cover
Contact Name
Hariyono
Contact Email
dharma@stkipnganjuk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dharma@stkipnganjuk.ac.id
Editorial Address
Jl. A.R. Saleh No.21, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Dharma Pendidikan
Published by STKIP PGRI Nganjuk
ISSN : 19072813     EISSN : 28290267     DOI : https://doi.org/10.69866/dp.vXXi1.XX
Core Subject : Education,
Dharma Pendidikan is a journal contains publications from researches and scientific studies. The publications intended to contribute understanding and developing scientific theories and concepts, education and their application in education.
Articles 167 Documents
Pembelajaran Daring Berbantuan Modul Berbasis Project Pada Mata Kuliah Manajemen Laboratorium IPA Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa Imega Syahlita Dewi; Yulia Dewi Dewi Puspitasari
Dharma Pendidikan Vol 15 No 1 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i1.133

Abstract

Menurut hasil tes awal hasil belajar kognitif mahasiswa masih dalam kategori cukup. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak tiga siklus. Menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif yang berdasarkan pada rerata persentase klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif mahasiswa mengalami peningkatan pada ketiga siklus, yaitu sebanyak (5%) dari siklus I ke siklus II dan sebanyak (15 %) dari siklus II ke siklus III. Adapun peningkatan pada masing-masing siklus berdasarkan rerata secara klasikal adalah sebanyak (75%) pada siklus I, (80%) pada siklus II, dan (90%) pada siklus III dengan kategori sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa di era pandemi meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring menggunakan bantuan modul berbasis project pada mata kuliah manajemen laboratorium IPA. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah modul berbasis project dapat digunakan untuk membantu meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa dalam pembelajaran secara daring.
Understanding The Differences In Second Language Acquisition Processess On Children And Adults Sujono Sujono
Dharma Pendidikan Vol 15 No 1 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i1.134

Abstract

Second language acquisition (SLA) is the process of learning another language after the native language has been learned. The children in SLA is divided in to two categories children under seven and children between 7-12. What is called adult here is people above 12 years old. In SLA children and adult differ in three categories: psychology, social context, and other psychological variables. On psychological factor children are high on induction, memory, motor skill, and low in explication. While on the social context, children are high in natural context but low in classroom context. On the other hand, adults are high on induction, explication, and classroom situation. But they low or medium in memory, motor skill, and in natural context. In some other factor children is best at ESL (English as Second Language) situation and adult best at EFL (English as Foreign Language) situation. In SLA the adult is high in motivation and attitude while the children are the converse.
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Menggunakan Video Refleksi Diri dalam Kompetisi Pidato Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 15 No 2 (2020): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v15i2.135

Abstract

Berbicara dianggap sebagai keterampilan yang sulit dalam mengajar bahasa Inggris kepada para pelajar muda. Banyak guru dan dosen memiliki masalah dalam mengajar berbicara. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, banyak dosen mengajar bahasa Inggris dengan suasana serius. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di kelas membaca buku teks dan tugas menulis. Mereka jarang meluangkan waktu untuk berbicara bahasa tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa tidak memiliki cukup kesempatan untuk berlatih berbicara di kelas. Secara umum tujuan utama dari penggunaan teknologi sebagai alat peraga adalah membbuat proses pembelajaran lebih memotivasi dan menarik bagi mahasiswa. Salah satu solusi dari permasalahan di atas adalah dengan menggunakan video refleksi diri dalam kelas berbicara khususnya pidato. Peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) untuk memecahkan masalah tersebut pada mahasiswa pemula di perguruan tinggi STKIP PGRI Nganjuk. Akhirnya, para mahasiswa dapat mengatasi masalah pribadi mereka dalam berbicara bahasa Inggris sendiri.
Enhanching Vocabulary Mastery By The Usage Of Elicitation Technique At The Third Semester Of English Language Education STKIP PGRI Nganjuk In The 2020/2021 Academic Year Rina Puji Utami; Henny Roessalaningtias
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.151

