cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
jurnal.guruku@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien no. 36A Cijoho-Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 30318181     DOI : https://doi.org/10.25134/jguruku
Core Subject : Education,
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru merupakan media publikasi dengan lingkup pendidikan yang terbuka bagi semua guru dan semua cabang ilmu. Penulis harus memiliki intansi di sekolah baik SD, SMP, dan SMA sebagai penulis, penulis lain dari luar intansi tersebut merupakan target lain dengan fokus tulisan pendidikan seperti mahasiswa, peneliti, tau dosen. Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis. Dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal JGuruku, Naskah yang terbit pada jurnal ini diberikan akses terbuka yang artinya siapa saja bisa mengakses arsip jurnal yang diterbitkan dengan perlindungan ketentuan hak cipta mengikuti Creativ Cumon CC-BY-SA. Penerbitan mengunakan Lisensi LOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: LOCKSS License. Lisensi CLOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: CLOCKSS License.
Articles 225 Documents
PENERAPAN MODEL PBL BERBANTU ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SD NEGERI TANJUNG 06 Diah Widi Yanti
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah pada hakikatnya adalah mengajarkan anak agar dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia melalui penerapan Model PBL berbantu Role Playing pada siswa kelas VI SD Negeri Tanjung 06. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan desain Pre eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Tanjung 06 yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian ketrampilan. Teknik analisis data menggunakan penggabungan antara nilai sikap, pengetahuan dan ketrampilan dengan metode eksperimen. Hasil nilai pretest yang diperoleh siswa menunjukan nilai terendah sebelum menggunakan model pembelajaran PBL yaitu 40, sedangkan nilai tertingginya yaitu 80. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai rata- rata yaitu 76. Nilai terendah pada model pembelajaran PBL yaitu 60, sedangkan nilai tertingginya yaitu 100. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata yaitu 96. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Melalui model PBL siswa lebih mudah memahami setiap materi Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat. Kata kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, Model Problem Based Learning (PBL). THE APPLICATION OF THE ROLE PLAYING ASSISTED PBL MODEL ON STUDENT LEARNING OUTCOMES AT SD NEGERI TANJUNG 06 ABSTRACT Indonesian language lessons at school essentially teach children to be able to communicate using Indonesian. The aim of this research is to determine the improvement in Indonesian language learning outcomes through the application of the PBL Model assisted by Role Playing in class VI students at SD Negeri Tanjung 06. This research is a quantitative research with data collection using a pre-experimental design. The research subjects were 20 class VI students at SD Negeri Tanjung 06. Data collection techniques include attitude assessment, knowledge assessment and skills assessment. The data analysis technique uses a combination of attitude, knowledge and skills values ​​with experimental methods. The results of the pretest scores obtained by students showed that the lowest score before using the PBL learning model was 40, while the highest score was 80. Based on the calculations that had been carried out, the average score was 76. The lowest score in the PBL learning model was 60, while the highest score was 100. Based on the calculations that have been carried out, the average value is 96. So it can be concluded that the Problem Based Learning model has a positive effect on Indonesian language learning outcomes. Through the PBL model, it is easier for students to understand every Indonesian language material in the learning process so that student learning outcomes increase. Keywords: :Learning Outcomes, Indonesian Language Learning in Elementary Schools, Problem Based Model Learning (PBL)
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF DAN PAPAN DIAGRAM Eros Rosmiati
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran menggunakan Problem Based Learning berbantuan media PowerPoint interaktif dan alat peraga papan diagram untuk meningkatkan keaktifan, pemahaman dan kemampuan numerasi peserta didik yang ditinjau dari hasil belajar peserta didik kelas 1 SD Negeri 1 Tambaksari. Berdasarkan observasi awal peneliti, pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dilakukan dengan ceramah, penugasan, tanya jawab, dan diskusi klasikal. Proses pembelajaran tersebut memberikan hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu, peneliti menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah sebanyak 15 orang peserta didik. Instrumen penelitian yang disusun berupa modil ajar, lembar observasi kegiatan guru, lembar kerja peserta didik, lembar penilaian tes formatif pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian yang pada siklus I terdapat 66,7% peserta didik yang mencapai nilai di atas KKM sedangkan 33,3% lainnya masih belum mampu mencapai KKM. Sedangkan pada siklus II diperoleh hasil dari implementasi Problem Based Learning berbantuan media PowerPoint interaktif dan alat peraga papan diagram ini sebanyak 100% peserta didik mampu mencapai