Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2018)"
:
12 Documents
clear
PELATIHAN OLAHRAGA PENCAK SILAT SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN OLAHRAGA ASLI INDONESIA DAN MEWUJUDKAN PRESTASI ANAK PADA USIA DINI DI UPT PENDIDIKAN WILAYAH KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA
Cucu Hidayat;
Deni Setiawan;
Defri Mulyana
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.474
In the era of the increasingly advanced at this time many early childhood is not so familiar with the culture itself because in the era of increasingly advanced globalization makes children prefer to play in more modern areas such as online games that tend to make children become lazy with sports activities such as sports Martial arts that are still not many children / teenagers who want to preserve and develop martial arts as the indigenous culture of the Indonesian Nation, for that we will conduct community service by conducting martial arts training for early childhood, so it can be useful to train children's growth, make Children to be able to have the character of a brave, help each other mutual and can preserve and develop pencak silat as indigenous culture of Indonesia.
PELATIHAN PENGELOLAAN MANAJEMEN EVENT PERTANDINGAN OLAHRAGA UNTUK PENGURUS DAN ANGGOTA KONI KOTA TASIKMALAYA
Iis Marwan;
Agus Arief Rahmat;
Aang Rohyana
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.674
Keberhasilan penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga, kurang menampakan menjadi sebuah event yang dapat merangsang dan menarik peran serta masyarakat secara luas maupun masyarakat olahraga khususnya, terlebih kalangan dunia usaha. Baik keterlibatannya secara langsung sebagai sponsor, maupun menjadi bagian dari penonton yang menyemarakan jalannya pertandingan/perlombaan. Layaknya sebagai sebuah produk yang siap untuk dipasarkan, olahraga sebenarnya sudah dapat mengaplikasikan prinsip The Event Triangle (Schaaf, 2015:45) di mana keterkaitan antara event dan para pesertanya dengan penonton serta pihak sponsors menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dan memberikan keuntungan bersama. Karena pada dasarnya event membutuhkan sponsor untuk mensubsidi sektor keuangan/pembiayaan dan publikasi kegiatan, sementara sponsor membutuhkan event untuk mempromosikan produk-produknya. Sedangkan para peserta/atlet dengan segala penampilannya (baca : prestasi) mengharapkan kompensasi untuk pengorbanan waktu mereka selama berlatih dan bertanding sehingga menjadi sumber penghidupan. KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) adalah organisasi olahraga resmi sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. KONI mewadahi olahraga prestasi dan fungsional keberadaannya di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. KONI Kota Tasikmalaya memiliki anggota 34 Cabang Olahraga Prestasi dan 3 Cabang Olahraga Fungsional. Sumber dana diperoleh dari dana hibah pemerintah Kota Tasikmalaya yang diperuntukan untuk membiayai kegiatan rutin dan bantuan bagi anggota. Karena keterbatasan sumber pendanaan olahraga maka sering kali kegiatan keolahragaan tidak dapat berjalan secara optimal. Karena itu perlu dicari solusi mencari dana lain. Solusi dana yang dapat digali adalah melalui kegiatan event pertandingan olahraga yang dapat dibiayai oleh sponsor maupun peroleh dari tiket penonton. Mengikuti konsep marketing mix (Parkhouse, 2015:157), memasarkan event olahraga sebagai sebuah produk harus didahului dengan proses perencanaan strategis.Solusi yang ditawarkan pengusul membuat rencana pelatihan pengelolaan system manajemen olahraga pertandingan yang bermutu bagi pengurus dan anggota KONI Kota Tasikmalaya. Luaran yang dihasilkan berupa pedoman penyusunan system manajemen pertandingan olahraga, publikasi di media masa, serta publikasi pada jurnal nasional.
