cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnaldunia.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282183135700
Journal Mail Official
jurnaldunia.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada. No. 34 Kotabaru, Bandar Lampung 35121
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Peternakan
ISSN : 29885981     EISSN : 29884764     DOI : https://doi.org/10.37090/jdp.v1i2
Jurnal Dunia Peternakan adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang. Jurnal Dunia Peternakan ini menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di Indonesia. Jurnal Dunia Peternakan ini menerbitkan artikel penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan, gagasan asli atau artikel ilmiah lainnya. Jurnal Dunia Peternakan terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Articles 42 Documents
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Desa Fajar Sari Kecamatan Seputih Agung: Success Rate Of Artificial Insemination In Beef Cattle In Fajar Sari Village Seputih Agung District Sadewa, Bayu; Suhadi, Miki; Muthoharoh, Septi; Herdiansah, Riko
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/vb44qy48

Abstract

Peningkatan produksi dan populasi sapi potong menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan peternakan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan teknologi Inseminasi Buatan (IB) yang bertujuan memperbaiki mutu genetik ternak dan meningkatkan efisiensi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB pada sapi potong di Desa Fajar Sari, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, serta menganalisis faktor-faktor pendukung keberhasilan program tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan metode survei deskriptif terhadap 41 orang peternak sebagai responden dan total 125 ekor sapi potong yang telah diinseminasi. Data dikumpulkan melalui kuisioner, observasi langsung, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Conception Rate (CR) sebesar 74,4% dan Service per Conception (S/C) sebesar 1,34. Angka tersebut menunjukkan bahwa program IB di lokasi penelitian berjalan secara efisien dan termasuk dalam kategori sangat baik berdasarkan standar nasional dan internasional. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya pengalaman beternak responden yang mayoritas di atas 10 tahun, kepemilikan ternak yang cukup (rata-rata 3–4 ekor), serta keterlibatan aktif dalam pengamatan birahi dan pelaksanaan IB. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi IB sangat potensial diterapkan secara luas pada peternakan rakyat apabila didukung dengan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis dari inseminator. Oleh karena itu, pengembangan IB di tingkat desa perlu terus didorong untuk mendukung peningkatan populasi sapi potong dan kesejahteraan peternak lokal.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Kelinci Ditinjau dari Limbah, Bau dan Manfaat yang Ditimbulkan Mapalagus, M. Yunus Fahryansyah; Herdiansah, Riko; Suhadi, Miki; Elia Agustiana
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/vxt9k576

Abstract

Kelinci memiliki peluang usaha yang cukup potensial, baik sebagai usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan masyarakat melalui limbah dan bau yang di hasilkan oleh peternakan kelinci serta manfaat dari  keberadaan  peternakan  kelinci.   Penelitian  ini  menerapkan  pendekatan  kuantitatif deskriptif dengan tujuan menyajikan gambaran secara runtut mengenai kenyataan, gejala, dan fenomena. Penelitian ini berfokus dengan pendekatan langsung kepada masyarakat sekitar peternakan melalui observasi dan wawancara secara langsung. Adapun jumlah responden yang diambil pada penelitian ini secara purposive (sengaja) yakni sebanyak 50 orang yang lebih dekat dengan lokasi peternakan dan lokasi rumah paling jauh berjarak  300  meter.  Studi ini mengkaji opini publik  mengenai usaha  ini.  Proses  analisis meliputi penggolongan, simplikasi   penyederhanaan, dan penyajian data, termasuk diadram distribusi frekuensi dan pengukuran persepsi responden menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat menganggap bau sisa pakan mengganggu. Demikian pula, kotoran kelinci yang bercampur urin dan kotoran yang menumpuk di sekitar kandang dianggap mengganggu. Sementara itu, persepsi masyarakat terhadap manfaat sistem peternakan ini dinilai bermanfaat.