cover
Contact Name
Amalia Eka Rakhmania
Contact Email
amaliaeka.rakhmania@polinema.ac.id
Phone
+6282134134594
Journal Mail Official
eltek@polinema.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Malang Graha Polinema Lantai 3 Jl. Sukarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia, 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ELTEK
ISSN : 16934024     EISSN : 23550740     DOI : doi.org/10.33795/eltek
Jurnal ELTEK merupakan media yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan industri di bidang Teknik Elektro. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada jurnal ELTEK merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun Jurnal ELTEK memuat artikel hasil penelitian dan konseptual dalam cakupan bidang ilmu Teknik Elektro yang meliputi: Ketenagalistrikan, Teknik Kendali, Kecerdasan Buatan, Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Teknik informatika, Teknik Biomedik, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Sistem Embedded, Jaringan Komputer, Sistem Operasi, Manajemen Data dan Sistem informasi, dan lain-lain. Jurnal ELTEK terbit dua kali dalam setahun masing-masing pada bulan April dan Oktober. Redaksi mengundang penulis dan peneliti untuk menyumbangkan artikel penelitian atau artikel konseptual kepada Editor Jurnal ELTEK. Editor menentukan apakah suatu artikel akan dimuat atau tidak dan memiliki hak untuk mengubah atau mengoreksi teks sejauh tidak mengganggu maksud atau kontennya.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022" : 7 Documents clear
Analisis potensi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada rooftop bank BNI kota Balikpapan Permai Kusuma, Vicky Andria; Suprapto, Sena Sukmananda; Karrang, Jenrychk Marcelino Tandi
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.327

Abstract

Pemasangan sistem pembangkit listrik tenaga surya dilakukan untuk meningkatkan penerapan energi terbarukan dengan memanfaatkan energi surya. Tersedianya banyak kapasitas energi matahari di balikpapan yang dilewati oleh garis khatulistiwa, serta perkantoran perbankan yang memerlukan keandalan suplai energi menjadi alasan penelitian ini dilakukan. Hasil desain PLTS di gedung Bank BNI Balikpapan Permai telah terbukti memiliki potensi yang baik sehingga dapat terwujud bahkan dalam perubahan kondisi cuaca. Sistem PLTS memiliki total daya yang lebih besar dari total konsumsi daya di Gedung Bank BNI dengan konsumsi daya 33 kW, sedangkan untuk sistem PLTS pada November dayanya 50.784 kW dan daya yang dihasilkan pada Desember adalah 45.696 kW. Sehingga kantor BNI akan mendapatkan surplus daya sebesar 12.696 kW – 17.784 kW, dengan kapasitas total Solar Panel yang digunakan Sebesar 9840 kW. ABSTRACT The installation of a solar energy generation system is being carried out in order to increase the use of renewable energy through the use of solar energy. The availability of many solar power capacities behind the equator, as well as banks that require a reliable power supply, are the reasons for this research. The results of the PLTS design in the BNI Balikpapan Permai bank building have shown good potential to be implemented even in changing climatic conditions. The PLTS system has a total power higher than the total power consumption in the BNI bank building with a power consumption of 33 kW, while for the PLTS system in November the power is 50,78 kW and the power generated in December is 5,696 kW. This means that the BNI office receives an electricity surplus of 12,696 kW - 17,78 kW, with a total power of 9,8 0 kW from solar modules used.
Rancang bangun pembangkit Sinusoidal Pulse Width Modulation berbasis arduino Luqman, Mohammad; Komarudin, Achmad; Nurcahyo, Sidik
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.333

