cover
Contact Name
Ikha Sulis Setyaningrum
Contact Email
Ikha_taripgmi@uin-malang.ac.id
Phone
+6282350737578
Journal Mail Official
ibtidaiyah@uin-malang.ac.id
Editorial Address
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/ijpgmi/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
IBTIDAIYYAH : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : 2828531X     DOI : https://doi.org/10.18860
Core Subject : Religion, Education,
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan guru madrasah ibtidaiyah, baik literatur (library research) maupun lapangan (field research), dengan berbagai pendekatan. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 110 Documents
ANALISIS MEDIA YOUTUBE FILM PENDEK “MAAF” SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SD MUHAMMADIYAH 1 NGAWI Suwardi, Ekashinta Agustina Yusmaniar
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 3 (2025): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v4i3.19922

Abstract

ENGLISH:The use of information technology-based learning media has become an essential need in today’s educational landscape. One of the innovations implemented at SD Muhammadiyah 1 Ngawi is the use of YouTube media through a short film entitled “Sorry” (which means “Sorry”), containing moral messages and attractively packaged as a learning resource. This study aims to analyze the background of the film’s production, its strengths and weaknesses, as well as the procedures for utilizing it in elementary school learning. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively through the stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the production of the film “Maaf” was motivated by the need for contextual digital learning media. The film’s strengths lie in the clarity of its moral messages, its relevance to the curriculum, its visual appeal, and its accessibility. Meanwhile, its weaknesses include limited information, the relatively low acting quality of students, a rather long duration, and limited learning interaction. The film is integrated into learning through modifications of lesson plans, reflective activities, creative projects, and evaluations covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. In conclusion, the short film “Maaf” presented through YouTube has proven to be effective as a learning medium that enhances students’ motivation and understanding, and it can be comprehensively integrated into the elementary school curriculum. ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi merupakan kebutuhan penting dalam dunia pendidikan saat ini. Salah satu inovasi yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Ngawi adalah penggunaan media YouTube melalui film pendek berjudul “Maaf” yang memuat pesan moral dan dikemas secara menarik sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang pembuatan film, kelebihan dan kekurangannya, serta tata cara pemanfaatannya dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan film “Maaf” dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media pembelajaran digital yang kontekstual. Film ini memiliki kelebihan berupa kejelasan pesan moral, keterkaitan dengan kurikulum, daya tarik visual, serta kemudahan akses. Adapun kekurangannya meliputi keterbatasan informasi, kualitas akting siswa yang masih rendah, durasi yang cukup panjang, dan interaksi pembelajaran yang terbatas. Pemanfaatan film diintegrasikan dalam pembelajaran melalui modifikasi RPP, kegiatan refleksi, proyek kreatif, serta evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kesimpulannya, film pendek “Maaf” yang ditayangkan melalui YouTube terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa, serta dapat diintegrasikan secara komprehensif ke dalam kurikulum sekolah dasar.
IMPLEMENTASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DI MIN 2 KOTA MALANG Aulitul Faiseh; Ikha Sulis Setyaningrum
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.20064

Abstract

The abstract section of Ibtidaiyyah: Social skills are an individual's ability to interact effectively with others through cooperation, communication, and adaptation within a social environment. One activity that can develop social skills is the angklung extracurricular activity at MIN 2 Malang City. This study aims to analyze the implementation of angklung extracurricular activities in developing students' social skills at MIN 2 Malang City. This research is expected to provide further understanding of the angklung's role as a medium for learning social skills and provide recommendations for optimizing angklung extracurricular activities in the school environment. The research used in this study is descriptive qualitative, an approach used to explore and understand a social phenomenon. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis employed an inductive model, starting with specifics and then leading to the development of more general themes. In this process, the researcher interpreted the existing findings about a phenomenon after data collection. The research results show that: (1) Through group practice and performances, students learn to work together, communicate well, develop a sense of responsibility, and develop empathy and tolerance towards group members. (2) Through the planning, implementation, and evaluation stages involving the principal, supervising teachers, and students. Activities are carried out every week with a regular schedule, and use a collaborative learning approach that emphasizes the values ​​of cooperation, discipline, and responsibility. (3 Availability of adequate facilities and musical instruments, as well as student enthusiasm in participating in activities. ABSTRAK Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain melalui kerja sama, komunikasi, dan adaptasi dalam lingkungan sosial. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat mengembangkan keterampilan sosial adalah kegiatan ekstrakurikuler angklung di MIN 2 Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan ekstrakurikuler angklung dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa di MIN 2 Kota Malang. Penelitian ini di harapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peran angklung sebagai media pembelajaran keterampilan sosial dan memberikan rekomendasi untuk optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler angklung di lingkungan sekolah. Penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu menggunakan kualitatif deskriptif di mana pendekatan ini untuk mengeksplorasi dan memahami suatu fenomena yang ada di sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model induktif, yang dimulai dari hal- hal spesifik untuk kemudian mengarah pada pengembangan tema yang lebih umum. Dalam proses ini, peneliti melakukan interpretasi terhadap temuan yang ada. tentang suatu fenomena setelah pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Melalui latihan dan pertunjukan bersama, siswa belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengembangkan empati dan toleransi terhadap teman sekelompok. (2) Melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru pembimbing, serta siswa. Kegiatan dilaksanakan setiap minggu dengan jadwal yang teratur, dan menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif yang menekankan pada nilai kerja sama, disiplin, serta tanggung jawab. (3 Tersedianya fasilitas dan alat musik yang memadai, serta antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK KELAS 1 MIS TARBIYATUL BANIN BANAT TUBAN Setiyowati, Titik Tia
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 2 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i2.16040

