modifikasi alat praktik, dan media pembelajarann berbasis Information and Communication od Technology (ICT) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. 3. Assessment meliputi pengembangan dan pemanfaatan asesmen keterampilan berfikir tingkat tinggi. 4. Bahan Ajar meliputi analisis dan pengembangan lembar kerja siswa dan bahan ajar baik offline maupun online. 5. Kurikulum meliputi analisis dan pengembangan kurikulum. 6. Pengembangan Profesi Guru meliputi pelatihandan pengembangan pengetahuan teknologi, pedagogik, dan konten (TPACK) bagi guru prajabatan dan guru dalam jabatan
Articles 27 Documents
Trend Penggunaan Media Sosial Tiktok dikalangan Mahasiswa Tadris IPS Angkatan 2021 UIN Imam Bonjol Padang Intan Efriyani; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.13-18

Abstract

TikTok sangat populer di kalangan  mahasiswa dan bisa berdampak baik atau buruk pada pada hubungan sosial mereka. TikTok tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri, berbagi informasi, dan bahkan sebagai sarana belajar. penting untuk menganalisis bagaimana mahasiswa menggunakan TikTok dan dampaknya terhadap pola interaksi sosial mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial bukanlah platform satu arah, melainkan ruang terbuka yang mendukung partisipasi penuh dari setiap individu. TikTok, adalah layanan jejaring sosial berbagi yang menggunakan video berdurasi pendek sebagai media untuk menangkap dan menyajikan kreativitas, pengetahuan, dan momen lainnya yang dimiliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan teknologi internet yang berbasis di Beijing dan diciptakan pada tahun 2012. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2025 di Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri yang beralamat JL.Prof.Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Anduring, Kec.Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat. Hal ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan pandangan subjektif mahasiswa terhadap fenomena penggunaan TikTok. Metode yang digunakan kualitatif dimana pada teknik kualitatif ini tidak menggunakan perhitungan, maksudnya data-data yang dihasilkan berupa kata-kata bukan berbentuk angka. Trend penggunaan tikTok di kalangan mahasiswa Tadris IPS UIN Imam Bonjol Padang menunjukkan kecenderungan yang tinggi dan konsisten TikTok telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa, digunakan tidak hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan diri, mendapatkan informasi, serta membangun citra sosial di ruang digital. Terdapa perilaku sosial yaitu imitasi.
Minat Mahasiswa Tadris IPS Angkatan 2021 untuk Menjadi Guru IPS Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang Mairisa Rulyanti; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.19-25

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Dalam proses tersebut. Hal ini bertujuan agar tercipta tenaga pendidik yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Oleh sebab itu, penting untuk memahami dan mengembangkan minat terhadap profesi  guru sejak dini, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2025 di Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri yang beralamat JL. Prof. Mahmud Yunus Lubuk Lintah, Anduring, Kec.Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat. Kebutuhan akan tenaga pendidik yang berkualitas di Indonesia hingga saat ini masih menjadi persoalan yang cukup kompleks dan membutuhkan perhatian  serius. Metode yang digunakan kualitatif dimana pada teknik kualitatif ini tidak menggunakan perhitungan, maksudnya data-data yang dihasilkan berupa kata-kata bukan berbentuk angka. Hasil Minat mahasiswa untuk menjadi guru masih cenderung rendah. Sebagian besar mahasiswa tidak memiliki cita-cita menjadi guru sejak awal masuk kuliah karena menganggap profesi ini memiliki keterbatasan, terutama dalam hal peluang kerja yang sempit, gaji yang tidak menentu, serta adanya tuntutan tambahan seperti sertifikasi dan PPG yang dianggap sulit. kepada mahasiswa agar meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri melalui pelatihan public speaking, microteaching, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan mengajar di sekolah
Pelaksanaan Asistensi Mengajar di SMAS YLPI Jumaida Saputri; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Okta Rizal Karsih; Ronal Kurniawan
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.26-31

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Pelaksanaan Kuliah Praktek Lapangan Pendidikan (KPLP) untuk mahasiswa kependidikan FKIP UIR yang dilaksanakan mulai Juli s.d. September 2024. Kuliah Praktik Lapangan Pendidikan di SMAS YLPI Pekanbaru Hal ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan untuk turut serta mengaplikasikan ilmunya di sekolah serta memberikan peluang kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Metode yang digunakan kualitatif dimana pada teknik kualitatif ini tidak menggunakan perhitungan, maksudnya data-data yang dihasilkan berupa kata-kata bukan berbentuk angka.   Mahasiswa dapat menambah pengetahuan, pengalaman, wawasan serta menjadikannya sebagai ajang bermasyarakat di lungkungan sekolah. Mahasiswa dapat mengenal berbagai karakter serta kepribadian dari lingkungan sekolah baik guru karyawan dan siwa serta dapat menjalin kerjasama dan hubungan baik dengan komponen sekolah. Dengan kegiatan asistensi mahasiswa dapat mengetahui bahwa karakter setiap siswa berbeda maka, butuh perlakuan yang berbeda pula. Hubungan yang baik antara pihak sekolah,mahasiswa dan pihak UIR sangat mempengaruhi kelancaran kegiatan asistensi mengajar
Pelaksanaan Pengalaman Lapangan di SMK Negeri 3 Pekanbaru Muhammad Abdillah Al Zikri; Annisa Meliana; Fharisa Nabila Rizvi; Ronal Kurniawan; Okta Rizal Karsih
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.32-37

