cover
Contact Name
Muhammad Ikhwan
Contact Email
ikhwancdb@gmail.com
Phone
+6285376346759
Journal Mail Official
ikhwancdb@gmail.com
Editorial Address
Jorong Balai Gurah, Nagari Balai Gurah
Location
Kota payakumbuh,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Al-Furqan : Al-qur'an Bahasa dan Seni
ISSN : 23563036     EISSN : 30476496     DOI : https://doi.org/10.69880/alfurqan.v11i1
Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Quran Payakumbuh itself, it is clear that this Journal was developed to realize the Tri Dharma of Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Quran Payakumbuh. In line with the vision of this journal which focuses on research and development of the study of Quran science, language, and art by publishing research results in the form of ideas, theories, methods, and studies of other actual problems related to the study of the latest issues and trends occurring internationally in Sciences and Tafseer of the Quran Arabic language science The art of recitations, tartil and Khat of the Quran
Articles 155 Documents
Corak Tafsir dalam Islam: Analisis Metode Tematik, Maudhu’i, dan Tahlili" Naf, Nafisah; Damayanti, Eni; Naja, Azka; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.168

Abstract

This article presents a comparative analysis of different methods and styles of interpreting the Qur'an. By comparing the works of classical and contemporary commentators, this article aims to reveal how each method provides different interpretations. The research method used is library research. Research results The development of methods for interpreting the Qur'an has occurred since the time of the Prophet Muhammad until now, influenced by the work of Western scientists which have been translated into Arabic. Shifts in the interpretation of the Koran were influenced by social changes in society, while Islam began to experience modernization in the 19th century. In Indonesia, Muslim scientists are also actively translating the Koran into Indonesian. There are various ways of interpreting the Koran that support understanding of the holy book. In conclusion, choosing the right interpretation method is very important to produce an interpretation of the Qur'an that is relevant to the social and cultural context and can provide solutions to the problems of the people.   Keywords: Method, Style, Interpretation   Artikel ini mempersembahkan analisis perbandingan tentang metode dan corak penafsiran Al-Qur'an yang berbeda. Dengan membandingkan karya-karya mufassir klasik dan kontemporer, artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana setiap metode memberikan penafsiran yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian Pengembangan metode penafsiran Al-Qur'an telah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad hingga sekarang, dipengaruhi oleh karya ilmuwan Barat yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Pergeseran penafsiran Al-Qur'an dipengaruhi oleh perubahan sosial masyarakat, sementara Islam mulai mengalami modernisasi pada abad ke-19. Di Indonesia, para ilmuwan Muslim juga secara aktif menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Indonesia. Terdapat beragam cara penafsiran Al-Qur'an yang mendukung pemahaman terhadap kitab suci tersebut. Kesimpulannya, pemilihan metode tafsir yang tepat sangat penting untuk menghasilkan interpretasi Al-Qur’an yang relevan dengan konteks sosial dan budaya serta dapat memberikan Solusi bagi permasalahan umat.   Kata kunci: Metode, Corak, Tafsir
Fondasi Transformasi Dalam Islam Perspektif Tafsir Tarbawi: Pengertin Tafsir Tarbawi, Jenis Tafsir Tafsir, Sejarah Perkembangan Tafsir, Urgensi Tafsir Tarbawi. Fatkhul Huda, Fatkhul Huda; Izza Aulia Farida; Rohmayanti , Rohmayanti; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.171

