cover
Contact Name
Ikha Sulis Setyaningrum
Contact Email
Ikha_taripgmi@uin-malang.ac.id
Phone
+6282350737578
Journal Mail Official
ibtidaiyah@uin-malang.ac.id
Editorial Address
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/ijpgmi/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
IBTIDAIYYAH : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : 2828531X     DOI : https://doi.org/10.18860
Core Subject : Religion, Education,
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, baik literatur (library research) maupun lapangan (field research), dengan berbagai pendekatan. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
ANALISIS MEDIA YOUTUBE FILM PENDEK “MAAF” SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SD MUHAMMADIYAH 1 NGAWI Suwardi, Ekashinta Agustina Yusmaniar
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 3 (2025): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v4i3.19922

Abstract

ENGLISH:The use of information technology-based learning media has become an essential need in today’s educational landscape. One of the innovations implemented at SD Muhammadiyah 1 Ngawi is the use of YouTube media through a short film entitled “Sorry” (which means “Sorry”), containing moral messages and attractively packaged as a learning resource. This study aims to analyze the background of the film’s production, its strengths and weaknesses, as well as the procedures for utilizing it in elementary school learning. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the production of the film “Maaf” was motivated by the need for contextual digital learning media. The film’s strengths lie in the clarity of its moral messages, its relevance to the curriculum, its visual appeal, and its accessibility. Meanwhile, its weaknesses include limited information, the relatively low acting quality of students, a rather long duration, and limited learning interaction. The film is integrated into learning through modifications of lesson plans, reflective activities, creative projects, and evaluations covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. In conclusion, the short film “Maaf” presented through YouTube has proven to be effective as a learning medium that enhances students’ motivation and understanding, and it can be comprehensively integrated into the elementary school curriculum. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi merupakan kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini. Salah satu inovasi yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Ngawi adalah penggunaan media YouTube melalui film pendek berjudul “Maaf” yang memuat pesan moral dan dikemas secara menarik sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang pembuatan film, kelebihan dan kekurangannya, serta tata cara pemanfaatannya dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan film “Maaf” dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran digital yang kontekstual. Film ini memiliki kelebihan berupa kejelasan pesan moral, keterkaitan dengan kurikulum, daya tarik visual, serta kemudahan akses. Adapun kekurangannya meliputi keterbatasan informasi, kualitas akting siswa yang masih rendah, durasi yang cukup panjang, dan interaksi pembelajaran yang terbatas. Pemanfaatan film diintegrasikan dalam pembelajaran melalui modifikasi RPP, kegiatan refleksi, proyek kreatif, serta evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kesimpulannya, film pendek “Maaf” yang ditayangkan melalui YouTube terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa, serta dapat diintegrasikan secara komprehensif ke dalam kurikulum sekolah dasar.
IMPLEMENTASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI MIN 2 KOTA MALANG Faiseh, Aulitul
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.20064

Abstract

The abstract section of Ibtidaiyyah: Social skills are an individual's ability to interact effectively with others through cooperation, communication, and adaptation within a social environment. One activity that can develop social skills is the angklung extracurricular activity at MIN 2 Malang City. This study aims to analyze the implementation of angklung extracurricular activities in developing students' social skills at MIN 2 Malang City. This research is expected to provide further understanding of the angklung's role as a medium for learning social skills and provide recommendations for optimizing angklung extracurricular activities in the school environment. The research used in this study is descriptive qualitative, an approach used to explore and understand a social phenomenon. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis employed an inductive model, starting with specifics and then leading to the development of more general themes. In this process, the researcher interpreted the existing findings about a phenomenon after data collection. The research results show that: (1) Through group practice and performances, students learn to work together, communicate well, develop a sense of responsibility, and develop empathy and tolerance towards group members. (2) Through the planning, implementation, and evaluation stages involving the principal, supervising teachers, and students. Activities are carried out every week with a regular schedule, and use a collaborative learning approach that emphasizes the values ​​of cooperation, discipline, and responsibility. (3 Availability of adequate facilities and musical instruments, as well as student enthusiasm in participating in activities. ABSTRAK Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain melalui kerja sama, komunikasi, dan adaptasi dalam lingkungan sosial. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan sosial adalah kegiatan ekstrakurikuler angklung di MIN 2 Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan ekstrakurikuler angklung dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa di MIN 2 Kota Malang. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peran angklung sebagai media pembelajaran keterampilan sosial dan memberikan rekomendasi untuk optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler angklung di lingkungan sekolah. Penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu menggunakan kualitatif deskriptif di mana pendekatan ini untuk mengeksplorasi dan memahami suatu fenomena yang ada di sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model induktif, yang dimulai dari hal- hal spesifik untuk kemudian mengarah pada pengembangan tema yang lebih umum. Dalam proses ini, peneliti melakukan interpretasi terhadap temuan yang ada. tentang suatu fenomena setelah pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Melalui latihan dan pertunjukan bersama, siswa belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengembangkan empati dan toleransi terhadap teman sekelompok. (2) Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru pembimbing, serta siswa. Kegiatan dilaksanakan setiap minggu dengan jadwal yang teratur, dan menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif yang menekankan pada nilai kerja sama, disiplin, serta tanggung jawab. (3 Tersedianya fasilitas dan alat musik yang memadai, serta antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan.

Page 11 of 11 | Total Record : 102