Abstract

Kegiatan di sekolah melatih mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi yang menandai sebagai calon guru dan tenaga kependidikan yang lain. KPLP dilaksanakan secara terprogram, terpadu, daan terbimbing. Pelaksanaan Kuliah Praktek Lapangan Pendidikan (KPLP) untuk mahasiswa kependidikan FKIP UIR yang dilaksanakan mulai Juli sampai September 2024. Kuliah Praktik Lapangan Pendidikan (KPLP) di SMKN 3 Pekanbaru Hal ini bertujuan untuk melatih mahasiswa calon guru agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi yang nyata, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun tugas-tugas keguruan lainnya. Metode yang digunakan kualitatif dimana pada teknik kualitatif ini tidak menggunakan perhitungan, maksudnya data-data yang dihasilkan berupa kata-kata bukan berbentuk angka.   Pelaksanaan Kuliah Praktik Lapangan Pendidikan (KPLP) bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) adalah untuk menghasilkan calon guru yang telah memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap serta pola tingkah laku yang sesuai dengan profesi keguruan. Melalui Kuliah Praktik Lapangan Pendidikan (KPLP), dapat menghasilkan sarjana pendidikan yang menguasai keterampilan mengajar yang diperlukan bagi profesinya secara cakap dan tepat untuk digunakan dalam penyelengaraan pendidikan dan pengajaran.
Pemodelan Geographically Weighted Regression (GWR) pada Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Papua Niskal Mentari; Andi Tenri Ampa; Muhammad Ihwal; Ruslan Ruslan; Irma Yahya; Dian Christien Arisona
Jurnal Biochamp Vol 3 No 1 (2026): Februari
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.1.1-12

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator penting yang digunakan untuk mengukur pembangunan suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemodelan IPM serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi IPM di Pulau Papua dengan mempertimbangkan heterogenitas spasial. metode yang diterapkan dalam penelitian ini digunakn pendekatan geografis yaitu Geographically Weighted Regression (GWR) dalam memodelkan IPM. Variabel penelitian mencakup indeks pembangunan manusia di Pulau Papua sebagai variabel respons (Y), dan variabel prediktor (X) yaitu angka kematian bayi (X1), persentase penduduk miskin (X2), akses terhadap sanitasi layak (X3), dan tingkat pengangguran terbuka (X4). Model GWR merupakan pengembangan dari model regresi spasial dimana setiap parameter dihitung setiap lokasi pengamatan, sehingga setiap lokasi akan memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Fungsi pembobot dalam pemodelan GWR ini adalah Fixed Kernel Gaussian. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua variabel prediktor berpengaruh terhadap IPM di Pulau Papua. Model GWR didapatkan akurasi R2 98,38% dan AIC 164,7. R2 menunjukkan kemampuan menjelaskan 98,38% variabilitas data respon, dan nilai AIC 164,7 yang mencerminkan efisiensi serta kecocokan model terhadap data spasial. Dari parameter GWR terbentuk 9 kelompok dimana terdapat beberapa faktor yang berbeda-beda pada setiap daerah di kabupaten/kota yang ada di Pulau Papua
Synergistic Roles of Teachers and Parents in Children’s Learning Yuliana Yuliana; Rusydi Sulaiman; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Biochamp Vol 3 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.2.37-48

Abstract

Primary education constitutes a crucial foundation for developing students’ competencies, character, and personality. Its success depends not only on teachers’ roles at school but also on parental involvement in assisting children’s learning at home. At SD Negeri 21 Mentok, this synergy has not yet been optimal, as reflected in parental participation of around 60%, while students still experience difficulties in independent learning. This study aims to describe forms of teacher–parent synergy, identify supporting and inhibiting factors, and analyze their implications for students’ learning motivation. This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through 9 teachers, 20 parents, and 1 principal, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that teacher–parent synergy is manifested in a contextual partnership characterized by regular communication through digital media and face-to-face meetings, as well as coordinated monitoring of students’ learning progress. This collaboration is supported by shared commitment, communication through multiple channels, and the use of digital media. Nevertheless, several obstacles remain, particularly parents’ limited time, differences in educational backgrounds, and inconsistent communication. Overall, the partnership positively influences students’ learning motivation, reflected in greater readiness to learn, discipline, responsibility, enthusiasm, and more consistent learning behavior
Implementasi Model Pembelajaran Berdiferensiasi dan Model Deep Learning di SMPN 1 Jebus Esti Kusminingsih; Soleha Soleha; Indah Kusuma Dewi
Jurnal Biochamp Vol 3 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Science, Technology and Education Care (STEDCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61761/biochamp.3.2.49-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan deep learning di SMPN 1 Jebus serta menganalisis kesiapan guru dalam menerapkan kedua model tersebut dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap guru yang menerapkan kedua model pembelajaran. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui variasi metode, pengelompokan belajar yang fleksibel, serta pilihan tugas sesuai kebutuhan, minat, dan kesiapan peserta didik, sehingga meningkatkan partisipasi dan inklusivitas kelas. Sementara itu, deep learning diterapkan melalui pertanyaan analitis, diskusi reflektif, pembelajaran berbasis proyek, dan pemecahan masalah nyata untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual. Kedua model saling melengkapi dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Kesiapan guru berada pada tahap berkembang, tetapi masih memerlukan penguatan konseptual dan dukungan kelembagaan, terutama dalam pengelolaan asesmen dan peningkatan infrastruktur digital.

Page 3 of 3 | Total Record : 27