Abstract

The Qur'an is the holy book of Muslims whose authenticity and purity are undoubted in understanding the Qur'an, which emphasizes concepts in the context of education, morality, and humanity. Hence the term tafsir pendidikan (tafsir tarbawi) approaches the Qur'an from an educational point of view. The purpose of this study is to discuss aspects of education and character development that play an important role in producing a generation that not only understands religious teachings intellectually but also instills ethical and ethical values in daily life. This research method uses information and data analysis in library research. The study results show that the history of Tafsir Tarbawi shows how this learning method has changed from ancient times to the present, as well as how this approach has adapted to the development of society and the educational needs of today's society. And the importance of understanding the interpretation of Tarbawi when facing contemporary educational challenges such as globalization, changing values, and technological advancements. This study concludes that To answer these challenges, we need to understand and integrate the three elements of Tarbawi interpretation in the Islamic religious education curriculum. This is expected to provide a comprehensive, detailed, and appropriate solution to train individuals not only to have broad knowledge but also to have strong morals and noble character. Al Qur'an sebagai kitab suci umat islam yang mana keasliannya dan kemurniannya sudah tidak diragukan lagi. Dalam memahami Al-Quran yang menekankan konsep dalam konteks pendidikan, moralitas, dan kemanusiaan. maka menggunakan istilah tafsir pendidikan (tafsir tarbawi) yang mendekati Al-Qur'an melalui sudut pandang pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas aspek pendidikan dan pengembangan karakter yang berperan penting dalam menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama secara intelektual, namun juga menanamkan nilai-nilai etika dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan Analisis informasi dan data dalam penelitian pustaka (library research ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Tafsir Tarbawi menunjukkan bagaimana metode pembelajaran ini mengalami perubahan dari zaman dahulu hingga saat ini, serta menunjukkan bagaimana pendekatan ini telah beradaptasi dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan pendidikan masyarakat saat ini. Dan pentingnya pemahaman interpretasi Tarbawi dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer seperti globalisasi, perubahan nilai-nilai, dan kemajuan teknologi. Simpulan dari penelitian ini adalah Untuk menjawab tantangan tersebut, kita perlu memahami dan memadukan elemen ketiga tafsir Tarbawi dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi yang komprehensif, rinci dan tepat untuk melatih individu tidak hanya berilmu luas namun juga memiliki akhlak yang kuat dan berakhlak mulia.
OPTIMALISASI BAKAT DAN POTENSI KEBAIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN: ANALISIS QS. AN-NAHL AYAT 78, QS. AS-SYAMS AYAT 8-10, DAN QS. AL-ISRA AYAT 32 Rozaq, Muhammad; Fahmi, Tubagus; Nur Rohmah, Isnaini; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.172

Abstract

This article presents a comparative analysis of honing different talents and potential for goodness, specifically comparing various methods or approaches to developing and maximizing an individual's talents and potential for goodness. The research method used is library research. The findings indicate that humans have the potential for both good and bad tendencies. The moral teachings in the Quran emphasize the development of good traits and the avoidance of bad ones, as explained in Ibn Kathir's commentary on the purity and corruption of a person’s inner self. Humans possess two tendencies that differentiate between good and bad. Allah provides imbalance and punishment in accordance with human choices. Acts of adultery and murder are described in the Quran as grave wrongdoings that must be avoided and controlled by humans to prevent their negative consequences.   Keywords: Talent, potential, character   Artikel ini menyajikan perbandingan analisis tentang mengasah bakat dan potensi kebaikan yang berbeda, yaitu menyajikan suatu perbandingan yang menganalisis cara atau metode yang berbeda dalam mengembangkan atau memaksimalkan bakat serta potensi kebaikan seseorang. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah Manusia mempunyai kemungkinan serta kecenderungan baik dan buruk. Pelajaran moral dalam Al-Quran fokus pada pertumbuhan sifat baik dan menjauhi sifat buruk, seperti yang dijelaskan dalam penjelasan Ibnu Kasir tentang kesucian dan kekotoran batin seseorang. Manusia mempunyai dua kecenderungan yang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Allah memberikan ketidakseimbangan dan hukuman sesuai dengan keputusan manusia. Perbuatan zina dan pembunuhan dijelaskan dalam Al-Quran sebagai perilaku yang sangat buruk yang harus dijauhi dan dikendalikan manusia demi menghindari konsekuensi negatifnya.   Kata kunci: Bakat, potensi, karakter
Mengimplementasikan Konsep Sakinah, Mawadah, Warohmah Dalam Berkeluarga Berdasarkan Al-Qur'an riaya, della; Laila Nor, Vika; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.173

