cover
Contact Name
Muhammad Rafii
Contact Email
muhammad.rafii@uinjambi.ac.id
Phone
+6282291540674
Journal Mail Official
muhammad.rafii@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren Kab. Muaro Jambi, Kodepos: 36363
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Journal of Applied Transintegration Paradigm
ISSN : -     EISSN : 28281217     DOI : -
JOURNAL OF APPLIED TRANSINTEGRATION PARADIGM (JATP) is a peer-reviewed International Journal devoted to the timely study of Religion, Saints, Social, Health Sciences, Education, and Technology. The journal seeks high-quality research papers on the challenges and opportunities presented by Religion, Sains, Health Sciences, Education, and Technology and their impact on society. Issues in JATP cover almost all of the areas of knowledge. Topics include, but are not limited to, the following: Religion, Sains, Social, Health Sciences, Education, and Technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Revitalizing Learning: Implementing Transintegration of Knowledge for Holistic Education Munawaroh
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/v1ke2w82

Abstract

Kajian ini membahas revolusi pendidikan dalam era kontemporer dengan fokus pada revitalisasi pembelajaran melalui implementasi transintegrasi ilmu. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan studi pustaka, berbagai sumber literatur digunakan untuk memperkaya dalam pengumpulan dan analisis data. Artikel ini menyatakan bahwa paradigma holistik menjadi landasan utama untuk mengatasi keterbatasan pendidikan konvensional, memperkenalkan pendekatan yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan intelektual peserta didik. Integrasi ilmu memainkan peran kunci dalam merevitalisasi pembelajaran, menciptakan jembatan antara disiplin ilmu yang terpisah. Dengan menghadirkan transintegrasi ilmu, artikel ini merinci bagaimana pendidikan dapat menyajikan pengetahuan tidak sebagai entitas terisolasi, tetapi sebagai kesatuan yang saling terkait. Kajian ini menyajikan kontribusi penting terhadap diskursus pendidikan kontemporer dengan merinci implementasi transintegrasi ilmu untuk meniscayakan pendidikan holistik. Dengan mengintegrasikan paradigma holistik dan pendekatan integratif ilmu, pendidikan dapat melampaui batas-batas tradisional, menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan kompleks dalam dunia modern.
Paradigma Transintegritas Ilmu: Mendekati Islam dari Sisi Sosiologi Islam Hatta, Juparno
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/y07y5w82

Abstract

Paradigma transintegritas ilmu adalah penanda peristiwa transformasi lembaga untuk UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Paradigma ini, menandai runtuhnya tembok antara disipilin keilmuan Islam dan sains. Sebagai paradigma, pergeseran ini merupakan suatu keniscayaan. Kajian ini menggunakan teori paradigma dari Thomas S. Khun dan perspektif Konstrusi dari Peter L Berger. Selain itu, paradigma transintegritas ilmu membawa dampak dalam melihat dan memahami Islam secara objek kajian akademis. Islam tidak hanya lagi dilihat secara normatif, malainkan juga secara historis. Pasalnya, agama ini memiliki sejarah, bukan yang mengatasi sejarah. Makna dan praktik Islam tidak hanya tercermin dari ajaran agama itu sendiri, tetapi juga melalui perjalanan sejarah yang panjang. Dalam perjalanan itu ditemukan evolusi pemikiran, perubahan sosial, dan interaksi budaya yang mempengaruhi pemahaman umat Islam terhadap agama mereka. Selalu ada interaksi antara agama, individu, dan masyarakat. pemahaman tentang Islam tidak hanya melibatkan aspek keagamaan, tetapi juga menggali aspek-aspek seperti struktur kekuasaan, stratifikasi sosial, identitas kelompok, serta respons terhadap perubahan sosial dan politik.
Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum di Jambi Rusmanto
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/b7jrka21

Abstract

Pendidikan Agama Islam disebut sebagai pendidikan dasarnya mendidik manusia menjadi pribadi-pribadi khilaafah dan Abdullah. Pendidikan ini diharapkan membawa dampak yang mendalam dalam membentuk kepribadian, moralitas, dan pandangan hidup individu. Namun demikian, realitas belum mencapai hal tersebut. Pendidikan ini hanya masih bertahan dengan tradisi old tradition. Paslanya, Paradigma pembelajaran yang tradisional cenderung membatasi ruang pemikiran dan keterlibatan siswa dalam menghadapi kompleksitas tantangan kontemporer. Selain itu, praktik pendidikan agama (Islam) selama ini lebih bercorak eksklusivistik ketimbang inklusivistik. Serta, kurang memperhatikan pengembangan keterampilan praktis dan aplikatif yang dibutuhkan siswa dalam menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga tidak responsif dan terbuka terhadap perubahan sosial serta tantangan semangat zaman. Hal tersebut mengandaikan tindakan shifting paradigma atas PAI dewasa ini, termasuk pada Perguruan Tinggi Umum. Evolusi ini didorong oleh kebutuhan untuk menyelaraskan ajaran agama dengan realitas sosial, teknologi, dan nilai-nilai global yang berkembang pesat. Arah perubahan ini, menggerakan PAI di PTU ke arah paradigma interdisipliner, tidak lagi monodisiplin. Tujuannya agar, PAI dapat responsif, inklusif, dan linear dengan kebutuhan dan semangat zaman. Pendidikan Agama Islam harus menjadi pilar yang relevan, menyesuaikan diri dengan tantangan dan semangat zaman, agar mampu membekali generasi dengan pemahaman yang mendalam dan aplikatif tentang nilai-nilai agama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern
Tafsir Ilmi Tentang Rantai Makanan (Studi Terhadap Q.S. An-Nahl [16]: 5-11) Hoir, Hubul; Rahman, Muhammad Iqbal
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/qqvn1w26