nilai diatas KKM. Hal ini menandakan penerapan model Problem Based Learning berpengaruh pada peningkatkan keaktifan peserta didik dan pemahaman serta kemampuan nmerasi peserta didik ditinjau dari hasil belajarnya. Hal ini dikarenakan pembelajaran berfokus pada peserta didik sehingga peserta didik mampu mengeksplorasi lebih banyak pengalaman secara langsung dalam pembelajaran dengan desain yang kontekstual. Kata kunci: Problem Based Learning; PowerPoint Interaktif; Papan Diagram. IMPLEMENTATION OF PROBLEM BASED LEARNING USED BY INTERACTIVE POWERPOINT AND DIAGRAM BOARDS ABSTRACT This research aims to describe the implementation of learning using Problem Based Learning assisted by interactive PowerPoint media and diagram board teaching aids to increase students' activeness, understanding and numeracy abilities as seen from the learning outcomes of class 1 students at SD Negeri 1 Tambaksari. Based on the researcher's initial observations, the learning carried out by the teacher was carried out with lectures, assignments, questions and answers, and classical discussions. This learning process provides low learning outcomes. Therefore, researchers apply the Project Based Learning learning model. This research is included in classroom action research using a qualitative approach with descriptive analysis. The research subjects were 15 students. The research instruments prepared were in the form of teaching models, teacher activity observation sheets, student worksheets, formative test assessment sheets in cycle I and cycle II. The research results showed that in cycle I there were 66.7% of students who achieved a score above the KKM, while the other 33.3% were still unable to reach the minimum completeness criteria. Meanwhile, in cycle II, the results obtained from the implementation of Problem Based Learning with the help of interactive PowerPoint media and diagram board teaching aids were 100% of students able to achieve scores above the minimum completeness criteria. This indicates that the application of the Problem Based Learning model has an effect on increasing student activity and students' understanding and numerical abilities in terms of their learning outcomes. This is because learning focuses on students so that students are able to explore more direct experiences in learning with a contextual design. Keywords: Problem Based Learning; PowerPoint Interactive; Diagram Boards.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAAN MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA PAPERIA Ice Nurwati
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi peneliti di SDN Kubangsari 02 di kelas 2 dengan jumlah 20 siswa siswi. Metode ceramah masih digunakan oleh guru dalam pembelajaran matematika sehingga siswa memiliki rasa bosan dan merasa kurang bersemangat untuk ikut dalam proses pembelajaran. Melaksanakan proses pembelajaran menggunakan tindakan kelas peneletian. Disini peneliti berperan menjadi pendidik yang terus ikut selama perencanaan, pelaksanaan, observasi maupun refleksi. Untuk membantu proses pembelajaran pendidik menggunakan media papan perkalian ceria (PAPERIA) serta model PBL.Temuan dari siklus 1 menunjukkan bahwa pekerjaan pendidik sudah bagus, tetapi masih punya kesenjangan yang perlu dibenahi, keterlibatan siswa belum cukup optimal, dan 5 anak dengan klasikal memiliki nilai penilaian belajar siswa yang mencapai kesempurnaan 75%. Siklus dua menunjukkan pekerjaan pendidik telah membaik, kekurangan terdapat di siklus 1 telah tertutupi, siswa menjadi rajin melaksanakan proses belajar mengajar, serta 18 siswa mencapai kesempurnaan dengan persentase klasikal 85%. . Pencapaian belajar meningkat dari 75% menjadi 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya implementasi media piringan reproduksi pada materi reproduksi berdampak positif terhadap pengembangan pencapaian belajar siswa. Kata kunci: Hasil Belajar, Model PBL, Papan Perkalian. INCREASE STUDENTS' INTEREST IN LEARNING BY USING THE PBL MODEL ASSISTED BY PAPERIA MEDIA ABSTRACT Based on the results of researchers' observations at SDN Kubangsari 02 in class 2 with a total of 20 female students. The lecture method is still used by teachers in teaching mathematics so that students feel bored and feel less enthusiastic about participating in the learning process. Carry out the learning process using research class actions. Here the researcher plays the role of an educator who continues to participate during planning, implementation, observation and reflection. To help the learning process, educators use cheerful multiplication board media (PAPERIA) and the PBL model. The findings from cycle 1 show that the educators' work is good, but there are still gaps that need to be addressed, student involvement is not optimal enough, and 5 children with classical grades have no assessment scores. learning of students who achieve 75% perfection. The second cycle shows that the work of educators has improved, the deficiencies found in cycle 1 have been covered, students have become diligent in carrying out the teaching and learning process, and 18 students have achieved perfection with a classical percentage of 85%. . Learning achievement increased from 75% to 85%. Thus, it can be concluded that the implementation of reproduction disc media in reproduction material has a positive impact on the development of student learning achievements. Keywords: Learning Outcomes, PBL Model, Multiplication Board.
