cover
Contact Name
Muhammad Rafii
Contact Email
muhammad.rafii@uinjambi.ac.id
Phone
+6282291540674
Journal Mail Official
muhammad.rafii@uinjambi.ac.id
Editorial Address
Jl. Jambi Ma. Bulian KM. 16 Simpang Sungai Duren Kab. Muaro Jambi, Kodepos: 36363
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Journal of Applied Transintegration Paradigm
ISSN : -     EISSN : 28281217     DOI : -
JOURNAL OF APPLIED TRANSINTEGRATION PARADIGM (JATP) is a peer-reviewed International Journal devoted to the timely study of Religion, Saints, Social, Health Sciences, Education, and Technology. The journal seeks high-quality research papers on the challenges and opportunities presented by Religion, Sains, Health Sciences, Education, and Technology and their impact on society. Issues in JATP cover almost all of the areas of knowledge. Topics include, but are not limited to, the following: Religion, Sains, Social, Health Sciences, Education, and Technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
DESIGNING FAMILY EDUCATION THROUGH THE RULES OF THE QURAN AND HADITH Miftah Arief, M.; Afnanda, Mihrab; Vina Rohmatika, Ratu
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/v8gsjv68

Abstract

Islamic education should provide young Muslims with the opportunity to learn about their religion. The meaning of education is to develop physical and spiritual potential to obtain certain values ​​and norms. These educational activities can take place in a family, school, or community. The family, school and community are environments that can shape human character. While these three factors influence each other, parenting has the greatest impact on children's education. If the family manages to build a home, the roles of school and community will complement each other. The family is the first and most important environment for a child. This is because the child has a blood bond with his parents that cannot be separated for the rest of his life. Parental consent and parental consent have a large impact on children's behavior. So many moral ailments are caused by the atmosphere of family life. The family is everything to the child. In other words, the picture of the family can be seen from the child's character, habits and morals.
ANALISIS DEMOGRAFI SOSIAL DAN EKONOMI TERHADAP JUMLAH ANGGOTA RUMAH TANGGA DI DESA SUNGAI LINGKAR KABUPATEN BATANG HARI Samsul; Yulmardi; Safri , Muhammad
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/rywcqn06

Abstract

Penelitian ini mengkaji kondisi demografi, sosial, dan ekonomi di Desa Sungai Lingkar, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari. Latar belakang penelitian ini didasari oleh peningkatan tingkat kelahiran yang terlihat dari angka kelahiran kasar sebanyak 17 jiwa, angka kelahiran umum sebanyak 94 jiwa, dan angka kelahiran menurut kelompok umur sebanyak 36 jiwa. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data mengenai tingkat kelahiran, kematian, mobilitas, pendidikan, dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kematian kasar di desa ini adalah 1,19 jiwa dengan angka kematian menurut umur sebanyak 5 jiwa, dan adanya mobilitas penduduk karena pernikahan, pekerjaan, dan pendidikan. Tingkat pendidikan mayoritas penduduk adalah sekolah dasar, mencerminkan kurangnya pemahaman pentingnya pendidikan di kalangan wanita usia subur. Kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk memeriksa kesehatan dan konsultasi KB lebih banyak dilakukan oleh istri tanpa didampingi suami karena alasan pekerjaan. Kondisi pendapatan keluarga di desa ini rata-rata berkisar antara Rp 1.500.000-2.500.000 per bulan, dengan 58,14% keluarga berada dalam rentang ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kondisi demografi dan sosial ekonomi Desa Sungai Lingkar menunjukkan tantangan dalam aspek pendidikan dan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan ekonomi.
MENERKA KEADILAN TUHAN: MU’TAZILAH DAN AHLU SUNNAH DALAM PERSETERUAN IDEOLOGI Sulistio, Dody
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/4ff9fd53

