cover
Contact Name
ida marina
Contact Email
idamarina@unma.ac.id
Phone
+6283816287144
Journal Mail Official
idamarina@unma.ac.id
Editorial Address
Jl.K.H.Abdul Halim No.103 Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Sustainable Agribusiness
Published by Universitas Majalengka
ISSN : -     EISSN : 28306422     DOI : https://doi.org/10.31949/jsa.
Journal of Sustainable Agribusiness (JoSA) is a journal that contains articles from the results of research studies covering the field of agricultural science which includes the agribusiness sector which has passed the review process and it is confirmed that the review process is a double blind review. Published by the Faculty of Agriculture, Majalengka University and managed by the Faculty of Agriculture, Majalengka University. JoSA represents the results of research work produced by students and lecturers of the Faculty of Agriculture, UNMA. The research focuses on regional superior products including gedong gincu mango, shallots and processed agricultural products. JoSA is published twice a year, where each volume consists of two numbers, published in June and December.
Articles 40 Documents
FACTORS AFFECTING THE DEVELOPMENT OF FOREST TOURISM CEMARA BEACH AND ITS IMPACT ON INCOME FARMER HOUSEHOLD Gunawan, Ridwan; Dasipah, Euis; Dahtiar, Agi
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v3i2.11671

Abstract

The objective of this study is to examine the factors that impact the growth of Cemara Beach Forest Tourism and its effect on the earnings of farmer households. The respondents were selected through the census method, with a total of 65 units. The approach employed for analysis was path analysis and paired t test. The study revealed that the attractiveness and tourism environment of Cemara beach forest, which includes Attractions, Amenities, Accessibility, and Auxiliary Services, had a good achievement level of 72.90%. Supporting Institutions for tourism also achieved a good criterion of 65.85%. Additionally, community participation showed good conditions with a good criteria achievement level of 61.92%. The development of Cemara Beach Forest Tourism attained a good criteria achievement level of 77.93%. Tourist Attraction and Environment had a positive correlation r = 0.89, indicating a very close relationship with Supporting Institutions. This suggests that the better the Supporting Institutions are, the better the Tourist Attraction and Environment. Community Participation demonstrated an indication of a very close relationship with Tourist Attraction and Environment. This implies that community participation increases with better tourist attractions and the environment. Supporting Institutions had a positive correlation r = 0.89 with community participation, indicating a close relationship. This implies that the better the Supporting Institutions, the better the community participation. Tourist Attraction and Environment, Supporting Institutions, and Community Participation had a positive effect on the development of Cemara beach forest tourism, with tourist attraction having the greatest influence at 46.85%, followed by Supporting Institutions at 25.82%, and Community Participation at 23.58%. The development of Cemara coastal forest tourism had a positive impact on the income of farmer households, increasing it by an average of 67.16%.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MANAJERIAL SKILL KETUA KELOMPOK TERHADAP KEBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TANI PETANI ANGGOTA Supriadi, Dede Asep; Sukmawati, Dety; Permana, Nendah Siti
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v3i2.11674

Abstract

This study aims to determine the influence of Leadership and Managerial skills of Farmer Group leaders on Farmer Empowerment and their impact on productivity and income of rice farming. This study used a survey method of lowland rice farmers in Warungkondang District, Cianjur Regency. Respondents were assigned randomly stratified proportions using the Slovin formula and a total of 70 farmers were selected. The form of research is verification and the analysis technique used is path analysis and Chi Square. Based on the research results obtained. Performance Farmer group leadership consists of dimensions: Smart; Responsibility; Honest; trusted; Consistent; Initiative; and Firmly obtained an achievement level of 76.89% good criterion. Performance of Managerial Skills Head of farmer groups consisting of dimensions: production managerial; financial managerial; Managerial Human Resources; Marketing managerial achievement level obtained 79.32% good criterion. Performance of the empowerment of group members consisting of dimensions: Accessibility, Independence, Protection, Participation and Fulfillment of Needs to obtain an achievement level of 75.81% good criteria. There is a positive correlation between the leadership of group leaders and the managerial skills of group leaders as shown by the correlation coefficient r = 0.78. It is interpreted that the higher the leadership, the higher the managerial skills of the farmer group leaders. There is a positive influence of the Leadership and Managerial Skill of the Chair of the farmer group on the empowerment of group members. The magnitude of the respective influence is 56.46% and 22.80%. The empowerment of farmer group members influences the productivity of lowland rice farming. The higher the level of farmer empowerment, the higher the productivity of the farming business. The empowerment of farmer group members influences the achievement of lowland rice farming income. The higher the level of empowerment of farmers, the higher the income of farming
PENENTUAN PRIORITAS STRATEGI PENGENDALIAN DAUN KERITING PADA BUDIDAYA CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Afifah Nur'aeni; Ida Marina; Paradise Zahratussita Elmakdumi
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18833

