Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Forecasting Potensi Energi Gas Metana menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada TPA Manggar kota Balikpapan Kusuma, Vicky Andria; Hasanah, Barokatun; Slamet, Slamet
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 5, No 2 (2020): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v5i2.533

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) memiliki kelebihan dalam ketersedian bahan bakar yaitu sampah, sehingga biaya untuk bahan bakar pembangkit menjadi lebih murah. Selain itu dengan mengelola sampah menjadi energi listrik akan mendapatkan dua manfaat yaitu pasokan listrik bertambah dan kebersihan kota. Dalam perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) ini menggunakan metode sanitary landfill untuk mengolah sampah menjadi gas metana dan selanjutnya akan diubah menjadi energi listrik. Pada penelitan ini penulis menggunakan perhitungan gas metana dengan menggunakan model U.S Environmental Protection Agency,s (EPA) dan  menunjukkan bahwa gas metana yang dihasilkan pada TPA Manggar Kota Balikpapan mencapai nilai 9.218.449,07 m^3 pada tahun 2020 dan energi listrik yang dihasilkan adalah 102.970.076,17 kWh pada tahun 2020. Untuk biaya investasi dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yaitu Rp. 12.782.188.694 dan biaya operasi dan pemeliharaan adalah Rp. 52.953.706.790. Adapun perkiraan penerimaan biaya yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 164.546.181.711,91 dan untuk perkiraan manfaat bersih yang dihasilkan adalah Rp. 111.592.474.922 serta perkiraan depresiasi adalah Rp. 16.454.618.171,19. Dan untuk perhitungan ekonomi teknik yang didapatkan untuk Net Present Value adalah sebesar Rp. 7.803.864.099.433, untuk nilai Internal Rate of Return adalah sebesar 19%, untuk Benefit Cost Ratio adalah sebesar 119,72 serta untuk nilai Payback Periode adalah sebesar 0,4 Tahun.
Forecasting Potensi Energi Gas Metana menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada TPA Manggar kota Balikpapan Vicky Andria Kusuma; Barokatun Hasanah; Slamet
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 5 No. 2 (2020): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v5i2.318

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) memiliki kelebihan dalam ketersedian bahan bakar yaitu sampah, sehingga biaya untuk bahan bakar pembangkit menjadi lebih murah. Selain itu dengan mengelola sampah menjadi energi listrik akan mendapatkan dua manfaat yaitu pasokan listrik bertambah dan kebersihan kota. Dalam perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) ini menggunakan metode sanitary landfill untuk mengolah sampah menjadi gas metana dan selanjutnya akan diubah menjadi energi listrik. Pada penelitan ini penulis menggunakan perhitungan gas metana dengan menggunakan model U.S Environmental Protection Agency,s (EPA) dan menunjukkan bahwa gas metana yang dihasilkan pada TPA Manggar Kota Balikpapan mencapai nilai 9.218.449,07 m^3 pada tahun 2020 dan energi listrik yang dihasilkan adalah 102.970.076,17 kWh pada tahun 2020. Untuk biaya investasi dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yaitu Rp. 12.782.188.694 dan biaya operasi dan pemeliharaan adalah Rp. 52.953.706.790. Adapun perkiraan penerimaan biaya yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 164.546.181.711,91 dan untuk perkiraan manfaat bersih yang dihasilkan adalah Rp. 111.592.474.922 serta perkiraan depresiasi adalah Rp. 16.454.618.171,19. Dan untuk perhitungan ekonomi teknik yang didapatkan untuk Net Present Value adalah sebesar Rp. 7.803.864.099.433, untuk nilai Internal Rate of Return adalah sebesar 19%, untuk Benefit Cost Ratio adalah sebesar 119,72 serta untuk nilai Payback Periode adalah sebesar 0,4 Tahun.
Sistem Monitoring Stok dan Penjualan Minuman pada Vending Machine berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Google Sheets dan Kodular Vicky Andria Kusuma; M. Ihsan Alfani Putra; Sena Sukmananda Suprapto
Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi 2022, Vol. 4, No. 3
Publisher : Rektorat Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.134 KB) | DOI: 10.37034/jsisfotek.v4i3.136