Abstract

Keadilan Tuhan menjadi salah satu isu teologis sentral dalam Islam. Mu'tazilah dan Ahlu Sunnah, dua aliran teologi utama dalam Islam, memiliki pandangan yang berbeda tentang konsep ini. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang perdebatan teologi antara Mu'tazilah dan Ahlu Sunnah tentang keadilan Tuhan. Ahli sunnah dalam tulisan ini difokuskan pada dua paham besar yakni, Ash’ariyah dan Maturidiyah. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analitik. Data dikumpulkan dari berbagai sumber primer dan sekunder, seperti buku, artikel, dan jurnal ilmiah. Hasil dari pembahasan ini adalah Perbedaan pendapat yang terjadi antara aliran Mu’tazilah dan Ahlu Sunnah dilatar belakangi oleh dua hal; Pertama.Pemahaman tentang kebebasan manusia: Mu'tazilah menekankan kebebasan manusia dalam bertindak, sedangkan Ahlu Sunnah menekankan kemahakuasaan Tuhan atas segala sesuatu, termasuk tindakan manusia. Kedua, Pemahaman tentang keadilan Tuhan dalam memberikan reward dan punishment. Mu’tazilah berpendapat bahwa Tuhan akan mengadili manusia berdasarkan perbuatannya. Keadilan Tuhan harus dipandang kesesuaian untuk membei reward bagi yang beramal baik dan punishment bagi yang berbuat salah. Perbuatan manusia, menurut Mu'tazilah, berasal dari dirinya sendiri dan bukan diciptakan oleh Tuhan. Di sisi lain Ahlu Sunnah memiliki perbedaan pandangan dalam hal ini. Ash’ari berpendapat Tuhan dengan kehendak absolutnya dapat memasukkan manusia yang taat ke neraka atau manusia yang bermaksiat ke surga. Keadilan Tuhan, menurut Ash'ari, tidak terikat pada konsep reward dan punishment manusia. Sedangkan Maturidi berpendapat Tuhan tidak mungkin melakukan hal tersebut karena akan berdampak pada janji dan ancaman Tuhan yang telah ditetapkanNya sendiri’. Namun demikian manusia tidak memiliki kemampuan untuk menentukan hal “baik” dan “buruk” yang menyebabkannya masuk surga atau neraka.
MODEL PEMBELAJARAN SENTRA BERMAIN PERAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM AL-MAHIR KOTA JAMBI Ahlina, Salsabila
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ntg1j670

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang model pembelajaran anak usia dini dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak melalui meda pembelajaran sentra bermain peran. Pokok pertanyaan dalam tulisan ini adalah “Bagaimana mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini?” Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif, dan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil dari tulisan ini menemukan bahwa Pelaksanaan model pembelajaran sentra bermain peran di Taman Kanak-Kanak Islam Al-Mahir adalah pada proses pelaksanaan pembelajaran melaksanakan apa yang telah direncanakan oleh guru dalam rancangan program dan mendesain lingkungan belajar sebagaimana yang telah ditetapkan dalam model pembelajaran sentra bermain peran akan tetapi belum maksimal dalam penerapannya. Kemampuan sosial anak di Taman Kanak-Kanak Islam Al-Mahir sudah berkembang sesuai Tingkat Pencapaian Perkembangan Sosial Anak Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Namun masih ada beberapa anak yang kemampuan sosialnnya belum berkembang secara baik.
PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT AL-QUR’AN SURAT AT-TAHRIM: 6 TENTANG PENDIDIKAN KELUARGA Rahmatan, Madah; Rahayu, Dewi; Sani, Nurhikmah; Pratama, M. Ridho; Irhamuddin
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/3zynqt49

Abstract

Misi dalam pendidikan sejak penciptaan nabi Adam AS yang kemudian ditegaskan kembali dalam wahyu pertama yang Allah SWT turun kepada Nabi Muhammad SAW. ajaran agama Islam telah mengajarkan bagi setiap keluarga yang ingin berkembang untuk selalu mendidik putra-putrinya dengan ajaran yang baik dan sesuai dengan kaidah keislaman. Metodelogi penelitian menggunakan metodelogi kajian pustaka (Library Research). Data yang digunakan ialah buku-buku, artikel-artikel dan lain-lain. Dalam surat at-Tahrim ayat 6, objek perintah adalah seorang yang beriman. Orang yang beriman artinya adalah orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta apa yang dibawa olehnya. Dalam ayat tersebut, seorang yang beriman diperintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. Neraka adalah bagian dari dimensi kehidupan selanjutnya setelah kehidupan di dunia. Hal ini menunjukan bahwa orientasi penjagaan tersebut bukan hanya penjagaan yang bersifat duniawi, tapi juga bersifat ukhrawi. Tujuan pendidikan islam secara umum adalah menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah Swt melalui penanaman nilai-nilai islami yang di ikhtiarkan oleh pendidik agar tercipta manusia yang beriman, bertaqwa, berilmu, pengetahuan yang mampu mengembangkan dirinya menjadi hamba Allah yang taat.
ENTREPRENEURSHIP ISLAM SUATU JALAN ALTERNATIF: TINJAUAN EPISTEMOLOGI Darmadi; Hoir, Hubul
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/z1907759