Abstract

Abstract The purpose of research is to find out comptence of students’ vocabulary mastery before and after taught by using elicitation technique and to find out the effectiveness of using elicitation technique before and after in students’ vocabulary mastery at the third semester of English Language Education STKIP PGRI Nganjuk . The methodology of research is experimental research, one group pre-test post-test design. The research was conducted at STKIP PGRI Nganjuk, at the academic year of 2020/2021 by using the samples at the third semester of English Language Education class by number of class is 26 students. In completing the research, the technique of data collection used test. Analysis of the data is used t-test. Based on the table above it could be seen that tcount had greater than ttable at level of significant. tcount is 11, 47 an ttable on the significant level of 5% is 2.04523. Based on the results of analysis that tcount > ttable there is effectiveness to develop the students’ vocabulary mastery before and after being taught using elicitation technique at the third semester of English Language Education STKIP PGRI Nganjuk at the 2020/2021 academic year. The hypothesis is Ha is accepted and Ho is rejected. That is : “ There is effectiveness between teaching vocabulary using Elicitation Technique and teaching vocabulary without using Elicitation Technique to enhance students’ vocabulary mastery at the third semester of English Language Education STKIP PGRI Nganjuk at the 2020/2021 academic year.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Prambon Suparlan Suparlan
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.154

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan. Oleh sebab itu, aktivitas dalam mendidik yang dilakukan oleh seorang guru merupakan suatu pekerjaan dengan tujuan yang sistematis sehingga dalam pelaksanaannya menuntut suatu proses yang berkesinambungan di setiap jenis dan jenjang pendidikan. Profesionalisme seorang guru mutlak diperlukan sebagai bekal dalam mengakses perubahan, baik itu metode pembelajaran ataupun kemajuan teknologi. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar belum mencapai hasil seperti yang diharapkan. Salah satu alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan oleh guru sebagai fasilitator adalah berkreasi dan berinovasi dalam memilih strategi yang menarik dan bervariasi serta menerapkan dalam proses pembelajaran sehingga siswa akan termotivasi untuk berperan aktif hingga mampu mencapai indikator pembelajaran yang telah dirumuskan. Sebagai tindak lanjut, maka peneliti memilih judul Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Prambon. Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar melalui berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam rangka memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Aktivitas belajar adalah segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik dalam kegiatan pembelajaran. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian dilakukan dalam dua siklus, diawali dengan menyusun rencana dan jadwal kegiatan, merancang instrumen penelitian dan merancang langkah-langkah pembelajaran yang akan diterapkan selama penelitian berlangsung, kemudian dilakukan pelaksanaan tindakan, diteruskan dengan analisis dan refleksi untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah terjadinya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Peningkatan aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2 dengan rata-rata aktivitas siswa dari siklus 1 sebesar 67,25% dengan ketuntasan sebesar 70,83%, rata- rata siklus 2 sebesar 77,25% dan ketuntasannya sebesar 91,67%. Peningkatan hasil belajar siswa dari siklus 1 ke siklus 2 yang diukur melalui hasil tes di setiap akhir siklus, dengan ketuntasan klasikal pada siklus 1 sebesar 69,44% dengan rata-rata capaian 76,22 dan pada siklus 2 menjadi 83,33% dengan rata-rata capaian 82,33. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas, dan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 di SMA Negeri 1 Prambon.
Upaya Komunitas Dalam Penguatan Karakter Warga Negara (Studi Kasus Pada Tunas Hijau di Surabaya) Lensi Megah Retta
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.155