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang rantai makanan dan keterkaitannya dengan Al-Qur’ān. Objek dalam riset ini adalah organisme yang disebut dalam Q.S. An-Nahl [16]: 5-11. Pokok pertanyaan dalam tulisan ini adalah “Bagaimana keterkaitan manusia dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan ditinjau dari perspektif Al-Qur’ān dan fakta sains?” Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis, dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik kepustakaan. Hasil dari tulisan ini menemukan bahwa keterkaitan manusia dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan merupakan sebuah keniscayaan dalam sebuah kehidupan dan rantai makanan. Beberapa hewan ternak yang memiliki bermanfaat terhadap kebutuhan hidup manusia antara lain unta, sapi, dan kambing. Ketiga hewan tersebut sama-sama menghasilkan daging dan susu yang sangat baik untuk dikonsumsi, serta dari kulitnya dapat dijadikan pakaian yang menutupi tubuh manusia dan melahirkan keindahan. Selain hewan ternak, manusia juga diberkati dengan kehadiran hewan-hewan tunggangan yang dapat menjadi sarana transportasi ke tempat yang jauh. Air merupakan sumber kehidupan. Tuhan menurunkan air yang disebut hujan sebagai ‘rahmat’ yang menumbuhkan dedaunan, rerumputan, biji-bijian, dan buah-buahan. Baik manusia, hewan ternak, dan hewan tunggangan, membutuhkan air dalam sebuah rantai makanan. Tanpa ketersediaan air, tidak ada kehidupan yang dapat bertahan.
Pemikiran Dakwah Kh. Hasyim Asy’ari: Sebuah Pendekatan Antropologi M. Hambali
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/81h84n79

Abstract

Pemikiran dakwah KH. Hasyim Asy'ari mengemuka sebagai landasan utama dalam riset ini, yang dilakukan melalui pendekatan antropologi. Dalam eksplorasi biografi KH. Hasyim Asy’ari, kajian ini merinci perjalanan hidupnya yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial. Seiring dengan itu, pemahaman mendalam tentang situasi masyarakat pada masa KH. Hasyim Asy’ari menjadi fokus untuk melibatkan pembaca dalam konteks historis yang melingkupi kehidupannya. Penelitian ini juga mencakup analisis pendidikan yang diterima oleh KH. Hasyim Asy’ari, menyoroti pengaruhnya terhadap pemikiran keagamaan dan pendekatan dakwah. Aktivitas dakwah dan jihad KH. Hasyim Asy’ari menjadi puncak penelitian ini, mengeksplorasi peran signifikan yang dimainkannya dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di tengah-tengah masyarakat. Melalui pendekatan antropologi, riset ini berusaha memahami konteks budaya dan sosial yang membentuk pemikiran dakwah KH. Hasyim Asy’ari, menjelaskan bagaimana pengalaman pribadinya, pendidikan, dan interaksi dengan masyarakat berkontribusi terhadap pengembangan ideologi dakwahnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang peran penting KH. Hasyim Asy’ari dalam mengarahkan perubahan sosial dan keagamaan, serta bagaimana pemikirannya dapat terus menginspirasi generasi-generasi berikutnya.
Dinamika Kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia Anistianingsih; Maratul Sholehah, Khalifah
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jnkf7468