Abstract

Kebutuhan energi listrik domestik mayoritas berbentuk gelombang sinusoida pada frekuensi 50 Hz. Sumber energi terbarukan mayoritas berbentuk dc atau daya dengan frekuensi tidak terkontrol. Untuk itu diperlukan alat yang dapat mengontrol bentuk gelombang dan frekuensinya. Alat ini disebut inverter. Inti dari inverter sinusoida terletak pada kontrol switching, dimana bentuk gelombang dan frekuensi ditentukan pada alat kontrol ini, salah satunya adalah gelombang SPWM. Dipasaran tersedia pembangkit SPWM seri EGS002, modul ini beroperasi pada frekuensi tetap 50 HZ atau 60 Hz, sehingga tidak bisa digunakan untuk membangkitkan daya listrik dengan frekuensi yang variabel. Untuk itu dilakukan penelitian ini, tahap awal adalah membuat pembangkit SPWM berbasiskan arduino dengan spesifikasi semirip mungkin dengan EGS-002. Sistem yang dibangun terdiri dari arduino uno sebagai pembangkit sinyal SPWM, driver IR-2110 sebagai penyedia tegangan mengambang (bootstrap) untuk transistor MOSFET tipe-N IRZF44N pada rangkaian H-bridge. Hasil yang didapatkan adalah mikrokontroller arduino uno bisa membangkitkan sinyal SPWM dengan hasil berupa gelombang sinusoida murni dengan frekuensi 50 Hz. ABSTRACT Domestic electrical energy needs are in the form of sinusoidal waves at a frequency of 50 Hz. The majority of renewable energy sources are in the form of dc or power with uncontrolled frequency. For that we need a tool that can control the waveform and frequency. This device is called an inverter. The essence of the sinusoidal inverter lies in the switching control, where the waveform and frequency are determined by this controller, one of which is the SPWM wave. In the market, there is an EGS-002 series SPWM generator, this module operates at a fixed frequency of 50 Hz or 60 Hz, so it cannot be used to generate electrical power with a variable frequency. For this reason, this research is carried out, the initial stage is to make an Arduino-based SPWM generator with specifications as close as possible to the EGS-002. The system built consists of Arduino Uno as a SPWM signal generator, IR2110 driver as a floating voltage provider (bootstrap) for the IRZF44N N-type MOSFET transistor in the H-bridge circuit. The results obtained are the Arduino Uno microcontroller can generate SPWM signals with the results in the form of pure sinusoidal waves with a frequency of 50 Hz.
Pemodelan dan simulasi kinematika robot swerve 4 roda Siradjuddin, Indrazno; Wibowo, Sapto; Rofiq, Arta Ainur
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.301

Abstract

Pemodelan kinematika berperan penting dalam mengontrol perpindahan robot. Perpindahan robot tidak semata menentukan koordinat awal dan akhir, tetapi juga menentukan kecepatan masing-masing motor yang dibutuhkan untuk mencapai posisi yang diinginkan. Pada penelitian ini, pengembangan algoritma kontrol kinematika untuk mengontrol pergerakan diterapkan pada robot swerve 4 roda. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengerakan robot dengan kecepatan aktuaktor pada ruang 2 dimensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode motion rigid body analysis. Metode ini digunakan untuk menganalisis hubungan antara pergerakan robot dengan kecepatan aktuaktor kemudian, diimplementasikan pada posisi tujuan yang bersifat diam dan bergerak. Skenario pengujian dilakukan untuk memvalidasi performa dari kontrol algoritma yang ditawarkan dengan cara simulasi, dimana berbantuan bahasa pemrograman python. Hasil simulasi yang ditampilkan bahwa, robot dapat bergerak dari posisi awal menuju posisi tujuan baik pada target diam mapunu bergerak. Target diam, robot mampu bergerak dengan membentuk jalur secara linier menuju posisi rujuan dan target bergerak, robot mampu bergerak dengan membentuk jalur dengan pola angka delapan. Dari hasil simulasi tersebut didapatkan bahwa, efektivitas dari metode rigid body analysis mampu mengatasi permasalahan yang ditawarkan dimana robot mampu bergerak menuju target yang diam dan bergerak dengan pemodalan kinematika yang telah dirancang. ABSTRACT Kinematic modeling plays an important role in controlling movement of the robot. Movement of the robot not only determines the start and end coordinates, but also determines the speed of each motor needed to reach the desired position. In this research, the development kinematic control algorithm to control movement of 4-wheel swerve robot. This aims to determine the relationship between the movement of the robot with the speed of the actuator in 2 dimensional space. The method used in this research is motion rigid body analysis. This method is used to analyze the relationship between movement robot with speed of the actuator then, implemented at the destination position which is static and dynamic. The test scenario was carried out to validate the performance of the control algorithm offered by simulation, which was assisted by the python programming language. The simulation results show that the robot can move from its initial position to its destination position, both on static and dynamic targets. The target is static, the robot is able to move by forming a linear path to the target position and the target is dynamic, the robot is able to move by forming a path with a figure eight pattern. From the simulation results, it was found that the effectiveness of the rigid body analysis method was able to overcome the problems offered. Where the robot is able to move towards a static and dynamic target with the kinematics modelling that has been designed.
Evaluasi sistem proteksi penyulang kalingga pada gardu induk New Jakabaring yang melayani pelanggan premium Firmansyah, Anton; Noer, Muhammad; Putra, Ihsan Jihadi
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.338