Abstract

Epidemi penyakit daun keriting akibat serangga vektor menjadi kendala utama budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) karena menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kriteria prioritas pengendalian penyakit daun keriting menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), menentukan alternatif strategi terbaik, serta menguji kelayakan ekonomi sistem tumpangsari cabai rawit domba dan kacang tanah di Blok Cikalong, Kabupaten Majalengka. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengombinasikan pendekatan AHP dengan analisis finansial usahatani R/C Ratio pada lahan eksperimen seluas 47m². Kriteria yang diuji meliputi tingkat serangan hama penyakit, produktivitas, keberlanjutan tumpangsari, dan efisiensi biaya, dengan alternatif strategi: tumpangsari, pestisida nabati, dan mekanik. Hasil Analisis AHP menunjukkan tingkat serangan hama dan penyakit (K1) merupakan kriteria prioritas utama dengan bobot 0,35, diikuti produktivitas (K2 = 0,30), keberlanjutan tumpangsari (K3 = 0,20), dan efisiensi biaya (K4 = 0,15) dengan nilai Consistency Ratio (CR) konsisten sebesar 0,04. Optimalisasi sistem tumpangsari (A_1) terpilih sebagai strategi terbaik dengan bobot global 0,42 karena efektivitas kacang tanah sebagai pembatas fisik vegetatif. Implementasi strategi tumpangsari membutuhkan biaya produksi Rp358.500,- dan menghasilkan keuntungan bersih Rp241.500,-. Nilai \text{R/C Ratio} sebesar 1,67 > 1,00 menunjukkan usahatani ini sangat layak dijalankan dan mampu berfungsi sebagai sabuk pengaman ekonomi (economic safety net) melalui diversifikasi hasil tanaman meskipun terdapat 8 dari 30 tanaman yang bergejala daun keriting.
EVALUASI BUDIDAYA TUMPANGSARI CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) BERDASARKAN KONDISI LAPANGAN DAN BIAYA PRODUKSI DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SUKAHAJI, KABUPATEN MAJALENGKA Silmi Kaffah; Ida Marina; Oktalia Rizki
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18849