RENDAHNYA KEAKTIFAN PESERTA DIDIK DALAM KEGIATAN DISKUSI DI KELAS X SMK Nissa Amanah
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Praktik pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar peserta didik kelas X SMK Muhammadiyah Ciledug pada submateri pencemaran air dengan menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) berbasis Tutor Sebaya melalui Slide Presentasi Canva.Praktik pembelajaran ini dilakukan di SMK Muhammadiyah Ciledug dengan sampel penelitian 20 orang peserta didik kelas X. Treatmen dalam praktik pembelajaran ini berupa pemberian masalah yaitu video tentang banjir saat musim hujan di Sungai Cisanggarung, Kabupaten Cirebon. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa Observasi, Soal Tes, dan Wawancara. Observasi dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui sikap dan keterampilan peserta didik pada saat belajar di kelas. Soal tes dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan peserta didik. Sedangkan wawancara dilakukan dengan bertujuan untuk menggali informasi terkait perlakuan yang telah dilakukan. Data observasi, dan soal tes dianalisis dengan menggunakan aplikasi Excell. Sedangkan wawancara dianalisis secara kualitatif deskriptif.Hasil praktik pembelajaran menunjukkan bahwa Problem Based Learning Berbasis Tutor Sebaya dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik kelas X SMK Muhammadiyah Ciledug pada submateri pencemaran air melalui slide presentasi canva. Hal ini terlihat dari hasil nilai sikap peserta didik dalam kegiatan diskusi yaitu menunjukkan 100% mampu berpikir kritis secara berkembang sesuai harapan , 65% peserta didik mampu gotong royong dan mandiri saat diskusi secara berkembang sesuai harapan, dan 35% peserta didik mampu gotong royong dan mandiri saat diskusi secara sangat berkembang. Kesimpulan dari penulis lakukan dalam praktik pembelajaran ini, bahwa Dengan membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok dan bersama tutor, peserta didik akan merasa terpicu untuk lebih terlibat dan mendiskusikan cara menyelesaikan suatu masalah. Kata kunci: Model PBL, Tutor Sebaya, Canva, Pencemaran Air. LOW ACTIVITY OF STUDENTS IN DISCUSSION ACTIVITIES IN CLASS X SMK ABSTRACT This learning practice aims to determine the increase in learning activity of class class The instruments used in this research were observations, test questions and interviews. Observations were carried out with the aim of knowing students' attitudes and skills when studying in class. The test questions are carried out with the aim of finding out the level of students' knowledge. Meanwhile, interviews were conducted with the aim of gathering information related to the treatment that had been carried out. Observation data and test questions were analyzed using the Excel application. Meanwhile, the interviews were analyzed descriptively qualitatively. The results of learning practice showed that Problem Based Learning Based on Peer Tutors could increase the learning activity of class This can be seen from the results of students' attitude scores in discussion activities, namely showing that 100% are able to think critically and develop according to expectations, 65% of students are able to work together and be independent when discussions develop according to expectations, and 35% of students are able to work together and be independent. when the discussion really developed. The author's conclusion in this learning practice is that by dividing students into several groups and together with a tutor, students will feel triggered to be more involved and discuss how to solve a problem. Keywords: PBL Model, Peer Tutoring, Canva, Water Pollution.