Abstract

This study aims to develop Student Worksheets (LKPD) based on Discovery Learning.for the Indonesian Language subject for gGrade 1 at MIS Tarbiyatul Banin Banat Tuban. The Discovery Learning method was chosento enhance students’ interest and understanding of the material “Aku Ingin” (I Want). The attractiveness of the LKPD was also rated highly, with survey results from students reaching 92,4%, suggesting that the LKPD succesfuly captures attention and motivates students to learn. This research is expected to contribute to the development of creative and innovative learning media and to enhace the quality of Indonesian language education at the primary level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Discovery Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Kelas 1 MIS Tarbiyatul Banin Banat Tuban. Metode Discovery Learning dipilih untuk meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik terhadap materi “Aku Ingin”. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Kemenarikan LKPD juga dinilai tinggi, dengan hasil angket dari peserta didik mencapai 92,4%, yang menunjukkan bahwa LKPD mampu menarik perhatian dan memotivasi peserta didik dalam belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat dasar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS RENDAH DI MI 03 WERU Hijjah, Asfy Lailatul
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 2 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i2.20911

Abstract

This study aims to describe the implementation of the cooperative learning model as an effort to enhance learning participation among lower-grade students at MI 03 Weru. The research employed a descriptive qualitative approach with a sample of 20 second-grade students. Data were collected through classroom observations, interviews with the homeroom teacher, and documentation of learning activities. The findings indicate that the application of cooperative learning promotes increased student participation in verbal, social, motor, and emotional aspects. Students became more engaged in discussions, demonstrated improved teamwork, expressed their opinions more confidently, and showed greater enthusiasm during learning activities. These results reinforce that cooperative learning is highly relevant for lower-grade classrooms, as it optimizes learning interactions and enhances student activity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif sebagai upaya meningkatkan partisipasi belajar siswa kelas rendah di MI 03 Weru. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek 20 siswa kelas II. Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru kelas, serta dokumentasi kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif mendorong peningkatan partisipasi siswa dalam aspek verbal, sosial, motorik, dan emosional. Siswa lebih terlibat dalam diskusi, mampu bekerja sama dalam kelompok, berani menyampaikan pendapat, dan menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Temuan ini memperkuat bahwa model pembelajaran kooperatif relevan diterapkan pada kelas rendah untuk mengoptimalkan interaksi belajar dan meningkatkan aktivitas siswa.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI Achmad Rafi Arifandi
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.23461