Abstract

Berbagai studi sebelumnya mengindikasikan bahwa metode tumpangsari dapat meningkatkan efektivitas penggunaan lahan dan hasil tanaman. Namun, praktik budidaya di lapangan tidak selalu menghasilkan hasil yang konsisten karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cara pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai praktik tumpangsari cabai domba (Capsicum frutescens L.) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta pengeluaran biaya produksi di Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengamatan di lapangan, dokumentasi kegiatan pertanian, analisis pengeluaran biaya produksi, dan penelaahan literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan. Pengamatan menunjukkan berbagai tantangan, seperti pertumbuhan tanaman yang tidak merata, kematian tanaman, gejala daun menguning, daun yang melintir, daun yang berlubang, serangan hama kumbang, genangan air, dan kendala distribusi air di beberapa bedengan. Total biaya produksi yang dikeluarkan selama penelitian adalah Rp. 209. 000. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengimplementation sistem tumpangsari di lokasi yang diteliti belum sepenuhnya sejalan dengan hasil studi sebelumnya, yang umumnya menunjukkan kenaikan produktivitas dan efisiensi lahan. Oleh karena itu, diperlukan penilaian budidaya yang lebih menyeluruh untuk meningkatkan keberhasilan tumpangsari di berbagai kondisi lapangan.
ANALISIS OPERASIONAL AGRIBISNIS BUDUDAYA CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DENGAN SISTEM TUMPANG SARI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.): STUDI KASUS DENGAN IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN PERMASALAHAN LAPANGAN Gisca Razwa Septianur; Ida Marina; Paradise Zahratussita Elmakdumi
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi budidaya cabai domba (Capsicum frutescens L.) dengan sistem tumpang sari kacang tanah (Arachis hypogaea L.), serta menemukan masalah dan upaya untuk menanganinya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengamati kondisi tanaman, tanah, dan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem tumpang sari cabai domba dan kacang tanah dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan memberikan keuntungan ekonomi dan agronomis. Namun, selama masa pertumbuhan vegetatif terjadi beberapa kendala utama. Ini termasuk pemadatan tanah yang disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan; serangan kutu kebul (Bemisia tabaci), yang menyebabkan gejala keriting dan menguning pada daun; serangan kutu putih; dan serangan ulat pemakan daun (Spodoptera litura). pemanfaatan lahan dan memberikan keuntungan ekonomi dan agronomis. Namun, selama masa pertumbuhan vegetatif terjadi beberapa kendala utama. Ini termasuk pemadatan tanah yang disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan; serangan kutu kebul (Bemisia tabaci), yang menyebabkan gejala keriting dan menguning pada daun; serangan kutu putih; dan serangan ulat pemakan daun (Spodoptera litura). Pengemburan tanah, sanitasi lahan, penyulaman, pengendalian hama secara mekanis dan kimiawi, dan pemantauan rutin adalah beberapa metode penanganan. Agar budidaya berhasil, pengelolaan yang berkelanjutan dan penerapan pengendalian terpadu diperlukan.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERMASALAHAN BUDIDAYA CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SUKAHAJI Riska Maulina Wibawati; Ida Marina; Dena Noviansah; Syifa Fatimatun Zahra
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18859

Abstract

Penelitian ini ,menganalisis perkembangan dan tantangan dalam budidaya cabai domba yang diterapkan pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah di Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji. Penanaman dilakukan pada tanggal 10 Mei 2026 dengan 40 bibit berusia 4 minggu, yang dibagi dengan jarak tanam 35 cm dalam lahan seluas 360 m × 10 m yang dibagi menjadi 8 bedengan, sementara  lahan kosong ditanami kacang tanah. Observasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berada di kisaran 10–15 cm selama fase awal pertumbuhan. Beberapa masalah yang teridentifikasi meliputi adanya lubang pada daun, pertumbuhan yang tidak merata, gulma, kematian 4 tanaman yang sudah disulam, kondisi tanah kering pada bedengan terakhir, serta daun kering dan tanaman yang tumbuh bengkok akibat tertutup dedaunan. Pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan setiap dua minggu, penyemprotan setiap minggu, dan penyiraman secara rutin. Berdasarkan hastil tersebut , sistem tumpangsari membutuhkan pengelolaan air, gulma, dan hama yang lebih intensif agar pertumbuhan cabai dapat optimal. Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan meliputi biaya benih, pupuk, pestisida. Dengan demikian, sistem tumpangsari cabai domba dengan kacang tanah berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, tetapi memerlukan pengelolaan budidaya yang baik agar pertumbuhan tanaman dan hasil produksi dapat optimal.
OPTIMASI SISTEM PRODUKSI CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PADA LAHAN TERBATAS MELALUI POLA TUMPANGSARI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI INPUT DAN NILAI EKONOMI USAHATANI Imas Naimah Hasnah; Ida Marina; Haura Dwi Aryani
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.19149