Abstract

Marriage is the longest worship. Islam has regulated all the procedures for marriage according to its sharia, in this Islamic law, marriage is not only about conveying lust between men and women but how to educate children, make the family happy, build a sakinah mawaddah wa rohmah marriage is also regulated in Islam. Marriage is a very heavy agreement before Allah and a commitment that must be carried out. In Islam, all things that must be realized in marriage have been regulated, namely happiness, responsibility, peace, education and mutual affection. In this material, it will be explained how to build a sakinah, mawaddah wa rahmah marriage in the Qur'an which tends more to the letter Al-Baqarah verses 187 and 228, Arrum verse 21, Ali-Imron verse 159, and Al-Furqon verse 74   Kata kunci: Islamic, Marriage, Shariat   Pernikahan adalah ibadah yang paling panjang waktunya. Islam sudah mengatur semua tata cara menikah sesuai syariatnya, di dalam syariat Islam ini menikah bukan hanya sekedar menyalurkan syahwat antara laki-laki dan perempuan namun cara mendidik anak, membahagiakan keluarga, membina pernikahan yang sakinah mawaddah wa rohmah juga diatur di dalam Islam. Pernikahan merupakan perjanjian yang sangat berat dihadapan Allah dan  komitmen yang harus dijalankan. Dalam Islam sudah diatur semua hal-hal yang harus diperlihatkan dalam pernikahan, yaitu kebahagiaan, tanggung jawab, ketentraman, pendidikan dan saling kasih sayang mengasihi. Dalam materi ini maka akan dijelaskan bagaimana cara membina pernikahan yang sakkinah, mawaddah wa rahmahdalam Al-Qur’an yang lebiu cenderung kepada surat Al-Baqarah ayat 187 dan 228, Arrum ayat 21, Ali-Imron ayat 159, serta Al-Furqon ayat 74.   Kata kunci: Islam, Pernikahan, Syari’at.
OPTIMISME DAN SABAR DALAM DALAM AL-QUR’AN: KUNCI KETEGUHAN IMAN DAN HARAPAN waliyyah, ananda; Zulaikha, Siti; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.174

Abstract

This article aims to explore the concepts of optimism and patience in the perspective of the Qur'an, as well as their role as keys to steadfastness and hope in the life of a Muslim. In the context of the Qur'an, optimism can also be understood as a positive attitude in facing life but also as a deep belief in facing life, but also as a deep belief in God's love and help that never breaks. On the other hand, patience, (sabr,) is a mental attitude that teaches someone to be steadfast and patient in facing life's tests, whether in the form of difficulties, suffering and challenges Elsewhere, this article analyzes a number of verses in the Qur'an that link these two concepts, such as in the letter Al Baqarah, (2; 153), which links sabr and prayer, as well as the letter Ash-sharh (94: 5-6) which illustrates that after difficulties there must be ease. This study also reviews how optimism and patience can form steadfastness (thabat) in facing all forms of tests, thus strengthening hope to achieve better life goals, both in in this world and in the hereafter. Apart from that, this article shows that optimism combined with patience can foster self-confidence, calm the soul, and encourage individuals to continue trying even when facing difficulties. Thus, both function as a source of spiritual strength that strengthens mental endurance and emotional, as well as maintaining life balance in living a life journey full of dynamics. Keywords: optimistic, patient, test   Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep optimisme dan kesabaran dalam perspektif Al-Qur'an,serta peran keduanya sebagai kunci keteguhan dan harapan dalam kehidupan seorang Muslim.Dalam konteks Al-Qur'an, optimisme juga dapat di fahami sebagai sikap positif dalam menghadapi kehidupan tetapi juga sebagai keyakinan mendalam menghadapi kehidupan, tetapi juga sebagai keyakinan mendalam akankasih sayang dan pertolongan Allah yang tidak pernah putus.sebaliknya , kesabaran,(sabr,) merupakan sikap mental yang mengajarkan seseorang untuk teguh dan sabar dalam menghadapi ujian hidup ,baik dalam bentuk kesulitan, penderitaan , maupun tantangan lainya, Artikel ini menganalisis sejumlah ayat Al Qur'an yang m we Ng hubungkan kedu as konsep ini, seperti dalam surat Al Baqarah,(2;153),yang mengaitkan antara sabr dan do'a , serta surat Ash-sharh (94:5-6) yang menggambarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.kajian ini juga mengulas bagaimana optimisme dan kesabaran dapat membentuk keteguhan hati ( thabat,) dalam menghadapi segala bentuk ujian, Sehingga memperkuat harapan untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik ,baik di dunia maupun di  akhirat.selain ituh, artikel ini menunjukkan bahwa optimisme yang berpadu dengan kesabaran dapat menumbuhkan kepercayaan diri, ketenangan jiwa, serta mendorong individu untuk trus berusaha meskipun menghadapi kesulitan.Dengan demikian, keduanya berfungsi sebagai sumber kekuatan spiritual yang memperkuat daya tahan mental dan emosional, serta menjaga keseimbangan hidup dalam menjalani perjalanan hidup yang penuh dinamika.
Corak Tafsir dalam Islam: Analisis Metode Tematik, Maudhu’i, dan Tahlili" Naf, Nafisah; Damayanti, Eni; Naja, Azka; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.168