Abstract

Artikel ini membahas peran dan signifikansi kebijakan pendidikan sebagai bentuk kebijakan publik yang mempengaruhi sistem pendidikan suatu negara atau wilayah. Dalam abstrak ini, akan diuraikan definisi kebijakan pendidikan, urgensi analisis kebijakan pendidikan, fungsi analisis kebijakan pendidikan, dan karakteristik analisis kebijakan pendidikan. Definisi kebijakan pendidikan mengacu pada konsep dasar kebijakan serta cakupan spesifik yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Analisis kebijakan pendidikan penting karena berkontribusi pada perbaikan kualitas pendidikan, pengurangan ketidaksetaraan, persiapan tenaga kerja, dan dukungan pengambilan keputusan yang informatif. Analisis kebijakan pendidikan memiliki fungsi utama dalam mengidentifikasi permasalahan pendidikan, mengevaluasi kebijakan yang ada, merumuskan dan mengembangkan kebijakan baru, serta mendukung pengambilan keputusan yang berbasis bukti. Karakteristik analisis kebijakan pendidikan mencakup orientasi pendidikan, kompleksitas, keterlibatan pemerintah, regulasi, dampak masyarakat, pembiayaan, keterlibatan pihak-pihak terkait, evaluasi, dan keterkaitan dengan isu-isu sosial. Artikel ini akan menguraikan setiap aspek ini secara lebih rinci dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya kebijakan pendidikan sebagai elemen kunci dalam pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Dengan melihat urgensi, fungsi, dan karakteristik analisis kebijakan pendidikan, kita dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang yang mungkin muncul di masa depan dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik.
Isu-Isu Kritis Kebijakan Pendidikan dan Relasinya dan Pendidikan Islam (Kebijakan Merdeka Belajar dan Dampaknya Bagi Pendidikan) Feronika, Anggun; Si’in
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/553gcb12

Abstract

Kebijakan adalah sebagai suatu disiplin ilmu sosial terapan yang menggunakan argumentasi rasional dengan menggunakan fakta-fakta untuk menjelaskan, menilai, dan membuahkan pemikiran dalam rangka upaya memecahkan masalah publik. Konsep “Merdeka Belajar” merupakan usaha untuk mewujudkan kemerdekaan dalam berpikir. Adanya kebijakan ini memberikan harapan besar bagi lembaga pendidikan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan mutu pendidikan di lembaganya. Pendidikan Agama Islam sebagai rangkaian mata pelajaran Islam disampaikan baik secara formal di sekolah maupun informal dan formal di rumah dan masyarakat dengan materi yang diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi harus merespons kebijakan “Merdeka Belajar”. Dampak Merdeka Belajar di Sekolah kurikulum merdeka pada program Merdeka Belajar menggunakan pendekatan progresif yang menekankan proses belajar secara langsung melalui penerapan. Karena itu dikembangkan metode belajar project based learning. Dalam Pembelajaran dengan sistem ini, anak-anak didorong untuk mengerjakan sebuah project sebagai sarana mereka untuk belajar.
TOLERANSI: FONDASI UTAMA PERDAMAIAN DUNIA Bambang Irawan, Gusli
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/1zfqnt65

Abstract

Artikel ini menekankan pentingnya toleransi sebagai fondasi esensial untuk memelihara kedamaian global di tengah beragamnya perbedaan yang ada dalam era globalisasi. Latar belakang menyoroti bagaimana perbedaan agama, budaya, etnis, dan pandangan politik dapat memicu konflik yang mengancam stabilitas global. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memahami makna toleransi serta mengidentifikasi cara untuk menciptakan perdamaian dunia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan sumber dari buku, majalah, jurnal, dan literatur terkait. Hasil dan Diskusi menguraikan konsep toleransi sebagai sikap penghargaan terhadap perbedaan serta menjelaskan langkah-langkah menuju harmoni global melalui strategi diplomasi, peningkatan kesadaran akan keberagaman, dan kerjasama global dalam menyelesaikan konflik. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga perdamaian dunia di tengah keragaman. Dengan mengadopsi nilai-nilai toleransi, diharapkan masyarakat global dapat memajukan langkahnya menuju dunia yang inklusif, adil, dan damai.
al-Huwiyyah al-Dīniyyah li-‘Aṣr al-Mujtama‘ 5.0 Abdul Latif
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/yx00tm13

Abstract

The era of society 5.0 is an era where humans have a hybrid life. Humans are side by side with technology that has almost the same intelligence as humans, but the difference is that if humans are God's creation, then technology is human creation. The use of artificial intelligence can be fully controlled by humans. So to bring out the controller in this situation, a human religious identity is needed. Religious identity is able to accommodate the factors that influence human development in the era of society 5.0. In society 5.0 there are three dimensions, namely innovative policies, having an entrepreneurial spirit, and having skills in entrepreneurship. These three dimensions, if based on human understanding of religion through their respective identities in their respective religions, will increasingly direct the development of this era to be more advanced.
OVERSEAS JAVANESE: DETERMINING A GOOD DAY TO GET MARRIED Hakim , Anwar; Muhammad Hakiki, Kiki
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ekzzv011

Abstract

Indonesian people are very famous for their customs and culture. In all aspects of life, whether related to worship rituals or any muamalah ritual, it is very closely related to customs that have existed for generations passed down by the ancestors of the Indonesian nation. Especially the Javanese people who are very close to the customs and culture that they have embraced. As an example of a custom that is still maintained today is to determine a good day to hold a marriage contract using the method of calculating the market day related to the birthday (weton) of the prospective bride and groom. This is when it is associated with marriage in Islam, it often causes polemics related to the law of determining the auspicious day of marriage based on the Javanese calculation formula.

Page 9 of 11 | Total Record : 106