Abstract

Entrepreneurship is a vital foundation to economic development of a country. This is parallel to Islamic religion which en courage Muslim to get involped in entrepreneurship. This article attempts to review the concept of Islamic entrepreneurship and its implementations in nation development. The article concludes is the most effective mechanism in cultivating the culture of Islamic entrepreneurship among Muslims.
ANALISIS KEBERHASILAN DAKWAH ANTARA MASA RASULULLAH SAW DAN KHULAFAU RASYIDIN Fikri, Fikri
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/htfqn329

Abstract

Penelitian ini mencoba menganalisa keberhasilan Dakwah di masa Rasulullah Saw dan Khulafah Rasyidin. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan dakwah di masa Rasulullah Saw. terjadi di dua fase yaitu pada fase Makkah dan Madinah. Dakwah yang disebarkan oleh Rasulullah Saw menuai keberhasilan terbesar ketika beliau hijrah bersama kaumnya (kaum Muhajirin) ke Madinah. Setelah berada di Madinah, Rasulullah pun membuat kebijakan untuk mempercepat penyebaran Islam, yang secara garis besar kebijakan yang dibuat tersebut ada tiga membangun Masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, menyatukan berbagai etnis masyarakat Madinah dalam bentuk aturan yang dikenal sebagai piagam Madinah atau konstitusi Madinah. Kebijakan yang dibuat oleh Rasulullah menuai keberhasilan dengan terwujudnya negara Islam yang berpusat di Madinah dan Rasulullah saw. pun diangkat menjadi kepala negara dan pemimpin kaum muslimin. Sedangkan pada masa khulafau rasyidin yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bi Abi Thalib, masing-masing memiliki peran yang penting dalam keberhasilan dakwah Islam. Kontribusi mereka sebagai pemimpin dan pembela dakwah telah membantu perkembangan ajaran Islam pada masanya, dan pengaruh mereka masih dirasakan hingga saat ini.
RESEPSI AL-QUR’AN DALAM KONTEN BERAKAL SEHAT: UPAYA CAK NUN DALAM MENANGKAL HOAX Hotimah, Husnul; Hasbullah, Hasbullah
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/1x76se38

Abstract

Artikel ini menunjukkan pentingnya penggunaan akal sehat dan kehati-hatian dalam menyikapi informasi, terutama di era media sosial yang rentan terhadap penyebaran berita palsu atau hoax. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis makna Al-Qur’an di media sosial, pada konten pedoman akal sehat diera Hoax dalam channel youtube Cak Nun. Com. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya berita hoax yang menyebar di Indonesia, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis konten. Artikel ini menunjukkan bahwa Cak Nun membahas ayat Al-Qur’an (Surat Al-Hujurat ayat 6) yang menyeru orang mukmin untuk memeriksa kebenaran berita sebelum menyebarkannya. Dia mengingatkan pentingnya menggunakan akal sehat, kejernihan hati, dan kejujuran hidup sebagai panduan dalam menyikapi informasi, terutama di era media sosial. Cak Nun menekankan pentingnya tabayyun atau penelitian yang seksama terhadap berita yang diterima sebelum mempercayainya. Artikel ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan akal sehat dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya di media sosial. Artikel ini berargumen bahwa fenomena hoax merupakan dampak dari perkembangan teknologi di era media sosial. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan menggunakan akal sehat, agar setiap individu dapat menjadi agen yang bertanggung jawab dalam menjaga kebenaran informasi.
MENGEKSPRESIKAN PEMIMPIN-PEMIMPIN YANG MENYESATKAN DALAM AL-QUR’AN: STUDI KRITIS TAFSIRQ.COM Dwi Nurhayati, Riska; Baharuddin, Baharuddin; Rafii, Muhammad
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/wbbqae08