Abstract

This article presents a comparative analysis of different methods and styles of interpreting the Qur'an. By comparing the works of classical and contemporary commentators, this article aims to reveal how each method provides different interpretations. The research method used is library research. Research results The development of methods for interpreting the Qur'an has occurred since the time of the Prophet Muhammad until now, influenced by the work of Western scientists which have been translated into Arabic. Shifts in the interpretation of the Koran were influenced by social changes in society, while Islam began to experience modernization in the 19th century. In Indonesia, Muslim scientists are also actively translating the Koran into Indonesian. There are various ways of interpreting the Koran that support understanding of the holy book. In conclusion, choosing the right interpretation method is very important to produce an interpretation of the Qur'an that is relevant to the social and cultural context and can provide solutions to the problems of the people.   Keywords: Method, Style, Interpretation   Artikel ini mempersembahkan analisis perbandingan tentang metode dan corak penafsiran Al-Qur'an yang berbeda. Dengan membandingkan karya-karya mufassir klasik dan kontemporer, artikel ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana setiap metode memberikan penafsiran yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian Pengembangan metode penafsiran Al-Qur'an telah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad hingga sekarang, dipengaruhi oleh karya ilmuwan Barat yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Pergeseran penafsiran Al-Qur'an dipengaruhi oleh perubahan sosial masyarakat, sementara Islam mulai mengalami modernisasi pada abad ke-19. Di Indonesia, para ilmuwan Muslim juga secara aktif menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Indonesia. Terdapat beragam cara penafsiran Al-Qur'an yang mendukung pemahaman terhadap kitab suci tersebut. Kesimpulannya, pemilihan metode tafsir yang tepat sangat penting untuk menghasilkan interpretasi Al-Qur’an yang relevan dengan konteks sosial dan budaya serta dapat memberikan Solusi bagi permasalahan umat.   Kata kunci: Metode, Corak, Tafsir
Fondasi Transformasi Dalam Islam Perspektif Tafsir Tarbawi: Pengertin Tafsir Tarbawi, Jenis Tafsir Tafsir, Sejarah Perkembangan Tafsir, Urgensi Tafsir Tarbawi. Fatkhul Huda, Fatkhul Huda; Izza Aulia Farida; Rohmayanti , Rohmayanti; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.171

Abstract

The Qur'an is the holy book of Muslims whose authenticity and purity are undoubted in understanding the Qur'an, which emphasizes concepts in the context of education, morality, and humanity. Hence the term tafsir pendidikan (tafsir tarbawi) approaches the Qur'an from an educational point of view. The purpose of this study is to discuss aspects of education and character development that play an important role in producing a generation that not only understands religious teachings intellectually but also instills ethical and ethical values in daily life. This research method uses information and data analysis in library research. The study results show that the history of Tafsir Tarbawi shows how this learning method has changed from ancient times to the present, as well as how this approach has adapted to the development of society and the educational needs of today's society. And the importance of understanding the interpretation of Tarbawi when facing contemporary educational challenges such as globalization, changing values, and technological advancements. This study concludes that To answer these challenges, we need to understand and integrate the three elements of Tarbawi interpretation in the Islamic religious education curriculum. This is expected to provide a comprehensive, detailed, and appropriate solution to train individuals not only to have broad knowledge but also to have strong morals and noble character. Al Qur'an sebagai kitab suci umat islam yang mana keasliannya dan kemurniannya sudah tidak diragukan lagi. Dalam memahami Al-Quran yang menekankan konsep dalam konteks pendidikan, moralitas, dan kemanusiaan. maka menggunakan istilah tafsir pendidikan (tafsir tarbawi) yang mendekati Al-Qur'an melalui sudut pandang pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas aspek pendidikan dan pengembangan karakter yang berperan penting dalam menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran agama secara intelektual, namun juga menanamkan nilai-nilai etika dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan Analisis informasi dan data dalam penelitian pustaka (library research ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Tafsir Tarbawi menunjukkan bagaimana metode pembelajaran ini mengalami perubahan dari zaman dahulu hingga saat ini, serta menunjukkan bagaimana pendekatan ini telah beradaptasi dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan pendidikan masyarakat saat ini. Dan pentingnya pemahaman interpretasi Tarbawi dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer seperti globalisasi, perubahan nilai-nilai, dan kemajuan teknologi. Simpulan dari penelitian ini adalah Untuk menjawab tantangan tersebut, kita perlu memahami dan memadukan elemen ketiga tafsir Tarbawi dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi yang komprehensif, rinci dan tepat untuk melatih individu tidak hanya berilmu luas namun juga memiliki akhlak yang kuat dan berakhlak mulia.
OPTIMALISASI BAKAT DAN POTENSI KEBAIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN: ANALISIS QS. AN-NAHL AYAT 78, QS. AS-SYAMS AYAT 8-10, DAN QS. AL-ISRA AYAT 32 Rozaq, Muhammad; Fahmi, Tubagus; Nur Rohmah, Isnaini; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.172