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh komunitas dalam penguatan karakter warga negara dan karakter yang terbentuk dari program tersebut. Tunas Hijau merupakan komunitas berbasis lingkungan sekaligus Lembaga Swadaya Masyarakat yang berada di kota Surabaya. Fokus penelitian adalah bagaimana penguatan karakter yang dilakukan oleh Tunas Hijau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Penelitian ini memberikan hasil berupa upaya penguatan karakter yang dilakukan komunitas Tunas Hijau. Dimana upaya penguatan karakter dilakukan dengan beberapa program unggulan dan berkelanjutan, diantaranya desa binaan, ecopreneur, Surabaya eco school, dan ecomobile PJB challenge. Berdasarkan program tersebut, terdapat beberapa karakter yang terbentuk diantaranya karakter kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Namun, dalam implementasinya yang cenderung dominan adalah karakter peduli lingkungan yang mana setiap program memberikan kontribusi dalam penguatan karakter peduli lingkungan. Penguatan karakter peduli lingkungan ini membuat warga negara atau masyarakat di kota Surabaya yang menjadi sasaran program dapat lebih peka dan bijak terhadap permasalahan lingkungan baik lingkungan sosial maupun alam.
Improving Writing Ability In Descriptive Text By Using Picture Media At The First Year Students Of Sman 1 Pace Nganjuk Imam Muadib
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.156

Abstract

Based on the researcher’s, to improving writing ability at the first years students of SMAN I Pace Nganjuk is very difficult. There are many problems which are often faced by the students. There is student’s difficulty to applying their ideas and so on. And now researcher wants to trying improving student’s writing ability using picture media. The objective of the study was to describe improving student’s writing ability in descriptive text using picture media at the first year’s students of SMAN I Pace Nganjuk. This research uses CAR (classroom Action Research). The steps of CAR needs repeatedly process until get the good result better than before. In this research, the researcher used CAR as implement a strategy in writing class activity. The data of the study were gathered through pre-test, cycle 1, cycle 2, and cycle 3. The population of the first year students was 324. In order to make easier, the researcher took a sample as the subject of this study. The researcher used purposive sampling to take the subjects of this study. They were 36 first year students of SMAN I Pace Nganjuk of the 2012/2013 academic year. From the data and analysis of the students’ writing achievement, the study had found that the minimal score of pre-test is 40 and maximal score was 75, of the cycle 1 minimal score is 55 and maximal score was 75, of the cycle 2 minimal score is 60 and maximal score was 80 where as the minimal score of the cycle 3 was 65 and maximal score was 85. Based on the analysis of data which was taken at 36 students of the first years students in SMAN I Pace Nganjuk. The successfully improvement from the improvement of writing descriptive text using picture media could be seen of the students writing score from pre-test until cycle 3. Before applied picture media in teaching writing, the students writing achievement was not satisfactory. And after the cycle was done, and the student’s score of pre-test and cycle 1 – 3 counted by using SPSS 11, the conclusion of this research showed that picture media could improve student’s writing ability there, because on the research researcher found improving student’s writing score. From the improvement writing score, researcher could give suggestion for teacher there are she should evaluate the condition of the class, prepare the interesting picture for writing and pay attention to every student, especially to the low students. And the suggestion for students they are the students should build their motivation and intention, they should be active in learning process.
Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Kelas Melalui Pengimplementasian Kombinasi Strategi Systematic Desensitization dan Strategi Cognitive Restructuring Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 3 Nganjuk Purnomo Purnomo
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.157