TATA KELOLA KEUANGAN BAGI MADRASAH DINIYAH DAN MAJELIS TA’LIM
Irman Firmansyah;
Agus Ahmad Nasrulloh
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.549
Tujuan dan target khusus kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema Ipteks bagi Bina Masyarakat (IbBM) ini diperuntukkan kepada pengelola Madrasah Diniyah dan Majelis Ta`lim. Pentingnya tata kelola keuangan yang baik bagi Madrasah Diniyah dan Majelis Ta`lim adalah bentuk dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan yang serahkan oleh masyarakat, siswa, donatur dan stakeholder lainnya. Permasalahan yang diangkat adalah minimnya sumber daya manusia yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Biasanya para pengelola keuangan madrasah diniyah dan majelis ta`lim adalah para guru (ustad) yang tidak mempunyai keahlian khusus terutama manajemen keuangan dan akuntansi. Dengan demikian dibutuhkan pelatihan khusus agar pengelola Madrasah Diniyah dan Majelis Ta`lim khususnya yang menjadi mitra menjadi mampu mengelola keuangan dengan baik. Metode penyelesaian masalah pengabdian pada masyarakat adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan kepada 2 mitra dalam mengelola keuangan terkait keuangan di lembaga keagamaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman kepada pengurus majelis talim dan madrasah tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan benar sehingga mampu menunjukkan tanggungjawab sebagai pengurus terhadap masyarakat. Laporan keuangan yang dihasilkan juga mampu menggambarkan penyaluran dana atas penghasilan yang diperoleh dari berbagai program. Dengan demikian maka manfaat atas kegiatan ini sangat besar menuju pengembangan madrasah dan majelis sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
SOSIALISASI ATURAN BEROLAHRAGA YANG BENAR SESUAI DENGAN RUMUS “TKPEâ€
Haikal Millah;
Iwan Sudjarwo;
Nuriska Subekti
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.590
Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan SDM Guru PJOK SMA dan SMP di lingkungan MGMP PJOK Kota Tasikmalaya dalam tata cara aturan yang benar sesuai aturan berolahraga dengan rumus TKPE. Peserta pengabdian ini adalah guru pjok SMA dan SMP yang tergabung dalam MGMP PJOK Kota Tasikmalaya berjumlah 130 orang. Guru PJOK SMP sebanyak 80 orang dan 30 orang guru PJOK SMA.Setelah diberikan sosialisasi aturan berolahraga yang benar sesuai dengan rumus TKPE yang merupakan kolaborasi dari berbagai aturan yang sudah ada dan kami kemas dalam rumus TKPE (T = Tujuan, K = Kondisi, P = Program, E = Evaluasi),  guru dapat menentukan tujuan berolahraga, mengetahui kondisi, menyusun program dan melakukan evaluasi terhadap program yang disusun untuk mencapai tujuan yang sudah dicapai.
PENJERNIHAN AIR SADAH DENGAN SISTEM BACKWASH DAN ZEOLIT
Anto Purwanto;
Yuldan Faturahman
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.492
Tujuan: kegiatan ipteks bagi pesantren ini  ini adalah membuat dan mengimplementasikan alat untuk menjernihkan air yang mengandung kesadahan atau air yang mengandung zat besi yang berwarna air kuning atau kecoklatan dengan menggunakan media sederhana yaitu zeolit untuk menyaring air yang sadah atau kekuningan dan kecoklatan dan sistem backwash atau ketika kotor media penyaring telah kotor tinggal di supaya bisa membersihkan media penynyaring dengan sendirinya, kegiatan ini dilakukan karena pesantren sasaran mempunyai air yang sadah karena bekas air sawah yang telah tercampur pestisida sehingga ketika digunakan maka akan terasa gatal-gatal atau selebihnya akan penyebabkan penyakit yang disebabkan air pada kulit seperti scabies. Dengan penerapan sistem penjernih dengan penyaring zeolit diharapkan dapat mengurangi angka kesadahan dan tidak menyebabkan anka kesakitan pada kulit . Target khusus Pembuatan alat penyaring air sadahdan peningkatan pengetahuan penyakit yang disebabkan oleh air Metode: observasi kondisi sekitar, Edukasi penyakit yang disebabkan air, pelatihan pembuatan alat penjernih air sadah. Rencana kegiatan yang diusulkan adalah observasi lapangan untuk kondisi lingkungan sekitar, edukasi bahaya yang disebabkan oleh air, pembuatan sistem penjernih air dengan zeolit dan sistem backwash
WORKSHOP PERANCANGAN DAN APLIKASI ALAT PERAGA MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
Depi Adrian Nurgaha;
Aa Gde Somatanaya
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.287