Abstract

Politeknik Pariwisata Palembang dan Bowling Jakabaring Sport City merupakan pelanggan premium PT. PLN (Persero) UP3 Palembang. Sebagai pelanggan premium seharusnya pelanggan ini mendapatkan keandalan jaringan listrik. Awalnya Politeknik Pariwisata Palembang termasuk kawasan Zero Down Time untuk mengamankan suplai kelistrikan Jakabaring Sport City pada perhelatan Asian Games tahun 2018.Setelah berakhirnya Asian Games 2018, beban trafo daya#2 di Gardu Induk New Jakabaring turun dibawah 50%. Untuk membebani trafo tersebut PT. PLN (persero) UP3 Palembang menambahkan jaringan existing pada Gardu Hubung tersebut. Perubahan konfigurasi distribusi listrik ini harusnya diimbangi dengan koordinasi proteksi yang tepat agar dapat menjaga keandalan supplai listrik, namun kenyataanya dilapangan berbeda, terhitung sejak bulan April 2019, penyulang Kalingga sudah mengalami 88 kali padam dengan rata-rata padam 656 menit.Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dilakukan penelitian dengan menggunakan metode studi kasus, data penunjang seperti data primer yang didapat dari kondisi nyata dilapangan, data sekunder seperti data gangguan pada penyulang, studi literatur dari buku penunjang serta jurnal dan laporan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan sumber-sumber yang menunjang untuk penelitian. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai setting relay untuk nilai arus lebih karakteristrik standar inverse pada GH Poltekpar adalah 299,2A (primer)/4,98A (sekunder), setting TMS untuk relay arus lebih pada proteksi terjauh 0,499 dan TMS pada relay GFR 0,034. GH Bowling 299,2 A (primer) dan 4,48 A (sekunder), setting TMS untuk relay arus lebih 0,199 dan TMS pada relay GFR 0,134. Pada penyulang outgoing 20 kV 393,8 A (primer)/3,281A (sekunder), setting TMS relay arus lebih pada outgoing Penyulang Kalingga 0,319 dan TMS untuk relay gangguan tanah 0,232. Nilai setting relay arus lebih pada incoming trafo 20 kV adalah 1905 A (primer)/0,9252 A (sekunder), TMS untuk sisi incoming Penyulang Kalingga adalah 0,248 dan TMS untuk relay gangguan tanah adalah 0,33. ABSTRACT Politeknik Pariwisata Palembang and Bowling Jakabaring Sport City is a premium customer of PT. PLN (Persero) UP3 Palembang. As premium customers, both of these customers should get the reliability of the power grid. After the end of the 2018 Asian Games, the load on the power-2 transformer at the New Jakabaring Substation fell below 50%. To overload the transformer, PT. PLN (Persero) UP3 Palembang added the existing network to the substation. This change in the electricity distribution configuration should be balanced with proper coordination of protection in order to maintain the reliability of the electricity supply, but the reality in the field is different, as of April 2019, the Kalingga feeder has experienced 88 blackouts with an average of 656 minutes. To solve these problems, research is carried out using case study methods, supporting data such as primary data obtained from real conditions in the field, secondary data such as disturbance data and literature studies from supporting books as well as journals and research reports that have been carried out previously and other sources. Support for research. Based on the calculation, the relay setting value for the standard inverse characteristic overcurrent value at the Poltekpar GH is 299.2 A (primary)/4.98 A (secondary), the TMS setting for the overcurrent relay at the farthest protection is 0.499 and the TMS is 0.034 for the GFR relay. GH Bowling 299.2 A (primary) and 4.48 A (secondary), setting TMS for 0.199 overcurrent relay and TMS on 0.134 GFR relay. For the outgoing feeder 20 kV 393.8 A (primary)/3,281A (secondary), the TMS setting for the overcurrent relay is 0.319 for the outgoing feeder, and the TMS for the ground fault relay is 0.232. The overcurrent relay setting value for the incoming 20 kV transformer is 1905 A (primary)/0.9252 A (secondary), the TMS for the incoming Kalingga feeder is 0.248 and the TMS for the ground fault relay is 0.33. 
Pengujian power supply switching komputer 12 Volt di laboratorium Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang Saukani, Imam; Triturani, Rina
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.340