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN WUJUD BENDA MELALUI LESSON STUDY DI KELAS 4 SD NEGERI CIMUNDING 02 Sri Handayani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep perubahan wujud benda pada siswa sekolah dasar. Model PBL diadopsi sebagai pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk secara aktif terlibat dalam pemecahan masalah yang relevan dengan konteks nyata. Penelitian dilakukan dengan melibatkan dua kelompok siswa, di mana satu kelompok mengikuti pembelajaran dengan model PBL dan kelompok lainnya mengikuti pembelajaran konvensional.Data dikumpulkan melalui tes awal untuk mengukur pemahaman konsep perubahan wujud benda sebelum pembelajaran dimulai, serta tes setelah pembelajaran selesai untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman konsep. Selain itu, observasi kelas dan wawancara dengan siswa juga dilakukan untuk memahami persepsi mereka terhadap pengalaman pembelajaran menggunakan model PBL.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep perubahan wujud benda dibandingkan dengan kelompok yang mengikuti pembelajaran konvensional. Selain itu, observasi kelas dan wawancara menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih besar dari siswa yang terlibat dalam pembelajaran menggunakan model PBL.Temuan ini mendukung gagasan bahwa implementasi Problem-Based Learning secara efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep perubahan wujud benda pada siswa sekolah dasar. Implikasi dari penelitian ini menyarankan perlunya integrasi model pembelajaran inovatif seperti PBL dalam pengajaran untuk memperkuat pemahaman siswa dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Problem Based Learning, Efektif, Inovatif. IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING IN IMPROVING UNDERSTANDING OF THE CONCEPT OF CHANGING THE FORM OF OBJECTS THROUGH LESSON STUDY IN CLASS 4 SD STATE CIMUNDING 02 ABSTRACT This research aims to evaluate the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) learning model in increasing understanding of the concept of changes in the shape of objects in elementary school students. The PBL model is adopted as a learning approach that allows students to be actively involved in solving problems that are relevant to real contexts. The research was conducted involving two groups of students, where one group took part in learning using the PBL model and the other group took part in conventional learning.Data was collected through an initial test to measure understanding of the concept of changing the shape of objects before learning began, as well as a test after learning was completed to evaluate the increase in understanding of the concept. Apart from that, classroom observations and interviews with students were also conducted to understand their perceptions of the learning experience using the PBL model.The results of the research showed that the group of students who took part in learning using the PBL model experienced a significant increase in understanding the concept of changes in the shape of objects compared to the group who took part in conventional learning. In addition, classroom observations and interviews showed higher levels of engagement and greater motivation of students involved in learning using the PBL model.These findings support the idea that the effective implementation of Problem-Based Learning can increase understanding of the concept of changes in the shape of objects in elementary school students. The implications of this research suggest the need to integrate innovative learning models such as PBL in teaching to strengthen student understanding and encourage active involvement in the learning process. Keywords: Problem Based Learning, Efektif, Inovatif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS II MELALUI CONTEXTUAL LEARNING TEACHING BERBANTU VIDIO PEMBELAJARAN SD NEGERI LINGGAPURA 01 BREBES Rini Indriyani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada kelas 2 SD Negeri Linggapura 01 adalah rendahnya peserta didik dalam membaca lancar cerita fabel. Jenis Penelitian yang digunakan adalah PTK. Penelitian ini mengenai pembelajaran contextual learning teaching sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai membaca cerita fabel dikelas II SD Negeri Linggapura 01 Brebes dengan jumlah siswa sebanyak 21 siswa, didapatkan hasil ketuntasan sebagai berikut Pra siklus hanya 14% siswa yang tuntas , siklus 1 50% siswa tuntas, dan siklus 2 86% siswa yang tuntas hal ini menunjukan bahwa contextual learning teaching merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang bisa memberikan keceriaan pada siswa saat pembelajaran berlangsung siswa bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan secara gotong royong dengan dengan kelompoknya masing masing, penggunaan metode CTL sangat membantu dalam pembelajaran sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi membaca cerita fabel bisa tuntas.. Kata kunci: Contextual teaching learning ,membaca cerita fabel Bahasa Indonesia. IMPROVING THE READING ABILITY OF GRADE II STUDENTS THROUGH CONTEXTUAL LEARNING TEACHING ASSISTED LEARNING VIDEO OF SD NEGERI LINGGAPURA 01 BREBES ABSTRACT The main problem in learning Indonesian in class 2 of SD Negeri Linggapura 01 is the low level of students' ability to read fables fluently. The type of research used is PTK. This research is about contextual learning teaching as a solution to increase students' understanding of reading fables in class II of SD Negeri Linggapura 01 Brebes with a total of 21 students, the completion results were obtained as follows. Pre cycle only 14% of students completed, cycle 1 50% of students completed, and in cycle 2 86% of students completed this shows that contextual learning teaching is a type of cooperative learning that can provide joy to students when learning takes place. Students work together to solve problems in mutual cooperation with their respective groups. The use of the CTL method is very helps in learning so that learning Indonesian on the material of reading fables can be completed.. Keywords: Contextual teaching learning, reading Indonesian fables.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA BLOK PECAHAN Winadi
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan kualitas Sumber Daya Manusia. Pemahaman yang baik terhadap konsep matematika, khususnya operasi hitung pecahan yang menjadi landasan utama bagi kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika yang lebih kompleks. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep tersebut dan Menggunkan media Blok Pecahan.. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dibagi ke dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Partisipan pada penelitian ini ialah 15 siswa kelas V di SD Negeri Pengaradan 04 Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Peneliti juga menjadikan guru selaku partisipan yang mendukung dan mempraktikkan tindakan penelitian dalam memperoleh data tambahan. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dalam memahami konsep pecahan di setiap siklus. Peningkatan hasil yang signifikan dari pra siklus 55,60, siklus I mencapai rata-rata 72,00 sampai siklus II dengan rata-rata 82,05 Berdasarkan hasil temuan penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan model PBL dengan media Blok Pecahan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan berpenyebut sama maupun brebeda. Kata kunci: PBL, Media Blok Pecahan. INCREASE STUDENTS' UNDERSTANDING OF FRACTIONS THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING MODELS WITH FRACTIONAL BLOCK MEDIA ABSTRACT Education is one of the crucial aspects in shaping character and the quality of human resources. A solid understanding of mathematical concepts, especially fractional arithmetic operations, serves as the foundation for students' ability to solve more complex mathematical problems. Therefore, this research aims to explore the potential use of the Problem-Based Learning (PBL) model as an effort to enhance students' understanding of these concepts, utilizing Fraction Blocks as a teaching aid. The study employs a classroom action research design divided into two cycles, each consisting of one meeting and four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The participants in this research were 15 fifth-grade students at SD Negeri Pengaradan 04, Tanjung District, Brebes Regency. The teacher also served as a participant, supporting and implementing research actions to gather additional data. The research findings indicate an improvement in students' skills in understanding fractional concepts in each cycle. The significant improvement in scores is evident, starting from a pre-cycle average of 55.60, reaching an average of 72.00 in Cycle I, and further increasing to an average of 82.05 in Cycle II. Based on the research findings, the researcher concludes that the implementation of the PBL model with Fraction Blocks as a teaching aid is effective in enhancing student learning outcomes in the addition and subtraction of fractions with similar and different denominators. Keywords: PBL, Fraction Blocks.