Mata pelajaran matematika di sekolah (termasuk di sekolah dasar) masih dianggap sebagai mata pelajaran yang paling sulit dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Hal ini wajar terutama bagi siswa Sekolah Dasar (SD), jika mereka susah dalam mempelajari matematika karena sifat dari matematika itu sendiri adalah berkenaan dengan konsep abstrak, di sisi lain siswa-siswa SD masih berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret (umur 7-11 tahun). Tahap ini dicirikan dengan kemampuan seorang anak dapat membuat kesimpulan dari situasi nyata atau dengan menggunakan benda konkret. Dengan kata lain penggunaan media (termasuk alat peraga) dalam pembelajaran matematika SD masih sangat diperlukan. Alat peraga memiliki arti penting dalam pembelajaran matematika, karena sifat matematika yang berhubungan dengan abstraksi. Dalam Permen Diknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi dinyatakan bahwa untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya. Namun permasalahan yang terjadi dan dirasakan oleh beberapa guru di Sekolah Dasar Negeri kecamatan Cipedes adalah guru kurang memahami mengenai merancang alat peraga matematika yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, Guru belum terampil mengaplikasikan alat peraga pada proses pembelajaran matematika di sekolah dasar, guru kurang menguasai cara merancang alat peraga matematika berbantuan program komputer yang dapat diterapkan pada pembelajaran di Sekolah Dasar dan Guru belum terampil merancang bahan ajar dan lembar kerja siswa pada proses pembelajaran matematika yang menggunakan bantuan program komputer yang dapat diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar. Sehingga dari beberapa kekurangan- keurangan tersebut berdampak pula pada hasil belajar matematika siswa yang kurang optimal. Berdasarkan hal tersebut, maka tim pengabdian pada masyarakat merasa termotivasi untuk melaksanakan workshop perancangan dan aplikasi alat peraga matematika di sekolah dasar dengan tujuan semua permasalahan-permasalahan tadi dapat teratasi. Metode yang digunakan dalam workshop perancangan dan aplikasi alat peraga matematika di sekolah dasar yaitu pelatihan/penyuluhan, pembimbingan dan pendampingan. Gabungan ketiga metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru untuk dapat merancang alat peraga matematika yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, mengaplikasikan pembelajaran berbantuan alat peraga matematika, merancang alat peraga matematika berbantuan program komputer yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika di Sekolah Dasar serta merancang bahan ajar dan lembar kerja siswa pada proses pembelajaran matematika yang menggunakan bantuan program komputer yang dapat diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar. Metode yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan target keluaran berupa buku panduan pembuatan alat peraga, produk alat peraga baik alat peraga matematika tradisional atau berbantuan program komputer, Artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional.Kata Kunci: Workshop, Aplikasi Alat Peraga Matematika
IbBM Peningkatan Kemampuan Ibu Balita dalam Deteksi Tumbuh Kembang Anak Menuju Keluarga Sehat 2018
Iseu Siti Aisyah;
Kamiel Roesman B
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.558
Masalah kurang gizi di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2013 prevalensi kurang gizi di Indonesia menunjukan peningkatan dari 17,9% tahun 2010 menjadi 19,6% pada tahun 2013. Prevalensi kurang gizi muncul pada saat bayi memasuki usia 6 bulan sampai dengan usia 2 (dua) tahun, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh tumbuh kembangnya yang tidak optimal. Demikian pula halnya yang terjadi di Indonesia selama ini, yang cenderung naik tingkat kerawanannya akibat krisis ekonomi yang dikhawatirkan dapat mengancam kualitas SDM generasi penerus.Upaya-upaya yang mendukung untuk tumbuh kembang optimal bagi anak sudah dan akan terus dilakukan bahkan dikembangkan ke arah yang lebih baik, salah satunya melalui kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang dilakukan di Posyandu. Posyandu sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak, serta menyampaikan pesan kepada ibu balita dan anggota keluarga yang memiliki bayi dan balita dengan mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik, yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya. Maka perlu diadakan pelatihan untuk ibu balita yang ke posyandu tentang deteksi tumbuh kembang pada anak menuju keluarga sehat 2018. Mitra kerjasama adalah Posyandu RW 12 dan RW 05 Desa Singasari Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Estimasi Peserta pelatihan adalah 30 orang untuk tiap posyandu.LP2
IbBM Implementasi Dashboard Pada Sistem Informasi Negatif Point Pelanggaran Siswa Sebagai Alat Bantu Monitoring Pelanggaran dan Penentuan Sanksi Di Lingkungan Sekolah
Rahmi Nur Shofa;
Cecep Muhamad Sidik Ramdani;
Andi Nur Rachman
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.601
point pelanggaran siswa merupakan salah satu kebijakan sekolah yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Masing-masing jenis pelanggaran mempunyai bobot atau nilai point yang berbeda sesuai dengan tingkat besar kecilnya pelanggaran. Total point yang diperoleh siswa merupakan dasar pertimbangan dalam menentukan sanksi. Pada penelitian diusulkan untuk membuat sebuah Implementasi Dashboard pada Sistem Informasi Negatif Point Pelanggaran Siswa di SMKN 2 Tasikmalaya. Tujuannya adalah untuk membantu dalam mempertimbangkan penentuan sanksi serta mempermudah kepala sekolah dalam memonitoring dan mengevaluasi pelanggaran siswa. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa laporan pelanggaran siswa serta berupa dashboard pelanggaran siswa diantaranya grafik perbandingan per tahun, presentase negatif point, dan jenis pelanggaran yang sering dilanggar.