Abstract

Penelitian ini menganalisis optimasi sistem produksi cabai domba (Chili pepper, Capsicum frutescens L.) pada lahan terbatas melalui pola tumpangsari untuk meningkatkan efisiensi input dan nilai ekonomi usahatani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang didukung observasi lapangan pada lahan 38,7 m² di Desa Cikalong, Majalengka. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif menggunakan matriks sintesis literatur. Hasil menunjukkan bahwa sistem tumpangsari cabai, kacang tanah, dan jagung meningkatkan efisiensi lahan dengan 113 tanaman (naik 140,43% dibanding monokultur) dan biaya input Rp68.000 yang relatif efisien. Kendala yang ditemukan meliputi serangan hama, daun keriting, dan kematian tanaman sebesar 10,64%. Sistem tumpangsari juga meningkatkan diversifikasi produksi yang berpotensi mengurangi risiko usaha dan meningkatkan nilai ekonomi usahatani. Kesimpulannya, tumpangsari meningkatkan efisiensi lahan, menekan risiko produksi, dan memperkuat potensi ekonomi pada lahan terbatas.
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENERAPAN MANAJEMEN OPERASIONAL PRODUKSI TERHADAP KINERJA USAHA AGRIBISNIS KOMODITAS UNGGULAN Deden Komar Priatn; Winna Roswinna; Maria Lusiana Yulianti; Anne Lasminingrat; Susan Ridwan
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.19279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan manajemen pemasaran agroindustri terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dampaknya terhadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten berbasis pertanian di Provinsi Jawa Barat periode 2024–2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif dan verifikatif, dengan data panel dari 15 kabupaten terpilih. Analisis dilakukan melalui model regresi efek tetap dan uji mediasi Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemasaran agroindustri berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD; selanjutnya, manajemen pemasaran agroindustri dan PAD masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. PAD juga terbukti berperan signifikan sebagai variabel pemediasi. Mengoptimalkan potensi pertanian melalui strategi pemasaran terstruktur menjadi langkah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.
OPTIMALISASI POTENSI AGRIBISNIS SEBAGAI PENGGERAK PENDAPATAN ASLI DAERAH UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN PADA DANA TRANSFER (STUDI PADA KABUPATEN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2024–2025) Winna Roswinna; Deden Komar Priatna; Anne Lasminingrat; Maria Lusiana Yulianti
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.19280

Abstract

Sebagian besar wilayah kabupaten di Jawa Barat memiliki potensi agribisnis yang besar, namun tingkat kemandirian fiskal masih rendah dan ketergantungan terhadap dana transfer pusat tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), serta kemandirian keuangan daerah, sekaligus merumuskan strategi pemanfaatan potensi agribisnis. Penelitian kuantitatif menggunakan data panel 18 kabupaten tahun 2024–2025, dianalisis dengan Model Efek Tetap. PAD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TKDD serta positif dan sangat kuat terhadap kemandirian keuangan, sedangkan TKDD hanya berpengaruh positif lemah. Potensi agribisnis belum dioptimalkan akibat dominasi penjualan bahan baku dan belum maksimalnya penyesuaian kebijakan fiskal baru. Kesimpulan: Penguatan hilirisasi, kebijakan pajak, dan BUMD agribisnis menjadi kunci mengurangi ketergantungan transfer.
PENGARUH PENERAPAN MANAJEMEN PEMASARAN AGROINDUSTRI TERHADAP PENINGKATAN PAD DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH PADA KABUPATEN BERBASIS PERTANIAN DI PROVINSI JAWA BARAT Anne Lasminingrat; Winna Roswinna; Deden Komar Priatna; Maria Lusiana Yulianti; Jusdijachlan Jusdijachlan
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.19281

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan manajemen pemasaran agroindustri terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dampaknya terhadap kemandirian keuangan daerah pada kabupaten berbasis pertanian di Provinsi Jawa Barat periode 2024–2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif dan verifikatif, dengan data panel dari 15 kabupaten terpilih. Analisis dilakukan melalui model regresi efek tetap dan uji mediasi Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemasaran agroindustri berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD; selanjutnya, manajemen pemasaran agroindustri dan PAD masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. PAD juga terbukti berperan signifikan sebagai variabel pemediasi. Mengoptimalkan potensi pertanian melalui strategi pemasaran terstruktur menjadi langkah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Page 4 of 4 | Total Record : 40