Abstract

Sumber tegangan (power supply ) sangat dibutuhkan dalam kegiatan praktikum di pembelajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, sehingga ketersediaanya sangat diperlukan, sehingga diperlukan alternatif lain untuk menambah ketersediannya. Sementara saat ini banyak tersedia power supply computer. Di penelitian ini dilakukan pengujian apakah power supply computer bisa digunakan untuk kegiatan praktikum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana peneliti menggunakan beban resistif yang nilainya sengaja diubah-ubah untuk mengamati pengaruhnya terhadap nilai tegangan dan arus pada output power supply computer. Dari percobaan yang didapat dari hasil pengukuran, bahwa besarnya resistor/hambatan akan mempengarui arus luaran, tegangan luaran 12 Volt bila diberikan hambatan a variabel berubah 5 ohm dengan variasi beban antara 50-170 ohm maka arus yang mengalir bernilai antara 0,100 sampai 0,029 Ampere, sehingga power supply computer tersebut bisa digunanakan untuk kebutuhan praktikum yang kebutuhan dayanya 0,029 -1,2 Watt. ABSTRACT Voltage sources (power supply) are needed in practical activities in learning, research and community service, so their availability is very necessary, so other alternatives are needed to increase their availability. While there are currently many available computer power supplies. In this study, we tested whether the computer power supply can be used for practical activities. The method used in this study is an experimental method, where the researcher uses a resistive load whose value is deliberately varied to observe its effect on the voltage and current values at the computer's power supply output. From the experiments obtained from the measurement results, that the amount of resistor / resistance will affect the output current, the output voltage is 12 Volts when a variable resistance is given to change 5 ohms with a load variation between 50-170 ohms, the current flowing is between 0.100 to 0.029 Ampere, so The computer power supply can be used for practical needs with a power requirement of 0.029 -1.2 Watt.
Keterkaitan antara nilai-nilai efektif, rata-rata, dan ripple Murtono, Ari
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.347