Abstract

This article presents a comparative analysis of honing different talents and potential for goodness, specifically comparing various methods or approaches to developing and maximizing an individual's talents and potential for goodness. The research method used is library research. The findings indicate that humans have the potential for both good and bad tendencies. The moral teachings in the Quran emphasize the development of good traits and the avoidance of bad ones, as explained in Ibn Kathir's commentary on the purity and corruption of a person’s inner self. Humans possess two tendencies that differentiate between good and bad. Allah provides imbalance and punishment in accordance with human choices. Acts of adultery and murder are described in the Quran as grave wrongdoings that must be avoided and controlled by humans to prevent their negative consequences.   Keywords: Talent, potential, character   Artikel ini menyajikan perbandingan analisis tentang mengasah bakat dan potensi kebaikan yang berbeda, yaitu menyajikan suatu perbandingan yang menganalisis cara atau metode yang berbeda dalam mengembangkan atau memaksimalkan bakat serta potensi kebaikan seseorang. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah Manusia mempunyai kemungkinan serta kecenderungan baik dan buruk. Pelajaran moral dalam Al-Quran fokus pada pertumbuhan sifat baik dan menjauhi sifat buruk, seperti yang dijelaskan dalam penjelasan Ibnu Kasir tentang kesucian dan kekotoran batin seseorang. Manusia mempunyai dua kecenderungan yang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Allah memberikan ketidakseimbangan dan hukuman sesuai dengan keputusan manusia. Perbuatan zina dan pembunuhan dijelaskan dalam Al-Quran sebagai perilaku yang sangat buruk yang harus dijauhi dan dikendalikan manusia demi menghindari konsekuensi negatifnya.   Kata kunci: Bakat, potensi, karakter
Mengimplementasikan Konsep Sakinah, Mawadah, Warohmah Dalam Berkeluarga Berdasarkan Al-Qur'an riaya, della; Laila Nor, Vika; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.173