Abstract

Perkembangan teknologi membawa kemudahan dalam bertransaksi. Salah satunya adalah pembayaran digital dengan dompet elektronik. Untuk mengatasi masalah ini, Bank Indonesia (BI) pada tahun 2019 menciptakan standar pembayaran digital yang disebut QRIS. QRIS akan mulai banyak digunakan pada tahun 2020 saat melakukan pembayaran antara e-wallet dan bank menggunakan kode QR. Dalam QR Code ini terdapat informasi mengenai pengenal dan penunjukan transaksi. Sayangnya, hanya sedikit orang yang menggunakan QRIS API untuk sistem pembayaran otomatis. Pada penelitian ini, monitoring system pada mesin penjual minuman otomatis akan termonitoring secara realtime dengan Internet of Things. Keamanan sistem transaksi pembayaran digital dalam penelitian ini juga dipastikan seaman mungkin dengan menggunakan fitur QRIS yang selalu update setiap pembayaran dan menghindari kesalahan dalam tracking. Proses melakukan penelitian ini dimulai dengan pembuatan coding berbasis Google Sheets yang mana sistem akan berintegrasi dengan sistem perangkat keras.
PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA DI BERBAGAI BIDANG KEILMUAN Bambang Suharto; Aji Akbar Firdaus; Damar Kristanto; Novianto Edi Suharno; Dimas Fajar Uman Putra; Vicky Andria Kusuma
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i2.2022.325-333

Abstract

Literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu. Terdapat enam literasi yang harus dikuasai peserta didik, orang tua, dan seluruh warga masyarakat menurut World Economic Forum yaitu baca tulis, literasi numerasi, literasi finansial, literasi sains, literasi budaya dan kewarganegaraan, serta literasi teknologi informasi dan komunikasi atau digital. Namun kemampuan ini tidak hanya berupa literasi secara umum, tetapi juga literasi dalam berbagai bidang keilmuan seperti literasi keuangan, literasi kesehatan, literasi sosial, dan literasi saintifik serta pengaruh antar bidang ilmu pengetahuan yang lain. Oleh karena itu, kuisioner tentang pengaruh literasi diberbagai bidang ilmu pengetahuan diperlukan. Berdasarkan hasil kuisioner yang telah dilakukan, dapat disimpulkan mahasiswa UNAIR semester 2 tahun angkatan 2021 sudah memiliki pemahaman mengenai kemampuan literasi dan pentingnya peran membaca dalam kemampuan literasi. Namun, kemampuan literasi mahasiswa semester 2 Universitas Airlangga terbilang masih kurang karena 62% responden masih melakukan kegiatan literasi hanya tergantung dari bacaannya saja, serta 86% responden masih mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang dibaca.
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN WARGA KELURAHAN LAMARU DALAM MENGOLAH LIMBAH KOTORAN TERNAK MENJADI KOMPOS ORGANIK Vicky Andria Kusuma; Aji Akbar Firdaus
Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v6i2.2022.334-341