JUNIOR TOURISM AGENT KADER WISATA MUDA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA BARU DI DESA PAMOTAN KECAMATAN KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA YANG MANDIRI
Dian Ramdani;
Hadianto Harisma;
Yogi Pratama;
Agung Ramadhan;
Dwi Adi Wahyudi;
Oka Agus Kurniawan Shavab
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.531
Desa Pamotan merupakan wilayah yang berada di bawah administrasi Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Destinasi potensial wisata yang dapat diangkat di desa ini sangat unik dan beragam salah satunya wisata alam, budaya , dan situs bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Namun seluruh unsur potensial wisata di Desa Pamotan ini  terabaikan dan dipandang sebelah mata baik oleh pemerintah setempat, dinas pariwisata dan budaya, dan PT. KAI sebagai wadah dalam pengembangan aset potensial peninggalan Belanda. Oleh karena itu, perlu suatu upaya yang benar-benar nyata untuk mengangkat aset potensial wisata desa ini. Aset wisata potensial Desa Pamotan paling menarik yaitu Terowongan Wilhelmina yang sering disebut dengan Terowongan Sumber. Terowongan ini termasuk terpanjang se-Indonesia dengan total 1,1 km yang menghubungkan Banjar dan Cijulang namun ditutup pada 1984. Selain itu, Jembatan Panjang Cikacepit dengan panjang 290 meter layak pula untuk dibuka kembali sebagai destinasi wisata selain Air Terjun Alami yang dinamakan Air Terjun Sabot I dan II. Potensi wisata keempat yaitu Pelabuhan Penyeberangan Majingklak yang terletak di Dusun Majingklak yang merupakan akses penyeberangan ke pulau dan Pantai Putih Nusa Kambangan dan Kampung Laut Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Lokasi terakhir yaitu Palatar Agung yang terletak di Dusun Ciawitali dengan wisata andalan yang menjual panorama persawahan dan laut. Kelima aset potensial wisata ini sangat unik dan pantas diangkat menjadi wisata yang sesungguhnya. Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan, maka telah menginspirasi kami membuat program Kader Wisata Muda Desa Pamotan sebagai program kreativitas kami yang merekrut pemuda lokal berusia antara 13-18 tahun menjadi pelopor utama dalam pengangkatan potensi wisata desa. Pelatihan public speaking tiga bahasa yaitu Sunda, Indonesia, dan Inggris diberikan tim program sekaligus promo wisata lewat media sosial demi peningkatan aset potensi daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara sehingga masyarakat, pemerintah Kabupaten Pangandaran, dan instansi pemerintah terkait lebih peduli akan situs peninggalan berupa cagar budaya yang mampu meningkatkan perekonomian daerah dan pencapaian Desa Wisata Pamotan yang mandiri.
PEMBINAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA SANITASI BERWAWASAN LINGKUNGAN PARA SANTRI
Ai Sri Kosnayani;
Asep Kurnia Hidayat
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.677
Kabupaten Tasikmalaya dikenal dengan “Kota Santri†karena jumlah pesantren baik sebagai lembaga pendidikan non formal maupun formal cukup banyak, tersebar ke seluruh wilayah termasuk di Kecamatan Ciawi dan Pagerageung. Masalah kesehatan yang sering terjadi di pesantren adalah penyakit yang disebabkan oleh hyigienetas dan sanitasi lingkungan, seperti scabies, diare, dan ISPA. Rendahnya Prilaku Hidup Bersih dan Sehat para santri bisa disebabkan karena kurang pengetahuan tentang PHBS serta sarana dan prasarasa sanitasi yang buruk. Hasil analisis situasi di Pesantren Miftahul Huda 17 yang beralamat di Kecamatan Pagerageung dan Pesantren Darruzahra di Kecamatan Ciawi ditemukan prioritas masalah kesehatan disebabkan oleh masih rendahnya PHBS para santri dan sanitasi lingkungan pesantren yang kurang baik. Pengabdian Ipteks bagi Pesantren ini bertujuan untuk meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat para santri melalui pengelolaan sanitasi yang berwawasan lingkungan. Sasaran kegiatan Pengabdian IbP ini adalah seluruh santri yang mukim serta pengurus dan staff pengajar di Pesantren Miftahul Huda 17 dan Darruzahra sebanyak 199 orang. Kegiatan yang dilaksanakan berupa penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, dan penyuluhan serta pelatihan pengelolaan sanitasi berwawasan lingkungan (sanitary engennering).