Abstract

Marriage is the longest worship. Islam has regulated all the procedures for marriage according to its sharia, in this Islamic law, marriage is not only about conveying lust between men and women but how to educate children, make the family happy, build a sakinah mawaddah wa rohmah marriage is also regulated in Islam. Marriage is a very heavy agreement before Allah and a commitment that must be carried out. In Islam, all things that must be realized in marriage have been regulated, namely happiness, responsibility, peace, education and mutual affection. In this material, it will be explained how to build a sakinah, mawaddah wa rahmah marriage in the Qur'an which tends more to the letter Al-Baqarah verses 187 and 228, Arrum verse 21, Ali-Imron verse 159, and Al-Furqon verse 74   Kata kunci: Islamic, Marriage, Shariat   Pernikahan adalah ibadah yang paling panjang waktunya. Islam sudah mengatur semua tata cara menikah sesuai syariatnya, di dalam syariat Islam ini menikah bukan hanya sekedar menyalurkan syahwat antara laki-laki dan perempuan namun cara mendidik anak, membahagiakan keluarga, membina pernikahan yang sakinah mawaddah wa rohmah juga diatur di dalam Islam. Pernikahan merupakan perjanjian yang sangat berat dihadapan Allah dan  komitmen yang harus dijalankan. Dalam Islam sudah diatur semua hal-hal yang harus diperlihatkan dalam pernikahan, yaitu kebahagiaan, tanggung jawab, ketentraman, pendidikan dan saling kasih sayang mengasihi. Dalam materi ini maka akan dijelaskan bagaimana cara membina pernikahan yang sakkinah, mawaddah wa rahmahdalam Al-Qur’an yang lebiu cenderung kepada surat Al-Baqarah ayat 187 dan 228, Arrum ayat 21, Ali-Imron ayat 159, serta Al-Furqon ayat 74.   Kata kunci: Islam, Pernikahan, Syari’at.
OPTIMISME DAN SABAR DALAM DALAM AL-QUR’AN: KUNCI KETEGUHAN IMAN DAN HARAPAN waliyyah, ananda; Zulaikha, Siti; Rahmawati, Ana
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v11i2.174

Abstract

This article aims to explore the concepts of optimism and patience in the perspective of the Qur'an, as well as their role as keys to steadfastness and hope in the life of a Muslim. In the context of the Qur'an, optimism can also be understood as a positive attitude in facing life but also as a deep belief in facing life, but also as a deep belief in God's love and help that never breaks. On the other hand, patience, (sabr,) is a mental attitude that teaches someone to be steadfast and patient in facing life's tests, whether in the form of difficulties, suffering and challenges Elsewhere, this article analyzes a number of verses in the Qur'an that link these two concepts, such as in the letter Al Baqarah, (2; 153), which links sabr and prayer, as well as the letter Ash-sharh (94: 5-6) which illustrates that after difficulties there must be ease. This study also reviews how optimism and patience can form steadfastness (thabat) in facing all forms of tests, thus strengthening hope to achieve better life goals, both in in this world and in the hereafter. Apart from that, this article shows that optimism combined with patience can foster self-confidence, calm the soul, and encourage individuals to continue trying even when facing difficulties. Thus, both function as a source of spiritual strength that strengthens mental endurance and emotional, as well as maintaining life balance in living a life journey full of dynamics. Keywords: optimistic, patient, test   Artikel ini bertujuan untuk menggali konsep optimisme dan kesabaran dalam perspektif Al-Qur'an,serta peran keduanya sebagai kunci keteguhan dan harapan dalam kehidupan seorang Muslim.Dalam konteks Al-Qur'an, optimisme juga dapat di fahami sebagai sikap positif dalam menghadapi kehidupan tetapi juga sebagai keyakinan mendalam menghadapi kehidupan, tetapi juga sebagai keyakinan mendalam akankasih sayang dan pertolongan Allah yang tidak pernah putus.sebaliknya , kesabaran,(sabr,) merupakan sikap mental yang mengajarkan seseorang untuk teguh dan sabar dalam menghadapi ujian hidup ,baik dalam bentuk kesulitan, penderitaan , maupun tantangan lainya, Artikel ini menganalisis sejumlah ayat Al Qur'an yang m we Ng hubungkan kedu as konsep ini, seperti dalam surat Al Baqarah,(2;153),yang mengaitkan antara sabr dan do'a , serta surat Ash-sharh (94:5-6) yang menggambarkan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.kajian ini juga mengulas bagaimana optimisme dan kesabaran dapat membentuk keteguhan hati ( thabat,) dalam menghadapi segala bentuk ujian, Sehingga memperkuat harapan untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik ,baik di dunia maupun di  akhirat.selain ituh, artikel ini menunjukkan bahwa optimisme yang berpadu dengan kesabaran dapat menumbuhkan kepercayaan diri, ketenangan jiwa, serta mendorong individu untuk trus berusaha meskipun menghadapi kesulitan.Dengan demikian, keduanya berfungsi sebagai sumber kekuatan spiritual yang memperkuat daya tahan mental dan emosional, serta menjaga keseimbangan hidup dalam menjalani perjalanan hidup yang penuh dinamika.

Page 8 of 16 | Total Record : 155