Abstract

Besaran listrik adalah nilai efektif, nilai rata-rata, nilai puncak, nilai lembah, frekuensi, dan periode. Dalam sehari hari yang sering terdengar adalah istilah AC dan DC, besaran yang banyak dijumpai nilai RMS dan efektif. Nilai RMS dan efektif bagi orang awam tidak me-mahami dan tidak berusaha memahami, bahkan mahasiswa pun ma-sih banyak tidak memahami dan tidak penting untuk dipahami. Oleh karena itu pada penelitian ini peneliti meneliti selisih nilai kedua be-saran itu dan efeknya terhadap besaran lain. Kami menggunakan ana-lisis mathematika, hasil simulasi, kurva, analisis rangkaian. Akhirnya dapat menyimpulkan: 1. Jika nilai RMS sama dengan dengan nilai ra-ta-ratanya, maka besaran DC nyaris tanpa ripple. 2. Semua penyearah yang berasal dari jala-jala satu fasa sampai tiga fasa, frekuensi swit-chingnya sama dengan frekuensi jala-jala, sedang frekuensi ripple di luarannya bisa meningkat tergantung dari rangkaian dan jumlah fasa sumber daya nya. 3. Dengan mengubah rangkaian, dan atau memberi masukan lebih dari 1 yang berbeda fasa, maka akan meningkatkan frekuensi ripple dan frekuensi switching tetap semula. 4. Pada kon-verter DC-DC buck, dengan tegangan luaran yang tetap, maka diper-oleh: makin tinggi frekuensi ripple, dan atau makin tinggi dutycicle, dan atau indutansi makin besar, ripple luaran mengecil. ABSTRACT Electricity quantities are effective value, average value, peak value, valley value, frequency, and period. In everyday life, the terms AC and DC are often heard, quantities that are often found in RMS values and are effective. The value of RMS and it is effective for ordinary people do not understand and do not try to understand, even many students still do not understand and it is not important to understand. Therefore, in this study, researchers examined the difference in the values of the two quantities and their effects on other quantities. We use mathematical analysis, simulation results, curves, circuit analysis. Finally, we can conclude: 1. If the RMS value is the same as the average value, then the DC magnitude is almost without ripple. 2. All rectifiers come from single-phase to three-phase grids, the switching frequency is the same as the grid frequency, while the ripple frequency outside can increase depending on the circuit and the number of phases of its power source. 3. By changing the circuit, and or giving more than 1 input that is different in phase, it will increase the ripple frequency and the switching frequency remains the same. 4. In a DCDC buck converter, with a constant output voltage, we get: the higher the ripple frequency, and/or the higher the duty cycle, and/or the larger the inductance, the smaller the output ripple.
Analisis perbandingan tipe belitan terhadap nilai parameter motor induksi satu fasa Ridzki, Imron; Santoso, Asfari Hariz; Hermawan, Ahmad
JURNAL ELTEK Vol. 20 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.318

Abstract

Motor induksi merupakan salah satu motor listrik yang luas penggunaannya. Salah satu jenis motor induksi adalah motor induksi satu fasa. Pada kondisi tertentu motor induksi perlu dilakukan rewinding pada kumparannya. Proses rewinding sebelumnya harus ditentukan jumlah kutub, tipe belitan, dimensi konduktor, serta jumlah lilitnya. Praktik di lapangan ketika melakukan proses rewinding umummya hanya memperhatikan jumlah kutub, akan tetapi tipe belitan tidak begitu diperhatikan secara khusus. Pada dasaranya setiap tipe belitan menghasilkan gaya gerak magnit (mmf) yang berbedabeda, yang mana mmf tersebut mengandung komponen fundamental dan komponen harmonisanya. Hal ini akan berakibat fluksi yang dihasilkan juga berbeda. Dimana fluksi juga mempunyai peran pada nilai parameter motor induksi satu fasa. Pada penelitian ini dilakukan proses rewinding pada dua motor induksi dengan konstruksi yang sama, motor induksi pertama (M1) dengan tipe belitan terbagi-skrew dan motor induksi kedua (M2) dengan tipe belitan terpusat terdistribusi, kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui paramater motor induksi hasil rewinding. Hasil pengujian didapatkan perbedaan nilai reaktansi dimana M1 nilai reaktansi kumparan stator dan rotornya berturut-turut 5,71 Ω dan 5,71 Ω, pada M2 nilai reaktansi stator dan rotornya berturut-turut 5,98 Ω dan 5,98 Ω. Analisis perbedaan nilai reaktansi motor induksi tersebut dilakukan analisis finite element menggunakan perangkat lunak FEMM 4.2. ABSTRACT The single-phase induction motor is one of the most widely used electric motors. Under certain conditions, the induction motor needs to be rewinded on the coil. The rewinding process must determine the number of poles, the type of winding, the dimensions of the conductor, and the number of turns. Generally, when carrying out the rewinding process, the winding type is not given much special attention. Where each type of winding produces a different magnetomotive force (mmf). This will result in different fluxes resulting in different parameter values for single-phase induction motors. In this study, a comparison of the parameters of an induction motor with the same construction and with different winding types will be carried out. The first motor (M1) is of the screw-shared winding type and the second motor (M2) is of the distributed concentrated winding type. The test results show a difference in the reactance value where M1 the reactance values of the stator and rotor coils are 5.71 Ω and 5.71 Ω, respectively, while in M2 the stator and rotor reactance values are 5.98 Ω and 5.98 Ω, respectively. The difference in reactance values was carried out by finite element analysis using FEMM 4.2.

Page 1 of 1 | Total Record : 7