Abstract

This study aims to examine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on students’ creative thinking skills in IPAS learning on energy transformation material at SDN Tongas Wetan I Probolinggo. The research employed a quasi-experimental method with a matching-only posttest-only control group design. The subjects consisted of two fourth-grade classes: class IV A as the experimental group and class IV B as the control group. Research instruments included an essay-based creative thinking skills test, student response questionnaires, and interviews. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing through the Independent Samples T-Test. The results showed that the experimental class achieved a higher post-test mean score (84.074) compared to the control class (56.6). Hypothesis testing indicated a significance value < 0.05, demonstrating a significant difference between the two groups. These findings confirm that the implementation of the Project Based Learning model has a positive and significant impact on improving students’ creative thinking skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas IV pada pembelajaran IPAS materi perubahan energi di SDN Tongas Wetan I Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain matching-only posttest-only control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan berpikir kreatif berbentuk esai, angket respons peserta didik, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kelas eksperimen (84,074) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (56,6). Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model Project Based Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA CARD MATCH CIRCLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PANCASILA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Muhammad Alamul Amri
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this study is to determine the level of effectiveness of the circle match card media on the Pancasila learning outcomes of 5th grade students at Oro-Oro Ombo Kulon II public elementary school, Rembang District, Pasuruan Regency, after conducting a series of learning that has been supported by the development of interactive visual media. This research and development uses RnD (research and Development) and the ADDIE development model, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The place and time of this study began in September to November 2025, with a population of 44 students in the subject of 5th grade at Oro-Oro Ombo Kulon II public elementary school, Rembang, Pasuruan. Research and development on the Pancasila content of the Indonesian cultural diversity material of the independent curriculum. The results of the study show that the development of the Card Match Circle media has improved student learning outcomes. The learning outcomes of students in the experimental class post-test averaged 71.36 and the control class averaged 47.72. The learning outcomes that have been given to students show an increase in the development media that has been implemented. The media that has been developed has met the eligibility requirements with a percentage of 83% by the validators, however, the researcher hopes that subsequent developers can develop it better and more effectively in analyzing needs, creating content, designing designs and allocating learning time appropriately. ABSTRAK Tujuan inti penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektfitas media card match circle pada hasil belajar Pancasila peserta didik kelas V di sekolah dasar negeri Oro-Oro Ombo Kulon II Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, setelah melakukan serangkaian pembelajaran yang telah ditunjang dengan pengembangan media visual interaktif. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan RnD (research and Development) dan model pengembangan ADDIE, yaiitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Tempat dan waktu penelitian ini dimulai bulan September hingga November 2025, dengan populasi 44 peserta didik pada subjek kelas V sekolah dasar negeri oro-oro ombo kulon II Rembang,Pasuruan. Penelitian dan pengembangan pada muatan Pancasila materi keragaman budaya indonesiaku kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media card match circle telah meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen uji post-test rata-rata sebesar 71,36 dan kelas kontrol rata-rata sebesar 47,72. Hasil belajar yang telah diberikan peserta didik menunjukkan adanya peningkatan pada pengembangan media yang telah diimplementasikan. Media yang telah dikembangkan telah memenuhi syarat kelayakan dengan persentase 83% oleh para validator meskipun begitu peneliti berharap untuk pengembang setelahnya dapat mengembangkan lebih baik lagi dan lebih efektif lagi dalam menganalisis kebutuhan, membuat isi materi , merancang desain dan mengalokasikan waktu pembelajaran dengan tepat.
EVALUASI KEMAMPUAN KOLABORASI SISWA KELAS 3 MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SIKLUS HIDUP DI SD MUHAMMADIYAH SIDAYU GRESIK Zahrotul Firdaus
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.23952

Abstract

This study aimed to evaluate the collaborative skills of third-grade students through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model on the life cycle topic at SD Muhammadiyah Sidayu Gresik. This research employed a qualitative approach with a descriptive evaluative design. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed descriptively. The results showed that the implementation of the PBL model on the life cycle topic positively developed students’ collaborative skills, as indicated by increased student participation in group discussions, the ability to work together in solving problems, balanced task distribution, and mutual respect for peers’ opinions. Therefore, the PBL model is effective in teaching the life cycle topic to develop collaborative skills of third-grade elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan kolaborasi siswa kelas III melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada materi siklus hidup di SD Muhammadiyah Sidayu Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL pada materi siklus hidup mampu mengembangkan kemampuan kolaborasi siswa secara positif, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam diskusi kelompok, kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan, pembagian tugas yang seimbang, serta sikap saling menghargai pendapat antaranggota kelompok. Dengan demikian, model PBL efektif digunakan dalam pembelajaran materi siklus hidup untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi siswa kelas III sekolah dasar.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA MIN KOTA BLITAR MELALUI PROGRAM PERKEMAHAN JUM’AT SABTU Muhammad Bahaudin Najib
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.24494

Abstract

This research aims to explain the process of instilling character values in students through Friday and Saturday Camp activities carried out by the Scout Movement at Madrasah Ibtidaiyah Negeri Blitar City with students from Maulana Malik Ibrahim State Islamic University Malang. Scouting activities were chosen because they have a strategic role as non-formal education that is able to shape the behavior, attitude, and discipline of students through direct experience in the open environment. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data was obtained through interviews with scout coaches, teachers, and students, and supported by direct observation during the activity. The results of the study showed that activities such as tent erection, equipment management, cooking, exploration, and the implementation of joint worship contributed to strengthening students' religious values, responsibility, independence, discipline, and creativity. The entire series of activities was enthusiastically received by students and received appreciation from teachers and guardians. This study concludes that the implementation of Friday and Saturday Camps provides a meaningful learning experience for students and has the potential to become a sustainable program to support character development in madrasah. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses penanaman nilai karakter pada peserta didik melalui kegiatan Perkemahan Jumat dan Sabtu yang dilaksanakan oleh Gerakan Pramuka di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Blitar bersama mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan kepramukaan dipilih karena memiliki peran strategis sebagai pendidikan nonformal yang mampu membentuk perilaku, sikap, serta kedisiplinan peserta didik melalui pengalaman langsung di lingkungan alam terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pembina pramuka, guru, dan siswa, serta didukung observasi langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti pendirian tenda, pengelolaan peralatan, memasak, penjelajahan, dan pelaksanaan ibadah bersama berkontribusi pada penguatan nilai religius, tanggung jawab, kemandirian, kedisiplinan, dan kreativitas peserta didik. Seluruh rangkaian kegiatan diterima dengan antusias oleh siswa dan mendapat apresiasi dari guru maupun wali murid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan Perkemahan Jumat dan Sabtu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik dan berpotensi menjadi program berkelanjutan untuk mendukung pembinaan karakter di madrasah.
PENANAMAN SIKAP DISIPLIN SISWA MELALUI PROGRAM LITERASI DAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT PSHT (PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE) DI SDN MERJOSARI 4 MALANG Ida Nur Aini
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.25124