Abstract

Pupuk adalah suatu zat yang diberikan ke tanah untuk menyuburkan atau memperbaiki kondisi tanah. Pupuk secara umum dibagi menjadi 2 yaitu pupuk organic (kompos) dan anorganik). Kompos merupakan pupuk yang berasal dari bahan organic yang dibutuhkan oleh tanaman. Rukun Tetangga (RT) 13 Desa Lamaru merupakan salah satu unit tetangga yang diklasifikasikan sebagai Desa Tangguh oleh pemerintah. Sebagian besar warga RT. 13 bekerja sebagai peternak dan petani. Desa tersebut terdapat sumber daya yang dimiliki, seperti lahan yang digunakan warga untuk menanam sayur mayur sehingga dapat dikonsumsi dijual ke pasar. Selain itu, lumbung yang digunakan bersama oleh masyarakat untuk pakan ternak. Namun, beberapa sumber daya yang dimiliki warga belum dimanfaatkan secara optimal seperti kotoran sapi yang dapat dijadikan kompos. Ada juga alat pengasah yang terbengkalai dan disalahgunakan. Hal ini karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pupuk organik sehingga masyarakat tidak memanfaatkan sumber-sumber tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, melalui pengabdian masyarakat ini dilakukan beberapa kegiatan untuk dapat menjawab permasalahan tersebut. Kami akan memberikan edukasi tentang manfaat kompos dan memberikan penyuluhan kepada warga tentang cara membuat kompos.
Analysis of the Potential for Installing a Solar Power Plant on a BNI Bank Rooftop in the City of Balikpapan Permai Vicky Andria Kusuma; Sena Sukmananda Suprapto; Aji Akbar Firdaus; Jenrychk Marcelino Tandi Karrang
International Journal of Reconfigurable and Embedded Systems (IJRES) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijres.v12.i1.pp%p

Abstract

The installation of a solar energy generation system is being carried out to increase the use of renewable energy. This research is on the availability of many solar pandies behind the equator and requires banks. The Solar Power Plant (SPP) design results in the Bank Negara Indonesia (BNI) Balikpapan Permai bank building have shown good potential to be implemented even in changing climatic conditions. The SPP system has a total power higher than the total power consumption in the BNI bank building, with a power consumption of 33 kW. In comparison, for the SPP system in November, the power was 50,78 kW, and the power generated in December was 5,696 kW. This means that the BNI office receives an electricity surplus of 12,696 kW - 17,78 kW, with a total power of 9,8 kW from solar modules used.
Analisis potensi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada rooftop Bank BNI kota Balikpapan Permai Vicky Andria Kusuma; Sena Sukmananda Suprapto; Jenrychk Marcelino Tandi Karrang
JURNAL ELTEK Vol 20 No 1 (2022): ELTEK Vol 20 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.915 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v20i1.327

Abstract

ABSTRAK Pemasangan sistem pembangkit listrik tenaga surya dilakukan untuk meningkatkan penerapan energi terbarukan dengan memanfaatkan energi surya. Tersedianya banyak kapasitas energi matahari di balikpapan yang dilewati oleh garis khatulistiwa, serta perkantoran perbankan yang memerlukan keandalan suplai energi menjadi alasan penelitian ini dilakukan. Hasil desain PLTS di gedung Bank BNI Balikpapan Permai telah terbukti memiliki potensi yang baik sehingga dapat terwujud bahkan dalam perubahan kondisi cuaca. Sistem PLTS memiliki total daya yang lebih besar dari total konsumsi daya di Gedung Bank BNI dengan konsumsi daya 33 kW, sedangkan untuk sistem PLTS pada November dayanya 50.784 kW dan daya yang dihasilkan pada Desember adalah 45.696 kW. Sehingga kantor BNI akan mendapatkan surplus daya sebesar 12.696 kW – 17.784 kW, dengan kapasitas total Solar Panel yang digunakan Sebesar 9840 kW. ABSTRACT The installation of a solar energy generation system is being carried out in order to increase the use of renewable energy through the use of solar energy. The availability of many solar power capacities behind the equator, as well as banks that require a reliable power supply, are the reasons for this research. The results of the PLTS design in the BNI Balikpapan Permai bank building have shown good potential to be implemented even in changing climatic conditions. The PLTS system has a total power higher than the total power consumption in the BNI bank building with a power consumption of 33 kW, while for the PLTS system in November the power is 50,78 kW and the power generated in December is 5,696 kW. This means that the BNI office receives an electricity surplus of 12,696 kW - 17,78 kW, with a total power of 9,8 0 kW from solar modules used.
Analysis of the effect of a microcontroller-based solar panel cooling system on temperature and power output Vicky Andria Kusuma; Happy Aprillia; Sena Sukmananda Suprapto; Muhammad Nizhom Ramadhani; Aji Akbar Firdaus; Dimas Fajar Uman Putra
International Journal of Applied Power Engineering (IJAPE) Vol 12, No 2: June 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijape.v12.i2.pp119-125