Abstract

Kepemimpinan merupakan tema penting dalam Al-Qur’an, memberikan panduan berharga bagi pemimpin dalam masyarakat. Artikel ini menelaah konsep “pemimpin yang menyesatkan” sebagaimana dijelaskan dalam TafsirQ.com, yang mengaitkannya dengan 17 ayat Al-Qur’an. jumlah yang sangat banyak, dan menunjukkan urgensi tema tersebut untuk dibaca dan dikaji kembali. Kajian ini merupakan studi pustaka, dengan memanfaatkan analisis diskursus dalam membaca, mendeteksi, dan menganalisis berbagai data yang relevan. Data diperoleh melalui pembacaan langsung terhadap teks Al-Qur’an, terjemahan, tafsir, dan diskusi yang tersedia di dalam paltform TafsirQ.com. Analisis dilakukan dengan membaca setiap tema, serta mempertimbangkan asbabun nuzul. Kajian ini mengungkap dua ciri utama pemimpin yang menyesatkan dalam Al-Qur’an. Pertama, mereka yang menyeru kepada kemusyrikan dengan menjadikan makhluk sebagai Tuhan, sehingga menyimpangkan akidah umat. Kedua, pemimpin yang membawa umat kepada kehancuran melalui kesesatan dan penyalahgunaan kekuasaan, merugikan masyarakat baik secara moral maupun sosial. TafsirQ.com mengangkat tema ini sebagai bentuk edukasi, menyampaikan informasi Qur’ani kepada umat Islam dalam konteks teologis dan sosiologis. Kesimpulannya Al-Qur’an hanya membenarkan pemimpin yang mementingkan akidah serta kesejahteraan sosial. Pemimpin yang ideal adalah yang memadukan tanggung jawab spiritual dengan komitmen untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara adil dan sejahtera. Hal ini menegaskan pentingnya memahami nilai-nilai kepemimpinan Islam untuk menciptakan kehidupan yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an.
Hadis Tentang Takdir Perspektif Sunni dan Syiah Ayatullah, Ayatullah; Kurnia Agus Malia Putri; Sakti Hanusa Bhakti, Al Furqon; Ma'ali, Romi; Rahman, Muhammad
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/vpzs2h58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingan hadis takdir melalui pandangan Sunni dan Syi'ah mengenai konsep taqdir dalam Islam, dengan bersumber pada hadis-hadis yang relevan dari kedua mazhab, yaitu hadis sunni berdasarkan Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim Sedangkan Syi’ah Berujuk Pada Kitab Al-Kafi Al-Kulaini. Sunni dan Syiah adalah dua kelompok dalam Islam yang selain Al-Qur'an, juga menjadikan kitab-kitab hadis sebagai pedoman utama. Namun, mereka sering menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi karena perbedaan dalam pengembangan dan penilaian kualitas hadis. Sehingga menimbulkan bagaimana pemahaman hadis-hadis sunni dan syi’ah dalam mebandingkan taqdir? Artikel ini mengeksplorasi cara Sunni dan Syi'ah memahami serta menerapkan konsep tersebut, serta dampak perbedaan dalam penekanan dan interpretasi terhadap pemahaman umat Islam secara umum. Penelitian ini menggunakan metode deskriktif analisis dengan pendekatan kualitatif untuk menggali makna. Yang melibatkan penggunaan berbagai jenis literatur, khususnya buku-buku, sebagai sumber utama informasi. Hasil penelitian ini yaitu baik Sunni maupun Syiah sepakat bahwa Allah memiliki pengetahuan mutlak dan kekuasaan atas segala sesuatu, namun pendekatan dan penekanan pada peran manusia dalam menentukan takdir mereka bervariasi di antara keduanya.

Page 10 of 11 | Total Record : 106