Model Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SD Negeri Sitanggal 04 Rokhani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pembelajran IPA di SD masih berpusat pada guru dimana guru memberikan materi kepada siswa sehingga siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru, sumber belajar IPA hanya buku paket tematik saja, kegiatan pembelajaran IPA kurang memberikan pengalaman belajar seperti melaksanakan proses pemecahan masalah yang berkaitan dengan gejala-gejala alam sekitar, kegiatan pembelajaran IPA masih bersifat hafalan. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran problem based learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI sebanyak 31 orang. Pengumpulan data menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 10 butir. Data hasil belajar dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata nilai siswa dan ketuntasan belajar. Data siklus I menunjukan rata-rata nilai hasil belajar mencapai 70 ketuntasan belajar mencapai 62,5% dengan kriteria cukup. Pada siklus II menunjukan rata- rata nilai hasil belajar mencapai 74,69 dan ketuntasan belajar 84,38% dengan kriteria tinggi. Maka, penerpan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI. Adanya penerapan model pembelajaran problem based learning yaitu siswa berperan aktif memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi, pengalaman langsung saat belajar, keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran bersifat konstruktivisme, peningkatkan daya ingat siswa dan pembelajaran berpusat pada siswa. Kata kunci: PBL, hasil belajar, IPA. Problem Based Learning Model Improves Science Learning Outcomes of Grade VI Students of SD Negeri Sitanggal 04 ABSTRACT Science learning activities in elementary schools are still teacher-centered where teachers provide material to students so that students only listen and record what is conveyed by the teacher, science learning resources are only thematic package books, science learning activities do not provide learning experiences such as carrying out problem solving processes related to With the natural phenomena around, science learning activities are still rote. This causes low student learning outcomes. This study aims to improve science learning outcomes through the application of problem based learning models. The research subjects were 31 grade VI students. Collecting data using a multiple-choice test method with a total of 10 questions. Learning outcomes data were analyzed using quantitative descriptive techniques, namely by finding the average student score and learning completeness. Cycle I data shows that the average value of learning outcomes reaches 70, learning completeness reaches 62.5% with sufficient criteria. In the second cycle, the average value of learning outcomes reached 74.69 and learning completeness was 84.38% with high criteria. Thus, the application of the problem based learning model can improve science learning outcomes for grade VI students. The existence of the application of the problem-based learning model in which students play an active role in solving various problems faced, direct experience while learning, active student involvement in the learning process, constructivism learning, improving student memory and student-centered learning Keywords: PBL, learning outcomes, science.
PENERAPAN MODEL STAD GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS DI KELAS IV SD NEGERI KECIPIR 02 Ratih Indrianto
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada murid kelas IV SD Negeri Kecipir 02. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah desain Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid kelas IV SD Negeri Kecipir 02 yang berjumlah 19 anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan tes Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dikatakan berhasil apabila murid kelas IV SD Negeri Kecipir 02 yang mencapai KKM minimal 75%. Pembelajaran menerapkan model STAD dengan guru menayangkan presentasi powerpoint dalam menjelaskan materi, kemudian para murid menggunakan smartphone untuk mengeksplorasi masalah dalam menyelesaikan tugas kelompok. Pada pra tindakan persentase KKM murid secara klasikal yaitu 41%. Pada siklus 1 persentase KKM murid secara klasikal sebanyak 58% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 17% dari pra tindakan. Sedangkan pada siklus 2 persentase KKM murid secara klasikal yaitu 82% yang berarti terjadi peningkatan sebesar 24% dari siklus 1 dimana persentase tersebut telah mencapai target yang diinginkan yaitu minimal sebanyak 75% murid kelas IV SD Negeri Kecipir 02 telah mencapai KKM. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode STAD berhasil untuk meningkatkan hasil belajar IPAS di kelas IV SD Negeri Kecipir 02. Kata kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran IPAS di SD, Model STAD APPLICATION OF THE STAD MODEL TO IMPROVE SCIENCE LEARNING OUTCOMES IN CLASS IV OF KECIPIR NEGERI 02 PRIMARY SCHOOL ABSTRACT This research aims to find out whether the Student Teams Achievement Division (STAD) model can improve science learning outcomes for fourth grade students at SD Negeri Kecipir 02. This type of research is classroom action research. The classroom action research design used is the Kemmis and Mc Taggart design which consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. The research subjects were 19 grade IV students at SD Negeri Kecipir 02. Data collection in this research was carried out by observation and Classroom Action Research (PTK) tests. This was said to be successful if the fourth grade students at SD Negeri Kecipir 02 achieved a minimum KKM of 75%. Learning applies the STAD model with the teacher showing a PowerPoint presentation to explain the material, then students use smartphones to explore problems in completing group assignments. In pre-action, the classical KKM percentage of students was 41%. In cycle I, the percentage of students' classical KKM was 58%, which means there was an increase of 17% from pre-action. Meanwhile, in cycle II, the classical KKM percentage of students was 82%, which means there was an increase of 24% from cycle I, where this percentage had reached the desired target, namely at least 75% of class IV students at SD Negeri Kecipir 02 had reached the KKM. From these results it can be concluded that the STAD method was successful in improving science learning outcomes in class IV at SD Negeri Kecipir 02. Keywords: Learning Outcomes, Science and Technology Learning in Elementary Schools, STAD Model