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the instillation of student discipline through a morning literacy program and PSHT pencak silat extracurricular activities at 4 State Elementary School of Malang. Using a qualitative case study approach, data were collected via interviews, observations, and documentation involving teachers, instructors, and students. Data validity was ensured through method and source triangulation, while the analysis followed the Miles & Huberman interactive model. The findings indicate that both programs significantly contribute to shaping student discipline. The literacy program effectively fosters punctuality and compliance with academic rules, while PSHT instills disciplinary values through structured physical training, instructor role modeling, and personal responsibility. The synergy between these programs creates a school culture conducive to character strengthening. Key supporting factors include structured activities and educator support, whereas obstacles arise from diverse student backgrounds and fluctuations in individual motivation. This study concludes that integrating academic and non-academic activities based on local values optimizes disciplinary habituation in elementary education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penanaman sikap disiplin siswa melalui program literasi dan ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SDN Merjosari 4 Malang. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi mekanisme internalisasi nilai disiplin dan pola interaksi di lingkungan sekolah. Subjek penelitian meliputi guru kelas, pembina ekstrakurikuler, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan siswa yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Analisis data menerapkan model interaktif Miles & Huberman yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program literasi dan ekstrakurikuler PSHT berkontribusi signifikan terhadap pembentukan disiplin siswa. Program literasi efektif membangun ketepatan waktu dan kepatuhan aturan, sementara PSHT menginternalisasi disiplin melalui latihan fisik terstruktur, keteladanan pelatih, dan tanggung jawab pribadi. Sinergi kedua program ini menciptakan budaya sekolah yang holistik dalam mendukung penguatan karakter. Faktor pendukung utama meliputi keteraturan jadwal dan dukungan tenaga pendidik, sedangkan hambatan muncul dari heterogenitas latar belakang siswa serta fluktuasi motivasi individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi aktivitas akademik dan non-akademik berbasis nilai lokal mampu mempercepat habituasi disiplin di tingkat sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA FLIPBOOK BERBASIS PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V MIN 1 KOTA MALANG Mutammimah Putri
Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2026): Ibtidaiyyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ijpgmi.v5i1.25458

Abstract

This study aims to develop problem-solving-based flipbook media and evaluate its effectiveness in improving mathematics learning outcomes of fifth-grade students at MIN 1 Malang City. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Lee & Owens development model, which consists of five stages: assessment/analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects were 26 students of class VE at MIN 1 Malang City. Data collection instruments included expert validation sheets and pretest-posttest questions. The data analysis used percentage feasibility scores from validators and N-gain test to measure learning outcome improvement. Results showed that: (1) the developed flipbook media was declared highly valid and feasible based on three expert validations, with material feasibility at 89%, media feasibility at 96%, and learning feasibility at 98%; (2) the flipbook media was effective in improving student learning outcomes, as evidenced by an increase in average pretest scores from 34.3 to 76.9 on posttest, with an N-Gain score of 0.65 (moderate category). Therefore, this problem-solving-based flipbook media is feasible and effective as a mathematics learning medium for fraction material in grade V at MIN 1 Malang City. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media flipbook berbasis problem solving dan mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas V MIN 1 Kota Malang. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Lee & Owens yang terdiri dari lima tahapan: assessment/analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas VE MIN 1 Kota Malang. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli serta soal pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan penilaian persentase kelayakan dari para validator serta uji N-Gain untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) media flipbook berbasis problem solving dinyatakan sangat valid dan layak digunakan berdasarkan validasi tiga ahli, dengan kelayakan ahli materi 89%, ahli media 96%, dan ahli pembelajaran 98%; (2) media flipbook terbukti efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik, dibuktikan dengan peningkatan rata-rata pretest 34,3 menjadi posttest 76,9, dengan nilai N-Gain 0,65 (kategori sedang). Dengan demikian, media flipbook berbasis problem solving ini layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika materi pecahan di kelas V MIN 1 Kota Malang.

Page 11 of 11 | Total Record : 110