Abstract

This research addresses the problem of temperature fluctuations affecting the efficiency of solar panels. A cooling system has been developed using a Peltier and a combination of air- and water-cooling methods. The air-cooling system involves placing a Peltier coated with a heatsink under the solar panel, while the water-cooling system uses pumped water on the panel's surface. The study aims to design a solar panel cooling system to reduce temperature and power losses and compare its output to standard solar panels. The system includes a Peltier, DC fan, and heatsink. Results indicate that the air-cooling system reduced temperature losses on the bottom milk of solar panels by 14.5%. However, the surface of solar panels showed no reduction in temperature losses. Additionally, solar panels with cooling systems were able to reduce power losses by 4% compared to standard solar panels. This research suggests that the use of an air-cooling system utilizing Peltier as the cooling medium could be a potential solution to reduce temperature losses and power losses on solar panels.
Pengukuran Waktu Tunggu Verifikasi Transaksi Digital Otomatis Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Dynamic pada Rancang Bangun Vending Machine Sena Sukmananda Suprapto; Vicky Andria Kusuma
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1552.668 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i1.330

Abstract

Perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam bertransaksi misalnya pembayaran digital menggunakan dompet elektronik (e-wallet). Karena banyaknya e-wallet yang beredar di Indonesia, Bank Indonesia (BI) membuat standar pembayaran digital dengan nama QRIS yang digunakan sebagai pembayaran antar berbagai e-wallet dengan menggunakan QR Code di tahun 2020. Terdapat dua jenis QRIS yaitu QRIS Static dan Dynamic. QRIS Dynamic terdapat informasi mengenai ID Penjual dan nominal transaksi yang selalu berubah untuk setiap transaksinya. Sayangnya, QRIS Dynamic belum banyak dimanfaatkan untuk sistem pembayaran otomatis. Fokus dalam penelitian ini adalah mengukur waktu tunggu verifikasi transaksi digital otomatis menggunakan QRIS API pada vending machine sebagai inovasi di bidang smart economy. Dari penelitian ini didapatkan nilai waktu tunggu rata-rata, maksimal, dan minimal berturut-turut adalah 4225,67 ms, 8054 ms, dan 1549 ms. Hasil tersebut sangat baik dengan nilai standar deviasi sampel yang sangat kecil, yaitu 14.78% atau 657,46 ms.
Leveraging PSO algorithms to achieve optimal stand-alone microgrid performance with a focus on battery lifetime Vicky Andria Kusuma; Aji Akbar Firdaus; Sena Sukmananda Suprapto; Dimas Fajar Uman Putra; Yuli Prasetyo; Firillia Filliana
International Journal of Applied Power Engineering (IJAPE) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijape.v12.i3.pp293-299

Abstract

This research endeavors to increase the lifespan of a battery utilized in a standalone microgrid system, a self-sufficient electrical system that consists of multiple generators that are not connected to the main power grid. This type of system is ideal for use in remote locations or areas where the grid connection is not possible. The sources of energy for this system include photovoltaic panels, wind turbines, diesel generators, and batteries. The state of charge (SOC) of the battery is used to determine the amount of energy stored in it. The particle swarm optimization (PSO) method is applied to minimize energy generation costs and maximize battery life. The results show that battery optimization can decrease energy generation costs from Rp 5,271,523.03 ($338.64 in USD) to Rp 13,064,979.20 ($839.30 in USD) while increasing the battery's lifespan by 0.42%, with losses of 7.22 kW and 433.29 kVAR, and also a life loss cost of Rp 5,499/$0.35.