Abstract

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Siswa merupakan sentral dalam keseluruhan pendidikan. Pada proses penyelenggaraan pendidikan ditengarai tidak sedikit siswa yang menghadapi permasalahan dan perlu untuk diselesaikan terutama yang berkaitan dengan psikologis siswa. Salah satu masalah yang pada akhir-akhir ini muncul terkait dengan pelaksanaan kurikulum baru yang meminta siswa lebih aktif untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri dengan banyak tampil di depan kelas tampak bahwa banyak siswa yang mengalami kecemasan untuk tampil di depan kelas Sebagai tindak lanjut, maka peneliti memilih judul : Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Kelas Melalui Pengimplementasian Kombinasi Strategi Systematic Desensitization Dan Strategi Cognitive Restructuring Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 3 Nganjuk. Dalam usaha membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa tersebut, dicoba dengan menggunakan kombinasi antara Strategi Systematic desensitization (SD) dengan Strategi Cognitive Restructuring (CR). Asumsi yang mendasari digunakannya Strategi Systematic desensitization (SD) untuk mengatasi berbicara di depan kelas adalah bahwa kemampuan stimuli, khususnya yang menimbulkan kecemasan dapat dikurangi atau diperlemah jika terjadi suatu respon antagonistik terhadap kecemasan. Sedangkan asumsi digunakannya Strategi Cognitive Restructuring (CR) adalah perasaan dan perilaku individu sebagian besar ditentukan oleh cara dia memandang dunia. Kecemasan berbicara di muka (depan kelas) disebabkan oleh adanya keyakinan-keyakinan individu yang tidak rasional tentang suatu peristiwa yang ada hubungannya dengan berbicara di muka. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, diawali dengan menyusun rencana dan jadwal kegiatan, merancang instrumen penelitian dan merancang langkah-langkah pembimbingan yang akan diterapkan selama penelitian berlangsung, kemudian dilakukan pelaksanaan tindakan, diteruskan dengan analisis dan refleksi untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah terjadinya penurunan tingkat kecemasan berbicara di depan kelas dengan mengimplemantasikan Kombinasi Strategi Systematic Desensitization Dan Strategi Cognitive Restructuring.
Perspektif Umum Tentang Usia dan Akuisisi Dalam Pemerolehan Bahasa Kedua Pembelajar Muda Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.158

Abstract

Baru-baru ini, dosen maupun guru dapat melihat bahwa persediaan penelitian yang dapat dikelola beberapa dekade yang lalu telah digantikan oleh gudang informasi yang terkoordinasi dan sistematis. Para peneliti di seluruh dunia bertemu, bertukar luaran, membandingkan data, dan sampai pada beberapa penjelasan yang dapat diterima bersama. Dalam pendidikan seni bahasa, atau contoh, calon guru diharuskan mempelajari penguasaan bahasa pertama, terutama penguasaan setelah usia lima tahun. Untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mengajar keterampilan bahasa kepada penutur asli. Dalam pendidikan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris sebagian besar teks dan kurikulum stpengajarr sekarang menyertakan beberapa materi pengantar dalam penguasaan bahasa pertama. Alasannya jelas, para pelajar masih berusia lima tahun saat guru meningkatkan pemahaman mereka tentang tugas mengajar keterampilan bahasa kepada penutur asli. Dalam pendidikan bahasa asing, sebagian besar teks dan kurikulum stpengajarr sekarang menyertakan beberapa materi pengantar dalam penguasaan bahasa pertama. Alasannya penguasaan bahasa pertama dimulai pada masa kanak-kanak yang sangat dini, tetapi penguasaan bahasa kedua dapat terjadi di masa kanak-kanak, awal atau akhir, serta di masa dewasa. Perlakuan masa kanak-kanak dan dewasa. dan perbedaan di antara mereka, berapa kunci untuk model dan teori akuisisi bahasa yang diperlukan oleh seorang pengajar Bahasa kedua? Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjawab beberapa dari pertanyaan tersebut dan untuk menguraikan secara eksplisit beberapa parameter dari teori pakar untuk melihat pengaruh usia dan pencapaian dan juga dalam motivasi mereka.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Dengan Aplikasi Quizizz Yunis Ayu Maulia
Dharma Pendidikan Vol 16 No 1 (2021): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v16i1.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dengan menggunakan media aplikasi Quizizz pada siswa kelas X-MIPA 1 di SMA Negeri 2 Nganjuk. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-MIPA 1 SMA Negeri 2 Nganjuk yang berjumlah 32 siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Instrumen penelitian berupa tes soal kuis di aplikasi Quizizz dan observasi langsung dalam proses pembelajaran. Adapun indikator keberhasilan tindakan untuk hasil belajar ditandai dengan ≥70% dari jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran telah memperoleh nilai ≥70. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran Quizizz. Rata-rata hasil belajar sebesar 64,05 pada siklus I kemudian menjadi 86,35 pada siklus II. Prosentase siswa yang memperoleh nilai ≥70 mengalami peningkatan yakni 43,75% pada siklus I dan menjadi 78,125% pada siklus II.

Page 10 of 17 | Total Record : 167