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PjBL DI SDN PASIRMUKTI KABUPATEN TASIKMALAYA Ariyani Dewi
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada proses pembelajaran di dunia pendidikan khususnya di jenjang pendidikan sekolah dasar, siswa mendapatkan satu pelajaran yang dapat dijadikan sebagai landasan dasar untuk memecahkan persoalan yang ada di kehidupan sehari-hari. Pelajaran ini ialah Matematika. Pelajaran Matematika dapat menuntun siswa untuk berfikir logis dan kritis untuk memecahkan permasalahan sehari-hari melalui angka ataupun teori (Sumarni, 2023). Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keaktifan belajar siswa melalui model Project-based Learning (PjBL) dengan bantuan media tusuk sate dan plastisin (TUTESIN). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Pasirmukti. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan mengacu pada metodologi action research, yaitu (1) perencanaan, (2) implementasi tindakan, (3) pengamatan dan evaluasi, (4) refleksi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik analisis data menggunakan penggabungan antara nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penilaian kognitif siswa antara siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif pada indikator soal C2 sampai C6 dengan hasil yang lebih baik. Pada siklus 1 sebelum menggunakan model PjBL, nilai terendah siswa yaitu 50, sedangkan nilai tertingginya yaitu 100. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai rata- rata yaitu 71,4. Sedangkan setelah menggunakan model PjBL, nilai terendah siswa menjadi 60, sedangkan nilai tertingginya yaitu 100. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata yaitu 83,3 dari jumlah siswa 15 orang. Model pembelajaran Project Based Learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa dengan menerapkan model PJBL, kemampuan kognitif dan keaktifan belajar siswa menjadi meningkat, dan siswa juga lebih mudah memahami konsep matematika dalam proses pembelajaran. Saran dari penelitian ini adalah sebagai berikut : perbanyak latihan untuk siswa dan perhatikan intensitas latihan agar siswa lebih mudah memahami kemampuan kognitifnya; agar siswa tidak mengalami kejenuhan dan aktif di kelas, guru harus terampil dalam memilih model pembelajaran yang tepat. Kata kunci: Project-Based Learning, metode PTK, kemampuan kognitif dan keaktifan belajar IMPROVING STUDENTS' COGNITIVE ABILITIES AND LEARNING ACTIVITIES THROUGH THE PJBL MODEL AT SDN PASIRMUKTI, TASIKMALAYA DISTRICT ABSTRACT In the learning process in the world of education, especially at the elementary school level, students receive a lesson that can be used as a basic basis for solving problems that exist in everyday life. This lesson is Mathematics. Mathematics lessons can guide students to think logically and critically to solve everyday problems through numbers or theory (Sumarni, 2023). The aim of this study is to determine the increase in students' cognitive abilities and active learning through the Project-based Learning (PjBL) model with the help of skewers and plasticine (TUTESIN). The population in this study were sixth grade students at Pasirmukti State Elementary School. The Classroom Action Research procedure used refers to the action research methodology, namely (1) planning, (2) action implementation, (3) observation and evaluation, (4) reflection carried out in 2 cycles. The data analysis technique uses a combination of attitude, knowledge and skills values ​​with the Classroom Action Research (CAR) method. The results of students' cognitive assessments between cycle 1 and cycle 2 showed an increase in cognitive abilities in question indicators C2 to C6 with better results. In cycle 1 before using the PjBL model, the student's lowest score was 50, while the highest score was 100. Based on the calculations that had been carried out, the average score was 71.4. Meanwhile, after using the PjBL model, the lowest student score was 60, while the highest score was 100. Based on the calculations that had been carried out, the average score was 83.3 from a total of 15 students. The Project Based Learning learning model has a positive effect on students' mathematics learning outcomes. The conclusion of this research is that by implementing the PJBL model, students' cognitive abilities and learning activeness increase, and students also understand mathematical concepts more easily in the learning process. The suggestions from this research are as follows: increase training for students and pay attention to the intensity of training so that students can more easily understand their cognitive abilities; So that students do not experience boredom and are active in class, teachers must be skilled in choosing the right learning model. Keywords: Project-Based Learning, PTK method, cognitive abilities and active learning

Page 11 of 23 | Total Record : 225